MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Rabu, 12 Juli 2017 09:56
Sekolah Lima Hari Ditolak Disdikbud

Dinilai Tidak Sesuai Diterapkan di Pelosok

DITOLAK: Rencana Kemendikbud menerapkan sekolah lima hari dinilai tidak sesuai jika diterapkan di di Kabupaten Nunukan akibat minimnya sarana dan prasarana. SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kebijakan yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tentang sekolah lima masih menimbulkan pro kontra. Salah satunya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan yang menilai kebijakan tersebut tidak cocok diterapkan di Kabupaten Nunukan.

Kepala Disdikbud Nunukan, Jayamartom, SE mengungkapkan, bahwa sekolah lima hari tidak dapat dilakukan karena masih banyak yang perlu dibenahi terlebih dahulu. “Saya dari awal tidak sepakat, karena sekolah lima jam belajar ditambah hingga sore hari. Kondisi di Nunukan hal itu belum mengizinkan,” kata Jayamartom kepada Radar Nunukan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/7).

Ia menjelaskan, untuk sekolah yang ada di Kabupaten Nunukan masih banyak kekurangan terutama dari segi fasilitas. Sehingga, sulit disetarakan dengan sekolah yang ada di kota besar. Jika sekolah hanya lima hari, makanan untuk pelajar harus disiapkan hingga tempat istirahat.

Selain itu, jika sekolah lima hari tetap ingin diterapkan, maka ada banyak siswa yang ada di Nunukan tidak dapat membantu orang tuanya ketika pulang sekolah. Terutama para siswa yang ada di daerah pelosok seperti di wilayah tiga.

Lanjut dia, penerapan sekolah lima hari jika diterapkan, maka yang akan kesulitan adalah para pelajar di pelosok. Karena para pelajar di pelosok tentu tidak dapat disamakan dengan pelajar di kota besar. Membawa konsumsi masing-masing tentu tidak dapat dilakukan.

“Letak geografis di Kabupaten Nunukan jauh berbeda dengan daerah lain, namun jika terpaksa ingin diterapkan maka harus dipilih sekolah yang mampu dulu dari segi sarana dan prasarana,” tambahnya.

Sejak kebijakan ini dikemukanan, sudah menuai kontroversi. Namun, Kemendikbud terus mempersiapkan penerapan program tersebut, sembari menunggu turunnya Peraturan Presiden pengganti Peraturan Menteri (Permen) Nomor 23 Tahun 2017.

Salah satunya terus menyosialisasikan program tersebut kepada guru maupun lembaga pendidikan lainnya. Nantinya program tersebut akan diberlakukan secara bertahap. Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, Kemendikbud terus mempersiapkan sambil menunggu turunnya Perpres yang akan mengganti Permen. “Semuanya sudah siap. Mudah-mudahan Permen akan selesai secepatnya,” kata Mendikbud Muhadjir, Senin (10/7) di Surabaya.

Persiapan yang dilakukan pihaknya mulai dari penataran, sosialisasi juga termasuk kelompok kerja yang dikirimkan di tiap daerah untuk membantu pelaksanaan aturan ini. “Program lima hari sekolah dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kondisi kesiapan dan kemampuan daerah masing-masing,” jelasnya.

Dijelaskannya, penguatan karakter juga diatur dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Sementara untuk penerapannya akan sangat bervariasi di tiap daerah dan sekolah.

Dikatakan dia, saat ini sudah ada 11 kabupaten/kota yang menerapkan program itu dikarenakan harus menyesuaikan sarana dan prasarana yang dimiliki tiap daerah. Di Jatim yang siap antara lain adalah Kota Malang dan Kota Blitar. (nal/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 10:43

Diisukan Pakai Tikus, Pemilik RM Arema Laporkan Tim Terpadu ke Polisi

NUNUKAN – Merasa nama baik dan reputasi usaha yang dilakukan tercemar, pemilik Rumah Makan (RM)…

Sabtu, 18 November 2017 10:39

Bukan Bakso Terbuat dari Daging Tikus, Hanya...

NUNUKAN – Simpang siurnya informasi yang tersebar di media sosial (medsos) mengenai daging tikus…

Jumat, 17 November 2017 11:39

Pembangunan Pasar Tradisional Terpadu Digenjot

NUNUKAN – Pembangunan Pasar Tradisional Terpadu terus di genjot, Dinas Perdagangan memastikan…

Jumat, 17 November 2017 11:37

PLN Masih Menunggu Penentuan Golongan Tarif Listrik

NUNUKAN – Wacana golongan tarif listrik yang bakal dikurangi, PT Perusahan Listrik Negara (PLN)…

Kamis, 16 November 2017 09:40

Hasil Sampel Positif Mengandung Daging Tikus

NUNUKAN – Isu tidak sedap kembali diterima warga Kabupaten Nunukan. Khususnya penggemar kuliner…

Kamis, 16 November 2017 09:38

Pemkab Selidiki Keaslian Hasil Laboratorium

NUNUKAN – Tak ingin gegabah langsung mengambil tindakan tegas, Pemerintah Kabupaten Nunukan memilih…

Rabu, 15 November 2017 13:00

Dua Pekan, Polisi Tilang 414 Pengendara

NUNUKAN – Berakhir sudah Operasi Zebra yang dilakukan serentak se-Indonesia selama 14 hari. Di…

Rabu, 15 November 2017 12:59

Pos Lintas Batas Negara Akan Dibangun

NUNUKAN – Rapat teknis dan sidang ke-22 Tim Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (Sosek Malindo),…

Selasa, 14 November 2017 10:29

KPU Temukan Data Ganda KTA Parpol

NUNUKAN – Proses verifikasi administrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan terhadap sejumlah…

Selasa, 14 November 2017 10:20

Kelanjutan SOA Barang dan Penumpang Dipastikan Aman

NUNUKAN – Masalah klasik persoalan Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) barang dan penumpang untuk wilayah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .