MANAGED BY:
SENIN
26 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Senin, 19 Juni 2017 12:11
Jangan Tergoda Diskon Besar
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Tak dipungkiri sering kali seseorang mengaku kesulitan me-manage Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterimanya. Sebab, keinginan membeli barang-barang yang dibutuhkan akan kalah dengan barang-barang yang diinginkan. Lantas bagaimana cara me-manage pengeluaran THR dengan benar agar setelah lebaran tidak gigit jari karena kehabisan dana?

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan (UBT), Usman Assegaf membenarkan jika seseorang saat mendapatkan THR, memang sangat menggembirakan bagi mereka yang posisinya sebagai pekerja. Namun,  persoalannya adalah banyak sekali di lingkungan masyarakat yang kebanyakan mengartikan hari raya sebagai sesuatu yang patut dirayakan secara berlebih-lebihan.

“Sehingga akhirnya menyusahkan diri mereka sendiri,” tutur Usman.

Menurut Usman, THR yang ditunggu tersebut sebaiknya digunakan untuk hal-hal yang lebih penting terlebih dahulu. Seperti misalnya zakat fitrah, atau kemudian digunakan untuk sedekah.

“Kemudian sisanya barulah digunakan untuk membeli kebutuhan lebaran seperti kue lebaran atau pakaian untuk lebaran. Jadi bukan dengan cara bermewah-mewahan, membeli pakaian yang tidak cukup satu, bahkan lebih dari dua,” tegasnya.

Usman mengungkapkan, memanage pengeluaran THR merupakan persoalan yang terjadi pada kebanyakan masyarakat saat ini. Di pegadaian, banyak sekali yang menggadaikan barang miliknya seperti motor atau apa saja yang dapat digadaikan hanya untuk terlihat lebih megah dan mewah saat hari raya.

“Padahal hal tersebut malah dapat menyulitkan mereka dikemudian hari nantinya,” kata Usman.

Biasanya, masyarakat akan menghabiskan tunjangan tambahannya itu dengan iming-iming discount yang hanya ada di hari raya saja. Kata Usman, fenomena diskon ini sering mengkelabui masyarakat dengan adanya potongan harga. “Padahal logika sederhananya adalah mana ada pengusaha yang mau rugi,” jelas Usman.

Dijelaskan Usman, yang benar-benar harga murah biasanya adalah obral, yakni barang stok lama yang sudah bertahun-tahun tidak laku, kemudian dijual kembali dalam bentuk harga modal. Misalnya dahulu harganya Rp 600 ribu, tetapi saat diobral, harganya menjadi Rp 300 ribu, dan itu terjadi karena memang harga modalnya adalah Rp 300 ribu.

“Setelah tidak laku di harga Rp 600 ribu, setelah 5 hingga 6 tahun, mereka mencuci gudangnya, sehingga dia menjual dengan harga pokok. Itu yang benar-benar murah,” tuturnya.

Usman melanjutkan, namun berbeda dengan discount yang biasanya dilakukan mark up terhadap harga barangnya. “Sehingga ketika kita membelinya mereka masih mendapatkan untung,” jelas Usman.

Selain itu, lanjut Usman, terdapat pula kebiasaan masyarakat indonesia yang notabene merupakan masyarakat yang konsumtif. Sehingga terkadang rakus dengan industri, rakus dengan makanan, maupun fashion.

“Jadi ketika mereka melihat harga murah, kemudian tergoda dan membelinya, dan pada saat sampai di rumah barang tersebut tidak terpakai. Banyak sekali kasus seperti itu,” ujar Usman.

Usman menambahkan, persoalan dalam me-manage pengeluaran memang harus dihindari, sehingga perlu adanya perlaku bijak dalam memanage keuangan, terutama ketika mendapatkan THR.

“Sehingga kita memang perlu me-manage pengeluaran kira, membeli untuk apa yang memang kita perlukan pada saat benar-benar kita butuhkan. Bukan apa yang kita inginkan,” tegasnya. (*/asf/nri)


BACA JUGA

Minggu, 25 Juni 2017 23:47

Karyawan Non Muslim Rela Menggantikan Jadwal Rekannya yang Muslim

Jika kebanyakan para pekerja diistirahatkan pada hari raya Idul Fitri, maka lain halnya dengan petugas…

Minggu, 25 Juni 2017 23:39

Dari Tradisi Open House Rutin Setiap Tahun, Takjub akan Semangat Gotong Royong

Nuansa lebaran  selalu diidentikkan dengan tradisi open house agar suasana Idul Fitri terasa lebih…

Minggu, 25 Juni 2017 23:25

Enam Bayi Ini Lahir di Hari yang Fitri

TARAKAN — Petugas Bidan Kebidanan Terpadu, Ruang Bougenvile di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)…

Minggu, 25 Juni 2017 23:17

12 Ribu Umat Islam Penuhi Islamic Center

TARAKAN - Sekitar 12 ribu umat Muslim Minggu (25/6) melakukan salat Idul Fitri 1438 Hijriah di Masjid…

Minggu, 25 Juni 2017 12:24

Akses Parah! Padahal Jalan Ini yang Paling Dekat Menuju Masjid

TARAKAN - Ada yang miris dari perayaan kemeriahan Idul Fitri 1438 Hijiriah di Kelurahan Selumit Pantai.…

Minggu, 25 Juni 2017 09:25

Bupati Bulungan H.Sudjati Salat Id di Al-Munawwarah

TANJUNG SELOR - Sama seperti sebelumnya, Bupati Bulungan H.Sudjati kembali salat Idul Fitri 1348 Hijriah…

Sabtu, 24 Juni 2017 23:08

Padat Merayap...Puluhan Kendaraan dan Anak-Anak Warnai Malam Takbiran

TARAKAN - Puluhan kendaran roda dua dan roda empat meramaikan pawai takbiran keliling di Kota Tarakan,…

Sabtu, 24 Juni 2017 14:30

Alamak...Gas PGN Tidak Ngalir Terpaksa Pakai Minyak Tanah Masak Burasnya

TARAKAN - Aktivitas urusan dapur menjelang perayaan Idul Fitri, terhambat lantaran tidak adanya aliran…

Jumat, 23 Juni 2017 16:08

Catat...!!! Ini Rute Pawai Takbiran, Jangan Sampai Ketinggalan Ya...

TARAKAN -  Bagi warga Tarakan, jangan sampai ketinggalan menyaksikan pagelaran malam pawai takbiran…

Jumat, 23 Juni 2017 11:33

18 Motoris cek kesehatan

TARAKAN – Demi keselamatan pemudik yang menggunakan angkutan laut speedboat, kemarin Kesyahbandaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .