MANAGED BY:
SENIN
26 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Senin, 19 Juni 2017 12:14
Hati-Hati Terkena Sindrom “Gila Belanja”
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Tunjangan Hari Raya (THR) selalu ditunggu-tunggu oleh seluruh pekerja. Sebab, tunjangan tambahan yang didapatkan setiap tahun itu biasanya dimanfaatkan untuk membeli barang-barang yang biasanya tidak begitu dibutuhkan si pekerja.

Tak jarang banyak masyarakat yang kurang bijak memanfaatkan tunjangan tambahan tersebut. Lantas, bagaimanakah jika dilihat dari sudut pandang psikologi tentang penggunaan THR yang acap kali sering dihabiskan dalam waktu itu juga?

Psikolog Tarakan, Fanny Sumajouw menjelaskan, terdapat dorongan (drive) dari dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas berdasarkan keinginan pribadi atau dari dalam hatinya, yang dipengaruhi oleh situasi di sekitarnya.

“Bila pengaruh itu kuat, maka seseorang akan ikut terpengaruh. Sebaliknya, bila pengaruh itu lemah, maka tidak akan mendorong seseorang untuk melakukan aktivitas yang berhubungan dengan hal tersebut,” ujar Fanny.

Aktivitas yang bisa menyenangkan perasaan, biasanya juga akan dilakukan terus menerus. Karena hal tersebut dianggap dapat memenuhi kebutuhan (kepuasan tersendiri).

“Dalam hal ini termasuk kepuasan dalam berbelanja untuk memenuhi kebutuhan. Entah itu kebutuhan primer atau hanya kebutuhan tersier yang sifatnya bisa memuaskan keinginan atau hasrat dalam diri seseorang,” jelas Fanny.

Menjelang hari raya, lanjut Fanny, biasanya seseorang mendapatkan THR dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam menyambut hari raya. Namun kenyataannya, antara kebutuhan dan keinginan kurang berimbang.

“Sehingga yang pada awalnya berniat membeli sesuatu yang dibutuhkan, tapi karena dipengaruhi egonya, maka niat awal tadi bergeser menjadi berbelanja sesuai yang diinginkan,” tuturnya.

Adanya pergeseran itu, juga bisa disebabkan mindset seseorang bahwa jika semua yang dibelanjakan dapat menaikkan prestise, harga diri dan martabat. Maka muncullah rasa tidak peduli tentang apakah yang dibelinya tersebut memiliki fungsi dan manfaat atau tidak.

“Itu biasanya sangat memengaruhi nafsu seseorang dalam berbelanja. Jika keinginan sudah mengalahkan kebutuhan, maka yang ada hanya sesuatu yang mubazir dan terkesan kurang cerdas,” jelasnya.

Sering terdengar istilah “syndrome gila belanja” di kalangan para buyer. Bahkan di Jogjakarta sendiri sampai dibuat satu patung “Gila Belanja” untuk menggambarkan hasrat yang tak terbendung karena kondisi para buyer yang nonstop menghabiskan rupiah di satu tempat perbelanjaan.

“Memang tidak ada salahnya, karena yang dihabiskan tersebut adalah uang pribadi. Namun, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, jika yang dibeli hanya berdasarkan keinginan dan bukan kebutuhan, maka terkesan kurang cerdas dalam berbelanja,” kata Fanny.

Kebiasaan berbelanja yang bukan kebutuhan tersebut artinya belanja mubazir dan berfoya-foya untuk kesenangan dan kepuasan semata. “Sementara uang yang ada sebenarnya bisa dipergunakan untuk membeli kebutuhan-kebutuhan lain yang bersifat primer dan sekunder,” ungkap Fanny.

Menurut Fanny lagi, di antara lelaki dan perempuan, yang paling sering dan dinilai kurang bijak dalam berbelaja adalah perempuan. Termasuk dalam me-manage pemasukan.

“Saya tidak bermaksud menghakimi, tetapi memang yang sering asyik menggunakan uang dan berbelanja tidak pada tempatnya adalah para perempuan dibandingkan lelaki. Mengapa demikian? Karena perempuan memiliki naluri dan kepekaan yang tajam,” tuturnya.

Lebih lanjut, Fanny menjelaskan, bahwa kaum perempuan diciptakan sebagai garda utama dalam keluarga. Meskipun mereka bukan kepala keluarga, namun segala hal yang menyangkut kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan masing-masing anggota keluarga, hanya perempuan yang paling mengerti. Itulah sebabnya mengapa perempuan lebih banyak berbelanja dan menghabiskan sekian dana untuk memenuhi segala kebutuhan.

“Tidak hanya sekadar belanja kebutuhan, namun juga seringkali perempuan berbelanja semua hal yang berhubungan dengan keindahan dan estetika karena mereka paling mengerti seperti apa menciptakan suasana dan pemandangan yang good looking (sedap dipandang). Hal ini yang akhirnya seringkali dianggap sebagai pemborosan dan belanja kurang cerdas,” jelas Fanny.

Tapi jangan salah, di satu sisi, ada pula beberapa lelaki yang “gila belanja” dan terkadang terkesan kurang bijak dalam me-manage keuangannya. Namun jumlahnya tidak banyak, dan biasanya hal tersebut dapat ditemukan pada pria-pria yang maniak pada hobi dan cenderung metroseksual.

“Karena bicara tentang hobi, seringkali tidak pernah terbendung hasrat mereka untuk memenuhi keinginannya. Pun ketika berbicara tentang lelaki metroseksual, yang seringkali memperindah diri hanya demi penampilan sempurna,” ujar Fanny.

Pada kesimpulannya, kata Fanny, setiap orang harus sebijak mungkin menggunakan THR, apalagi dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.  “Karena bukan hanya untuk penampilan semata. Namun yang lebih utama adalah rasa syukur yang besar karena bisa sampai di hari kemenangan,” pungkasnya.(*/asf/nri)


BACA JUGA

Minggu, 25 Juni 2017 23:47

Karyawan Non Muslim Rela Menggantikan Jadwal Rekannya yang Muslim

Jika kebanyakan para pekerja diistirahatkan pada hari raya Idul Fitri, maka lain halnya dengan petugas…

Minggu, 25 Juni 2017 23:39

Dari Tradisi Open House Rutin Setiap Tahun, Takjub akan Semangat Gotong Royong

Nuansa lebaran  selalu diidentikkan dengan tradisi open house agar suasana Idul Fitri terasa lebih…

Minggu, 25 Juni 2017 23:25

Enam Bayi Ini Lahir di Hari yang Fitri

TARAKAN — Petugas Bidan Kebidanan Terpadu, Ruang Bougenvile di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)…

Minggu, 25 Juni 2017 23:17

12 Ribu Umat Islam Penuhi Islamic Center

TARAKAN - Sekitar 12 ribu umat Muslim Minggu (25/6) melakukan salat Idul Fitri 1438 Hijriah di Masjid…

Minggu, 25 Juni 2017 12:24

Akses Parah! Padahal Jalan Ini yang Paling Dekat Menuju Masjid

TARAKAN - Ada yang miris dari perayaan kemeriahan Idul Fitri 1438 Hijiriah di Kelurahan Selumit Pantai.…

Minggu, 25 Juni 2017 09:25

Bupati Bulungan H.Sudjati Salat Id di Al-Munawwarah

TANJUNG SELOR - Sama seperti sebelumnya, Bupati Bulungan H.Sudjati kembali salat Idul Fitri 1348 Hijriah…

Sabtu, 24 Juni 2017 23:08

Padat Merayap...Puluhan Kendaraan dan Anak-Anak Warnai Malam Takbiran

TARAKAN - Puluhan kendaran roda dua dan roda empat meramaikan pawai takbiran keliling di Kota Tarakan,…

Sabtu, 24 Juni 2017 14:30

Alamak...Gas PGN Tidak Ngalir Terpaksa Pakai Minyak Tanah Masak Burasnya

TARAKAN - Aktivitas urusan dapur menjelang perayaan Idul Fitri, terhambat lantaran tidak adanya aliran…

Jumat, 23 Juni 2017 16:08

Catat...!!! Ini Rute Pawai Takbiran, Jangan Sampai Ketinggalan Ya...

TARAKAN -  Bagi warga Tarakan, jangan sampai ketinggalan menyaksikan pagelaran malam pawai takbiran…

Jumat, 23 Juni 2017 11:33

18 Motoris cek kesehatan

TARAKAN – Demi keselamatan pemudik yang menggunakan angkutan laut speedboat, kemarin Kesyahbandaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .