MANAGED BY:
MINGGU
23 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Rabu, 12 Juli 2017 09:56
Sekolah Lima Hari Ditolak Disdikbud

Dinilai Tidak Sesuai Diterapkan di Pelosok

DITOLAK: Rencana Kemendikbud menerapkan sekolah lima hari dinilai tidak sesuai jika diterapkan di di Kabupaten Nunukan akibat minimnya sarana dan prasarana. SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kebijakan yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tentang sekolah lima masih menimbulkan pro kontra. Salah satunya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan yang menilai kebijakan tersebut tidak cocok diterapkan di Kabupaten Nunukan.

Kepala Disdikbud Nunukan, Jayamartom, SE mengungkapkan, bahwa sekolah lima hari tidak dapat dilakukan karena masih banyak yang perlu dibenahi terlebih dahulu. “Saya dari awal tidak sepakat, karena sekolah lima jam belajar ditambah hingga sore hari. Kondisi di Nunukan hal itu belum mengizinkan,” kata Jayamartom kepada Radar Nunukan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/7).

Ia menjelaskan, untuk sekolah yang ada di Kabupaten Nunukan masih banyak kekurangan terutama dari segi fasilitas. Sehingga, sulit disetarakan dengan sekolah yang ada di kota besar. Jika sekolah hanya lima hari, makanan untuk pelajar harus disiapkan hingga tempat istirahat.

Selain itu, jika sekolah lima hari tetap ingin diterapkan, maka ada banyak siswa yang ada di Nunukan tidak dapat membantu orang tuanya ketika pulang sekolah. Terutama para siswa yang ada di daerah pelosok seperti di wilayah tiga.

Lanjut dia, penerapan sekolah lima hari jika diterapkan, maka yang akan kesulitan adalah para pelajar di pelosok. Karena para pelajar di pelosok tentu tidak dapat disamakan dengan pelajar di kota besar. Membawa konsumsi masing-masing tentu tidak dapat dilakukan.

“Letak geografis di Kabupaten Nunukan jauh berbeda dengan daerah lain, namun jika terpaksa ingin diterapkan maka harus dipilih sekolah yang mampu dulu dari segi sarana dan prasarana,” tambahnya.

Sejak kebijakan ini dikemukanan, sudah menuai kontroversi. Namun, Kemendikbud terus mempersiapkan penerapan program tersebut, sembari menunggu turunnya Peraturan Presiden pengganti Peraturan Menteri (Permen) Nomor 23 Tahun 2017.

Salah satunya terus menyosialisasikan program tersebut kepada guru maupun lembaga pendidikan lainnya. Nantinya program tersebut akan diberlakukan secara bertahap. Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, Kemendikbud terus mempersiapkan sambil menunggu turunnya Perpres yang akan mengganti Permen. “Semuanya sudah siap. Mudah-mudahan Permen akan selesai secepatnya,” kata Mendikbud Muhadjir, Senin (10/7) di Surabaya.

Persiapan yang dilakukan pihaknya mulai dari penataran, sosialisasi juga termasuk kelompok kerja yang dikirimkan di tiap daerah untuk membantu pelaksanaan aturan ini. “Program lima hari sekolah dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kondisi kesiapan dan kemampuan daerah masing-masing,” jelasnya.

Dijelaskannya, penguatan karakter juga diatur dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Sementara untuk penerapannya akan sangat bervariasi di tiap daerah dan sekolah.

Dikatakan dia, saat ini sudah ada 11 kabupaten/kota yang menerapkan program itu dikarenakan harus menyesuaikan sarana dan prasarana yang dimiliki tiap daerah. Di Jatim yang siap antara lain adalah Kota Malang dan Kota Blitar. (nal/eza)


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 09:35

Kinerja dan Pribadi Bupati Dihina di Sosmed

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid mendapat hinaan di sosial media (sosmed). Hinaan…

Jumat, 21 Juli 2017 09:26

Mudah Peroleh Informasi, Bermain Game dan Nonton Film

Mempunyai akses internet Wireless Fidelity (wifi) kencang dan gratis  sepertinya bukan hal biasa…

Kamis, 20 Juli 2017 10:21

Kesadaran Masyarakat Bayar Retribusi Masuk PLBL Rendah

NUNUKAN – Pelabuhan Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung menjadi salah satu sumber penghasil…

Kamis, 20 Juli 2017 10:18

Masyarakat Mulai ‘Dihantui’ ISPA

NUNUKAN – Perubahan cuaca yang tiba-tiba, dari panas lalu hujan deras belakangan ini begitu terasa…

Rabu, 19 Juli 2017 10:49

Pedagang di Alun-Alun Berhenti Berjualan

NUNUKAN – Pekerjaan fasilitas percontohan ruang terbuka publik revolusi mental di Alun-alun Nunukan…

Rabu, 19 Juli 2017 10:27

BAHAYA..!! Konflik Buaya vs Manusia di Sini Makin Keras

NUNUKAN – Semakin ramainya aktivitas masyarakat di sungai yang ada di Kecamatan Sebuku dinilai…

Rabu, 19 Juli 2017 10:08

Warga Diimbau Hati-Hati Beraktivitas di Sungai

NUNUKAN – Kasus Tahir (38) pertengahan Juni lalu yang diserang buaya saat berada di sungai Desa…

Selasa, 18 Juli 2017 10:24

Pembangunan Kawasan Industri Mansapa Tak Jelas

NUNUKAN – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dengan membuat sebuah kawasan industri…

Selasa, 18 Juli 2017 10:22

Proyek Belum Selesai, Presiden Batal Berkunjung ke Sebatik

NUNUKAN – Kedatangan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo yang direncanakan berkunjung…

Senin, 17 Juli 2017 11:57

Status ASN Tiga Koruptor Akan Dicabut

NUNUKAN – Bukan lagi sanksi yang akan menanti tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .