MANAGED BY:
RABU
23 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Senin, 19 Juni 2017 12:50
KERASSS..!! Panglima TNI Bilang, Jangan Ikuti Ulama Palsu..!!
DI TARAKAN : Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama keluarga besar TNI, Polri dan masyarakat Kaltara menggelar Safari Ramadan di Masjid Baitul Izzah Islamic Center Tarakan, didampingi Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, Minggu (18/6). IFRANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN- Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan agar masyarakat pintar memilih dan memilih ulama atau tokoh agama yang akan dijadikan panutan. Jangan sampai masyarakat salah sehingga menimbulkan perselisihan dan perpecahan yang ujungnya bisa mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara.

“Saya mengingatkan, kalau ada orang bersorban mengaku ulama atau kiai tapi ngomong memecah belah bangsa, itu pasti bukan Islam dari Indonesia. Bisa jadi orang Indonesia yang dididik di luar negeri dengan tujuan untuk merusak Bumi Pertiwi,” kata Gatot, di Masjid Baitul Izzah, Tarakan.  

Sudah sangat jelas, kata Gatot, di dalam hadis Bukhori Muslim menyebutkan, jika seorang mukmin tidak mungkin mencaci maki, berbicara kotor ataupun mengadu domba. “Bila ada orang yang berpakaian ulama dan mengaku sebagai ulama tapi tindakanya memecah Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila, jangan diikuti, itu adalah ulama palsu. Karena Pancasila itu merupakan hadiah yang diberikan umat Islam kepada kemerdekaan Indonesia, jadi tidak mungkin umatnya melakukan tindakan tersebut,” kata Gatot dalam ceramah yang dihadiri Gubernur Kaltara Irianto Lambrie serta pejabat Kaltara lainnya itu.

Panglima menegaskan TNI selalu dekat dan harus dipercaya oleh masyarakat. Kemerdekaan Indonesia tak bisa dilepaskan dari peran umat Islam dan ulama. Baginya, hadiah terbesar dan termulia yang diberikan umat Islam untuk kemerdekaan Indonesia adalah Pancasila, yakni sila pertama yang berbunyi ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’.

Dalam kesempatan itu Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga mengapresiasi jajarannya dan seluruh masyarakat yang sudah memelihara ketertiban dan keamanan Kaltara hingga saat ini. “Saya mengucapkan terima kasih atas kinerja prajurit TNI saat ini. Berdasarkan hasil survei yang diberitahukan Presiden Jokowi kepada saya, TNI mendapatkan kepercayaan tertinggi oleh masyarakat,” bebernya.

Baginya, pencapaian tersebut bukanlah hal yang luar biasa, karena menurutnya sudah menjadi kewajiban bagi prajurit TNI untuk selalu dekat dan dipercaya oleh masyarakat. “Itu sudah menjadi kewajiban kita sebagai prajurit TNI untuk dapat dipercaya,” ucapnya.

Pria dengan bintang empat di pundaknya itu menceritakan, selama ini yang memerdekaan Indonesia bukanlah TNI, namun yang berjuang merebut kemerdekaan adalah rakyat Indonesia yang mayoritas 90 persen adalah muslim. “Sehingga tokoh agamalah yang berhasil menuntaskan perjuangan yang dilakukan, sebelumnya bersifat kedaerahan yang tidak pernah selesai selama 250 tahun,” ungkapnya.

Panglima menuturkan, tokoh agamalah juga yang melahirkan Sumpah Pemuda yakni Budi Utomo. Lahirnya Sumpah Pemuda ini menjadi pemicu perjuangan merebut kemerdekaan dari bangsa penjajah. “Ketika lahir Sumpah Pemuda, kita hanya butuh 17 tahun untuk memerdekakan bangsa, dengan dipelopori para ulama dan santri yang berjuang merebut kemerdekaan dengan menggunakan senjata apa adanya,” ujarnya.

Lanjutnya, setelah Indonesia merdeka, para ulama dan santri kembali ke tempatnya masing-masing. Sebagiannya lagi ada yang tetap tinggal menjaga keamanan rakyat, melalui Badan Keamanan Rakyat (BKR). “Setelah TNI resmi, maka tidak heran Panglima pertamanya adalah seorang ulama, kiai dan guru agama yakni Jenderal Sudirman. Sehingga kaitannya TNI dengan umat Islam tidak bisa terpisahkan,” tuturnya. (jnr/jhn/nri)


BACA JUGA

Rabu, 23 Agustus 2017 10:38

Ceritakan Masa Sulit dari Berkebun Hingga Jualan Stik Es Lilin

Tak banyak yang mengenal sosok Onggy Hianata di Tarakan. Film layar lebar yang berjudul Terbang: Menembus…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:58

Terbang: Menembus Langit

TARAKAN –  Kemarin, sebagian Jalan Markoni ditutup dan dipadati masyarakat. Bukan karena…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:56

Lulus SD Sudah Jadi Calon Ibu

TARAKAN – Pernikahan dini di Bumi Paguntaka dalam delapan bulan terakhir ternyata kurang lebih…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:54

Hamil Usia Dini Risiko Komplikasi

TARAKAN – Hamil di usia yang sangat muda menjadi masalah utama dalam dunia medis. Sebab, sang…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:53

PAN Pilih Sofian dan Sabar

TARAKAN – Partai pemenang pemilu pada 2014 lalu di Tarakan, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN)…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:51

DAK untuk Perbatasan Dialokasikan Rp 62,44 T

ANGGOTA DPR RI, Hetifah Sjaifudian meminta pemerintah pusat dan daerah pacu pembangunan daerah perbatasan.…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:41

Calhaj asal Tarakan Batuk Pilek

TARAKAN - 149 jamaah calon haji (JCH) asal Kota Tarakan kemarin (21/8) telah usai melaksanakan ibadah…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:38

Korek Informasi Melalui HP SL

TARAKAN – Penyidik Reskrim Polres Tarakan terus kerja keras membongkar motif di balik kasus bayi…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:34

Golkar Belum Tetapkan Figur di Pilkada Tarakan

Tarakan – Meski pertama kali melaksanakan penjaringan bakal calon di Kota Tarakan, Partai Golongan…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:33

Yunus Tampik Isu Maju, Siap Jika Dijadikan Wakil

TARAKAN – Seringnya Dr. H. Muhammad Yunus Abbas S.IP, M.Si mengupdate kegiatannya di media sosial…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .