MANAGED BY:
SELASA
24 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Senin, 19 Juni 2017 12:50
KERASSS..!! Panglima TNI Bilang, Jangan Ikuti Ulama Palsu..!!
DI TARAKAN : Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama keluarga besar TNI, Polri dan masyarakat Kaltara menggelar Safari Ramadan di Masjid Baitul Izzah Islamic Center Tarakan, didampingi Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, Minggu (18/6). IFRANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN- Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan agar masyarakat pintar memilih dan memilih ulama atau tokoh agama yang akan dijadikan panutan. Jangan sampai masyarakat salah sehingga menimbulkan perselisihan dan perpecahan yang ujungnya bisa mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara.

“Saya mengingatkan, kalau ada orang bersorban mengaku ulama atau kiai tapi ngomong memecah belah bangsa, itu pasti bukan Islam dari Indonesia. Bisa jadi orang Indonesia yang dididik di luar negeri dengan tujuan untuk merusak Bumi Pertiwi,” kata Gatot, di Masjid Baitul Izzah, Tarakan.  

Sudah sangat jelas, kata Gatot, di dalam hadis Bukhori Muslim menyebutkan, jika seorang mukmin tidak mungkin mencaci maki, berbicara kotor ataupun mengadu domba. “Bila ada orang yang berpakaian ulama dan mengaku sebagai ulama tapi tindakanya memecah Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila, jangan diikuti, itu adalah ulama palsu. Karena Pancasila itu merupakan hadiah yang diberikan umat Islam kepada kemerdekaan Indonesia, jadi tidak mungkin umatnya melakukan tindakan tersebut,” kata Gatot dalam ceramah yang dihadiri Gubernur Kaltara Irianto Lambrie serta pejabat Kaltara lainnya itu.

Panglima menegaskan TNI selalu dekat dan harus dipercaya oleh masyarakat. Kemerdekaan Indonesia tak bisa dilepaskan dari peran umat Islam dan ulama. Baginya, hadiah terbesar dan termulia yang diberikan umat Islam untuk kemerdekaan Indonesia adalah Pancasila, yakni sila pertama yang berbunyi ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’.

Dalam kesempatan itu Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga mengapresiasi jajarannya dan seluruh masyarakat yang sudah memelihara ketertiban dan keamanan Kaltara hingga saat ini. “Saya mengucapkan terima kasih atas kinerja prajurit TNI saat ini. Berdasarkan hasil survei yang diberitahukan Presiden Jokowi kepada saya, TNI mendapatkan kepercayaan tertinggi oleh masyarakat,” bebernya.

Baginya, pencapaian tersebut bukanlah hal yang luar biasa, karena menurutnya sudah menjadi kewajiban bagi prajurit TNI untuk selalu dekat dan dipercaya oleh masyarakat. “Itu sudah menjadi kewajiban kita sebagai prajurit TNI untuk dapat dipercaya,” ucapnya.

Pria dengan bintang empat di pundaknya itu menceritakan, selama ini yang memerdekaan Indonesia bukanlah TNI, namun yang berjuang merebut kemerdekaan adalah rakyat Indonesia yang mayoritas 90 persen adalah muslim. “Sehingga tokoh agamalah yang berhasil menuntaskan perjuangan yang dilakukan, sebelumnya bersifat kedaerahan yang tidak pernah selesai selama 250 tahun,” ungkapnya.

Panglima menuturkan, tokoh agamalah juga yang melahirkan Sumpah Pemuda yakni Budi Utomo. Lahirnya Sumpah Pemuda ini menjadi pemicu perjuangan merebut kemerdekaan dari bangsa penjajah. “Ketika lahir Sumpah Pemuda, kita hanya butuh 17 tahun untuk memerdekakan bangsa, dengan dipelopori para ulama dan santri yang berjuang merebut kemerdekaan dengan menggunakan senjata apa adanya,” ujarnya.

Lanjutnya, setelah Indonesia merdeka, para ulama dan santri kembali ke tempatnya masing-masing. Sebagiannya lagi ada yang tetap tinggal menjaga keamanan rakyat, melalui Badan Keamanan Rakyat (BKR). “Setelah TNI resmi, maka tidak heran Panglima pertamanya adalah seorang ulama, kiai dan guru agama yakni Jenderal Sudirman. Sehingga kaitannya TNI dengan umat Islam tidak bisa terpisahkan,” tuturnya. (jnr/jhn/nri)


BACA JUGA

Senin, 23 Oktober 2017 14:21

Booking Online Makin Parah di Aplikasi Online

TARAKAN – Era digital tak hanya bisa memberikan dampak positif, tetapi juga dampak negatif bagi…

Senin, 23 Oktober 2017 14:19

Pelaku Bisa Saja Berstatus Pelajar

TARAKAN – Penggunaan media sosial saat ini marak disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu, yang…

Senin, 23 Oktober 2017 14:17

Terinspirasi Taklukan Lintasan dari Ayah dan Paman

Menjadi seorang pembalap memang tidak mudah. Segala kemungkinan bisa saja terjadi di arena balapan.…

Senin, 23 Oktober 2017 14:15

Terik, Suhu Tarakan Capai 33 Derajat Celcius

TARAKAN – Akhir-akhir ini cuaca di Bumi Paguntaka sangat terik berbeda biasanya. Berdasarkan pantauan…

Senin, 23 Oktober 2017 14:14

PBB Tarakan Penuhi Syarat Berkas Verifikasi

TARAKAN – Partai Bulan Bintang (PBB) masuk dalam daftar parpol yang dinyatakan tidak memenuhi…

Senin, 23 Oktober 2017 14:13

Lingkungan Jalan Mulawarman Segera Ditata

TARAKAN – Penataan lingkungan sekitaran koridor Jalan Mulawarman sepanjang 1,8 kilometer (km),…

Senin, 23 Oktober 2017 14:09

Sudah Diprogram, Belum Dikerja

TARAKAN – Hingga tahun ini, rencana pembangunan trotoar di Jalan Kusuma Bangsa belum juga dilakukan,…

Senin, 23 Oktober 2017 14:07

Sekolah 3 Lantai, Jalan ke Sekolah Lewat Gang

TARAKAN - Ketua Rt 66 Kelurahan Karang Anyar, Saimun mengatakan jalan masuk menuju SDN 041 Tarakan yang…

Senin, 23 Oktober 2017 14:06

Progres Jalan Ring Road Bertahap

TARAKAN- Pembangunan fisik ring road atau jalan tembus untuk Juata Laut ke Binalatung saat ini masih…

Senin, 23 Oktober 2017 14:04

10 Ribu Rumah Belum Teraliri Gas Alam

TARAKAN- Keinginan pemerintah Kota untuk menjadikan Tarakan untuk dapat teraliri jaringan gas (Jargas)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .