MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 15 Juli 2017 10:34
Tunggu Jawaban Kedubes, JK Akan Dideportasi
DITAHAN: Hingga kini berkas JK belum rampung dan menunggu jawaban dari Kedubes Filipina sebelum memulangkan JK. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Setelah ditahan tiga pekan di ruang detensi Imigrasi Klas II Nunukan, JK (30) Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina yang sempat diduga sebagai teroris bakal dideportasi. Sebab, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan sejak ditahan Jumat (23/7) lalu, tidak ada tanda-tanda masuknya JK ke Indonesia akan melakukan tindakan kriminal.

Itu dikatakan Kepala Kepala Imigrasi Klas II Nunukan Ferry Herling South. Dari pemeriksaan, JK masuk ke Indonesia melalui Sebatik dari Tawau, Sabah, Malaysia dengan tujuan Tolitoli dan ingin bertemu keluarganya. “Kita tidak hanya memeriksa JK, tetapi melakukan pemeriksaan dan mencocokkan informasi dari JK dengan keluarga. Dan murni JK ingin ketemu keluarga, tetapi melalui jalur tidak resmi,” ujarnya kepada Radar Nunukan, Jumat (14/7).

Untuk itu, jika tidak ada kendala nantinya, JK bakal dipulangkan ke negara asalnya. Namun, sebelum JK dipulangkan, Imigrasi Nunukan masih menunggu informasi dari Kedutaan Besar (Kedubes) Filipina yang berada di Manado.

“Saat ini masih ditunggu jawaban dari Kedubes Filipina sebelum memastikan keputusan JK bakal dideportasi. Sudah dikoordinasikan dengan Kedubes (Filipina, Red.), namun mereka meminta waktu. Sebab, memang butuh waktu untuk mengetahui identitas JK,” tambahnya ketika dikonfirmasi pewarta harian ini.

Lanjutnya, JK bakal dikenakan Pasal 113 Undang-undang (UU) nomor 6/2011 tetang keimigrasian. JK diamankan bersama identitas miliknya berupa paspor. Namun, JK masuk ke Nunukan melalui jalur ilegal.  “Kemungkinan besar bakal dipulangkan karena ada dokumen. Untuk memastikan itu, berkas dan hasil pemeriksaan masih dikumpulkan,” jelas mantan Kepala Imigrasi Kelas II Tahuna di Kabupaten Kepulauan Sangihe ini.

Sebelumnya, JK ketika ditemui pewarta harian ini mengaku masuk ke Nunukan melalui Sebatik dengan tujuan Tolitoli, Sulawesi Tengah untuk bertemu keluarganya. JK mengaku ayahnya merupakan WNI, sedangkan ibunya merupakan warga negara Filipina.

Sebelum memutuskan ingin ke Toli-toli, JK sempat tinggal di kampung Hiltob Sentosa, Tawau, Sabah, Malaysia selama kurang lebih sebulan untuk bekerja. Namun, rekan yang memanggilnya menuju Tawau tidak kunjung datang dan membuat izin tinggalnya over stay, lalu memutuskan ke Indonesia.

Saat JK diamankan, petugas menyita beberapa barang milik JK. Di antaranya, paspor, tiket pesawat, kartu identitas Filipina, file pekerjaan, smartphone dan satu harddisk. Ada pula buku panduan tata bahasa Melayu, buku agenda pribadi, tas ransel beserta pakaian dan minuman kemasan.

Serta, berdasarkan paspor milik JK, diketahui telah melakukan perjalanan dari Manila, Filipina menuju Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia pada April 2017 menggunakan Cebu Pacific Air. Dengan paspor kunjungan, JK tinggal di Kampung Hiltob Sentoa. (akz/eza)


BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 11:56

Perdana, 63 Ton Menuju Korea Selatan

NUNUKAN – Budidaya rumput laut yang menjadi unggulan masyarakat Nunukan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:55

Dua WNI Dapat Tindakan Kekerasan

NUNUKAN – Dua WNI yang bekerja di Sabah, Malaysia, mendapatkan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:54

WNI Dipulangkan Dari Kota Kinabalu

NUNUKAN – Sebanyak 150 orang buruh migran Indonesia (BMI) yang…

Jumat, 18 Januari 2019 11:53

Pilkades Batal Dilaksanakan

NUNUKAN – Pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Kades) terpaksa ditunda setelah…

Jumat, 18 Januari 2019 09:40

Usulkan Rp 134 Miliar untuk Pembangunan Bandara Krayan

NUNUKAN – Sejumlah Bandar Udara (Bandara) perintis di Krayan bakal…

Jumat, 18 Januari 2019 09:38

Jalan Poros Sebatik Bisa Dilewati Kembali

NUNUKAN – Jalan Bukit Keramat di Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik…

Jumat, 18 Januari 2019 09:36

Perlu Pertimbangan Tak Terima Guru Honorer

NUNUKAN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy telah…

Rabu, 16 Januari 2019 12:01

PLBN Butuh Lahan Tujuh Hektare

NUNUKAN – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) akan dibangun di…

Rabu, 16 Januari 2019 11:59

DPUPRPKP Bertahap Lakukan Perbaikan Jalan

NUNUKAN – Jalan menuju Pantai Wisata Kayu Angin, Desa Tanjung…

Rabu, 16 Januari 2019 11:58

Februari, Gedung Lama Puskesmas Nunukan Tutup

NUNUKAN – Akibat situasi dan kondisi yang tidak memadai lagi,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*