MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 19 Juni 2017 12:14
Hati-Hati Terkena Sindrom “Gila Belanja”
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Tunjangan Hari Raya (THR) selalu ditunggu-tunggu oleh seluruh pekerja. Sebab, tunjangan tambahan yang didapatkan setiap tahun itu biasanya dimanfaatkan untuk membeli barang-barang yang biasanya tidak begitu dibutuhkan si pekerja.

Tak jarang banyak masyarakat yang kurang bijak memanfaatkan tunjangan tambahan tersebut. Lantas, bagaimanakah jika dilihat dari sudut pandang psikologi tentang penggunaan THR yang acap kali sering dihabiskan dalam waktu itu juga?

Psikolog Tarakan, Fanny Sumajouw menjelaskan, terdapat dorongan (drive) dari dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas berdasarkan keinginan pribadi atau dari dalam hatinya, yang dipengaruhi oleh situasi di sekitarnya.

“Bila pengaruh itu kuat, maka seseorang akan ikut terpengaruh. Sebaliknya, bila pengaruh itu lemah, maka tidak akan mendorong seseorang untuk melakukan aktivitas yang berhubungan dengan hal tersebut,” ujar Fanny.

Aktivitas yang bisa menyenangkan perasaan, biasanya juga akan dilakukan terus menerus. Karena hal tersebut dianggap dapat memenuhi kebutuhan (kepuasan tersendiri).

“Dalam hal ini termasuk kepuasan dalam berbelanja untuk memenuhi kebutuhan. Entah itu kebutuhan primer atau hanya kebutuhan tersier yang sifatnya bisa memuaskan keinginan atau hasrat dalam diri seseorang,” jelas Fanny.

Menjelang hari raya, lanjut Fanny, biasanya seseorang mendapatkan THR dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam menyambut hari raya. Namun kenyataannya, antara kebutuhan dan keinginan kurang berimbang.

“Sehingga yang pada awalnya berniat membeli sesuatu yang dibutuhkan, tapi karena dipengaruhi egonya, maka niat awal tadi bergeser menjadi berbelanja sesuai yang diinginkan,” tuturnya.

Adanya pergeseran itu, juga bisa disebabkan mindset seseorang bahwa jika semua yang dibelanjakan dapat menaikkan prestise, harga diri dan martabat. Maka muncullah rasa tidak peduli tentang apakah yang dibelinya tersebut memiliki fungsi dan manfaat atau tidak.

“Itu biasanya sangat memengaruhi nafsu seseorang dalam berbelanja. Jika keinginan sudah mengalahkan kebutuhan, maka yang ada hanya sesuatu yang mubazir dan terkesan kurang cerdas,” jelasnya.

Sering terdengar istilah “syndrome gila belanja” di kalangan para buyer. Bahkan di Jogjakarta sendiri sampai dibuat satu patung “Gila Belanja” untuk menggambarkan hasrat yang tak terbendung karena kondisi para buyer yang nonstop menghabiskan rupiah di satu tempat perbelanjaan.

“Memang tidak ada salahnya, karena yang dihabiskan tersebut adalah uang pribadi. Namun, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, jika yang dibeli hanya berdasarkan keinginan dan bukan kebutuhan, maka terkesan kurang cerdas dalam berbelanja,” kata Fanny.

Kebiasaan berbelanja yang bukan kebutuhan tersebut artinya belanja mubazir dan berfoya-foya untuk kesenangan dan kepuasan semata. “Sementara uang yang ada sebenarnya bisa dipergunakan untuk membeli kebutuhan-kebutuhan lain yang bersifat primer dan sekunder,” ungkap Fanny.

Menurut Fanny lagi, di antara lelaki dan perempuan, yang paling sering dan dinilai kurang bijak dalam berbelaja adalah perempuan. Termasuk dalam me-manage pemasukan.

“Saya tidak bermaksud menghakimi, tetapi memang yang sering asyik menggunakan uang dan berbelanja tidak pada tempatnya adalah para perempuan dibandingkan lelaki. Mengapa demikian? Karena perempuan memiliki naluri dan kepekaan yang tajam,” tuturnya.

Lebih lanjut, Fanny menjelaskan, bahwa kaum perempuan diciptakan sebagai garda utama dalam keluarga. Meskipun mereka bukan kepala keluarga, namun segala hal yang menyangkut kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan masing-masing anggota keluarga, hanya perempuan yang paling mengerti. Itulah sebabnya mengapa perempuan lebih banyak berbelanja dan menghabiskan sekian dana untuk memenuhi segala kebutuhan.

“Tidak hanya sekadar belanja kebutuhan, namun juga seringkali perempuan berbelanja semua hal yang berhubungan dengan keindahan dan estetika karena mereka paling mengerti seperti apa menciptakan suasana dan pemandangan yang good looking (sedap dipandang). Hal ini yang akhirnya seringkali dianggap sebagai pemborosan dan belanja kurang cerdas,” jelas Fanny.

Tapi jangan salah, di satu sisi, ada pula beberapa lelaki yang “gila belanja” dan terkadang terkesan kurang bijak dalam me-manage keuangannya. Namun jumlahnya tidak banyak, dan biasanya hal tersebut dapat ditemukan pada pria-pria yang maniak pada hobi dan cenderung metroseksual.

“Karena bicara tentang hobi, seringkali tidak pernah terbendung hasrat mereka untuk memenuhi keinginannya. Pun ketika berbicara tentang lelaki metroseksual, yang seringkali memperindah diri hanya demi penampilan sempurna,” ujar Fanny.

Pada kesimpulannya, kata Fanny, setiap orang harus sebijak mungkin menggunakan THR, apalagi dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.  “Karena bukan hanya untuk penampilan semata. Namun yang lebih utama adalah rasa syukur yang besar karena bisa sampai di hari kemenangan,” pungkasnya.(*/asf/nri)


BACA JUGA

Selasa, 24 April 2018 12:31

Tolak FPI, FKUB Sarankan Diskusi Bersama

TARAKAN –  Organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI) di Bumi Paguntaka memang…

Selasa, 24 April 2018 12:21

Bawa Visi Kesolidan bagi Mahasiswa Tanah Air

Mahasiswa Indonesia Tiongkok Culture Centre (ITCC) asal Sebatik Barat, Nunukan kembali menunjukkan kualitas…

Selasa, 24 April 2018 12:20

Limpahan Kasus, Menunggu Kesiapan

TARAKAN – Meskipun saat ini Polda Kaltara sudah terbentuk, namun terkait pelimpahan kasus yang…

Selasa, 24 April 2018 12:15

Sempat Terlambat, Salah Jadwal Ujian

TARAKAN – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP masih akan berlangsung pekan ini.…

Selasa, 24 April 2018 12:09

Ingatkan Polling di Medsos

POLLING Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di media sosial, ternyata belum sepenuhnya dipahami Panitia…

Selasa, 24 April 2018 12:07

Lusa, BNPT Dilaunching

TARAKAN– Jika tak ada aral melintang, 26 April mendatang, penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai…

Selasa, 24 April 2018 12:01

Butuh Tambal Sulam, Lubang ‘Hantui’ Pengendara

TARAKAN – Sejumlah lubang masih tampak di beberapa titik jalan di Tarakan. Seperti yang terlihat…

Selasa, 24 April 2018 11:53

Peringati Hari Bumi, Tanam 2000 Bibit Mangrove

TARAKAN - Peringatan Hari Bumi Sedunia yang jatuh pada 22 April lalu, menjadi momentum masyarakat dunia…

Selasa, 24 April 2018 11:52

Air Meluap, Drainase Diprioritaskan

TARAKAN – Ketua RT 4, Kelurahan Selumit Pantai, Saidun mengatakan drainase menjadi permasalahan…

Selasa, 24 April 2018 11:45

KPU Kembali Tolak Tiga Berkas

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menolak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .