MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 30 Juni 2017 11:21
Warga Negara Filipina Itu Tak Terlibat Jaringan Teroris

WN Filipina ‘Digarap’ Imigrasi

DIPERIKSA: Setelah menjalani pemeriksaan, JK yang sempat dicurigai sebagai teroris diserahkan Polres Nunukan ke Imigrasi Klas II Nunukan. IMIGRASI UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Setelah melalui sejumlah pemeriksaan, Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina yang diamankan di Sebatik berinisial JK (30) telah diserahkan ke Imigrasi Klas II Nunukan untuk diproses lebih lanjut karena masuk ke Indonesia secara ilegal.

Sebelumnya, JK sempat dicurigai sebagai teroris pelarian dari Filipina. Sebagaimana diketahui Kota Marawi, Filipina masih terjadi konflik antara kelompok Maute yang berafiliasi ke ISIS dengan pasukan pemerintah Filipina.

Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Ade Yaya Suryana menjelaskan, usai melakukan pemeriksaan terhadap JK. Diketahui, pria tersebut tak ada indikasi jaringan kelompok teroris asal Filipina. “Perkembangan terakhir setelah diperiksa, diketahui JK tidak ada indikasi jaringan teroris asal Filipina. Pelaku kini diserahkan ke Imigrasi Nunukan,” beber Ade Yaya Suryana kepada Radar Nunukan, Kamis (29/6).

Dijelaskan, JK diamankan lantaran saat personel Polsek Sebatik Timur melakukan pemeriksaan terhadap penumpang dan barang bawaan dan diketahui JK tidak memiliki identitas. Serta, ia ingin menuju Kota Tarakan dengan menumpangi speedboat reguler.

“Kondisi tersebut membuat personel curiga. Sesaat kemudian ada warga yang melihat dokumen yang sedang berada di atas permukaan air, tepatnya di bawah jembatan Dermaga Sei Pancang, setelah diperiksa ternyata sebuah paspor milik JK. Untuk itu, JK diamankan kemudian dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Ade.

Di tempat berbeda, Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Penindakan Imigrasi Klas II Nunukan, Bimo Mardi Wibowo menjelaskan, saat ini JK masih ditahan di ruang detensi Imigrasi Nunukan. Hingga kini pihaknya belum melakukan pemeriksaan terhadap JK. “Sementara, masih ditahan di Kantor Imigrasi Nunukan. Menunggu selesai cuti bersama,” jelas Bimo ketika dikonfirmasi pewarta harian ini.

Ia menegaskan, JK bakal diperiksa pada Senin (3/7) mendatang. Sebab, JK diserahkan ke Imigrasi pada Jumat (23/6) lalu bertepatan dengan cuti bersama. Diketahui, JK masuk ke Indonesia melalui jalur ilegal, namun JK memiliki identitas seperti paspor. 

Sehingga, pelaku diduga melanggar Pasal 113 Undang-undang (UU) Nomor 6/2011 tentang keimigrasian. “Mulai Senin nanti kami lakukan pemeriksaan. Untuk memastikan pelaku melanggar pasal berapa dan sanksi yang bakal dikenakan kepada JK,” ungkap Bimo sapaan akrabnya.

Saat kali pertama diamankan,petugas menyita beberapa barang milik JK. Di antaranya, paspor, tiket pesawat, kartu identitas (IC) Filipina, file pekerjaan, smartphone dan satu hard disk. Ada pula buku panduan tata bahasa Melayu, buku cerita Sharifah Abu Salem, buku agenda pribadi, tas ransel beserta pakaian dan minuman kemasan.

Serta, dari hasil pemeriksaan JK melakukan perjalanan dari Manila, Filipina menuju Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia pada April 2017 lalu menggunakan Cebu Pacific Air. Dengan paspor kunjungan, JK tinggal di kampung Hiltob Sentosa, Tawau, Sabah, Malaysia selama kurang lebih sebulan. Dan rencananya bakal melanjutkan perjalanan dari Tarakan menuju ke Tolitoli, Sulawesi Tengah dengan alasan untuk bertemu keluarga.(akz/eza)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 16:56

Berbulan-bulan di Hutan, Aliran Sungai Navigasi Utama

Hutan Kalimantan menyimpan sejuta kekayaan. Salah satunya kayu gaharu. Menjadi buruan meski harus bertaruh…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:52

Dua Parpol Ditegur Bawaslu

NUNUKAN -Dua partai politik (parpol) peserta pemilu 2019 ditegur Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan.…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:52

Kades Dilema, Antara Mundur atau Tidak

NUNUKAN – Kepala Desa (Kades) yang ingin mencalonkan diri sebagai calon anggota Dewan Perwakilan…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:43

3.000 Orang Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilih

NUNUKAN – Berdasarkan aturan yang berlaku, saat pemilihan umum (pemilu) 2019, setiap pemilih harus…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:04

Oknum ASN Cabul Diberhentikan

NUNUKAN - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan akhirnya mengambil…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:03

RTH Direncanakan di Jalan Lingkar

NUNUKAN – Jalan lingkar yang selama ini hanya menjadi jalur transportasi darat dari dan menuju…

Senin, 20 Agustus 2018 17:26

Berjam-jam Menunggu demi Tumpangan

Enam anggota Komunitas Gerakan Batas Negara (GBN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sedang menjalankan…

Senin, 20 Agustus 2018 16:58

Daerah Tak Cicipi Untung

Aktivitas impor barang di Perbatasan Indonesia Nunukan dan Tawau Malaysia memang sudah bukan hal baru.…

Senin, 20 Agustus 2018 16:56

TAKUT KAH?? Satpol PP Tak Tindak Pengecer BBM

NUNUKAN – Pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) belum dilakukan penindakan, karena hingga saat ini…

Senin, 20 Agustus 2018 16:31

Pemkab Segera Lakukan Konsultasi

NUNUKAN – Keberadaan penangkaran buaya tampaknya menjadi hal prioritas di Kelurahan Tanjung Harapan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .