MANAGED BY:
KAMIS
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Rabu, 12 Juli 2017 10:29
Novtan Dimana Kamu Nak...
NIHIL: Pencarian yang dilakukan tim di hari kedua meluas hingga ke Pulau Sadau, namun Novtan belum juga ditemukan, (11/7). BASARNAS UNTUK RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Kehilangan buah hati sungguh menyakitkan, itulah yang dirasakan oleh Alfred Lomry, yang tak henti mencari anaknya, Novtan Tino Noel (10) yang tenggelam di sekitaran perairan Pelabuhan Feri Juata Laut pada Senin (10/7).

Sudah dua hari pencarian dilakukan tapi sang anak belum berhasil ditemukan. Tak hanya warga saja yang terus melakukan pencarian. Tim SAR yang terdiri dari Basarnas Pos SAR Tarakan, Lantamal XIII Tarakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan, Pos TNI AL Juwata, Polisi Air Tarakan, Dishub Tarakan, PMI, termasuk keluarga korban dan masyarakat sekitar.

Pencarian dimulai pukul 07.00 wita hingga 19.00 Wita secara berpencar. Selain mengandalkan pencarian menggunakan speedboat, usaha pencarian juga dilakukan ayah korban beserta warga sekitar dengan cara melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian.

Untuk diketahui, kedalaman laut di sekitar TKP sedalam 9 meter. Walau cuaca sedang tidak bersahabat, warga dan ayah korban tetap saja nekat melakukan penyelaman tanpa menggunakan perlengkapan yang memadai. Ayah korban yang turut ikut menyelam terus berusaha keras mencari dengan membawa sebuah kain yang diduga milik Novtan sembari menyebut-nyebut nama sang anak.

“Novtan, di mana kamu nak..,” kata Alfred Lomry sambil terus menyelam.

Hingga waktu menunjukkan pukul 14.00 Wita, ayah korban terlihat kelelahan sehingga warga menyarankan untuk beristirahat. Namun demi untuk menemukan sang anak, Alfred bersikeras tidak ingin beristirahat. Warga terus mendesak dia untuk naik ke speedboat dan beristirahat. Warga pun menyarankan ke Alfred agar mempercayakan upaya pencarian Novtan kepada warga dan juga petugas.

“Saya mau mencari anak saya, tidak kuat saya pak,” ujarnya sembari menangis.

Meski demikian, pencarian yang dilakukan dengan cara berpencar ini juga belum membuahkan hasil. Bahkan pukat hela yang digunakan sebagai salah satu alat pencarian yang digunakan warga sempat tenggelam karena tersangkut karang.

Warga dan petugas masih terus melakukan upaya pencarian. Karena bekerja sama dengan petugas dan masyarakat, jarak pencarian semakin diperluas untuk mencari korban yang diduga hanyut, terbawa arus karena hujan deras yang mengguyur Kota Tarakan saat pencarian hari pertama.

Sementara itu, Basarnas Kota Tarakan terus melakukan pencarian dari pukul 07.00 hingga 18.00 Wita dengan menggunakan armada berupa perahu karet.

Koordinator Pos SAR Tarakan, Manangap Jumala Hutajulu mengatakan, pencarian dilakukan hingga ke Pulau Sadau yang letaknya berseberangan dengan Juata Tarakan, karena objek tersebut akan terus bergerak jika terbawa arus. “Melihat air pasang surut kemana, itulah yang kami telusuri sehingga pencarian harus diperluas, jangan sampai korban timbul kami malah tidak melihatnya,” kata Manangap kepada Radar Tarakan.

Pencarian korban akan dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) tahap awal dilakukan selama tiga hari. Jika setelah tiga hari tidak didapatkan, maka akan diperpanjang menjadi 7 hari dalam tahap kedua. Jika sudah dilakukan perpanjangan namun masih belum didapatkan, maka pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Basarnas Balikpapan dan jika ada tanda-tanda korban ditemukan maka, bisa saja pencarian akan diperpanjang kembali.

“Operasi SAR pencarian tahap pertama dilakukan tiga hari, jikalau masih belum maka akan diperpanjang lagi tergantung dari kondisinya,” ujar Manangap.

Dalam pencarian ini, kata Manangap, mereka memang tidak melakukan penyelaman karena objek tersebut diperkirakan bergerak saat air pasang, sehingga langsung melakukan pencarian. Sedangkan prosedur untuk menyelam, Basarnas harus mengetahui terlebih dulu titik lokasi korban.

 “Karena kalau untuk penyelaman sudah dari pihak warga dengan menggunakan trawl. Sebenarnya kami bisa saja ikut menyelam, asalkan titik lokasi telah diketahui. Tetapi karena posisi korban masih tidak diketahui titiknya maka dari pimpinan menyarankan untuk searching terlebih dahulu,” tambah Zainul Arifin, rescuer Basarnas Tarakan.

Tahapan searching dilakukan untuk menilai kondisi wilayah sekitar tempat kejadian. Apabila kondisi cuaca membaik, maka akan dilakukan di daerah sekitar. Berhubung saat pencarian hari pertama kondisi cuaca tidak meyakinkan, maka akan diambil dari jarak pendek saja.

Dari upaya pencarian yang dilakukan tim, sementara masih nihil. Tetapi akan terus dilakukan pencarian secara maksimal sehingga pencarian kembali dilanjutkan hari ini. “Biasanya memang hari kedua dan ketiga, tetapi tetap akan diupayakan semaksimal mungkin agar korban yang selama ini dicari bisa didapatkan dengan tepat dan cepat,” ungkapnya.

Ditambahkan, Ketua Tim Rescue BPBD Tarakan, Razak mengatakan dalam melakukan pencarian hari kedua, mereka menggunakan perahu karet. Pihaknya tidak melakukan operasi penyelaman karena melihat tingkat risiko, lalu posisi jalur sungai yang jika dilakukan penyelaman tidak akan bisa maksimal mencari korban yang kapanpun saat terkena arus akan bergeser.

“Masyarakat yang menyelam itu hanya di pinggir pantai saja, dan kami tidak bisa melarang. Tapi kami tetap ikut memantau karena risikonya sangat besar,” pungkasnya. (*/yus/nri)


BACA JUGA

Rabu, 20 September 2017 10:58

Harus Ada Pengecualian untuk DOB Kaltara

JAKARTA – Kebijakan pemerintah yang menunda pembentukan daerah otonomi baru (DOB) di tahun 2017…

Rabu, 20 September 2017 10:53

Hampir Tiap Hari Listrik Padam

TARAKAN – Kestabilan listrik di Tarakan nampaknya akan terus bergantung pada gas. Sebab, saat…

Rabu, 20 September 2017 10:50

Tak Terapkan HET, Pedagang Akan Disanksi

TARAKAN – Pengaturan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras di Indonesia terlah diberlakukan, tak…

Rabu, 20 September 2017 10:47

Bibir Membiru Diredakan Hanya dengan Air Hangat

Jika dilihat sekilas, Atika Zahra Ratifa tampak seperti bayi sehat pada umumnya. Namun, siapa sangka…

Rabu, 20 September 2017 10:41

Warga KTT Terhipnotis Penampilan The Angelz

TANA TIDUNG – Tak hanya penyanyi-penyanyi dangdut dan melayu saja yang meramaikan pesta rakyat…

Rabu, 20 September 2017 10:38

APBD-P Belum Dibahas, Masih Menunggu Provinsi

TARAKAN - Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) oleh Tim Anggaran Pemerintah…

Rabu, 20 September 2017 10:35

PJU Kurang, Anggaran Pengadaan Menipis

TARAKAN – Penerangan jalan umum (PJU) di Bumi Paguntaka masih terbilang minim, termasuk di daerah…

Rabu, 20 September 2017 10:33

Tigor Menolak Jika Jadi Wakil

TARAKAN – Keputusan DPP Golkar yang merekomendasikan Badrun untuk diusung pada pilwali tahun depan,…

Rabu, 20 September 2017 10:31

Dua Mucikari Diringkus Tim Polda

TARAKAN – Maraknya karaoke dewasa yang tersebar di beberapa titik di Tarakan akhirnya menjadi…

Rabu, 20 September 2017 04:15

Api 'Mengamuk", Bakar Sejumlah Kios di Pasar Gusher

TARAKAN - Insiden nahas mewarnai pertengahan September. Sekitar pukul 01.00 dini hari, warga dihebohkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .