MANAGED BY:
SELASA
12 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 11 Juli 2017 20:01
Pemilik Lahan Ancam Tempuh Jalur Hukum

Pemkab Akui Masih Ada Masalah Soal Lahan Bandara

SENGKETA: Proyek pengembangan landasan pacu Bandara Nunukan kembali diprotes karena dinilai pembebasan lahan dari masyarakat belum rampung. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Proyek pengembangan landasan pacu atau runway Bandar Udara (Bandara) Nunukan harus terhenti setelah persoalan terkait kepemilikan lahan belum juga kelar. Masyarakat yang mengaku sebagai pemilik lahan akan menempuh jalur hukum jika proyek tersebut tetap dilanjutkan selagi permasalahan belum menemui titik temu.

Syarifuddin, anak dari salah satu pemilik lahan mengatakan, untuk lahan Bandara Nunukan hingga saat ini masih bermasalah. Sejak bertahun-tahun masalah tersebut belum ada titik temunya hingga saat ini. “Saya tidak akan banyak bernegosiasi lagi dengan Pemkab Nunukan, segera saya laporkan persoalan ini ke aparat hukum,” kata Syarifuddin kepada Radar Nunukan, Senin (10/7).

Menurutnya, hingga saat ini pembebasan lahan belum dilakukan. Namun pembangunan landasan pacu bandara tetap saja dilanjutkan. Ia pun menilai hal itu tidak masuk akal, karena biaya pembangunan tentu lebih tinggi dibanding biaya pembebasan lahan.

Sejak 2008 masalah pernah dimunculkan, namun tidak ada niat baik dari Pemkab Nunukan untuk menyelesaikan. Pemilik lahan yang ada di sekitar Bandara Nunukan memiliki data yang lengkap. Sehingga kembali menuntut. “Jika data kami tidak lengkap, mustahil berani menuntut seperti ini. Semua bukti dari pemilik lahan itu ada disimpan,” ujarnya.

Lanjut dia, beberapa pemilik lahan di Bandara Nunukan hingga saat ini masih menunggu kejelasan dari Pemkab Nunukan terkait pembayaran yang belum dilunaskan. Bahkan, terkait pekerjaan lanjutan pembangunan landasan pacu diberhentikan sementara waktu, hingga ada titik penyelesaian dari Pemkab Nunukan dan instansi terkait dengan Bandara Nunukan. “Untuk lahan yang sementara masih bermasalah, saya minta agar pekerjaan diberhentikan sementara,” tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanahan Nunukan, Jainuddin Palantara mengakui, jika lahan di Bandara Nunukan masih ada sedikit permasalahan yang belum diselesaikan. Sehingga, ada beberapa warga masih mempertanyakan soal lahan yang diakui miliknya. “Saya belum pelajari lahan mana saja yang diakui masyarakat itu, karena menurut pihak bandara lahan itu sudah dibebaskan,” kata Jainuddin kepada media ini kemarin.

Menurutnya, lahan Bandara Nunukan saat ini merupakan aset Pemerintah Kalimantan Timur (Kaltim), sehingga masih perlu mengumpulkan data kembali. Karena awal pembebasan lahan tersebut dilakukan sejak lama, saat Nunukan masih menjadi kecamatan dan tergabung dalam Kabupaten Bulungan. “Dulu Nunukan masuk dalam Kabupaten Bulungan, jadi arsip datanya tentu ada di Pemprov Kaltim. Harus dicari dulu,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bandara Nunukan, Nurul Anwar mengatakan, lahan di Bandara Nunukan ada tiga jenis lahan. Yakni, milik Pemkab Nunukan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. “Memang ada sedikit masalah soal lahan Bandara Nunukan ini, ada warga yang mengklaim lahan tersebut,” kata Nurul Anwar.

Menurutnya, lahan yang dibangun saat ini telah dibayar Pemkab Nunukan, namun ada yang tersisa belum terbayarkan. Sehingga pemilik lahan datang meminta untuk memberhentikan pekerjaan pembangunan landasan pacu Bandara Nunukan.

“Pekerjaan ini permintaan dari bupati, jadi pekerjaan terus dilanjutkan hingga saat ini. Jika ada yang melarang saya panggil aparat. Terpaksa gunakan jalur hukum saja,” ujarnya. (nal/eza)


BACA JUGA

Selasa, 12 Desember 2017 10:02

Rekanan Minta Kepastian Pembayaran

NUNUKAN – Puncak kesabaran kontraktor atau rekanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan akhirnya…

Selasa, 12 Desember 2017 09:59

Daya Listrik Surplus, Daftar Tunggu Mulai Dilayani

NUNUKAN – Enam unit mesin baru Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sei Bilal dengan daya 6…

Senin, 11 Desember 2017 10:56

Rawan Perampokan, Nelayan Takut Melaut

NUNUKAN – Nelayan di Pulau Sebatik semakin was-was saat turun melaut. Aksi perampok bersenjata…

Senin, 11 Desember 2017 10:54

Lapas Punya Tujuh Narapidana di Bawah Umur

NUNUKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Nunukan memiliki tujuh penghuni warga binaan…

Senin, 11 Desember 2017 09:26

Banyak Rampok, Nelayan Was-was Melaut

NUNUKAN – Nelayan di Pulau Sebatik semakin was-was saat turun melaut. Aksi perampok bersenjata…

Senin, 11 Desember 2017 09:25

Harga Rumput Laut Membaik

NUNUKAN – Harga komoditas unggulan Nunukan, yakni rumput laut terus mengalami tren positif. Sempat…

Sabtu, 09 Desember 2017 10:50

X-Ray Masih Sulit Deteksi Barang Tersembunyi

NUNUKAN – Pengungkapan narkoba yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan,…

Sabtu, 09 Desember 2017 10:45

Disdukcapil Tunggu Juknis dari Kemendagri

NUNUKAN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Nunukan memastikan akan melaksanakan…

Jumat, 08 Desember 2017 11:27

Belum Ada Bantuan Pengganti Pukat Hela

NUNUKAN – Penggantian alat tangkap pukat hela sesuai edaran Kementerian Kelautan dan Perikanan…

Jumat, 08 Desember 2017 11:25

Tak Mampu Ikuti UMK, Perusahaan Wajib Bersurat

NUNUKAN – Pasca pengesahan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2018, pihak perusahaan kini wajib menjalankan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .