MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 17 Juli 2017 11:57
Status ASN Tiga Koruptor Akan Dicabut

Setelah Terbukti Bersalah Melakukan Korupsi

SEGERA DICABUT: I Putu Budiarta (tengah) pasrah saat dibawa pegawai Kejati Kaltim ke rutan untuk menjalani penahanan di Samarinda tahun lalu. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Bukan lagi sanksi yang akan menanti tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti melakukan perbuatan korupsi, melainkan akan dilakukan pemecatan.

Sanksi pemecatan itulah yang bakal diderita tiga orang koruptor dengan kasus yang berbeda, yakni Khotaman, I Putu Budiarta dan Hidayat. Hal itu ditegaskan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan, Sabri kepada media ini.

Meski masih dalam proses, dirinya memastikan pencabutan status kepegawaian terhadap ketiganya segera dilakukan. “Memang seharusnya sejak penahanan yang bersangkutan itu, sudah harus dinonaktifkan dari jabatan pegawai negeri,” ujar Sabri kepada Radar Nunukan ketika diwawancarai, Minggu (16/7).

Hingga kini, Sabri mengaku pencabutan status ASN terhadap ketiganya masih dalam proses. Meski dirinya belum dapat memastikan kapan akan dilakukan, dirinya hanya memastikan pencabutan segera akan dilakukan. “Memang saya belum pantau lagi di bidangnya, tapi statusnya itu memang harus dicabut, nanti saya informasikan kembali jika ada perkembangan dari bidang yang menanganinya,” kata Sabri berjanji.

Sebelumnya, memang pihaknya belum menerima surat keputusan dan surat pemberitahuan hukum tindak pidana dari pengadilan. Apalagi surat itu nantinya akan menjadi dasar pihaknya melakukan tindakan terkait status kepegawaian sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti melakukan korupsi.

Dirinya memastikan, telah melakukan pengecekan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersangkutan dan menimbang dari Pengadilan Tinggi telah melakukan eksekusi. Pihaknya pun baru bisa menentukan sikap terkait status kepegawaiannya jika telah ada surat resminya.

Sementara, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan, Tommy Harun juga pernah berkomentar terkait pemberian sanksi terhadap ASN yang terbukti korupsi. Dirinya mengatakan pihaknya harus menunggu kekuatan hukum tetap dari pengadilan. Jika memang terbukti melakukan pelanggaran, maka akan diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

“ASN yang terjerat kasus hukum, Pemkab Nunukan tidak bisa melakukan intervensi. Kalau untuk pemberian sanksinya akan dilakukan rapat terlebih dahulu, yang jelas jika sudah terbukti ya sudah pasti harus dicabut statusnya dari pegawai negeri,” singkat Tommy.

Diketahui, Khotaman merupakan mantan kepala Dinas Pekerjaan Umum Nunukan dan I Putu Budiarta selaku Kepala Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang divonis hakim dengan pidana hukuman satu tahun penjara setelah terbukti bersalah terkait perkara korupsi Pasar Induk Nunukan. Sedangkan Hidayat, mantan bendahara Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan juga dihukum dengan pidana hukuman empat tahun penjara terkait perkara penggelapan anggaran untuk kegiatan Puskesmas. (raw/eza)


BACA JUGA

Senin, 21 Mei 2018 12:19

Ditinggal Kerja, Rumah Dilahap Api

NUNUKAN – Rumah salah seoang warga di Jalan Membunut, Nunukan Selatan ludes dilahap sijago merah…

Senin, 21 Mei 2018 12:15

Lima Bulan, 1.000 BMI Dihalau

NUNUKAN – Sejak awal Januari hingga Mei setiap pekan tepatnya hari Kamis pemerintah Malaysia selalu…

Sabtu, 19 Mei 2018 08:46

Warga di Sini Jadi Incaran Buaya dan Ular Sembakung

NUNUKAN – Warga di Desa Tepian, Kecamatan Sembakung membutuhkan perhatian dari pemerintah. Sebab…

Sabtu, 19 Mei 2018 08:44

Layanan Belum Memenuhi Keinginan Masyarakat

NUNUKAN – Sistem birokrasi dalam tubuh pemerintah, masih banyak yang dikeluhkan oleh masyarakat.…

Jumat, 18 Mei 2018 12:38

Defisit, Pembangunan Sulit Terlaksana

NUNUKAN - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Nunukan…

Jumat, 18 Mei 2018 12:13

Pengecer Gas Melon Ilegal Segera Ditangani Tim Satgas

NUNUKAN – Persoalan gas melon 3 kilogram (kg) di wilayah perbatasan belum berakhir. Sampai saat…

Jumat, 18 Mei 2018 12:08

Calon Anggota Legislatif Dilarang Kampanye

NUNUKAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan telah menyampaikan larangan kampanye melalui…

Jumat, 18 Mei 2018 12:06

Pencuri Handphone di Jok Motor Dibekuk

NUNUKAN – Salah seorang pelaku pencurian sejumlah handphone yang diletakkan di kantong serta jok…

Jumat, 18 Mei 2018 12:04

Terjadi Gangguan, Maskapai Ini Gagal Terbang Perdana

NUNUKAN – Maskapai Aviastar yang ditetapkan sebagai pememang lelang Subsidi Ongkos Angkut (SOA)…

Kamis, 17 Mei 2018 11:17

Temukan Barang Terlarang di Lapas

NUNUKAN – Tak ingin kejadian kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Depok, beberapa waktu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .