MANAGED BY:
SENIN
22 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 17 Juli 2017 12:08
Hasil Visum Korban Belum Diketahui

Kasus Cabul Akan Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR –Satreskrim Polres Bulungan saat ini terus mendalami proses hukum dugaan tindakan pencabulan  yang diduga dilakukan oknum pejabat tinggi di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Tanjung Selor berinisial MNP (57) terhadap By (17).

Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry melalui Kasatreskrim AKP Gede Prasetia Adi Sasmita mengatakan, selama proses penyelidiki semua berlancar. Sehingga dia optimitis dalam waktu tidak terlalu lama kasus asusila yang terungkap atas laporan warga ini akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan.

“Saat ini kasusnya masih terus berjalan,” ujarnya kepada Radar Kaltara.

Lanjut dikatakan, dua saksi juga sudah diminta keterangan, termasuk visum juga sudah dilakukan kepada korban .

“Tapi hasil visumnya belum diambil. Nanti, segera akan kami ambil,’’ ujar pria gemar bermain futsal.

Namun untuk keterangan saksi, dirinya belum bisa menjelaskan karena masih akan dianalisa. Hal itu dilakukan agar data yang diperoleh dari saksi valid.

“Nanti sekalian menunggu hasil visum baru disampaikan,’’ jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry mengatakan, untuk pengamanan korban nantinya akan bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), karena korban masih di bawah umur, dan di internal Polres juga ada unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

“Pastinya juga akan diminta kepada orang tuanya. Adapun untuk korban sudah kita periksa,” tuturnya, seraya mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh MNP tersebut masuk ke pasal pidana pencabulan.

Sebenarnya, lanjut dia, ada sanksi yang lebih berat lagi yang ingin diberikan kepada pelaku mengingat korbannya masih di bawah umur. Artinya kasus itu akan dimasukkan pada pasal berlapis.

“Yang jelas pasalnya akan kita atur secara spesifik. Sekarang saya belum bisa menyebutkan secara pasti karena ini masih proses. Di sini unsur-unsurnya harus betul-betul kita dalami,” jelasnya.

“Sebab, kita tidak mau nanti salah menerapkan pasal, sudah ngomong begini tahu-tahunya pasalnya lain,” sambungnya.

Dijelaskannya, kasus pencabulan tersebut merupakan salah satu kasus delik aduan. Tentunya jika misalnya aduan itu dicabut bisa saja di SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan), tetapi akan terlihat sejauh mana tindakan tersebut bisa menimbulkan efek bagi maysraakat.

“Jadi kita harus benar-benar jeli juga menerapkan pasal yang dikenakan, karena kita tidak ingin nanti efeknya meluas. Jangan sampai ini (kesalahan penetapan pasal) terjadi, karena itu akan membuat masyarakat tidak percaya,” sebutnya.

Maka dari itu, setiap ada perkembangan akan ditindaklanjuti, karena tuntutan kepada penyidikan juga ada penyampaikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

Disamping itu, dirinya mengimbau kepada orang tua agar bisa memberikan serta melaksanakan fungsi pengawasannya. Selanjutnya, juga diharapkan dapat memberikan unsur pendidikan kepada anak-anaknya.

“Karena terkadang yang namanya orang tua hanya sibuk mengurus urusannya sehingga lupa untuk mengurusi anak-anaknya,” sebut dia.

Selain itu juga diharapkan program Polmas dalam bentuk patroli keliling dan lainnya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh segenap masyarakat, khususnya para orang tua untuk bertukar pikiran dengan aparat kepolisian.

“Nah, apa yang didapat dari anggota polisi itu nantinya juga diharapakan dapat ditransfer ke anaknya. Paling tidak dari lingkungan keluarga sudah dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” bebernya.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat menjadi polisi bagi dirinya sendiri. setidaknya bisa menjaga diri sendiri dan keluarga agar tidak menjadi korban serta tidak melakukan tindakan kriminalitas. Karena tidak mungkin polisi bisa mengawasi masyarakat tanpa ada kerja sama dari masyarakat itu sendiri. (don)


BACA JUGA

Minggu, 21 Januari 2018 20:00

Posting Kehilangan di Medsos, Orang Tua Nyaris Tertipu

Sempat dikabarkan menghilang, Joshua (14) akhirnya kembali kepada keluarganya, ia ditemukan tertidur…

Minggu, 21 Januari 2018 19:56

Koperasi Dibobol, Karyawan Terancam Tak Gajian

TANJUNG SELOR – Aksi pencurian kembali terjadi di Ibu Kota Kaltara, Tanjung Selor. Kali ini pelaku…

Minggu, 21 Januari 2018 19:53

Warga Wonomulyo Rugi Puluhan Juta Rupiah

TANJUNG SELOR – Banjir yang diakibatkan hujan deras di Sungai Sajau, Tanjung Palas Timur, Bulungan…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:28

10 KK Mengungsi, Banjir Rendam Enam Desa

TANJUNG SELOR – Setelah diguyur hujan deras dalam beberapa hari terakhir, sejumlah desa di Kecamatan…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:26

Digagas Polres Bulungan, Sukses Tekan Angka Kecelakaan Pelajar

Di era ini tidak dipungkiri penggunaan sepeda motor di kalangan pelajar sudah menjadi pemandangan yang…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:23

Pencairan DD Desa Long Lian Akan Ditunda?

TANJUNG SELOR – Dari 74 desa di Bulungan, Desa Long Lian, Kecamatan Peso merupakan salah satu…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:21

ASN Keluyuran di Jam Kerja Akan Ditindak Tegas

TANJUNG SELOR - Tim Sapu Bersih (Saber) Apartur Sipil Negara (ASN) bolos Pemprov Kaltara secepatnya…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:19

Bulungan Butuh Lapas untuk Anak

TANJUNG SELOR – Setelah mendapatkan sorotan dari Polres Bulungan terkait persoalan Lembaga Pemasyarakatan…

Kamis, 18 Januari 2018 10:52

Tekan Kebiasaan Merokok dengan Perda

TANJUNG SELOR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara saat ini tengah berupaya mengubah kebiasaan merokok…

Kamis, 18 Januari 2018 10:46

Legislatif Dorong Percepatan DOB Kota Tanjung Selor

TANJUNG SELOR – Berbagai upaya terus dilakukan sejumlah instansi dan lembaga terkait guna mendorong…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .