MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 15 Juli 2017 10:36
DUH...!! Tunjangan Profesi Guru Swasta Dihapus

Disdikbud dan PGRI Belum Dapat Informasi

DIHAPUS: Terbitnya PP nomor 19/2017 tentang guru, para guru swasta tidak lagi menerima TPG. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Nunukan belum mengetahui adanya Peraturan Pemerintah (PP) 19/2017 tentang guru, terkait penghapusan Tunjangan Profesi Guru (TPG) khusus guru swasta.

Kepala Disdikbud Nunukan, Jayamartom, SE mengatakan, hingga saat ini belum ada pemberitahuan resmi dengan adanya penghapusan TPG untuk guru swasta. “Saya belum dapat informasi terkait penghapusan TPG untuk guru swasta,” singkat Jayamartom kepada media ini.

Penghapusan TPG khusus guru swasta adalah kebijakan pemerintah yang dianggap merugiakan guru swasta. Bahkan PGRI telah mengecam keputusan tersebut. PGRI telah menuntut PP 19/2017 tentang guru untuk direvisi.

Terkait penghapusan TPG khusus guru swasta, Ketua PGRI Nunukan, M. Jasmin Gerin S.Pd ikut belum mengetahui adanya penghapusan TPG khusus guru swasta. “Saya belum dapat informasi terkait adanya penghapusan TGP khsusus guru swasta,” kata Jasmin Gerin kepada Radar Nunukan melalui telepon selulernya, Jumat (14/7).

Namun saat ini, Sekretaris PGRI Nunukan sedang berada di Jakarta menghadiri pertemuan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), ia memastikan bahwa kehadiran PGRI ke Jakarta dalam pembahasan terkait tunjangan tersebut.

“Sekretaris saya belum pulang, kemungkinan ke Jakarta membahas tentang penghapusan TPG itu. Setelah kembali nanti saya akan hubungi kembali,” janjinya.

Terpisah, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI, Unifah Rosyidi mengatakan, keputusan pemerintah menghapus pasal tunjangan fungsional itu membuat guru swasta sedih dan marah. “Meskipun nominalnya rata-rata Rp 250 ribu perbulan, sangat ditunggu-tunggu oleh para guru,” katanya yang sunting dari JPNN (Jawa Pos Group), Jumat (7/7) di Jakarta.

Apalagi bagi para guru yang mendapatkan gaji sangat kecil dari sekolahnya. Keberadaan tunjangan fungsional itu sangat membantu guru. Dia mengatakan, penghapusan tunjangan fungsional itu menunjukkan arogansi Kemendikbud dalam mengelola guru.

Unifah berharap PP 19/2007 itu direvisi. Dia mengatakan PGRI, sebagai induk organisasi profesi guru terbesar, siap duduk bersama dengan Kemendikbud. Unifah mengatakan sempat ada kabar bahwa pemerintah hanya mengganti istilah dari tunjangan fungsional menjadi insentif.

Menurut dia pengubahan itu tidak tepat. Sebab guru adalah jabatan fungsional. Sementara, jika diganti dengan insentif, maka pemberian tunjangannya terkait dengan kinerja. “Tunjangannya sudah kecil, kalau dikaitkan dengan kinerja seperti kehadiran, bisa lebih kecil lagi,” paparnya.

Berdasarkan data Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud besaran tunjangan fungsional atau insentif guru swasta tahun ini sebesar Rp 400 miliar. Alokasi itu untuk membayar tunjangan fungsional sebanyak 117 ribu guru swasta.

Berdasarkan jenjang pendidikan, alokasi paling banyak untuk guru SD dan SMP (pendidikan dasar). Dirjen GTK Kemendikbud Sumarna Surapranata mengatakan memang benar pasal tentang tunjangan fungsional dihapus. Namun dia menegaskan tunjangan fungsional hanya berubah nama menjadi insentif. Dia beralasan pengubahan ini menyesuaikan regulasi di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Guru tidak akan meributkan namanya ya. Yang penting uangnya tetap teralokasikan,” jelasnya. Pranata mengatakan lambat laun jumlah sasaran guru peneriman tunjangan fungsional akan turun. Sebab banyak guru swasta yang mendapatkan kucuran TPG. Dia menegaskan guru swasta yang mendapatkan TPG otomatis tidak mendapatkan tunjangan fungsional lagi. (nal/eza)

loading...
BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 13:23

Diterkam Buaya, Sudding Nyaris Meregang Nyawa

NUNUKAN - Seorang warga Tanjung Harapan Mamolo, Kecamatan Nunukan Selatan, Kaltara diserang buaya mengakibatkan…

Senin, 18 Juni 2018 11:00

Ribuan Miras Ilegal Nyaris Lolos Edar

NUNUKAN - Belasan ribu botol Minuman Keras (Miras) ilegal asal Malaysia yang akan diselundupkan ke Berau,…

Senin, 18 Juni 2018 10:55

Pelabuhan Sei Jepun Dipadati Penumpang

SEBATIK - Transportasi laut dengan tujuan Nunukan-Sebatik, ramai dimanfaatkan warga Nunukan untuk berkunjung…

Sabtu, 16 Juni 2018 22:53

Wabup Suguhkan Gado-Gado dan Coto Makassar saat Open House

NUNUKAN - Open house yang digelar Wakil Bupati Nunukan H. Faridil Murad di rumah jabatannya, Jalan Ujang…

Jumat, 15 Juni 2018 21:56
Idulfitri 1439 Hijriah

Bupati Cantik Ini Layani Tamunya hingga Malam

NUNUKAN - Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, menggelar open house di kediamannya di Jalan Ujang Dewa,…

Jumat, 15 Juni 2018 08:28

Datang Subuh demi Saf Terdepan

NUNUKAN - Masjid Islamic Center Hidayaturahhman Nunukan dipadati masyarakat yang antusias melaksanakan…

Kamis, 14 Juni 2018 21:35

Begini Euforia Warga Sebatik Rayakan Takbiran

SEBATIK - Warga di perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah,…

Kamis, 14 Juni 2018 20:22

Malam Takbiran, Personel Gabungan Sasar Titik Rawan

NUNUKAN - Setidaknya 300 personel gabungan yang TNI, Polri, Dishub Nunukan, Satpol PP Nunukan dan Pemadam…

Kamis, 14 Juni 2018 19:34
Idulfitri 1439 Hijriah

Diundang Mentan, Ustaz Das'ad Malah ke Perbatasan

NUNUKAN - Dai kondang DR. H. Da'sad Latif S. Sos. S. Ag. MSI Ph.D dijadwalkan menjadi khotib salat Idulfitri…

Kamis, 14 Juni 2018 19:25

Diundang Mentan, Ustad Das'ad Pilih Lebaran di Perbatasan

NUNUKAN - Dai kondang, DR. H. Da'sad Latif S. Sos. S. Ag. MSI Ph.D dijadwalkan menjadi khatib salat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .