MANAGED BY:
RABU
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 11 Juli 2017 19:57
Diwarnai Tangisan, Sibuk Cari Kelas hingga Celana Kedodoran

Melihat Suasana Sekolah Perdana Murid SD

YAKINKAN: Terlihat orang tua murid sedang membujuk anaknya agar ingin duduk di bangkunya. Banyak kejadian-kejadian lucu di hari pertama sekolah yang terjadi, Senin (10/7). SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, Pukul 06.45 wita, suasana pagi hari, Senin (10/7) menjadi sejarah penting ribuan anak yang resmi menjadi murid di sejumlah Sekolah Dasar (SD). Termasuk anak-anak di wilayah perbatasan ini. Bahkan, kejadian-kejadian aneh juga sempat dirasakan murid dan orang tuanya. Seperti apa kisahnya, berikut liputannya.

SYAMSUL BAHRI

MENGAWALI sebuah kegiatan tentu memiliki pengalaman yang begitu berharga. Seperti halnya pengalaman dan perasaan yang dialami para murid baru di tingkat SD. Rasa sungkan, malu dan perasaan lainnya bercampur aduk. Begitu juga rasa penasaran dan bahagia karena memiliki hal-hal baru.

Di hari pertama bersekolah, sejumlah kejadian menarik dan lucu terjadi. Khususnya yang dialami murid-murid. Mereka terlihat kaku dengan suasana sekolah yang baru. Beberapa di antaranya tak ingin berpisah dengan ibu atau ayahnya. Sehingga, ruangan kelas, yang hanya diperuntukan bagi anak-anak terpaksa digunakan juga orang tua.

Seperti yang terlihat di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 005 Nunukan. Seorang guru wali kelas 1, terlihat sudah sangat berpengalaman dengan situasi tersebut. Orang tua diminta untuk tetap mendampingi anaknya selama proses pengenalan dilakukan. Sebab, hal tersebut menghindari adanya murid yang menangis.

Namun, itu semua tetap terjadi. Beberapa murid baru masih enggan ditinggalkan orang tuanya. Bahkan, ada yang sampai menangis minta pulang. Selain itu, beberapa murid yang terlihat masih mengantuk merasa tidak nyaman dan memilih berbaring di pangkuan ibunya. Berbagai cara orang tua membujuk anaknya agar dapat kembali ke bangkunya. Ada yang digendong ada pula yang terus membujuk dengan menjanjikan barang kesukaannya.

Seperti yang dirasakan Julian Pratama (6). Menurut ibunya, Sri Ardianti (32), sejak semalam anaknya terlihat begitu semangat untuk ke sekolah. Sejak malam, pakaian yang digunakan dan buku-buku yang dimiliki semuanya yang serba baru dipegang dan tak ingin dilepasnya. “Ya, begitulah anak-anak. Tidak sabar mau sekolah dan lihat teman barunya,” ungkap Sri, sapaan akrabnya saat mengantar anaknya kemarin.

Namun, ketika di sekolah, katanya, sudah ingin cepat pulang. Alasannya masih malu dan belum punya teman. Sri mengaku membujuk anaknya dengan berjanji membelikannya sepeda agar mau kembali ke bangkunya. Lain lagi yang dialami Fahrun (41), ayah Farhan (7). Ia terlihat masih sibuk mencari nama kelas anaknya. Sebab, 3 kelas yang dibuka untuk kelas 1, belum juga menemukan nama anaknya. Sehingga, Fahrun terlihat panik mencari seorang guru mendapatkan informasi. “Dari tadi saya cari namanya. Kok tidak ada. Tapi, saya sudah daftar ulang juga. Mungkin belum ditulis atau bagaimana ya?,” ujarnya seraya berlalu ke ruang guru.

Belum sempat sampai di ruang guru, seorang staf sekolah memanggilnya dan menunjukkan nama anaknya. Ternyata, sang ayah tidak teliti mencari nama anaknya. “Ternyata di kelas 1B. Saya kira bukan nama anak saya tadi,” ujanya sembari tertawa.

Lain Julian dan Farhan. Arman (7) yang datang di antara tantenya karena ibunya sedang di luar kota justru mengalami hal yang lebih lucu lagi. Celana sekolah yang digunakan sedikit kedodoran. Sebab, tali pinggang digunakan rusak. Sehingga tidak mampu menahan celana yang digunakan. “Iya pak, memang bukan celananya. Punya abangnya. Yang dia punya di simpan ibunya. Kami tidak tahu disimpan di mana. Makanya pakai yang ada saja,” aku Mita (27) tante Arman.  

Kepala SDN 005 Nunukan, Muhammad Jasmin Gerin S.Pd yang sempat ditemui mengatakan, suasana seperti ini merupakan suasana yang sering terjadi setiap tahun ajaran baru. Kejadian-kejadian unik banyak dialami. Agar murid-murid baru tidak kaku, setiap wali kelas mereka hanya memperkenalkan diri saja. Khususnya kepada orang tua murid tadi.

“Makanya, ibu atau bapak murid itu kami minta masuk di kelas juga. Sekalian mendampingi anaknya yang masih baru dan perkenalan dengan wali kelas anaknya,” jelas Jasmin kepada media ini.

Dikatakan, aktivitas belajar mengajar bagi murid baru kemungkinan baru dapat dilakukan setelah 3 hari proses pengenalan. Tidak langsung menghadapi pelajaran. Sebab, hal ini diharapkan dapat membangun keakraban antara murid-murid yang lainya. Demikian juga anak-anak yang masih malu dan takut ke sekolah diajak untuk mencintai lingkungan sekolah dulu.

“Hal yang wajar memang. Namanya murid baru, semuanya serba baru. Makanya butuh penyesuaian pula. Semoga saja, orang tua bisa membantu anaknya agar terbiasa mandiri. Lambat laun anak baru ini akan terbiasa juga. Seperti kakak-kakak kelas mereka. Semuanya sama. Karena sudah kenal dengan temannya, maka mereka juga sudah berani,” pungkasnya. (***/eza)


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 18:38

BREAKING NEWS!!! Speedboat Ditabrak, Penumpang Diduga TKI Yang...

NUNUKAN - Kecelakaan lalu lintas perairan kembali memakan korban, Selasa (23/1/2018). Satu unit speedboat …

Selasa, 23 Januari 2018 12:54

Menang PTUN, Tiga Pejabat Dilantik

NUNUKAN – Tiga aparatur sipil negara (ASN) yang memenangkan gugatan terhadap Bupati Nunukan, Hj.…

Selasa, 23 Januari 2018 12:52

AWAS KELUPAAN..ASN Dilarang Komentar di Facebook

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura yang baru saja melantik empat aparatur sipil negara (ASN)…

Selasa, 23 Januari 2018 12:30

Pemanfaatan Air Masih Sebatas Desa Lapri

EMBUNG Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Utara mulai dapat dimanfaatkan warga. Saat ini sebanyak 170 rumah…

Selasa, 23 Januari 2018 12:09

APBD Lambat, SOA Terdampak

NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Penumpang 2018 hingga saat ini belum juga berjalan. Padahal, aktivitas…

Selasa, 23 Januari 2018 12:08

12 Tahun Jembatan Tak Tersentuh Perbaikan

NUNUKAN - Dermaga Inhutani dan Sungai Bolong merupakan dermaga vital bagi petani dan pedagang. Sebab,…

Selasa, 23 Januari 2018 12:06

Aktifkan Pos Kamling, Tempatkan Personel Ronda Malam

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan turun tangan menangani maraknya aksi pencurian akhir-akhir…

Selasa, 23 Januari 2018 11:58

Beras ‘Tetangga’ Makin Langka

MESKIPUN harga beras asal Tawau, Malaysia tak semahal beras dalam negeri, masyarakat Nunukan tetap bertahan…

Senin, 22 Januari 2018 14:13

Rp 250 Miliar untuk PLTMG Mansapa

NUNUKAN – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Kelurahan Mansapa, Kecamatan…

Senin, 22 Januari 2018 14:02

Jangan Curhat di Medsos, Tapi Laporkan!

NUNUKAN – Ada banyak faktor yang melatarbelakangi sejumlah aksi kriminalitas akhir-akhir ini.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .