MANAGED BY:
RABU
23 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Senin, 19 Juni 2017 12:15
Lebaran Habis, THR pun Habis

Sebagian Besar Dibelanjakan Pakaian Baru

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN -  Kumandang takbir tak terasa lima hari lagi akan ditabuh. Artinya, tanda datangnya hari kemenangan umat Islam yakni Idul Fitri akan mendekat, sementara bulan yang penuh rahmat perlahan-lahan mulai meninggalkan umat muslim di seluruh dunia, termasuk di Bumi Paguntaka.

Idul Fitri yang dirayakan setiap 1 Syawal merupakan hari kemenangan setelah sebulan penuh berjuang menahan hawa nafsu di bulan Ramadan. Dan yang menjadi tradisi masyarakat Indonesia, sebelum menyambut Idul Fitri, moment yang ditunggu-tunggu adalah pemasukan tambahan atau Tunjangan Hari Raya (THR) yang diberikan oleh perusahaan.

Namun, masih banyak yang beranggapan jika THR hanya diperuntukkan saat hari raya saja, sehingga tak jarang pemasukan tambahan tersebut habis tanpa sisa.

Radar Tarakan telah melakukan survei (lihat grafis). Sebanyak 36 responden memilih menggunakan THR-nya untuk membeli baju baru (fashion) untuk digunakan saat Idul Fitri dan 26 responden memilih menghabiskan THR-nya membeli sembako untuk disajikan saat hari H lebaran.

Salah seorang pekerja swasta di Bandara Juwata Tarakan, Rizal (24) mengatakan, setiap tahun dia memang mendapatkan THR dari tempatnya bekerja. Biasanya dia gunakan untuk keperluan Idul Fitri termasuk membagikan ‘salam tempel’ untuk anak-anak yang bertamu ke rumahnya.

“Saya sih biasanya langsung kasih ke orang tua untuk keperluan lebaran. Dan disisihkan untuk kasih amplop anak-anak yang ke rumah,” tuturnya.

Tak hanya itu, Rizal juga tak lupa membeli item fashion untuk digunakan saat Lebaran dan jika ada sisanya barulah dia sisihkan untuk simpanannya. Saat ditemui media ini, Rizal mengaku belum menerima tunjangan tambahan dari perusahaannya. Prediksinya akan diberikan saat hari H Idul Fitri.“Mungkin pas hari H lebaran baru dikasih (uang THR, Red)," ucapnya, Rabu (14/6).

Berbeda dengan Rizal, Faizal yang merupakan karyawan di salah satu Bank di Tarakan mengungkapkan, saat ini dia telah menerima THR dari perusahaan tempat dia bekerja. Dia mengaku sangat bersyukur mendapatkan THR, sebab dapat membantu memenuhi kebutuhan hari raya dengan nominal yang cukup disyukurinya. “Ya namanya juga manusia, berapapun yang didapat pasti tidak merasa cukup, kecuali dengan cara disyukuri," katanya.

Fai- sapaan akrabnya biasanya menggunakan THR yang nominalnya sebulan gajinya itu, untuk membayar zakat fitrah. Selebihnya, barulah dia menggunakan untuk kebutuhannya saat Idul Fitri.

“Ya, karena dari penghasilan kita itu terdapat bagian milik orang lain. Jadi saya utamakan berikan kewajiban dulu,” ungkapnya.

Riza Indriani (24) merupakan salah seoarang karyawan PT. Bonanza Tarakan. Ia mengungkapkan, biasanya setiap tahun dia selalu mendapatkan THR. Namun, saat media ini melakukan wawancara, Riza belum menerima tunjangan tersebut. “Biasanya kami dapat kok,” tuturnya Rabu, (14/6).

Pemberian THR oleh perusahaan tempatnya bekerja pun sesuai dengan standar Upah Minimum Kota (UMK) Rp 2.948.000 selama satu bulan gaji. Diceritakan Riza, pada 2016 lalu, Ia dan rekan kerjanya mendapatkan Rp 2,7 juta atau setara dengan UMK saat itu. Pemberian THR dengan nominal tersebut dinilainya cukup.

"Cukup aja. Karena sebanyak apapun kalau namanya uang pasti nggak cukup, biasanya sih aku kasih ke orang tua dulu untuk digunakan saat keperluan Ramadan dan untuk lebaran," ujarnya.

Novianti, salah seorang pegawai BUMN mengaku jika THR yang diberikan di tempatnya bekerja sebagian besar digunakan hanya untuk kebutuhan hari lebaran. Namun dia tetap menyisihkan untuk ditabung karena dia tidak ingin setelah lebaran harus gigit jari karena dihabiskan untuk persiapan saja. “Biasanya aku gunakan untuk keperluan lebaran dan sebagiannya aku sudah masukan tabungan. Jadi nggak habis hanya untuk keperluan saja,”  ungkap perempuan bertubuh mungil itu.

Sementara itu, salah seorang pekerja toko yang berada di Jalan Mulawarman, Cia (23) mengatakan dia belum mendapatkan THR dari toko tempatnya bekerja. Dia berharap akan diberikan THR untuk bisa menambah pemasukan dan dapat memenuhi kebutuhan saat hari raya. “Saya berharap ada, walaupun sedikit. Setidaknya adalah diberikan,” harapnya.

Meski hanya bekerja sebagai penjaga toko, Cia berharap pemerintah  juga turut memberikan sosialisasi kepada setiap pemilik toko terkait kewajiban pemberian THR. “Kami berharap dengan begitu bisa memberikan THR,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Tarakan, Zaini M mengatakan, pihaknya telah memberikan surat pengantar dengan Nomor 560/663/Disnaperid kepada sekitar 300 perusahaan di Kota Tarakan mengenai aturan pembayaran THR keagamaan tahun 2017 bagi pekerja atau buruh perusahaan sesuai dengan Permenaker 6/2016 tentang THR bagi pekerja atau buruh di perusahaan.

“Pemberian THR wajib diberikan dan paling lambat dibayarkan H-7 sebelum Hari Raya Idul Fitri,” tuturnya.

Berdasarkan aturan tersebut, maka THR diberikan kepada pekerja atau buruh yang telah menempuh masa kerja minimal 1 bulan dan yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha, berdasarkan  perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

Besaran THR harus memiliki masa kerja 12 (dua belas) bulan secara terus menerus atau lebih diberikan sebesar 1 (satu) bulan upah. Sedangkan bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan akan diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan.

“Nominal atau besaran THR yang diberikan berdasarkan perhitungan jumlah masa/bulan kerja dibagi 12 (dua belas) dikali satu bulan gaji,” ujarnya.

Berdasarkan surat pengantar yang diberikan tersebut, juga mengarahkan agar perusahaan dapat melaporkan pelaksanaan pembayaraan THR kepada Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Tarakan.

Ditambahkan, Kepala Bidang Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Tarakan, Hanto Bismoko mengungkapkan, hingga Jumat (18/6) pihaknya baru menerima 1 (satu) laporan dari perusahaan mengenai pelaksanaan pembayaran THR. 1 perusahaan yang telah melaksanakan itu yakni PT. Etam Wira Utama. 

“Kami memantau jangan sampai THR tidak dibayarkan. Kami berharap semua perusahaan yang telah kami kirimkan surat pengantar dan surat edaran melaksanakan kewajiban pembayaran THR,” ungkapnya.

Dirinya menegaskan bahwa pembayaran THR harus berupa uang dan tidak dapat digantikan dalam bentuk barang atau bentuk yang lainnya. Apabila ada pekerja atau buruh yang tidak mendapatkan THR berdasarkan aturan tersebut, maka yang bersangkutan dapat menyampaikan keluhan tersebut kepada posko pengaduan yang telah disiapkan sejak Jumat (16/6) lalu di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Tarakan.

Posko komando satuan tugas (posko satgas) ketenagakerjaan peduli Kota Tarakan yang dalam pelaksanaannya berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Utara tersebut berada di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Tarakan.

“Posko ini untuk mengantisipasi keluhan dalam pelaksanaan pembayaran THR. THR tidak dibayarkan lapor saja kesini. Pengawasan dan sanksinya pada Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kaltara,” pungkasnya. (*/yed/*/jhn/nri)


BACA JUGA

Rabu, 23 Agustus 2017 10:38

Ceritakan Masa Sulit dari Berkebun Hingga Jualan Stik Es Lilin

Tak banyak yang mengenal sosok Onggy Hianata di Tarakan. Film layar lebar yang berjudul Terbang: Menembus…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:58

Terbang: Menembus Langit

TARAKAN –  Kemarin, sebagian Jalan Markoni ditutup dan dipadati masyarakat. Bukan karena…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:56

Lulus SD Sudah Jadi Calon Ibu

TARAKAN – Pernikahan dini di Bumi Paguntaka dalam delapan bulan terakhir ternyata kurang lebih…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:54

Hamil Usia Dini Risiko Komplikasi

TARAKAN – Hamil di usia yang sangat muda menjadi masalah utama dalam dunia medis. Sebab, sang…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:53

PAN Pilih Sofian dan Sabar

TARAKAN – Partai pemenang pemilu pada 2014 lalu di Tarakan, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN)…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:51

DAK untuk Perbatasan Dialokasikan Rp 62,44 T

ANGGOTA DPR RI, Hetifah Sjaifudian meminta pemerintah pusat dan daerah pacu pembangunan daerah perbatasan.…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:41

Calhaj asal Tarakan Batuk Pilek

TARAKAN - 149 jamaah calon haji (JCH) asal Kota Tarakan kemarin (21/8) telah usai melaksanakan ibadah…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:38

Korek Informasi Melalui HP SL

TARAKAN – Penyidik Reskrim Polres Tarakan terus kerja keras membongkar motif di balik kasus bayi…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:34

Golkar Belum Tetapkan Figur di Pilkada Tarakan

Tarakan – Meski pertama kali melaksanakan penjaringan bakal calon di Kota Tarakan, Partai Golongan…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:33

Yunus Tampik Isu Maju, Siap Jika Dijadikan Wakil

TARAKAN – Seringnya Dr. H. Muhammad Yunus Abbas S.IP, M.Si mengupdate kegiatannya di media sosial…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .