MANAGED BY:
SENIN
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 11 Juli 2017 20:01
Pemilik Lahan Ancam Tempuh Jalur Hukum

Pemkab Akui Masih Ada Masalah Soal Lahan Bandara

SENGKETA: Proyek pengembangan landasan pacu Bandara Nunukan kembali diprotes karena dinilai pembebasan lahan dari masyarakat belum rampung. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Proyek pengembangan landasan pacu atau runway Bandar Udara (Bandara) Nunukan harus terhenti setelah persoalan terkait kepemilikan lahan belum juga kelar. Masyarakat yang mengaku sebagai pemilik lahan akan menempuh jalur hukum jika proyek tersebut tetap dilanjutkan selagi permasalahan belum menemui titik temu.

Syarifuddin, anak dari salah satu pemilik lahan mengatakan, untuk lahan Bandara Nunukan hingga saat ini masih bermasalah. Sejak bertahun-tahun masalah tersebut belum ada titik temunya hingga saat ini. “Saya tidak akan banyak bernegosiasi lagi dengan Pemkab Nunukan, segera saya laporkan persoalan ini ke aparat hukum,” kata Syarifuddin kepada Radar Nunukan, Senin (10/7).

Menurutnya, hingga saat ini pembebasan lahan belum dilakukan. Namun pembangunan landasan pacu bandara tetap saja dilanjutkan. Ia pun menilai hal itu tidak masuk akal, karena biaya pembangunan tentu lebih tinggi dibanding biaya pembebasan lahan.

Sejak 2008 masalah pernah dimunculkan, namun tidak ada niat baik dari Pemkab Nunukan untuk menyelesaikan. Pemilik lahan yang ada di sekitar Bandara Nunukan memiliki data yang lengkap. Sehingga kembali menuntut. “Jika data kami tidak lengkap, mustahil berani menuntut seperti ini. Semua bukti dari pemilik lahan itu ada disimpan,” ujarnya.

Lanjut dia, beberapa pemilik lahan di Bandara Nunukan hingga saat ini masih menunggu kejelasan dari Pemkab Nunukan terkait pembayaran yang belum dilunaskan. Bahkan, terkait pekerjaan lanjutan pembangunan landasan pacu diberhentikan sementara waktu, hingga ada titik penyelesaian dari Pemkab Nunukan dan instansi terkait dengan Bandara Nunukan. “Untuk lahan yang sementara masih bermasalah, saya minta agar pekerjaan diberhentikan sementara,” tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanahan Nunukan, Jainuddin Palantara mengakui, jika lahan di Bandara Nunukan masih ada sedikit permasalahan yang belum diselesaikan. Sehingga, ada beberapa warga masih mempertanyakan soal lahan yang diakui miliknya. “Saya belum pelajari lahan mana saja yang diakui masyarakat itu, karena menurut pihak bandara lahan itu sudah dibebaskan,” kata Jainuddin kepada media ini kemarin.

Menurutnya, lahan Bandara Nunukan saat ini merupakan aset Pemerintah Kalimantan Timur (Kaltim), sehingga masih perlu mengumpulkan data kembali. Karena awal pembebasan lahan tersebut dilakukan sejak lama, saat Nunukan masih menjadi kecamatan dan tergabung dalam Kabupaten Bulungan. “Dulu Nunukan masuk dalam Kabupaten Bulungan, jadi arsip datanya tentu ada di Pemprov Kaltim. Harus dicari dulu,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bandara Nunukan, Nurul Anwar mengatakan, lahan di Bandara Nunukan ada tiga jenis lahan. Yakni, milik Pemkab Nunukan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. “Memang ada sedikit masalah soal lahan Bandara Nunukan ini, ada warga yang mengklaim lahan tersebut,” kata Nurul Anwar.

Menurutnya, lahan yang dibangun saat ini telah dibayar Pemkab Nunukan, namun ada yang tersisa belum terbayarkan. Sehingga pemilik lahan datang meminta untuk memberhentikan pekerjaan pembangunan landasan pacu Bandara Nunukan.

“Pekerjaan ini permintaan dari bupati, jadi pekerjaan terus dilanjutkan hingga saat ini. Jika ada yang melarang saya panggil aparat. Terpaksa gunakan jalur hukum saja,” ujarnya. (nal/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:08

Pengembangan Runway Bandara Dihentikan

NUNUKAN – Pengembangan landasan pacu atau runway Bandar Udara (Bandara) Nunukan harus dihentikan…

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:06

Diduga Depresi, Deportan Terjun dari Lantai 3

NUNUKAN – Diduga depresi, Bukhori Alfan (22), seorang korban deportasi yang ditampung di Rumah…

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:05

Diduga Depresi, Deportan Terjun dari Lantai 3

NUNUKAN – Diduga depresi, Bukhori Alfan (22), seorang korban deportasi yang ditampung di Rumah…

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:00

Maknai Kemerdekaan dengan Cara Berbeda

Nunukan – Berbagai cara dilakukan untuk memperingati hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia…

Jumat, 18 Agustus 2017 18:24

Sang Merah Putih di Perbatasan

NUNUKAN – Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia digelar serentak di seluruh Indonesia.…

Jumat, 18 Agustus 2017 18:18

Terdakwa Sabu 7 Kg Jadi Saksi di Persidangannya

NUNUKAN – Sidang lanjutan perkara narkotika golongan satu jenis sabu seberat 7 kilogram (kg) berlanjut,…

Selasa, 15 Agustus 2017 15:32

Alkes Minim, Pasien Pilih Berobat ke Malaysia

NUNUKAN – Minimnya fasilitas kesehatan di wilayah perbatasan membuat masyarakatnya harus berobat…

Selasa, 15 Agustus 2017 15:31

Belum Ada Tanda-Tanda MEA di Perbatasan

NUNUKAN – Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) hingga saat ini belum berlaku untuk wilayah perbatasan,…

Senin, 14 Agustus 2017 11:25

PKL Eks Alun-Alun Keluhkan Sepi Pembeli

NUNUKAN – Pasca dipindahkan dari Alun-alun Nunukan ke halaman samping gedung UKM Centre Nunukan,…

Senin, 14 Agustus 2017 11:23

Jelang Hari Kemerdekaan, WNI Akan Banjiri KJRI

NUNUKAN - Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia (RI), Kamis (17/8) mendatang,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .