MANAGED BY:
RABU
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 12 Juli 2017 09:56
Sekolah Lima Hari Ditolak Disdikbud

Dinilai Tidak Sesuai Diterapkan di Pelosok

DITOLAK: Rencana Kemendikbud menerapkan sekolah lima hari dinilai tidak sesuai jika diterapkan di di Kabupaten Nunukan akibat minimnya sarana dan prasarana. SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kebijakan yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tentang sekolah lima masih menimbulkan pro kontra. Salah satunya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan yang menilai kebijakan tersebut tidak cocok diterapkan di Kabupaten Nunukan.

Kepala Disdikbud Nunukan, Jayamartom, SE mengungkapkan, bahwa sekolah lima hari tidak dapat dilakukan karena masih banyak yang perlu dibenahi terlebih dahulu. “Saya dari awal tidak sepakat, karena sekolah lima jam belajar ditambah hingga sore hari. Kondisi di Nunukan hal itu belum mengizinkan,” kata Jayamartom kepada Radar Nunukan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/7).

Ia menjelaskan, untuk sekolah yang ada di Kabupaten Nunukan masih banyak kekurangan terutama dari segi fasilitas. Sehingga, sulit disetarakan dengan sekolah yang ada di kota besar. Jika sekolah hanya lima hari, makanan untuk pelajar harus disiapkan hingga tempat istirahat.

Selain itu, jika sekolah lima hari tetap ingin diterapkan, maka ada banyak siswa yang ada di Nunukan tidak dapat membantu orang tuanya ketika pulang sekolah. Terutama para siswa yang ada di daerah pelosok seperti di wilayah tiga.

Lanjut dia, penerapan sekolah lima hari jika diterapkan, maka yang akan kesulitan adalah para pelajar di pelosok. Karena para pelajar di pelosok tentu tidak dapat disamakan dengan pelajar di kota besar. Membawa konsumsi masing-masing tentu tidak dapat dilakukan.

“Letak geografis di Kabupaten Nunukan jauh berbeda dengan daerah lain, namun jika terpaksa ingin diterapkan maka harus dipilih sekolah yang mampu dulu dari segi sarana dan prasarana,” tambahnya.

Sejak kebijakan ini dikemukanan, sudah menuai kontroversi. Namun, Kemendikbud terus mempersiapkan penerapan program tersebut, sembari menunggu turunnya Peraturan Presiden pengganti Peraturan Menteri (Permen) Nomor 23 Tahun 2017.

Salah satunya terus menyosialisasikan program tersebut kepada guru maupun lembaga pendidikan lainnya. Nantinya program tersebut akan diberlakukan secara bertahap. Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, Kemendikbud terus mempersiapkan sambil menunggu turunnya Perpres yang akan mengganti Permen. “Semuanya sudah siap. Mudah-mudahan Permen akan selesai secepatnya,” kata Mendikbud Muhadjir, Senin (10/7) di Surabaya.

Persiapan yang dilakukan pihaknya mulai dari penataran, sosialisasi juga termasuk kelompok kerja yang dikirimkan di tiap daerah untuk membantu pelaksanaan aturan ini. “Program lima hari sekolah dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kondisi kesiapan dan kemampuan daerah masing-masing,” jelasnya.

Dijelaskannya, penguatan karakter juga diatur dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Sementara untuk penerapannya akan sangat bervariasi di tiap daerah dan sekolah.

Dikatakan dia, saat ini sudah ada 11 kabupaten/kota yang menerapkan program itu dikarenakan harus menyesuaikan sarana dan prasarana yang dimiliki tiap daerah. Di Jatim yang siap antara lain adalah Kota Malang dan Kota Blitar. (nal/eza)


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 18:38

BREAKING NEWS!!! Speedboat Ditabrak, Penumpang Diduga TKI Yang...

NUNUKAN - Kecelakaan lalu lintas perairan kembali memakan korban, Selasa (23/1/2018). Satu unit speedboat …

Selasa, 23 Januari 2018 12:54

Menang PTUN, Tiga Pejabat Dilantik

NUNUKAN – Tiga aparatur sipil negara (ASN) yang memenangkan gugatan terhadap Bupati Nunukan, Hj.…

Selasa, 23 Januari 2018 12:52

AWAS KELUPAAN..ASN Dilarang Komentar di Facebook

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura yang baru saja melantik empat aparatur sipil negara (ASN)…

Selasa, 23 Januari 2018 12:30

Pemanfaatan Air Masih Sebatas Desa Lapri

EMBUNG Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Utara mulai dapat dimanfaatkan warga. Saat ini sebanyak 170 rumah…

Selasa, 23 Januari 2018 12:09

APBD Lambat, SOA Terdampak

NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Penumpang 2018 hingga saat ini belum juga berjalan. Padahal, aktivitas…

Selasa, 23 Januari 2018 12:08

12 Tahun Jembatan Tak Tersentuh Perbaikan

NUNUKAN - Dermaga Inhutani dan Sungai Bolong merupakan dermaga vital bagi petani dan pedagang. Sebab,…

Selasa, 23 Januari 2018 12:06

Aktifkan Pos Kamling, Tempatkan Personel Ronda Malam

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan turun tangan menangani maraknya aksi pencurian akhir-akhir…

Selasa, 23 Januari 2018 11:58

Beras ‘Tetangga’ Makin Langka

MESKIPUN harga beras asal Tawau, Malaysia tak semahal beras dalam negeri, masyarakat Nunukan tetap bertahan…

Senin, 22 Januari 2018 14:13

Rp 250 Miliar untuk PLTMG Mansapa

NUNUKAN – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Kelurahan Mansapa, Kecamatan…

Senin, 22 Januari 2018 14:02

Jangan Curhat di Medsos, Tapi Laporkan!

NUNUKAN – Ada banyak faktor yang melatarbelakangi sejumlah aksi kriminalitas akhir-akhir ini.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .