MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Senin, 17 Juli 2017 12:08
Hasil Visum Korban Belum Diketahui

Kasus Cabul Akan Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR –Satreskrim Polres Bulungan saat ini terus mendalami proses hukum dugaan tindakan pencabulan  yang diduga dilakukan oknum pejabat tinggi di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Tanjung Selor berinisial MNP (57) terhadap By (17).

Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry melalui Kasatreskrim AKP Gede Prasetia Adi Sasmita mengatakan, selama proses penyelidiki semua berlancar. Sehingga dia optimitis dalam waktu tidak terlalu lama kasus asusila yang terungkap atas laporan warga ini akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan.

“Saat ini kasusnya masih terus berjalan,” ujarnya kepada Radar Kaltara.

Lanjut dikatakan, dua saksi juga sudah diminta keterangan, termasuk visum juga sudah dilakukan kepada korban .

“Tapi hasil visumnya belum diambil. Nanti, segera akan kami ambil,’’ ujar pria gemar bermain futsal.

Namun untuk keterangan saksi, dirinya belum bisa menjelaskan karena masih akan dianalisa. Hal itu dilakukan agar data yang diperoleh dari saksi valid.

“Nanti sekalian menunggu hasil visum baru disampaikan,’’ jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry mengatakan, untuk pengamanan korban nantinya akan bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), karena korban masih di bawah umur, dan di internal Polres juga ada unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

“Pastinya juga akan diminta kepada orang tuanya. Adapun untuk korban sudah kita periksa,” tuturnya, seraya mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh MNP tersebut masuk ke pasal pidana pencabulan.

Sebenarnya, lanjut dia, ada sanksi yang lebih berat lagi yang ingin diberikan kepada pelaku mengingat korbannya masih di bawah umur. Artinya kasus itu akan dimasukkan pada pasal berlapis.

“Yang jelas pasalnya akan kita atur secara spesifik. Sekarang saya belum bisa menyebutkan secara pasti karena ini masih proses. Di sini unsur-unsurnya harus betul-betul kita dalami,” jelasnya.

“Sebab, kita tidak mau nanti salah menerapkan pasal, sudah ngomong begini tahu-tahunya pasalnya lain,” sambungnya.

Dijelaskannya, kasus pencabulan tersebut merupakan salah satu kasus delik aduan. Tentunya jika misalnya aduan itu dicabut bisa saja di SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan), tetapi akan terlihat sejauh mana tindakan tersebut bisa menimbulkan efek bagi maysraakat.

“Jadi kita harus benar-benar jeli juga menerapkan pasal yang dikenakan, karena kita tidak ingin nanti efeknya meluas. Jangan sampai ini (kesalahan penetapan pasal) terjadi, karena itu akan membuat masyarakat tidak percaya,” sebutnya.

Maka dari itu, setiap ada perkembangan akan ditindaklanjuti, karena tuntutan kepada penyidikan juga ada penyampaikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

Disamping itu, dirinya mengimbau kepada orang tua agar bisa memberikan serta melaksanakan fungsi pengawasannya. Selanjutnya, juga diharapkan dapat memberikan unsur pendidikan kepada anak-anaknya.

“Karena terkadang yang namanya orang tua hanya sibuk mengurus urusannya sehingga lupa untuk mengurusi anak-anaknya,” sebut dia.

Selain itu juga diharapkan program Polmas dalam bentuk patroli keliling dan lainnya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh segenap masyarakat, khususnya para orang tua untuk bertukar pikiran dengan aparat kepolisian.

“Nah, apa yang didapat dari anggota polisi itu nantinya juga diharapakan dapat ditransfer ke anaknya. Paling tidak dari lingkungan keluarga sudah dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” bebernya.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat menjadi polisi bagi dirinya sendiri. setidaknya bisa menjaga diri sendiri dan keluarga agar tidak menjadi korban serta tidak melakukan tindakan kriminalitas. Karena tidak mungkin polisi bisa mengawasi masyarakat tanpa ada kerja sama dari masyarakat itu sendiri. (don)


BACA JUGA

Senin, 20 November 2017 12:21

Sidang Tipikor Kayan I Molor

TANJUNG SELOR – Sidang vonis tindak pindana korupsi (tipikor) dugaan penyelewengan retribusi tambat…

Senin, 20 November 2017 12:19

2018, Gudang Farmasi Kembali ‘Diguyur’ DAK

TANJUNG SELOR – Setelah mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) tahun 2017 sekira Rp 3 miliar untuk…

Senin, 20 November 2017 12:18

Pusat Puji Motif Batik Kaltara

TANJUNG SELOR - Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Kementerian Perindustrian memuji motif khas batik…

Senin, 20 November 2017 12:16

Motor Korban Terseret Masuk Parit

KECELAKAAN lalu lintas (lakalantas) kembali terjadi di Tanjung Selor. Kali ini dialami pengendara sepeda…

Senin, 20 November 2017 09:48

47 Formasi CPNS Kaltara Dipastikan Kosong

TANJUNG SELOR – Sebanyak 47 dari 500 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah…

Senin, 20 November 2017 09:41

Data Fiktif, Sanksi Tegas Menanti !

TANJUNG SELOR – Dari hasil verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bulungan beberapa…

Senin, 20 November 2017 09:40

Tindak Tegas Kendaraan Parkir di Badan Jalan

TANJUNG SELOR –Selama ini sering kita jumpai kendaraan roda dua maupun roda empat di beberapa…

Senin, 20 November 2017 09:39

Seluruh Armada Bus Damri Segera Dilakukan Ramp Check

TANJUNG SELOR – Seperti tahun-tahun sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) secara rutin melakukan…

Sabtu, 18 November 2017 10:54

Karyawan Mulai di PHK Perusahaan

MESKI upah minimum kabupaten (UMK) Bulungan tahun 2018 yang masih menunggu penetapan dari Gubernur Kaltara…

Sabtu, 18 November 2017 10:51

Pesta Sabu, Warga Jl. H.Maskur Digerebek

TANJUNG SELOR – Satreskoba Polres Bulungan menggerebek pesta sabu di rumah AS (18) di Jalan H.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .