MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 15 Juli 2017 10:48
Korban Cabul Perlu Penanganan Khusus

Psikolog: Cenderung Melakukan Hal yang Sama

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Belum lama ini masyarakat Tanjung Selor dihebohkan dengan dugaan kasus pencabulan yang dilakukan oknum pejabat tinggi Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Tanjung Selor berinisial MNP (57). Sementara korbannya adalah By (17), seorang pelajar SMA di Bulungan.

 Usut punya usut, By hingga mau bersama pria paro baya itu dikarenakan selama hidupnya di Tanjung Selor ditanggung di antaranya pembayaran uang indekos. 

Dari kacamata  psikolog pada Divisi Trauma dan Gangguan Kejiwaan PT Asta Arum Madina Jogjakarta, Arif Boedi, ada tiga hal yang menjadi faktor yang mempengaruhi ABG ‘doyan’ dengan pria paro baya.

Pertama, jelas dia, kurangnya perhatian keluarga terhadap anak selama hidup di luar lingkungan keluarga. Sehingga segala informasi diserap tanpa diberikan atau dibekali pandangan dari keluarga lebih dulu.

Kedua, bisa saja ABG itu rindu akan sosok seorang ayah. Sehingga dia mencari orang yang menurutnya lebih dewasa yang dapat memberikan perhatian lebih terhadapnya. Termasuk, dalam hal materi yang selama ini ia inginkan bisa diperoleh dari sosok pria dewasa itu.

“Terakhir, pada kenyamanan anak ini. Apalagi selama ini sudah diberikan segala kebutuhan hidupnya. Maka, bisa saja dari itu semua si anak akan sulit melepas sosok pria itu,’’ jelasnya kepada Radar Kaltara kemarin (14/7).

Namun, lanjut  alumni  S1 Psikologi Universitas Padjajaran Bandung tahun 1999, jika melihat  By, psikolog ini menitikberatkan pada persoalan sosok ayah. Sebab menurut pria yang juga alumnus S1 Hypnosis dan Kejiwaan di Lycheum University of Philipines tahun 2003 , By ini tak memiliki keluarga khususnya orang tua. Sehingga mental dan lainnya akan mempengaruhi itu semua.

“ABG ini bisa saja bukan murni karena materi. Melainkan rindu akan sosok orang tuanya,’’ ujar pria yang menamatkan pasca sarjananya (S2) di Dermatoglyphics dan Parenting Kejiwaan di Seoul University, Korsel tahun 2007 ini.

Sedangkan, untuk pengaruh diagnosa, ABG ini bisa saja akan cenderung melakukan hal yang sama secara berulang-ulang. Artinya, akan tetap menyukai orang yang lebih dewasa, bukan teman sebaya.

“Kalau sudah merasa nyaman, maka ia akan lebih memilih pria dewasa ketimbang rekan atau teman sebayanya,’’ ucapnya.

Kondisi tersebut, sambung pria yang kerap mengisi beberapa acara seminar ini, merupakan bentuk penyimpangan prilaku seseorang. Sehingga perlu adanya penanganan yang tepat untuk melakukan pemulihan sikap tersebut misalnya dengan rehabilitasi.

Agar kasus tidak terulang lagi, psikolog yang juga menjadi langganan pengisi seminar di Bulungan ini berpesan kepada pihak sekolah untuk rutin memberikan pandangan dampak negatif dari prilaku menyimpang itu. Misal, memberikan penjelasan tentang dampak kesehatan, dan hukuman yang akan dijerat bagi pelakunya.

“Selain itu, sekolah hendak membuat program atau kegiatan positif yang rutin. Misal, kerja sama dengan pihak PKK atau lainnya,’’ tuturnya.

“Apalagi bagi korban yang sudah pernah terlibat kasus ini. Maka, diperlukan program rutin selama tiga sampai enam bulan,” sambungnya.

Sebab, bisa saja prilaku menyimpang itu akan kembali lagi. Sehingga perlu diberikannya pengetahuan dan motivasi secara berulang-ulang.(don/ana)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 20:37

Tanjung Palas Paling Potensial

TANJUNG SELOR – Peralihan status Tanjung Selor dari Ibu Kota Kabupaten Bulungan menjadi Ibu Kota…

Sabtu, 18 Agustus 2018 20:36

Bawaslu Minta Bacaleg Menahan Diri

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kaltara belum lama ini telah menetapkan nama-nama…

Sabtu, 18 Agustus 2018 19:27

Kaltara Makin Maju, Gubernur Persilakan Masyarakat Nilai Sendiri

TANJUNG SELOR - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Irianto Lambrie menyebutkan Provinsi Kaltara telah…

Sabtu, 18 Agustus 2018 19:24

Jadi Pengalaman Berharga, Grogi Saat Bertatap Gubernur

Dipercaya sebagai pembawa baki bendera merah putih pada peringatan HUT ke-73 Republik Indonesia di Tanjung…

Jumat, 17 Agustus 2018 20:29

Polda Bidik Kasus Pidana Khusus

TANJUNG SELOR - Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus)…

Jumat, 17 Agustus 2018 20:24

Bangunan SPN Masih Butuh Miliaran Rupiah

TANJUNG SELOR – Setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau menghibahkan lahan berikut gedung…

Kamis, 16 Agustus 2018 21:31

Biaya BBNKB 15 Persen Dinilai Memberatkan

TANJUNG SELOR - Penerapan beban Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar 15 persen dirasa perlu…

Kamis, 16 Agustus 2018 21:30

BPSK Terima Laporan Dugaan Beredarnya Beras Plastik

TANJUNG SELOR – Laporan adanya dugaan beras plastik yang beredar di pasar tradisional di Ibu Kota…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:24

Setiap Rumah Wajib Kibarkan Bendera

TANJUNG SELOR - Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 tahun yang akan jatuh…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:20

Tak Terima Mutasi Sistem Transaksional

TANJUNG SELOR – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Ishak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .