MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 15 Juli 2017 10:34
Tunggu Jawaban Kedubes, JK Akan Dideportasi
DITAHAN: Hingga kini berkas JK belum rampung dan menunggu jawaban dari Kedubes Filipina sebelum memulangkan JK. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Setelah ditahan tiga pekan di ruang detensi Imigrasi Klas II Nunukan, JK (30) Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina yang sempat diduga sebagai teroris bakal dideportasi. Sebab, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan sejak ditahan Jumat (23/7) lalu, tidak ada tanda-tanda masuknya JK ke Indonesia akan melakukan tindakan kriminal.

Itu dikatakan Kepala Kepala Imigrasi Klas II Nunukan Ferry Herling South. Dari pemeriksaan, JK masuk ke Indonesia melalui Sebatik dari Tawau, Sabah, Malaysia dengan tujuan Tolitoli dan ingin bertemu keluarganya. “Kita tidak hanya memeriksa JK, tetapi melakukan pemeriksaan dan mencocokkan informasi dari JK dengan keluarga. Dan murni JK ingin ketemu keluarga, tetapi melalui jalur tidak resmi,” ujarnya kepada Radar Nunukan, Jumat (14/7).

Untuk itu, jika tidak ada kendala nantinya, JK bakal dipulangkan ke negara asalnya. Namun, sebelum JK dipulangkan, Imigrasi Nunukan masih menunggu informasi dari Kedutaan Besar (Kedubes) Filipina yang berada di Manado.

“Saat ini masih ditunggu jawaban dari Kedubes Filipina sebelum memastikan keputusan JK bakal dideportasi. Sudah dikoordinasikan dengan Kedubes (Filipina, Red.), namun mereka meminta waktu. Sebab, memang butuh waktu untuk mengetahui identitas JK,” tambahnya ketika dikonfirmasi pewarta harian ini.

Lanjutnya, JK bakal dikenakan Pasal 113 Undang-undang (UU) nomor 6/2011 tetang keimigrasian. JK diamankan bersama identitas miliknya berupa paspor. Namun, JK masuk ke Nunukan melalui jalur ilegal.  “Kemungkinan besar bakal dipulangkan karena ada dokumen. Untuk memastikan itu, berkas dan hasil pemeriksaan masih dikumpulkan,” jelas mantan Kepala Imigrasi Kelas II Tahuna di Kabupaten Kepulauan Sangihe ini.

Sebelumnya, JK ketika ditemui pewarta harian ini mengaku masuk ke Nunukan melalui Sebatik dengan tujuan Tolitoli, Sulawesi Tengah untuk bertemu keluarganya. JK mengaku ayahnya merupakan WNI, sedangkan ibunya merupakan warga negara Filipina.

Sebelum memutuskan ingin ke Toli-toli, JK sempat tinggal di kampung Hiltob Sentosa, Tawau, Sabah, Malaysia selama kurang lebih sebulan untuk bekerja. Namun, rekan yang memanggilnya menuju Tawau tidak kunjung datang dan membuat izin tinggalnya over stay, lalu memutuskan ke Indonesia.

Saat JK diamankan, petugas menyita beberapa barang milik JK. Di antaranya, paspor, tiket pesawat, kartu identitas Filipina, file pekerjaan, smartphone dan satu harddisk. Ada pula buku panduan tata bahasa Melayu, buku agenda pribadi, tas ransel beserta pakaian dan minuman kemasan.

Serta, berdasarkan paspor milik JK, diketahui telah melakukan perjalanan dari Manila, Filipina menuju Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia pada April 2017 menggunakan Cebu Pacific Air. Dengan paspor kunjungan, JK tinggal di Kampung Hiltob Sentoa. (akz/eza)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:02
Dugaan Beras Selundupan dari Vietnam

Keuntungan Sudah Dibagi-bagi?

NUNUKAN – Beras Vietnam yang diangkut kapal MV Dong Thien Phu Golden masuk ke Sebatik diduga ada…

Rabu, 25 April 2018 11:08

Listrik Padam, UNBK SMP Terganggu

NUNUKAN – Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional Berbasik Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah…

Rabu, 25 April 2018 11:07

Harga Rumput Laut Anjlok

NUNUKAN – Sempat berada di harga Rp 20 ribu per kilogram, kini harga rumput laut kering anjlok…

Selasa, 24 April 2018 12:40

Bea Cukai Pasang Badan

NUNUKAN – Kapal MV Dong Thien Phu Golden yang mengangkut 2.900 ton beras asal Vietnam dengan tujuan…

Selasa, 24 April 2018 11:12

Tunjangan Khusus Guru Tak Diberikan

NUNUKAN - Sejumlah guru di Kecamatan Krayan kembali mengadukan nasib mereka di Dewan Perwakilan Rakyat…

Senin, 23 April 2018 12:23

Pos Imigrasi ‘Diserbu’ Warga

NUNUKAN – Pelayanan Imigrasi Kelas II Nunukan yang dilakukan di Pos Imigrasi Sungai Pancang Sebatik…

Senin, 23 April 2018 12:22

PR Kedua Negara Perbatasan

NUNUKAN – Permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI), penyelundupan barang haram hingga teroris…

Minggu, 22 April 2018 12:12

Kapal Berbendera Vietnam Dipaksa Sandar di Pelabuhan Tunon Taka

NUNUKAN - Kapal asal Vietnam dipaksa bersandar di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Kapal yang memiliki…

Sabtu, 21 April 2018 10:26

Warga Harus Segera Pindah

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dalam waktu dekat, akan segera membersihkan area…

Sabtu, 21 April 2018 10:14

Persoalan Lawas, Dideportasi Bukan TKI Resmi

NUNUKAN – Bekerja di luar negeri masih menjadi magnet tersendiri bagi para Warga Negara Indonesia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .