MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 15 Juli 2017 10:34
Tunggu Jawaban Kedubes, JK Akan Dideportasi
DITAHAN: Hingga kini berkas JK belum rampung dan menunggu jawaban dari Kedubes Filipina sebelum memulangkan JK. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Setelah ditahan tiga pekan di ruang detensi Imigrasi Klas II Nunukan, JK (30) Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina yang sempat diduga sebagai teroris bakal dideportasi. Sebab, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan sejak ditahan Jumat (23/7) lalu, tidak ada tanda-tanda masuknya JK ke Indonesia akan melakukan tindakan kriminal.

Itu dikatakan Kepala Kepala Imigrasi Klas II Nunukan Ferry Herling South. Dari pemeriksaan, JK masuk ke Indonesia melalui Sebatik dari Tawau, Sabah, Malaysia dengan tujuan Tolitoli dan ingin bertemu keluarganya. “Kita tidak hanya memeriksa JK, tetapi melakukan pemeriksaan dan mencocokkan informasi dari JK dengan keluarga. Dan murni JK ingin ketemu keluarga, tetapi melalui jalur tidak resmi,” ujarnya kepada Radar Nunukan, Jumat (14/7).

Untuk itu, jika tidak ada kendala nantinya, JK bakal dipulangkan ke negara asalnya. Namun, sebelum JK dipulangkan, Imigrasi Nunukan masih menunggu informasi dari Kedutaan Besar (Kedubes) Filipina yang berada di Manado.

“Saat ini masih ditunggu jawaban dari Kedubes Filipina sebelum memastikan keputusan JK bakal dideportasi. Sudah dikoordinasikan dengan Kedubes (Filipina, Red.), namun mereka meminta waktu. Sebab, memang butuh waktu untuk mengetahui identitas JK,” tambahnya ketika dikonfirmasi pewarta harian ini.

Lanjutnya, JK bakal dikenakan Pasal 113 Undang-undang (UU) nomor 6/2011 tetang keimigrasian. JK diamankan bersama identitas miliknya berupa paspor. Namun, JK masuk ke Nunukan melalui jalur ilegal.  “Kemungkinan besar bakal dipulangkan karena ada dokumen. Untuk memastikan itu, berkas dan hasil pemeriksaan masih dikumpulkan,” jelas mantan Kepala Imigrasi Kelas II Tahuna di Kabupaten Kepulauan Sangihe ini.

Sebelumnya, JK ketika ditemui pewarta harian ini mengaku masuk ke Nunukan melalui Sebatik dengan tujuan Tolitoli, Sulawesi Tengah untuk bertemu keluarganya. JK mengaku ayahnya merupakan WNI, sedangkan ibunya merupakan warga negara Filipina.

Sebelum memutuskan ingin ke Toli-toli, JK sempat tinggal di kampung Hiltob Sentosa, Tawau, Sabah, Malaysia selama kurang lebih sebulan untuk bekerja. Namun, rekan yang memanggilnya menuju Tawau tidak kunjung datang dan membuat izin tinggalnya over stay, lalu memutuskan ke Indonesia.

Saat JK diamankan, petugas menyita beberapa barang milik JK. Di antaranya, paspor, tiket pesawat, kartu identitas Filipina, file pekerjaan, smartphone dan satu harddisk. Ada pula buku panduan tata bahasa Melayu, buku agenda pribadi, tas ransel beserta pakaian dan minuman kemasan.

Serta, berdasarkan paspor milik JK, diketahui telah melakukan perjalanan dari Manila, Filipina menuju Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia pada April 2017 menggunakan Cebu Pacific Air. Dengan paspor kunjungan, JK tinggal di Kampung Hiltob Sentoa. (akz/eza)


BACA JUGA

Minggu, 14 Oktober 2018 23:38

Karena Ini, Pedagang Lintas Batas Gelisah

NUNUKAN – Penangkapan oleh lintas instansi terhadap produk asal Malaysia di perbatasan Nunukan…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:09

Empat Kurir Sabu Dituntut 18 Tahun

NUNUKAN – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan kembali menuntut empat orang…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:07

Krisis Keuangan Masih Jadi PR

NUNUKAN – Usia Kabupaten Nunukan telah menginjak angka 19 tahun, sejak berdiri 1999 silam. Kini…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:05

Bawaslu Selesaikan Sengketa KPU - PSI

NUNUKAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan menyelesaikan sengketa Partai Solidaritas Indonesia…

Minggu, 14 Oktober 2018 21:06

Kurir Sabu di Nunukan Dibekuk

NUNUKAN – Kurir narkotika golongan satu jenis sabu sekaligus terduga perompak tertangkap tim FQR…

Kamis, 11 Oktober 2018 14:59

Tiga ASN Diduga Tidak Netral

NUNUKAN – Tiga aparatur sipil negera (ASN) di lingkungan pemerintah Kabupaten Nunukan, akan dilaporkan…

Kamis, 11 Oktober 2018 14:30

BBM Satu Harga Terkendala Biaya Angkutan

NUNUKAN – Hampir sebulan, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berada di Kecamatan Seimanggaris…

Kamis, 11 Oktober 2018 14:13

Ada yang Selipkan di BH sampai Simpan di Jok Sepeda Anak

NUNUKAN – Pihak Kepolisian Resor (Polres) Nunukan dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan…

Rabu, 10 Oktober 2018 14:20

Satu Parpol Terancam Batal Ikut Pemilu

NUNUKAN – Partai politik (parpol) yang terlambat melaporkan dana kampanye ke Komisi Pemilihan…

Rabu, 10 Oktober 2018 14:19

Jatuh ke Laut, Ahmad Ditemukan Tewas

NUNUKAN – Seorang warga Tanjung, Kelurahan Nunukan Barat, ditemukan sudah tak bernyawa setelah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .