MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 19 Juni 2017 12:11
Jangan Tergoda Diskon Besar
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Tak dipungkiri sering kali seseorang mengaku kesulitan me-manage Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterimanya. Sebab, keinginan membeli barang-barang yang dibutuhkan akan kalah dengan barang-barang yang diinginkan. Lantas bagaimana cara me-manage pengeluaran THR dengan benar agar setelah lebaran tidak gigit jari karena kehabisan dana?

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan (UBT), Usman Assegaf membenarkan jika seseorang saat mendapatkan THR, memang sangat menggembirakan bagi mereka yang posisinya sebagai pekerja. Namun,  persoalannya adalah banyak sekali di lingkungan masyarakat yang kebanyakan mengartikan hari raya sebagai sesuatu yang patut dirayakan secara berlebih-lebihan.

“Sehingga akhirnya menyusahkan diri mereka sendiri,” tutur Usman.

Menurut Usman, THR yang ditunggu tersebut sebaiknya digunakan untuk hal-hal yang lebih penting terlebih dahulu. Seperti misalnya zakat fitrah, atau kemudian digunakan untuk sedekah.

“Kemudian sisanya barulah digunakan untuk membeli kebutuhan lebaran seperti kue lebaran atau pakaian untuk lebaran. Jadi bukan dengan cara bermewah-mewahan, membeli pakaian yang tidak cukup satu, bahkan lebih dari dua,” tegasnya.

Usman mengungkapkan, memanage pengeluaran THR merupakan persoalan yang terjadi pada kebanyakan masyarakat saat ini. Di pegadaian, banyak sekali yang menggadaikan barang miliknya seperti motor atau apa saja yang dapat digadaikan hanya untuk terlihat lebih megah dan mewah saat hari raya.

“Padahal hal tersebut malah dapat menyulitkan mereka dikemudian hari nantinya,” kata Usman.

Biasanya, masyarakat akan menghabiskan tunjangan tambahannya itu dengan iming-iming discount yang hanya ada di hari raya saja. Kata Usman, fenomena diskon ini sering mengkelabui masyarakat dengan adanya potongan harga. “Padahal logika sederhananya adalah mana ada pengusaha yang mau rugi,” jelas Usman.

Dijelaskan Usman, yang benar-benar harga murah biasanya adalah obral, yakni barang stok lama yang sudah bertahun-tahun tidak laku, kemudian dijual kembali dalam bentuk harga modal. Misalnya dahulu harganya Rp 600 ribu, tetapi saat diobral, harganya menjadi Rp 300 ribu, dan itu terjadi karena memang harga modalnya adalah Rp 300 ribu.

“Setelah tidak laku di harga Rp 600 ribu, setelah 5 hingga 6 tahun, mereka mencuci gudangnya, sehingga dia menjual dengan harga pokok. Itu yang benar-benar murah,” tuturnya.

Usman melanjutkan, namun berbeda dengan discount yang biasanya dilakukan mark up terhadap harga barangnya. “Sehingga ketika kita membelinya mereka masih mendapatkan untung,” jelas Usman.

Selain itu, lanjut Usman, terdapat pula kebiasaan masyarakat indonesia yang notabene merupakan masyarakat yang konsumtif. Sehingga terkadang rakus dengan industri, rakus dengan makanan, maupun fashion.

“Jadi ketika mereka melihat harga murah, kemudian tergoda dan membelinya, dan pada saat sampai di rumah barang tersebut tidak terpakai. Banyak sekali kasus seperti itu,” ujar Usman.

Usman menambahkan, persoalan dalam me-manage pengeluaran memang harus dihindari, sehingga perlu adanya perlaku bijak dalam memanage keuangan, terutama ketika mendapatkan THR.

“Sehingga kita memang perlu me-manage pengeluaran kira, membeli untuk apa yang memang kita perlukan pada saat benar-benar kita butuhkan. Bukan apa yang kita inginkan,” tegasnya. (*/asf/nri)


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 11:45

Pengunjung Air Terjun Tembus 10 Ribu

TARAKAN – Di hari libur, setiap masyarakat pasti hendak mencari lokasi rekreasi bersama dengan…

Senin, 18 Juni 2018 11:38

Daging Ayam, Kejutan Tahun Ini

ADANYA peningkatan indeks harga pada kelompok transportasi dan komunikasi, kelompok perumahan, air listrik,…

Senin, 18 Juni 2018 11:17

Penutupan Bisa Memancing HIV/AIDS Berkembang

TARAKAN – Penutupan lokalisasi harus waspadai akan bahaya penyakit human immunodeficiency virus/acquired…

Senin, 18 Juni 2018 11:10

Jalan Perumahan PNS Juata Permai Rusak Parah

TARAKAN - Belum adanya perbaikan akses jalan di daerah Perumahan PNS yang ada di Kelurahan Juata Permai,…

Senin, 18 Juni 2018 11:09

Jalan Perumahan PNS Juata Permai Rusak Parah

TARAKAN - Belum adanya perbaikan akses jalan di daerah Perumahan PNS yang ada di Kelurahan Juata Permai,…

Senin, 18 Juni 2018 10:55

Hasil Panen Berjatuhan Lewati Jalan Rusak

TARAKAN – Kondisi semenisasi yang hancur dan berlubang, cukup menghambat aktivitas warga RT 15,…

Minggu, 17 Juni 2018 17:08

Satu Unit Rumah Nyaris Dilahap Si Jago Merah

TANJUNG SELOR - Satu  rumah milik pasangan suami istri, Takim dan Nurhayati yang berada di Jalan…

Sabtu, 16 Juni 2018 22:43

Pelabuhan Masih Sepi, Belum Ada Lonjakan Penumpang

  TARAKAN - Lonjakan penumpang arus balik belum terlihat di Pelabuhan Tengkayu I (SDF), Sabtu (16/6).…

Sabtu, 16 Juni 2018 18:33

Bagi yang Berlebaran, Imbauan Ini Jangan Anda Sepelekan

TARAKAN – Ribuan umat muslim memadati Islamic Center Baitul Izzah di Kampung Empat, Tarakan Timur,…

Sabtu, 16 Juni 2018 18:28

Hingga Lebaran, Masih Termahal Se-Indonesia

TARAKAN – Hingga hari Lebaran, harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional masih tinggi. Dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .