MANAGED BY:
SENIN
22 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 13 Juli 2017 10:11
Dari Sulitnya Berbahasa Mandarin hingga WC Umum yang Hanya Ada Tisu

Kisah Mahasiswa Asal Nunukan yang Kuliah di Tiongkok

CURHAT: Mahasiswa asal Nunukan yang kuliah di Tiongkak pulang ke tanah air di sela liburan semester dan menceritakan pengalamannya selama kuliah di negeri Tirai Bambu. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO,

Sebagian mahasiswa asal Nunukan yang kuliah di Tiongkak melalui program program Indonesia Tionghoa Culture Center (ITCC) Jawa Pos Group pulang berlibur ke tanah air. Sejumlah mahasiswa ini kembali ke kampung halamannya dan berbagi cerita kepada calon mahasiswa yang akan berangkat ke Tiongkok untuk angkatan ketiga. Seperti apa kisahnya, ikuti liputan selengkapnya.

SABRI

TAK terasa angkatan pertama mahasiswa asal Nunukan yang kuliah di Tiongkak melalui program ITCC Jawa Pos Group memasuki tahun ketiga dan sebentar lagi segera diwisuda bagi yang mengambil jenjang Diploma Tiga (D3).

Salah satunya Aldi (20) yang mulai kuliah pada 2015 lalu di Yangzhou Polytechnic College (YPC) dengan jurusan perdagangan. Tak terasa tiga bulan ke depan segera akan menyelesaikan kuliahnya dan segera melanjutkan untuk pendidikan Strata Satu (S1) di Tiongkok.

Aldi bersama temannya yang sedang kuliah di Tiongkok berkesempatan pulang ke tanah air, karena diberikan waktu libur selama dua bulan. Pada kesempatan itu pula, ia sempat berbagi cerita kepada calon mahasiswa yang akan berangkat ke Tiongkok untuk angkatan ketiga.

Kuliah di luar negeri yang utama dibutuhkan adalah keberanian dan semangat. Karena saat pertama berangkat ke Tiongkok, Aldi masih sulit berbahasa Mandarin. Butuh waktu dua tahun untuk menguasai bahasa Mandarin dengan lancar.

“Pertama pasti sulit untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Mandarin, tapi setelah lama berada di Tiongkok sudah terbiasa dan sangat mudah berkomunikasi menggunakan bahasa Mandarin,” curhat Aldi di hadapan sejumlah calon mahasiswa yang ingin berangkat ke Tiongkok pada Oktober mendatang.

Alumni SMA Negeri 1 Nunukan ini sisa menunggu waktu tiga bulan untuk menyelesaikan jenjang pendidikannya untuk D3. Sebelum lulus ia telah ditawari untuk bekerja. Untuk di Indonesia mayoritas yang menawari dari perusahaan penerjemah bahasa Mandarin.

Salah satu kelebihan kuliah di Tiongkok, lebih mudah mendapat pekerjaan setelah lulus. Karena pihak universitas telah menyiapkan perusahaan yang ingin menerima peserta didiknya setelah wisuda. Para mahasiswa tidak lagi kerepotan mencari pekerjaan masing-masing.

“Saya sudah ditawari bekerja, walaupun gajinya belum diketahui jumlahnya. Namun, pekerjaan sudah ada di depan mata, sisa disambut saja,” ujarnya.

Sementara Wendy yang mengambil jurusan kedokteran di University Hubei, turut berbagi cerita kepada adik-adiknya yang akan segera berangkat ke Tiongkok. Sebelum berangkat yang diutamakan harus mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Mandarin dan Inggris.

Wendy yang mendapat beasiswa kuliah di University Hubei menyampaikan, tidak perlu membawa makanan terlalu banyak. Karena di Tiongkok makanan telah disiapkan di asrama. “Di asrama saya tidak ada dapur, jadi tidak bisa memasak. Jika ingin membawa makanan dari Indonesia cukup makanan instan saja,” kata Wendy.

Selain itu, ia menyampaikan biaya yang harus dipersiapkan untuk kuliah jurusan kedokteran sebesar Rp 60 juta untuk semester awal. Sedangkan untuk semester kedua menyiapkan dana sebesar Rp 30 juta. Dari dana yang ingin disiapkan untuk administrasi awal, pembelian buku dan biaya praktek. Sedangkan, untuk tempat tinggal semua gratis.

“Di kampus itu sudah disiapkan kartu mandi, kartu makan, kartu mandi air panas, jadi tidak perlu menyiapkan uang kas. Karena semua serba mengunakan kartu untuk transaksi,” ujarnya.

Selama setahun di Tiongkok, harus mampu beradaptasi dengan cuaca di Tiongkok. Karena ada empat musim, yakni musim panas, gugur, dingin dan luruh. Dari keempat musim itu, mahasiswa asal Nunukan yang kuliah di Tiongkak semua telah dirasakan.

Untuk itu ia berpesan, jika ingin ke Tiongkok harus memiliki kesehatan yang bagus, karena jika memiliki penyakit, Imigrasi di Tiongkak tidak membenarkan untuk berdomisili di Tiongkok. Sebelum berangkat harus periksa kesehatan dengan benar.

Berada di Tiongkok, harus cepat beradaptasi dengan kondisi yang ada di sekitarnya. Karena antara Indonesia dengan Tiongkok sangat jauh berbeda. Ia mencontohkan seperti wc umum tidak disiapkan air bersih, namun hanya ada tisu kering. Sangat berbeda dengan di Indonesia.

“Selain harus berkomunikasi dengan baik, maka harus bisa beradaptasi dengan lingkungan dan harus lebih sopan dengan warga Tiongkok,” pesannya mengakhiri. (***/eza)


BACA JUGA

Minggu, 21 Januari 2018 20:36

Akhirnya...Bupati Bersedia Melantik Tiga ASN

NUNUKAN - Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid memastikan tiga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:48

Dilengkapi Ruang Menyusui dan Kios, Dirancang Modern

Tak lama lagi, masyarakat Nunukan bakal menikmati fasilitas bangunan pasar yang baru. Tak hanya itu,…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:42

Enam Daerah ‘Disuntik’ SOA Barang

NUNUKAN – Subsidi Ongkos Angkut (SOA) barang Sembilan Bahan Pokok (Sembako) tahun ini dianggarkan…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:18

Perlakuan Khusus bagi Sebatik

NUNUKAN – Sembilan bahan pokok (sembako) dari Tawau, Malaysia tak dapat lagi masuk ke Nunukan.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:16

Jalan ke RSUD Dianggarkan Rp 8 Miliar

NUNUKAN - Hampir empat tahun, akses menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan masih memprihatinkan.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:15

Ditawari Kerja hingga Mau Pulkam Gratis

Pemerintah Malaysia tiap pekan memulangkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bermasalah. Setelah dideportasi,…

Kamis, 18 Januari 2018 10:57

Tak Gersang Semangat dan Prestasi

Sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Nunukan, umumnya dibangun dengan mewah dan bertingkat.  Namun…

Kamis, 18 Januari 2018 10:54

Saksi Kasus Budiman Sakit

NUNUKAN – Sidang perkara dugaan korupsi pengadaan tanah yang rencananya kembali digelar Rabu (17/1),…

Kamis, 18 Januari 2018 10:50

Lima Kasus Pencurian Belum Terungkap

NUNUKAN – Setidaknya ada lima kasus pencurian yang hingga kini belum terungkap di tangan Kepolisian…

Kamis, 18 Januari 2018 10:33

Lahan Bermasalah, Rehab PPI Lanjut Terus

NUNUKAN – Rehab Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara terus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .