MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 12 Juli 2017 10:29
Novtan Dimana Kamu Nak...
NIHIL: Pencarian yang dilakukan tim di hari kedua meluas hingga ke Pulau Sadau, namun Novtan belum juga ditemukan, (11/7). BASARNAS UNTUK RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Kehilangan buah hati sungguh menyakitkan, itulah yang dirasakan oleh Alfred Lomry, yang tak henti mencari anaknya, Novtan Tino Noel (10) yang tenggelam di sekitaran perairan Pelabuhan Feri Juata Laut pada Senin (10/7).

Sudah dua hari pencarian dilakukan tapi sang anak belum berhasil ditemukan. Tak hanya warga saja yang terus melakukan pencarian. Tim SAR yang terdiri dari Basarnas Pos SAR Tarakan, Lantamal XIII Tarakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan, Pos TNI AL Juwata, Polisi Air Tarakan, Dishub Tarakan, PMI, termasuk keluarga korban dan masyarakat sekitar.

Pencarian dimulai pukul 07.00 wita hingga 19.00 Wita secara berpencar. Selain mengandalkan pencarian menggunakan speedboat, usaha pencarian juga dilakukan ayah korban beserta warga sekitar dengan cara melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian.

Untuk diketahui, kedalaman laut di sekitar TKP sedalam 9 meter. Walau cuaca sedang tidak bersahabat, warga dan ayah korban tetap saja nekat melakukan penyelaman tanpa menggunakan perlengkapan yang memadai. Ayah korban yang turut ikut menyelam terus berusaha keras mencari dengan membawa sebuah kain yang diduga milik Novtan sembari menyebut-nyebut nama sang anak.

“Novtan, di mana kamu nak..,” kata Alfred Lomry sambil terus menyelam.

Hingga waktu menunjukkan pukul 14.00 Wita, ayah korban terlihat kelelahan sehingga warga menyarankan untuk beristirahat. Namun demi untuk menemukan sang anak, Alfred bersikeras tidak ingin beristirahat. Warga terus mendesak dia untuk naik ke speedboat dan beristirahat. Warga pun menyarankan ke Alfred agar mempercayakan upaya pencarian Novtan kepada warga dan juga petugas.

“Saya mau mencari anak saya, tidak kuat saya pak,” ujarnya sembari menangis.

Meski demikian, pencarian yang dilakukan dengan cara berpencar ini juga belum membuahkan hasil. Bahkan pukat hela yang digunakan sebagai salah satu alat pencarian yang digunakan warga sempat tenggelam karena tersangkut karang.

Warga dan petugas masih terus melakukan upaya pencarian. Karena bekerja sama dengan petugas dan masyarakat, jarak pencarian semakin diperluas untuk mencari korban yang diduga hanyut, terbawa arus karena hujan deras yang mengguyur Kota Tarakan saat pencarian hari pertama.

Sementara itu, Basarnas Kota Tarakan terus melakukan pencarian dari pukul 07.00 hingga 18.00 Wita dengan menggunakan armada berupa perahu karet.

Koordinator Pos SAR Tarakan, Manangap Jumala Hutajulu mengatakan, pencarian dilakukan hingga ke Pulau Sadau yang letaknya berseberangan dengan Juata Tarakan, karena objek tersebut akan terus bergerak jika terbawa arus. “Melihat air pasang surut kemana, itulah yang kami telusuri sehingga pencarian harus diperluas, jangan sampai korban timbul kami malah tidak melihatnya,” kata Manangap kepada Radar Tarakan.

Pencarian korban akan dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) tahap awal dilakukan selama tiga hari. Jika setelah tiga hari tidak didapatkan, maka akan diperpanjang menjadi 7 hari dalam tahap kedua. Jika sudah dilakukan perpanjangan namun masih belum didapatkan, maka pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Basarnas Balikpapan dan jika ada tanda-tanda korban ditemukan maka, bisa saja pencarian akan diperpanjang kembali.

“Operasi SAR pencarian tahap pertama dilakukan tiga hari, jikalau masih belum maka akan diperpanjang lagi tergantung dari kondisinya,” ujar Manangap.

Dalam pencarian ini, kata Manangap, mereka memang tidak melakukan penyelaman karena objek tersebut diperkirakan bergerak saat air pasang, sehingga langsung melakukan pencarian. Sedangkan prosedur untuk menyelam, Basarnas harus mengetahui terlebih dulu titik lokasi korban.

 “Karena kalau untuk penyelaman sudah dari pihak warga dengan menggunakan trawl. Sebenarnya kami bisa saja ikut menyelam, asalkan titik lokasi telah diketahui. Tetapi karena posisi korban masih tidak diketahui titiknya maka dari pimpinan menyarankan untuk searching terlebih dahulu,” tambah Zainul Arifin, rescuer Basarnas Tarakan.

Tahapan searching dilakukan untuk menilai kondisi wilayah sekitar tempat kejadian. Apabila kondisi cuaca membaik, maka akan dilakukan di daerah sekitar. Berhubung saat pencarian hari pertama kondisi cuaca tidak meyakinkan, maka akan diambil dari jarak pendek saja.

Dari upaya pencarian yang dilakukan tim, sementara masih nihil. Tetapi akan terus dilakukan pencarian secara maksimal sehingga pencarian kembali dilanjutkan hari ini. “Biasanya memang hari kedua dan ketiga, tetapi tetap akan diupayakan semaksimal mungkin agar korban yang selama ini dicari bisa didapatkan dengan tepat dan cepat,” ungkapnya.

Ditambahkan, Ketua Tim Rescue BPBD Tarakan, Razak mengatakan dalam melakukan pencarian hari kedua, mereka menggunakan perahu karet. Pihaknya tidak melakukan operasi penyelaman karena melihat tingkat risiko, lalu posisi jalur sungai yang jika dilakukan penyelaman tidak akan bisa maksimal mencari korban yang kapanpun saat terkena arus akan bergeser.

“Masyarakat yang menyelam itu hanya di pinggir pantai saja, dan kami tidak bisa melarang. Tapi kami tetap ikut memantau karena risikonya sangat besar,” pungkasnya. (*/yus/nri)


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 11:45

Pengunjung Air Terjun Tembus 10 Ribu

TARAKAN – Di hari libur, setiap masyarakat pasti hendak mencari lokasi rekreasi bersama dengan…

Senin, 18 Juni 2018 11:38

Daging Ayam, Kejutan Tahun Ini

ADANYA peningkatan indeks harga pada kelompok transportasi dan komunikasi, kelompok perumahan, air listrik,…

Senin, 18 Juni 2018 11:24

THR HABIS, UTANG KEMUDIAN

Momentum Lebaran pada perayaan Idulfitri memang selalu dinanti-nanti. Berbagai persiapan menyambut hari…

Senin, 18 Juni 2018 11:17

Penutupan Bisa Memancing HIV/AIDS Berkembang

TARAKAN – Penutupan lokalisasi harus waspadai akan bahaya penyakit human immunodeficiency virus/acquired…

Senin, 18 Juni 2018 11:10

Jalan Perumahan PNS Juata Permai Rusak Parah

TARAKAN - Belum adanya perbaikan akses jalan di daerah Perumahan PNS yang ada di Kelurahan Juata Permai,…

Senin, 18 Juni 2018 11:09

Jalan Perumahan PNS Juata Permai Rusak Parah

TARAKAN - Belum adanya perbaikan akses jalan di daerah Perumahan PNS yang ada di Kelurahan Juata Permai,…

Senin, 18 Juni 2018 10:55

Hasil Panen Berjatuhan Lewati Jalan Rusak

TARAKAN – Kondisi semenisasi yang hancur dan berlubang, cukup menghambat aktivitas warga RT 15,…

Minggu, 17 Juni 2018 17:08

Satu Unit Rumah Nyaris Dilahap Si Jago Merah

TANJUNG SELOR - Satu  rumah milik pasangan suami istri, Takim dan Nurhayati yang berada di Jalan…

Sabtu, 16 Juni 2018 22:43

Pelabuhan Masih Sepi, Belum Ada Lonjakan Penumpang

  TARAKAN - Lonjakan penumpang arus balik belum terlihat di Pelabuhan Tengkayu I (SDF), Sabtu (16/6).…

Sabtu, 16 Juni 2018 18:33

Bagi yang Berlebaran, Imbauan Ini Jangan Anda Sepelekan

TARAKAN – Ribuan umat muslim memadati Islamic Center Baitul Izzah di Kampung Empat, Tarakan Timur,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .