MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Senin, 19 Juni 2017 12:14
Hati-Hati Terkena Sindrom “Gila Belanja”
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Tunjangan Hari Raya (THR) selalu ditunggu-tunggu oleh seluruh pekerja. Sebab, tunjangan tambahan yang didapatkan setiap tahun itu biasanya dimanfaatkan untuk membeli barang-barang yang biasanya tidak begitu dibutuhkan si pekerja.

Tak jarang banyak masyarakat yang kurang bijak memanfaatkan tunjangan tambahan tersebut. Lantas, bagaimanakah jika dilihat dari sudut pandang psikologi tentang penggunaan THR yang acap kali sering dihabiskan dalam waktu itu juga?

Psikolog Tarakan, Fanny Sumajouw menjelaskan, terdapat dorongan (drive) dari dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas berdasarkan keinginan pribadi atau dari dalam hatinya, yang dipengaruhi oleh situasi di sekitarnya.

“Bila pengaruh itu kuat, maka seseorang akan ikut terpengaruh. Sebaliknya, bila pengaruh itu lemah, maka tidak akan mendorong seseorang untuk melakukan aktivitas yang berhubungan dengan hal tersebut,” ujar Fanny.

Aktivitas yang bisa menyenangkan perasaan, biasanya juga akan dilakukan terus menerus. Karena hal tersebut dianggap dapat memenuhi kebutuhan (kepuasan tersendiri).

“Dalam hal ini termasuk kepuasan dalam berbelanja untuk memenuhi kebutuhan. Entah itu kebutuhan primer atau hanya kebutuhan tersier yang sifatnya bisa memuaskan keinginan atau hasrat dalam diri seseorang,” jelas Fanny.

Menjelang hari raya, lanjut Fanny, biasanya seseorang mendapatkan THR dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam menyambut hari raya. Namun kenyataannya, antara kebutuhan dan keinginan kurang berimbang.

“Sehingga yang pada awalnya berniat membeli sesuatu yang dibutuhkan, tapi karena dipengaruhi egonya, maka niat awal tadi bergeser menjadi berbelanja sesuai yang diinginkan,” tuturnya.

Adanya pergeseran itu, juga bisa disebabkan mindset seseorang bahwa jika semua yang dibelanjakan dapat menaikkan prestise, harga diri dan martabat. Maka muncullah rasa tidak peduli tentang apakah yang dibelinya tersebut memiliki fungsi dan manfaat atau tidak.

“Itu biasanya sangat memengaruhi nafsu seseorang dalam berbelanja. Jika keinginan sudah mengalahkan kebutuhan, maka yang ada hanya sesuatu yang mubazir dan terkesan kurang cerdas,” jelasnya.

Sering terdengar istilah “syndrome gila belanja” di kalangan para buyer. Bahkan di Jogjakarta sendiri sampai dibuat satu patung “Gila Belanja” untuk menggambarkan hasrat yang tak terbendung karena kondisi para buyer yang nonstop menghabiskan rupiah di satu tempat perbelanjaan.

“Memang tidak ada salahnya, karena yang dihabiskan tersebut adalah uang pribadi. Namun, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, jika yang dibeli hanya berdasarkan keinginan dan bukan kebutuhan, maka terkesan kurang cerdas dalam berbelanja,” kata Fanny.

Kebiasaan berbelanja yang bukan kebutuhan tersebut artinya belanja mubazir dan berfoya-foya untuk kesenangan dan kepuasan semata. “Sementara uang yang ada sebenarnya bisa dipergunakan untuk membeli kebutuhan-kebutuhan lain yang bersifat primer dan sekunder,” ungkap Fanny.

Menurut Fanny lagi, di antara lelaki dan perempuan, yang paling sering dan dinilai kurang bijak dalam berbelaja adalah perempuan. Termasuk dalam me-manage pemasukan.

“Saya tidak bermaksud menghakimi, tetapi memang yang sering asyik menggunakan uang dan berbelanja tidak pada tempatnya adalah para perempuan dibandingkan lelaki. Mengapa demikian? Karena perempuan memiliki naluri dan kepekaan yang tajam,” tuturnya.

Lebih lanjut, Fanny menjelaskan, bahwa kaum perempuan diciptakan sebagai garda utama dalam keluarga. Meskipun mereka bukan kepala keluarga, namun segala hal yang menyangkut kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan masing-masing anggota keluarga, hanya perempuan yang paling mengerti. Itulah sebabnya mengapa perempuan lebih banyak berbelanja dan menghabiskan sekian dana untuk memenuhi segala kebutuhan.

“Tidak hanya sekadar belanja kebutuhan, namun juga seringkali perempuan berbelanja semua hal yang berhubungan dengan keindahan dan estetika karena mereka paling mengerti seperti apa menciptakan suasana dan pemandangan yang good looking (sedap dipandang). Hal ini yang akhirnya seringkali dianggap sebagai pemborosan dan belanja kurang cerdas,” jelas Fanny.

Tapi jangan salah, di satu sisi, ada pula beberapa lelaki yang “gila belanja” dan terkadang terkesan kurang bijak dalam me-manage keuangannya. Namun jumlahnya tidak banyak, dan biasanya hal tersebut dapat ditemukan pada pria-pria yang maniak pada hobi dan cenderung metroseksual.

“Karena bicara tentang hobi, seringkali tidak pernah terbendung hasrat mereka untuk memenuhi keinginannya. Pun ketika berbicara tentang lelaki metroseksual, yang seringkali memperindah diri hanya demi penampilan sempurna,” ujar Fanny.

Pada kesimpulannya, kata Fanny, setiap orang harus sebijak mungkin menggunakan THR, apalagi dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.  “Karena bukan hanya untuk penampilan semata. Namun yang lebih utama adalah rasa syukur yang besar karena bisa sampai di hari kemenangan,” pungkasnya.(*/asf/nri)


BACA JUGA

Jumat, 24 November 2017 14:04

Golkar Belum Tentukan Wakil Badrun

TARAKAN – Dua bulan lagi pendaftaran bakal calon (balon) Pilwali dibuka Komisi Pemilihan Umum…

Jumat, 24 November 2017 14:03

Warga Di-deadline hingga Desember

TARAKAN – Surat perintah pembebasan lahan di Kelurahan Pantai Amal RT 6 oleh Lantamal XIII telah…

Jumat, 24 November 2017 14:01

UMK 2018 Terlambat Diumumkan

TARAKAN – Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) sebelumnya  sudah menjadwalkan pengumuman…

Jumat, 24 November 2017 13:59

Psikoterapi Ampuh Hilangkan Trauma

Tarakan—Kasus pencabulan yang menjerat seorang pemuda berprestasi baik tingkat nasional maupun…

Jumat, 24 November 2017 13:34

Dua Museum sebagai Laboratorium Sejarah

TARAKAN – Bertambah lagi museum di Bumi Paguntaka. Dua museum yang berisi benda peninggalan Perang…

Jumat, 24 November 2017 13:33

Slamet Riyadi Kembali Macet

TARAKAN - Jalan Slamet Riyadi kembali memusingkan pengguna jalan, pasalnya jalan itu kembali menjadi…

Jumat, 24 November 2017 13:32

Pelayanan antar Moda Harus Ditingkatkan

TARAKAN- Pembangunan moda transportasi khususnya laut saat ini akan mulai dilakukan. Perbaikan sistem…

Jumat, 24 November 2017 13:27

Program Sampah Semesta Dianggap Gagal

Tarakan—Program Sampah Semesta yang menjadi salah satu program unggulan Wali Kota Tarakan, dianggap…

Jumat, 24 November 2017 13:25

Tiga Pencuri Besi Penutup Selokan Berhasil Dibekuk

TARAKAN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tarakan berhasil mengungkap kasus pencurian…

Jumat, 24 November 2017 13:22

Asyik Nonton TV, Budak Sabu Digulung

TARAKAN – Air muka LF (38) lantas berubah, sesaat ia digertak beberapa pria dewasa Rabu (22/11)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .