MANAGED BY:
SENIN
26 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Senin, 19 Juni 2017 12:50
KERASSS..!! Panglima TNI Bilang, Jangan Ikuti Ulama Palsu..!!
DI TARAKAN : Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama keluarga besar TNI, Polri dan masyarakat Kaltara menggelar Safari Ramadan di Masjid Baitul Izzah Islamic Center Tarakan, didampingi Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, Minggu (18/6). IFRANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN- Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan agar masyarakat pintar memilih dan memilih ulama atau tokoh agama yang akan dijadikan panutan. Jangan sampai masyarakat salah sehingga menimbulkan perselisihan dan perpecahan yang ujungnya bisa mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara.

“Saya mengingatkan, kalau ada orang bersorban mengaku ulama atau kiai tapi ngomong memecah belah bangsa, itu pasti bukan Islam dari Indonesia. Bisa jadi orang Indonesia yang dididik di luar negeri dengan tujuan untuk merusak Bumi Pertiwi,” kata Gatot, di Masjid Baitul Izzah, Tarakan.  

Sudah sangat jelas, kata Gatot, di dalam hadis Bukhori Muslim menyebutkan, jika seorang mukmin tidak mungkin mencaci maki, berbicara kotor ataupun mengadu domba. “Bila ada orang yang berpakaian ulama dan mengaku sebagai ulama tapi tindakanya memecah Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila, jangan diikuti, itu adalah ulama palsu. Karena Pancasila itu merupakan hadiah yang diberikan umat Islam kepada kemerdekaan Indonesia, jadi tidak mungkin umatnya melakukan tindakan tersebut,” kata Gatot dalam ceramah yang dihadiri Gubernur Kaltara Irianto Lambrie serta pejabat Kaltara lainnya itu.

Panglima menegaskan TNI selalu dekat dan harus dipercaya oleh masyarakat. Kemerdekaan Indonesia tak bisa dilepaskan dari peran umat Islam dan ulama. Baginya, hadiah terbesar dan termulia yang diberikan umat Islam untuk kemerdekaan Indonesia adalah Pancasila, yakni sila pertama yang berbunyi ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’.

Dalam kesempatan itu Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga mengapresiasi jajarannya dan seluruh masyarakat yang sudah memelihara ketertiban dan keamanan Kaltara hingga saat ini. “Saya mengucapkan terima kasih atas kinerja prajurit TNI saat ini. Berdasarkan hasil survei yang diberitahukan Presiden Jokowi kepada saya, TNI mendapatkan kepercayaan tertinggi oleh masyarakat,” bebernya.

Baginya, pencapaian tersebut bukanlah hal yang luar biasa, karena menurutnya sudah menjadi kewajiban bagi prajurit TNI untuk selalu dekat dan dipercaya oleh masyarakat. “Itu sudah menjadi kewajiban kita sebagai prajurit TNI untuk dapat dipercaya,” ucapnya.

Pria dengan bintang empat di pundaknya itu menceritakan, selama ini yang memerdekaan Indonesia bukanlah TNI, namun yang berjuang merebut kemerdekaan adalah rakyat Indonesia yang mayoritas 90 persen adalah muslim. “Sehingga tokoh agamalah yang berhasil menuntaskan perjuangan yang dilakukan, sebelumnya bersifat kedaerahan yang tidak pernah selesai selama 250 tahun,” ungkapnya.

Panglima menuturkan, tokoh agamalah juga yang melahirkan Sumpah Pemuda yakni Budi Utomo. Lahirnya Sumpah Pemuda ini menjadi pemicu perjuangan merebut kemerdekaan dari bangsa penjajah. “Ketika lahir Sumpah Pemuda, kita hanya butuh 17 tahun untuk memerdekakan bangsa, dengan dipelopori para ulama dan santri yang berjuang merebut kemerdekaan dengan menggunakan senjata apa adanya,” ujarnya.

Lanjutnya, setelah Indonesia merdeka, para ulama dan santri kembali ke tempatnya masing-masing. Sebagiannya lagi ada yang tetap tinggal menjaga keamanan rakyat, melalui Badan Keamanan Rakyat (BKR). “Setelah TNI resmi, maka tidak heran Panglima pertamanya adalah seorang ulama, kiai dan guru agama yakni Jenderal Sudirman. Sehingga kaitannya TNI dengan umat Islam tidak bisa terpisahkan,” tuturnya. (jnr/jhn/nri)


BACA JUGA

Minggu, 25 Juni 2017 23:47

Karyawan Non Muslim Rela Menggantikan Jadwal Rekannya yang Muslim

Jika kebanyakan para pekerja diistirahatkan pada hari raya Idul Fitri, maka lain halnya dengan petugas…

Minggu, 25 Juni 2017 23:39

Dari Tradisi Open House Rutin Setiap Tahun, Takjub akan Semangat Gotong Royong

Nuansa lebaran  selalu diidentikkan dengan tradisi open house agar suasana Idul Fitri terasa lebih…

Minggu, 25 Juni 2017 23:25

Enam Bayi Ini Lahir di Hari yang Fitri

TARAKAN — Petugas Bidan Kebidanan Terpadu, Ruang Bougenvile di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)…

Minggu, 25 Juni 2017 23:17

12 Ribu Umat Islam Penuhi Islamic Center

TARAKAN - Sekitar 12 ribu umat Muslim Minggu (25/6) melakukan salat Idul Fitri 1438 Hijriah di Masjid…

Minggu, 25 Juni 2017 12:24

Akses Parah! Padahal Jalan Ini yang Paling Dekat Menuju Masjid

TARAKAN - Ada yang miris dari perayaan kemeriahan Idul Fitri 1438 Hijiriah di Kelurahan Selumit Pantai.…

Minggu, 25 Juni 2017 09:25

Bupati Bulungan H.Sudjati Salat Id di Al-Munawwarah

TANJUNG SELOR - Sama seperti sebelumnya, Bupati Bulungan H.Sudjati kembali salat Idul Fitri 1348 Hijriah…

Sabtu, 24 Juni 2017 23:08

Padat Merayap...Puluhan Kendaraan dan Anak-Anak Warnai Malam Takbiran

TARAKAN - Puluhan kendaran roda dua dan roda empat meramaikan pawai takbiran keliling di Kota Tarakan,…

Sabtu, 24 Juni 2017 14:30

Alamak...Gas PGN Tidak Ngalir Terpaksa Pakai Minyak Tanah Masak Burasnya

TARAKAN - Aktivitas urusan dapur menjelang perayaan Idul Fitri, terhambat lantaran tidak adanya aliran…

Jumat, 23 Juni 2017 16:08

Catat...!!! Ini Rute Pawai Takbiran, Jangan Sampai Ketinggalan Ya...

TARAKAN -  Bagi warga Tarakan, jangan sampai ketinggalan menyaksikan pagelaran malam pawai takbiran…

Jumat, 23 Juni 2017 11:33

18 Motoris cek kesehatan

TARAKAN – Demi keselamatan pemudik yang menggunakan angkutan laut speedboat, kemarin Kesyahbandaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .