MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 14 Juli 2017 10:52
Ombudsman Akhirnya ‘Garap’ Kisruh PPDB SMA
RAPAT: Suasana pertemuan antara orang tua, Aliansi Pemerhati Pendidikan Nunukan dengan Disdikbud Kaltara, Disdikbud Nunukan dan perwakilan Polres Nunukan di ruang rapat Polres Nunukan, Senin (10/7) lalu. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Gaduh persoalan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) akhirnya sampai ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara).

Laporan masyarakat yang menduga adanya penyimpangan dalam penerapan PPDB ini akhirnya menjadi perhatian serius lembaga negara independen ini. Agar laporan yang masuk dapat menjadi bukti dan bukan hanya laporan kosong, lembaga negara yang menangani persoalan penyimpangan layanan publik ini menurunkan tim investigasi ke Kabupaten Nunukan.

“Iya, ada laporan. Dan, kami pun melakukan investigasi yang dimulai sejak kemarin,” ungkap Asisten ORI Kaltara, Rahma kepada media ini kemarin.

Ia mengatakan, tindakan yang dilakukan merupakan upaya pihaknya untuk menindaklanjuti laporan yang diterima. Sebab, laporan-laporan masyarakat yang masuk sudah sangat banyak, akhirnya sudah menjadi prioritas ditindaklanjuti.

“Laporannya memang ada. Hanya saja, tidak layak saya sebutkan dan apa saja laporan itu. Yang jelas, bagi masyarakat yang memahami atau banyak mengetahui persoalan ini silakan melaporkan ke kami,” ujarnya. “Mengenai kerahasiaan pelapor, tetap menjadi nomor satu,” sambungnya meyakinkan.

Seperti diketahui, persoalan PPDB tingkat SMA ini berawal dari hearing Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jayamartom bersama sejumlah orang tua pelajar yang tidak lolos pada PPDB tingkat SMA. Dari rapat dengar pendapat yang juga dihadiri tiga kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kecamaatan Nunukan dan Nunukan Selatan Juni 2017 lalu itu, Jayamartom dan perwakilan orang tua meminta dan berharap adanya penambahan rombongan belajar (rombel) dari kuota yang ditentukan berdasarkan kemampuan Ruang Kelas Belajar (RKB).

Sayangnya, pertemuan yang dipimpin langsung Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan H. Danni Iskandar saat itu membuat sejumlah orang tua salah paham. Bahkan, kunjungan anggota DPRD Nunukan dan Kepala Disdikbud Nunukan Jayamartom ke tiga SMA Negeri, yakni SMA Negeri 1 Nunukan Selatan, SMA Negeri 1 Nunukan dan SMA Negeri 2 Nunukan untuk melihat kemampuan RKB tidak merubah kuota penerimaan yang ada. Sebab, pembukaan rombel harus melalui persetujuan Disdikbud Provinsi Kaltara yang saat ini menangani pendidikan tingkat SMA dan SMK.

Setelah peristiwa itu, aksi unjuk rasa di depan Tugu Dwikora yang terletak di sekitar Alun-alun Nunukan dilakukan orang tua pelajar yang tak diterima. Berbagai tuntutan yang disampaikan orang tua melalui Aliansi Pemerhati Pendidikan Nunukan yang saat itu mendampingi. Puncaknya terjadi pada Senin (10/7) lalu. Di SMA Negeri 2 Nunukan orang tua pelajar yang tak diterima akhirnya mengamuk dan terlibat adu mulut dengan sejumlah guru.

Peristiwa tersebut akhirnya membuat Polres Nunukan menginisiasi pertemuan antara Disdikbud Nunukan dan Disdikbud Kaltara serta orang tua dan Aliansi Pemerhati Pendidikan di Polres Nunukan. Hasilnya, Pihak Disdikbud Kaltara yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan SMA Amat Saleh bersedia menyampaikan keinginan orang tua dan melaporkan data-data 54 pelajar yang tak diterima di SMA negeri dan belum mendaftarkan di sekolah swasta.

“Saya menunggu data pelajar yang tak diterima itu untuk dilaporkan. Seperti apa keputusannya ada pada pimpinan saja. Jadi, tunggu saja hasilnya,” ungkap Amat saat dikonfirmasi hasil pertemuan waktu itu.

Terpisah, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Nunukan H. Suwarno S. Pd yang dikonfirmasi mengenai pertemuan yang baru saja dilakukan di Tanjung Selor mengaku tak membahas persoalan PPDB tingkat SMA tersebut. Ia mengaku dalam pertemuan itu memang membahas tentang pendidikan di Provinsi Kaltara. Namun, bukan tentang PPDB tingkat SMA maupun tingkat lainnya. “Kami dipanggil Disdik Kaltara untuk agenda lain. Tidak membahas PPDB itu,” ujarnya kepada media ini.

Ia mengatakan, berdasarkan jadwal yang ditentukan pada juknis PPDB,  proses PPDB tingkat SMA ini dimulai sejak 12 dan berkahir 16 Juni 2017. Lalu, pengumuman hasilnya 17 Juni 2017, kemudian pendaftaran ulang 19 dan 20 Juni 2017. Dan, 10 Juli 2017 lalu sudah masuk tahun ajaran baru. “Jadi, sudah tidak ada lagi soal PPDB. Pelajar baru sudah mulai pengenalan lingkungan sekolah. Jadi, proses belajar mengajar telah berlangsung,” pungkasnya. (oya/eza)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:02
Dugaan Beras Selundupan dari Vietnam

Keuntungan Sudah Dibagi-bagi?

NUNUKAN – Beras Vietnam yang diangkut kapal MV Dong Thien Phu Golden masuk ke Sebatik diduga ada…

Rabu, 25 April 2018 11:08

Listrik Padam, UNBK SMP Terganggu

NUNUKAN – Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional Berbasik Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah…

Rabu, 25 April 2018 11:07

Harga Rumput Laut Anjlok

NUNUKAN – Sempat berada di harga Rp 20 ribu per kilogram, kini harga rumput laut kering anjlok…

Selasa, 24 April 2018 12:40

Bea Cukai Pasang Badan

NUNUKAN – Kapal MV Dong Thien Phu Golden yang mengangkut 2.900 ton beras asal Vietnam dengan tujuan…

Selasa, 24 April 2018 11:12

Tunjangan Khusus Guru Tak Diberikan

NUNUKAN - Sejumlah guru di Kecamatan Krayan kembali mengadukan nasib mereka di Dewan Perwakilan Rakyat…

Senin, 23 April 2018 12:23

Pos Imigrasi ‘Diserbu’ Warga

NUNUKAN – Pelayanan Imigrasi Kelas II Nunukan yang dilakukan di Pos Imigrasi Sungai Pancang Sebatik…

Senin, 23 April 2018 12:22

PR Kedua Negara Perbatasan

NUNUKAN – Permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI), penyelundupan barang haram hingga teroris…

Minggu, 22 April 2018 12:12

Kapal Berbendera Vietnam Dipaksa Sandar di Pelabuhan Tunon Taka

NUNUKAN - Kapal asal Vietnam dipaksa bersandar di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Kapal yang memiliki…

Sabtu, 21 April 2018 10:26

Warga Harus Segera Pindah

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dalam waktu dekat, akan segera membersihkan area…

Sabtu, 21 April 2018 10:14

Persoalan Lawas, Dideportasi Bukan TKI Resmi

NUNUKAN – Bekerja di luar negeri masih menjadi magnet tersendiri bagi para Warga Negara Indonesia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .