MANAGED BY:
MINGGU
20 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 11 Juli 2017 20:01
Pemilik Lahan Ancam Tempuh Jalur Hukum

Pemkab Akui Masih Ada Masalah Soal Lahan Bandara

SENGKETA: Proyek pengembangan landasan pacu Bandara Nunukan kembali diprotes karena dinilai pembebasan lahan dari masyarakat belum rampung. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Proyek pengembangan landasan pacu atau runway Bandar Udara (Bandara) Nunukan harus terhenti setelah persoalan terkait kepemilikan lahan belum juga kelar. Masyarakat yang mengaku sebagai pemilik lahan akan menempuh jalur hukum jika proyek tersebut tetap dilanjutkan selagi permasalahan belum menemui titik temu.

Syarifuddin, anak dari salah satu pemilik lahan mengatakan, untuk lahan Bandara Nunukan hingga saat ini masih bermasalah. Sejak bertahun-tahun masalah tersebut belum ada titik temunya hingga saat ini. “Saya tidak akan banyak bernegosiasi lagi dengan Pemkab Nunukan, segera saya laporkan persoalan ini ke aparat hukum,” kata Syarifuddin kepada Radar Nunukan, Senin (10/7).

Menurutnya, hingga saat ini pembebasan lahan belum dilakukan. Namun pembangunan landasan pacu bandara tetap saja dilanjutkan. Ia pun menilai hal itu tidak masuk akal, karena biaya pembangunan tentu lebih tinggi dibanding biaya pembebasan lahan.

Sejak 2008 masalah pernah dimunculkan, namun tidak ada niat baik dari Pemkab Nunukan untuk menyelesaikan. Pemilik lahan yang ada di sekitar Bandara Nunukan memiliki data yang lengkap. Sehingga kembali menuntut. “Jika data kami tidak lengkap, mustahil berani menuntut seperti ini. Semua bukti dari pemilik lahan itu ada disimpan,” ujarnya.

Lanjut dia, beberapa pemilik lahan di Bandara Nunukan hingga saat ini masih menunggu kejelasan dari Pemkab Nunukan terkait pembayaran yang belum dilunaskan. Bahkan, terkait pekerjaan lanjutan pembangunan landasan pacu diberhentikan sementara waktu, hingga ada titik penyelesaian dari Pemkab Nunukan dan instansi terkait dengan Bandara Nunukan. “Untuk lahan yang sementara masih bermasalah, saya minta agar pekerjaan diberhentikan sementara,” tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanahan Nunukan, Jainuddin Palantara mengakui, jika lahan di Bandara Nunukan masih ada sedikit permasalahan yang belum diselesaikan. Sehingga, ada beberapa warga masih mempertanyakan soal lahan yang diakui miliknya. “Saya belum pelajari lahan mana saja yang diakui masyarakat itu, karena menurut pihak bandara lahan itu sudah dibebaskan,” kata Jainuddin kepada media ini kemarin.

Menurutnya, lahan Bandara Nunukan saat ini merupakan aset Pemerintah Kalimantan Timur (Kaltim), sehingga masih perlu mengumpulkan data kembali. Karena awal pembebasan lahan tersebut dilakukan sejak lama, saat Nunukan masih menjadi kecamatan dan tergabung dalam Kabupaten Bulungan. “Dulu Nunukan masuk dalam Kabupaten Bulungan, jadi arsip datanya tentu ada di Pemprov Kaltim. Harus dicari dulu,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bandara Nunukan, Nurul Anwar mengatakan, lahan di Bandara Nunukan ada tiga jenis lahan. Yakni, milik Pemkab Nunukan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. “Memang ada sedikit masalah soal lahan Bandara Nunukan ini, ada warga yang mengklaim lahan tersebut,” kata Nurul Anwar.

Menurutnya, lahan yang dibangun saat ini telah dibayar Pemkab Nunukan, namun ada yang tersisa belum terbayarkan. Sehingga pemilik lahan datang meminta untuk memberhentikan pekerjaan pembangunan landasan pacu Bandara Nunukan.

“Pekerjaan ini permintaan dari bupati, jadi pekerjaan terus dilanjutkan hingga saat ini. Jika ada yang melarang saya panggil aparat. Terpaksa gunakan jalur hukum saja,” ujarnya. (nal/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Mei 2018 08:46

Warga di Sini Jadi Incaran Buaya dan Ular Sembakung

NUNUKAN – Warga di Desa Tepian, Kecamatan Sembakung membutuhkan perhatian dari pemerintah. Sebab…

Sabtu, 19 Mei 2018 08:44

Layanan Belum Memenuhi Keinginan Masyarakat

NUNUKAN – Sistem birokrasi dalam tubuh pemerintah, masih banyak yang dikeluhkan oleh masyarakat.…

Jumat, 18 Mei 2018 12:38

Defisit, Pembangunan Sulit Terlaksana

NUNUKAN - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Nunukan…

Jumat, 18 Mei 2018 12:13

Pengecer Gas Melon Ilegal Segera Ditangani Tim Satgas

NUNUKAN – Persoalan gas melon 3 kilogram (kg) di wilayah perbatasan belum berakhir. Sampai saat…

Jumat, 18 Mei 2018 12:08

Calon Anggota Legislatif Dilarang Kampanye

NUNUKAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan telah menyampaikan larangan kampanye melalui…

Jumat, 18 Mei 2018 12:06

Pencuri Handphone di Jok Motor Dibekuk

NUNUKAN – Salah seorang pelaku pencurian sejumlah handphone yang diletakkan di kantong serta jok…

Jumat, 18 Mei 2018 12:04

Terjadi Gangguan, Maskapai Ini Gagal Terbang Perdana

NUNUKAN – Maskapai Aviastar yang ditetapkan sebagai pememang lelang Subsidi Ongkos Angkut (SOA)…

Kamis, 17 Mei 2018 11:17

Temukan Barang Terlarang di Lapas

NUNUKAN – Tak ingin kejadian kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Depok, beberapa waktu…

Rabu, 16 Mei 2018 11:38

ANJING LIAR MENGGILA..!! Korban Gigitan Bertambah, Penindakan Stagnan

NUNUKAN — Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Nunukan dr. Ika Bihandayani tak menampik…

Rabu, 16 Mei 2018 11:24

Stok Blangko Cukup, Server Gangguan

NUNUKAN — Pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP kembali terganggu. Server…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .