MANAGED BY:
RABU
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

KULINER

Sabtu, 08 Juli 2017 10:01
Nikmatnya Cicipi Sambal Dayak
FOTO AYU LYSNA/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, SAMBAL memiliki cita rasa yang pedas, disajikan untuk menambah cita rasa dan selera makan. Bahan utama yang digunakan tentunya menggunakan cabai rawit atau lombok dengan tambahan variasi bahan lainnya. Sama seperti halnya sambal dayak buatan tangan dari Yuliatin.

Saat ditemui tim Kuliner Radar Tarakan, kemarin (7/7), ia menceritakan bahwa sambal buatannya diracik khusus menggunakan bahan utama lombok yang ditanam oleh Suku Dayak di belantara hutan Kalimantan. Menurutnya, lombok ini memiliki cita rasa pedas yang lebih gurih saat diolah nantinya menjadi sambal.

Yah saya memilih lombok dayak ini karena rasa yang dihasilkan cukup berbeda dari yang lainnya,” ujar Yuli-sapaan akrabnya, di bilangan Aki Balak, Kelurahan Juata Kerikil.

Ia mengungkapkan, berbeda dengan lombok yang lain, dengan ciri memiliki tekstur yang agak keras dan cita rasa yang sangat pedas, membuat sambal buatannya cukup komplit.

“Saya menyukai lombok dayak ini karena tahan alias nggak mudah busuk,” bebernya.

Sambal tentunya sangat berpengaruh dengan jumlah dan jenis cabai atau lombok yang digunakan sebagai bahan sambal tersebut. Ia menuturkan, tidak ada batasan kreasi dan variasi dalam cara membuat sambal, semuanya tergantung dengan selera dan level ketahanan masing-masing dalam mengonsumsi pedas.

“Cita rasa pedasnya juga sangat berasa. Karena saya menggunakan dua level pedas yang berbeda, jadi ada pilihan juga,” ucap Yuli.

Dengan menambahkan bahan yang berbeda-beda di setiap varian rasanya seperti ebi, ikan asin pepija, kepiting, bandeng dan cumi-cumi, sambal buatannya hingga saat ini cukup diminati di berbagai kalangan konsumen.

Alhamdulilah responsnya pada baik dan suka. Kalau yang menjadi favorit yaitu rasa ebi dan ikan asin pepija,” bebernya.

“Dan sambal ini bertahan dari dua hingga tiga bulan asalkan saat mengonsumsi tidak mencampurkan sendok lainnya, nantinya jadi basi,” sambungnya.

Wanita berusia 33 tahun ini juga mengatakan, bahwa dirinya sudah mengolah sambal dalam jangka waktu setahun. Dikarenakan ingin mengangkat potensi daerah Kalimantan Utara (Kaltara) yang kaya dengan hasil laut, maka dari itu, resep sambal yang inisiatif dan berinovasi selalu dikembangkannya dengan berbagai tambahan bahan seafood.

“Jika menggunakan nama daerah, maka potensi kuliner daerah kita juga akan naik,” ungkapnya sembari tersenyum. (ays/zia)


BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .