MANAGED BY:
KAMIS
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Rabu, 12 Juli 2017 09:56
Sekolah Lima Hari Ditolak Disdikbud

Dinilai Tidak Sesuai Diterapkan di Pelosok

DITOLAK: Rencana Kemendikbud menerapkan sekolah lima hari dinilai tidak sesuai jika diterapkan di di Kabupaten Nunukan akibat minimnya sarana dan prasarana. SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kebijakan yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tentang sekolah lima masih menimbulkan pro kontra. Salah satunya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan yang menilai kebijakan tersebut tidak cocok diterapkan di Kabupaten Nunukan.

Kepala Disdikbud Nunukan, Jayamartom, SE mengungkapkan, bahwa sekolah lima hari tidak dapat dilakukan karena masih banyak yang perlu dibenahi terlebih dahulu. “Saya dari awal tidak sepakat, karena sekolah lima jam belajar ditambah hingga sore hari. Kondisi di Nunukan hal itu belum mengizinkan,” kata Jayamartom kepada Radar Nunukan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/7).

Ia menjelaskan, untuk sekolah yang ada di Kabupaten Nunukan masih banyak kekurangan terutama dari segi fasilitas. Sehingga, sulit disetarakan dengan sekolah yang ada di kota besar. Jika sekolah hanya lima hari, makanan untuk pelajar harus disiapkan hingga tempat istirahat.

Selain itu, jika sekolah lima hari tetap ingin diterapkan, maka ada banyak siswa yang ada di Nunukan tidak dapat membantu orang tuanya ketika pulang sekolah. Terutama para siswa yang ada di daerah pelosok seperti di wilayah tiga.

Lanjut dia, penerapan sekolah lima hari jika diterapkan, maka yang akan kesulitan adalah para pelajar di pelosok. Karena para pelajar di pelosok tentu tidak dapat disamakan dengan pelajar di kota besar. Membawa konsumsi masing-masing tentu tidak dapat dilakukan.

“Letak geografis di Kabupaten Nunukan jauh berbeda dengan daerah lain, namun jika terpaksa ingin diterapkan maka harus dipilih sekolah yang mampu dulu dari segi sarana dan prasarana,” tambahnya.

Sejak kebijakan ini dikemukanan, sudah menuai kontroversi. Namun, Kemendikbud terus mempersiapkan penerapan program tersebut, sembari menunggu turunnya Peraturan Presiden pengganti Peraturan Menteri (Permen) Nomor 23 Tahun 2017.

Salah satunya terus menyosialisasikan program tersebut kepada guru maupun lembaga pendidikan lainnya. Nantinya program tersebut akan diberlakukan secara bertahap. Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, Kemendikbud terus mempersiapkan sambil menunggu turunnya Perpres yang akan mengganti Permen. “Semuanya sudah siap. Mudah-mudahan Permen akan selesai secepatnya,” kata Mendikbud Muhadjir, Senin (10/7) di Surabaya.

Persiapan yang dilakukan pihaknya mulai dari penataran, sosialisasi juga termasuk kelompok kerja yang dikirimkan di tiap daerah untuk membantu pelaksanaan aturan ini. “Program lima hari sekolah dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kondisi kesiapan dan kemampuan daerah masing-masing,” jelasnya.

Dijelaskannya, penguatan karakter juga diatur dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Sementara untuk penerapannya akan sangat bervariasi di tiap daerah dan sekolah.

Dikatakan dia, saat ini sudah ada 11 kabupaten/kota yang menerapkan program itu dikarenakan harus menyesuaikan sarana dan prasarana yang dimiliki tiap daerah. Di Jatim yang siap antara lain adalah Kota Malang dan Kota Blitar. (nal/eza)


BACA JUGA

Selasa, 19 September 2017 13:31

Tim Tujuh Akhirnya Direspons Pemkab

NUNUKAN – Setelah terbentuk dan lama menunggu reaksi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, tim…

Selasa, 19 September 2017 13:29

Lulus SD, Sempat Kabur dari Rumah karena Akan Dinikahkan

Yayasan Indonesia Tionghoa Culture Centre (ITCC) Jawa Pos kali ini memberangkatkan 60 pelajar dari Kalimantan…

Senin, 18 September 2017 10:24

Masalah Klasik, Siap-Siap Listrik Padam Bergilir

NUNUKAN – Dalam beberapa pekan terkahir, masyarakat Nunukan dibuat tidak nyaman dengan pelayanan…

Senin, 18 September 2017 10:24

Masalah Klasik, Siap-Siap Listrik Padam Bergilir

NUNUKAN – Dalam beberapa pekan terkahir, masyarakat Nunukan dibuat tidak nyaman dengan pelayanan…

Senin, 18 September 2017 10:21

Pemerintah Diminta Atasi Persoalan Beras dan Garam Krayan

NUNUKAN – Ketua Umum Persekutuan Dayat Lundayeh (PDL) Yansen TP mengharapkan Pemerintah Kabupaten…

Senin, 18 September 2017 10:19

Dari Perbatasan, Kuliah ke Luar Negeri Dianggap Keajaiban

Melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri, tak semua pelajar dapat merasakannya. Namun, tak disangka…

Senin, 18 September 2017 09:55

Warga Minta Aparat Lebih Aktif

NUNUKAN – Peredaran obat berbahaya kini semakin memprihatinkan. Peristiwa yang terjadi di Kota…

Senin, 18 September 2017 09:54

Sopir Angkot Cabuli Anak Di Bawah Umur

NUNUKAN –  Anak di bawah umur kembali menjadi korban pemerkosaan. Kali ini menimpa Bunga…

Sabtu, 16 September 2017 10:18

Hasil Pertanian Dilirik Investor Timur Tengah

NUNUKAN – Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan melakukan pendataan terhadap lahan tidur…

Sabtu, 16 September 2017 10:15

Antisipasi Krisis Air Bersih, Tiga IPA Dioperasikan

NUNUKAN – Krisis air bersih mulai melanda sejumlah daerah di Indonesia. Untuk mengantisipasi persoalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .