MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Kamis, 13 Juli 2017 10:11
Dari Sulitnya Berbahasa Mandarin hingga WC Umum yang Hanya Ada Tisu

Kisah Mahasiswa Asal Nunukan yang Kuliah di Tiongkok

CURHAT: Mahasiswa asal Nunukan yang kuliah di Tiongkak pulang ke tanah air di sela liburan semester dan menceritakan pengalamannya selama kuliah di negeri Tirai Bambu. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO,

Sebagian mahasiswa asal Nunukan yang kuliah di Tiongkak melalui program program Indonesia Tionghoa Culture Center (ITCC) Jawa Pos Group pulang berlibur ke tanah air. Sejumlah mahasiswa ini kembali ke kampung halamannya dan berbagi cerita kepada calon mahasiswa yang akan berangkat ke Tiongkok untuk angkatan ketiga. Seperti apa kisahnya, ikuti liputan selengkapnya.

SABRI

TAK terasa angkatan pertama mahasiswa asal Nunukan yang kuliah di Tiongkak melalui program ITCC Jawa Pos Group memasuki tahun ketiga dan sebentar lagi segera diwisuda bagi yang mengambil jenjang Diploma Tiga (D3).

Salah satunya Aldi (20) yang mulai kuliah pada 2015 lalu di Yangzhou Polytechnic College (YPC) dengan jurusan perdagangan. Tak terasa tiga bulan ke depan segera akan menyelesaikan kuliahnya dan segera melanjutkan untuk pendidikan Strata Satu (S1) di Tiongkok.

Aldi bersama temannya yang sedang kuliah di Tiongkok berkesempatan pulang ke tanah air, karena diberikan waktu libur selama dua bulan. Pada kesempatan itu pula, ia sempat berbagi cerita kepada calon mahasiswa yang akan berangkat ke Tiongkok untuk angkatan ketiga.

Kuliah di luar negeri yang utama dibutuhkan adalah keberanian dan semangat. Karena saat pertama berangkat ke Tiongkok, Aldi masih sulit berbahasa Mandarin. Butuh waktu dua tahun untuk menguasai bahasa Mandarin dengan lancar.

“Pertama pasti sulit untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Mandarin, tapi setelah lama berada di Tiongkok sudah terbiasa dan sangat mudah berkomunikasi menggunakan bahasa Mandarin,” curhat Aldi di hadapan sejumlah calon mahasiswa yang ingin berangkat ke Tiongkok pada Oktober mendatang.

Alumni SMA Negeri 1 Nunukan ini sisa menunggu waktu tiga bulan untuk menyelesaikan jenjang pendidikannya untuk D3. Sebelum lulus ia telah ditawari untuk bekerja. Untuk di Indonesia mayoritas yang menawari dari perusahaan penerjemah bahasa Mandarin.

Salah satu kelebihan kuliah di Tiongkok, lebih mudah mendapat pekerjaan setelah lulus. Karena pihak universitas telah menyiapkan perusahaan yang ingin menerima peserta didiknya setelah wisuda. Para mahasiswa tidak lagi kerepotan mencari pekerjaan masing-masing.

“Saya sudah ditawari bekerja, walaupun gajinya belum diketahui jumlahnya. Namun, pekerjaan sudah ada di depan mata, sisa disambut saja,” ujarnya.

Sementara Wendy yang mengambil jurusan kedokteran di University Hubei, turut berbagi cerita kepada adik-adiknya yang akan segera berangkat ke Tiongkok. Sebelum berangkat yang diutamakan harus mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Mandarin dan Inggris.

Wendy yang mendapat beasiswa kuliah di University Hubei menyampaikan, tidak perlu membawa makanan terlalu banyak. Karena di Tiongkok makanan telah disiapkan di asrama. “Di asrama saya tidak ada dapur, jadi tidak bisa memasak. Jika ingin membawa makanan dari Indonesia cukup makanan instan saja,” kata Wendy.

Selain itu, ia menyampaikan biaya yang harus dipersiapkan untuk kuliah jurusan kedokteran sebesar Rp 60 juta untuk semester awal. Sedangkan untuk semester kedua menyiapkan dana sebesar Rp 30 juta. Dari dana yang ingin disiapkan untuk administrasi awal, pembelian buku dan biaya praktek. Sedangkan, untuk tempat tinggal semua gratis.

“Di kampus itu sudah disiapkan kartu mandi, kartu makan, kartu mandi air panas, jadi tidak perlu menyiapkan uang kas. Karena semua serba mengunakan kartu untuk transaksi,” ujarnya.

Selama setahun di Tiongkok, harus mampu beradaptasi dengan cuaca di Tiongkok. Karena ada empat musim, yakni musim panas, gugur, dingin dan luruh. Dari keempat musim itu, mahasiswa asal Nunukan yang kuliah di Tiongkak semua telah dirasakan.

Untuk itu ia berpesan, jika ingin ke Tiongkok harus memiliki kesehatan yang bagus, karena jika memiliki penyakit, Imigrasi di Tiongkak tidak membenarkan untuk berdomisili di Tiongkok. Sebelum berangkat harus periksa kesehatan dengan benar.

Berada di Tiongkok, harus cepat beradaptasi dengan kondisi yang ada di sekitarnya. Karena antara Indonesia dengan Tiongkok sangat jauh berbeda. Ia mencontohkan seperti wc umum tidak disiapkan air bersih, namun hanya ada tisu kering. Sangat berbeda dengan di Indonesia.

“Selain harus berkomunikasi dengan baik, maka harus bisa beradaptasi dengan lingkungan dan harus lebih sopan dengan warga Tiongkok,” pesannya mengakhiri. (***/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 10:43

Diisukan Pakai Tikus, Pemilik RM Arema Laporkan Tim Terpadu ke Polisi

NUNUKAN – Merasa nama baik dan reputasi usaha yang dilakukan tercemar, pemilik Rumah Makan (RM)…

Sabtu, 18 November 2017 10:39

Bukan Bakso Terbuat dari Daging Tikus, Hanya...

NUNUKAN – Simpang siurnya informasi yang tersebar di media sosial (medsos) mengenai daging tikus…

Jumat, 17 November 2017 11:39

Pembangunan Pasar Tradisional Terpadu Digenjot

NUNUKAN – Pembangunan Pasar Tradisional Terpadu terus di genjot, Dinas Perdagangan memastikan…

Jumat, 17 November 2017 11:37

PLN Masih Menunggu Penentuan Golongan Tarif Listrik

NUNUKAN – Wacana golongan tarif listrik yang bakal dikurangi, PT Perusahan Listrik Negara (PLN)…

Kamis, 16 November 2017 09:40

Hasil Sampel Positif Mengandung Daging Tikus

NUNUKAN – Isu tidak sedap kembali diterima warga Kabupaten Nunukan. Khususnya penggemar kuliner…

Kamis, 16 November 2017 09:38

Pemkab Selidiki Keaslian Hasil Laboratorium

NUNUKAN – Tak ingin gegabah langsung mengambil tindakan tegas, Pemerintah Kabupaten Nunukan memilih…

Rabu, 15 November 2017 13:00

Dua Pekan, Polisi Tilang 414 Pengendara

NUNUKAN – Berakhir sudah Operasi Zebra yang dilakukan serentak se-Indonesia selama 14 hari. Di…

Rabu, 15 November 2017 12:59

Pos Lintas Batas Negara Akan Dibangun

NUNUKAN – Rapat teknis dan sidang ke-22 Tim Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (Sosek Malindo),…

Selasa, 14 November 2017 10:29

KPU Temukan Data Ganda KTA Parpol

NUNUKAN – Proses verifikasi administrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan terhadap sejumlah…

Selasa, 14 November 2017 10:20

Kelanjutan SOA Barang dan Penumpang Dipastikan Aman

NUNUKAN – Masalah klasik persoalan Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) barang dan penumpang untuk wilayah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .