MANAGED BY:
RABU
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 17 Juli 2017 11:57
Status ASN Tiga Koruptor Akan Dicabut

Setelah Terbukti Bersalah Melakukan Korupsi

SEGERA DICABUT: I Putu Budiarta (tengah) pasrah saat dibawa pegawai Kejati Kaltim ke rutan untuk menjalani penahanan di Samarinda tahun lalu. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Bukan lagi sanksi yang akan menanti tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti melakukan perbuatan korupsi, melainkan akan dilakukan pemecatan.

Sanksi pemecatan itulah yang bakal diderita tiga orang koruptor dengan kasus yang berbeda, yakni Khotaman, I Putu Budiarta dan Hidayat. Hal itu ditegaskan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan, Sabri kepada media ini.

Meski masih dalam proses, dirinya memastikan pencabutan status kepegawaian terhadap ketiganya segera dilakukan. “Memang seharusnya sejak penahanan yang bersangkutan itu, sudah harus dinonaktifkan dari jabatan pegawai negeri,” ujar Sabri kepada Radar Nunukan ketika diwawancarai, Minggu (16/7).

Hingga kini, Sabri mengaku pencabutan status ASN terhadap ketiganya masih dalam proses. Meski dirinya belum dapat memastikan kapan akan dilakukan, dirinya hanya memastikan pencabutan segera akan dilakukan. “Memang saya belum pantau lagi di bidangnya, tapi statusnya itu memang harus dicabut, nanti saya informasikan kembali jika ada perkembangan dari bidang yang menanganinya,” kata Sabri berjanji.

Sebelumnya, memang pihaknya belum menerima surat keputusan dan surat pemberitahuan hukum tindak pidana dari pengadilan. Apalagi surat itu nantinya akan menjadi dasar pihaknya melakukan tindakan terkait status kepegawaian sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti melakukan korupsi.

Dirinya memastikan, telah melakukan pengecekan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersangkutan dan menimbang dari Pengadilan Tinggi telah melakukan eksekusi. Pihaknya pun baru bisa menentukan sikap terkait status kepegawaiannya jika telah ada surat resminya.

Sementara, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan, Tommy Harun juga pernah berkomentar terkait pemberian sanksi terhadap ASN yang terbukti korupsi. Dirinya mengatakan pihaknya harus menunggu kekuatan hukum tetap dari pengadilan. Jika memang terbukti melakukan pelanggaran, maka akan diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

“ASN yang terjerat kasus hukum, Pemkab Nunukan tidak bisa melakukan intervensi. Kalau untuk pemberian sanksinya akan dilakukan rapat terlebih dahulu, yang jelas jika sudah terbukti ya sudah pasti harus dicabut statusnya dari pegawai negeri,” singkat Tommy.

Diketahui, Khotaman merupakan mantan kepala Dinas Pekerjaan Umum Nunukan dan I Putu Budiarta selaku Kepala Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang divonis hakim dengan pidana hukuman satu tahun penjara setelah terbukti bersalah terkait perkara korupsi Pasar Induk Nunukan. Sedangkan Hidayat, mantan bendahara Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan juga dihukum dengan pidana hukuman empat tahun penjara terkait perkara penggelapan anggaran untuk kegiatan Puskesmas. (raw/eza)


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 18:38

BREAKING NEWS!!! Speedboat Ditabrak, Penumpang Diduga TKI Yang...

NUNUKAN - Kecelakaan lalu lintas perairan kembali memakan korban, Selasa (23/1/2018). Satu unit speedboat …

Selasa, 23 Januari 2018 12:30

Pemanfaatan Air Masih Sebatas Desa Lapri

EMBUNG Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Utara mulai dapat dimanfaatkan warga. Saat ini sebanyak 170 rumah…

Selasa, 23 Januari 2018 12:09

APBD Lambat, SOA Terdampak

NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Penumpang 2018 hingga saat ini belum juga berjalan. Padahal, aktivitas…

Selasa, 23 Januari 2018 12:08

12 Tahun Jembatan Tak Tersentuh Perbaikan

NUNUKAN - Dermaga Inhutani dan Sungai Bolong merupakan dermaga vital bagi petani dan pedagang. Sebab,…

Selasa, 23 Januari 2018 12:06

Aktifkan Pos Kamling, Tempatkan Personel Ronda Malam

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan turun tangan menangani maraknya aksi pencurian akhir-akhir…

Selasa, 23 Januari 2018 11:58

Beras ‘Tetangga’ Makin Langka

MESKIPUN harga beras asal Tawau, Malaysia tak semahal beras dalam negeri, masyarakat Nunukan tetap bertahan…

Senin, 22 Januari 2018 14:13

Rp 250 Miliar untuk PLTMG Mansapa

NUNUKAN – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Kelurahan Mansapa, Kecamatan…

Senin, 22 Januari 2018 14:02

Jangan Curhat di Medsos, Tapi Laporkan!

NUNUKAN – Ada banyak faktor yang melatarbelakangi sejumlah aksi kriminalitas akhir-akhir ini.…

Senin, 22 Januari 2018 13:11

Kapal Sembako Harap-Harap Cemas

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dan pemilik kapal sembilan bahan pokok (sembako)…

Senin, 22 Januari 2018 13:03

Sembako Malaysia Dipasok dari Sebatik

WALAUPUN kapal sembilan bahan pokok (sembako) berkontruksi kayu yang tidak dapat masuk ke Tawau, namun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .