MANAGED BY:
RABU
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 17 Juli 2017 11:54
Jalan Utama di Pulau Sebatik Terputus
WAJIB HATI-HATI: Jalan utama di Pulau Sebatik, tepatnya di Desa Sei Limau, Kecamatan Sebatik Tengah terputus akibat hujan deras yang mengguyur pulau yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini. SAHABUDDIN UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Akibat hujan deras yang mengguyur Pulau Sebatik Sabtu (15/7) lalu, membuat jalan poros utama yang juga jalan lingkar Pulau Sebatik, tepatnya di Desa Sei Limau, Kecamatan Sebatik Tengah terputus dan sulit untuk dilalui kendaraan, baik roda dua dan empat.

Salah seorang pengguna roda dua, Sahabuddin yang sempat menyaksikan jalan utama Sebatik itu putus mengatakan, saat terjadi hujan lebat di Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah. Air tiba-tiba menggenangi ruas jalan.

“Jalan itu dari dulu rusak, hanya disambung dengan kayu saja, memang sisa menunggu waktu saja jalan tersebut hingga tak bisa dilalui,” kata Sahabuddin kepada Radar Nunukan, Minggu (16/7).

Jalan lingkar Pulau Sebatik yang putus saat ini merupakan akses yang sering digunakan untuk ke Pulau Nunukan, karena jaraknya tidak terlalu jauh. Hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit dan tiba di Desa Bambangan jika ingin menyeberang ke Nunukan.

Kerusakan jalan lingkar Sebatik bukan pertama kali terjadi, selama ini jika ada jalan rusak hanya diperbaiki swadaya dari masyarakat. Sehingga tidak mampu bertahan lama. Jika kembali terjadi longsor tentu jalan tersebut kembali rusak. “Bisa perhatikan fotonya, hanya selebar ban mobil saja jembatannya, untuk melalui jalan tersebut memang harus hati-hati,” bebernya.

Lanjut dia, jalan yang telah lama rusak tetap saja dilalui pengguna roda dua dan empat, walaupun telah pernah terjadi kecelakaan. Tetap saja dilalui tanpa ada perbaikan dari instansi terkait. Karena jalan tersebut hanya satu-satunya akses yang dilalui masyarakat jika dari Desa Sei Limau ke Desa Bambangan.

“Ada jalan yang lain lewat Desa Setabu, Kecamatan Sebatik Barat, tapi cukup jauh. Membutuhkan waktu dua jam untuk tiba di Desa Bambangan,” tambahnya.

Senada dikatakan Firman, pengendara roda empat ini mengungkapkan, jalan utama di Kecamatan Sebatik beberapa kali memakan korban. Kerusakan jalan tersebut telah terjadi lebih dari setahun tanpa perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. “Sudah lama memang rusak, pemerintah daerah juga saya lihat dan tidak pernah melakukan perbaikan,” kata Firman.

Sementara, Camat Sebatik Tengah, Drs H. Haini mengatakan, untuk jalan yang sempat terputus di Desa Sei Limau telah disampaikan kepada Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, karena kejadian tersebut merupakan gangguan alam. “Kejadiannya dari gangguan alam, sehingga BPBD yang diminta untuk menangani,” kata H. Haini kepada media ini kemarin.

Jalan rusak di Kecamatan Sebatik Tengah, langsung diminta bupati menangani dengan segera. Bahkan untuk perbaikan segera mengajukan ke pemerintah pusat. “Bupati sudah tahu kejadian jalan rusak di Sebatik Tengah, maka dari itu diminta BPBD turun tangan,” ujarnya.

Lanjut dia, kerusakan jalan tersebut dipastikan masih dapat dilalui. Hanya saja perlu berhati-hati, karena telah banyak jalan rusak dan harus segera diperbaiki. “Besok (hari ini, Red.) baru saya ke Sebatik Tengah, melihat langsung jalan yang terputus itu, kemungkinan masih bisa dilalui,” tambahnya singkat. (nal/eza)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 18:38

BREAKING NEWS!!! Speedboat Ditabrak, Penumpang Diduga TKI Yang...

NUNUKAN - Kecelakaan lalu lintas perairan kembali memakan korban, Selasa (23/1/2018). Satu unit speedboat …

Selasa, 23 Januari 2018 12:54

Menang PTUN, Tiga Pejabat Dilantik

NUNUKAN – Tiga aparatur sipil negara (ASN) yang memenangkan gugatan terhadap Bupati Nunukan, Hj.…

Selasa, 23 Januari 2018 12:52

AWAS KELUPAAN..ASN Dilarang Komentar di Facebook

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura yang baru saja melantik empat aparatur sipil negara (ASN)…

Selasa, 23 Januari 2018 12:30

Pemanfaatan Air Masih Sebatas Desa Lapri

EMBUNG Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Utara mulai dapat dimanfaatkan warga. Saat ini sebanyak 170 rumah…

Selasa, 23 Januari 2018 12:09

APBD Lambat, SOA Terdampak

NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Penumpang 2018 hingga saat ini belum juga berjalan. Padahal, aktivitas…

Selasa, 23 Januari 2018 12:08

12 Tahun Jembatan Tak Tersentuh Perbaikan

NUNUKAN - Dermaga Inhutani dan Sungai Bolong merupakan dermaga vital bagi petani dan pedagang. Sebab,…

Selasa, 23 Januari 2018 12:06

Aktifkan Pos Kamling, Tempatkan Personel Ronda Malam

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan turun tangan menangani maraknya aksi pencurian akhir-akhir…

Selasa, 23 Januari 2018 11:58

Beras ‘Tetangga’ Makin Langka

MESKIPUN harga beras asal Tawau, Malaysia tak semahal beras dalam negeri, masyarakat Nunukan tetap bertahan…

Senin, 22 Januari 2018 14:13

Rp 250 Miliar untuk PLTMG Mansapa

NUNUKAN – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Kelurahan Mansapa, Kecamatan…

Senin, 22 Januari 2018 14:02

Jangan Curhat di Medsos, Tapi Laporkan!

NUNUKAN – Ada banyak faktor yang melatarbelakangi sejumlah aksi kriminalitas akhir-akhir ini.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .