MANAGED BY:
SENIN
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Senin, 19 Juni 2017 12:11
Jangan Tergoda Diskon Besar
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Tak dipungkiri sering kali seseorang mengaku kesulitan me-manage Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterimanya. Sebab, keinginan membeli barang-barang yang dibutuhkan akan kalah dengan barang-barang yang diinginkan. Lantas bagaimana cara me-manage pengeluaran THR dengan benar agar setelah lebaran tidak gigit jari karena kehabisan dana?

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan (UBT), Usman Assegaf membenarkan jika seseorang saat mendapatkan THR, memang sangat menggembirakan bagi mereka yang posisinya sebagai pekerja. Namun,  persoalannya adalah banyak sekali di lingkungan masyarakat yang kebanyakan mengartikan hari raya sebagai sesuatu yang patut dirayakan secara berlebih-lebihan.

“Sehingga akhirnya menyusahkan diri mereka sendiri,” tutur Usman.

Menurut Usman, THR yang ditunggu tersebut sebaiknya digunakan untuk hal-hal yang lebih penting terlebih dahulu. Seperti misalnya zakat fitrah, atau kemudian digunakan untuk sedekah.

“Kemudian sisanya barulah digunakan untuk membeli kebutuhan lebaran seperti kue lebaran atau pakaian untuk lebaran. Jadi bukan dengan cara bermewah-mewahan, membeli pakaian yang tidak cukup satu, bahkan lebih dari dua,” tegasnya.

Usman mengungkapkan, memanage pengeluaran THR merupakan persoalan yang terjadi pada kebanyakan masyarakat saat ini. Di pegadaian, banyak sekali yang menggadaikan barang miliknya seperti motor atau apa saja yang dapat digadaikan hanya untuk terlihat lebih megah dan mewah saat hari raya.

“Padahal hal tersebut malah dapat menyulitkan mereka dikemudian hari nantinya,” kata Usman.

Biasanya, masyarakat akan menghabiskan tunjangan tambahannya itu dengan iming-iming discount yang hanya ada di hari raya saja. Kata Usman, fenomena diskon ini sering mengkelabui masyarakat dengan adanya potongan harga. “Padahal logika sederhananya adalah mana ada pengusaha yang mau rugi,” jelas Usman.

Dijelaskan Usman, yang benar-benar harga murah biasanya adalah obral, yakni barang stok lama yang sudah bertahun-tahun tidak laku, kemudian dijual kembali dalam bentuk harga modal. Misalnya dahulu harganya Rp 600 ribu, tetapi saat diobral, harganya menjadi Rp 300 ribu, dan itu terjadi karena memang harga modalnya adalah Rp 300 ribu.

“Setelah tidak laku di harga Rp 600 ribu, setelah 5 hingga 6 tahun, mereka mencuci gudangnya, sehingga dia menjual dengan harga pokok. Itu yang benar-benar murah,” tuturnya.

Usman melanjutkan, namun berbeda dengan discount yang biasanya dilakukan mark up terhadap harga barangnya. “Sehingga ketika kita membelinya mereka masih mendapatkan untung,” jelas Usman.

Selain itu, lanjut Usman, terdapat pula kebiasaan masyarakat indonesia yang notabene merupakan masyarakat yang konsumtif. Sehingga terkadang rakus dengan industri, rakus dengan makanan, maupun fashion.

“Jadi ketika mereka melihat harga murah, kemudian tergoda dan membelinya, dan pada saat sampai di rumah barang tersebut tidak terpakai. Banyak sekali kasus seperti itu,” ujar Usman.

Usman menambahkan, persoalan dalam me-manage pengeluaran memang harus dihindari, sehingga perlu adanya perlaku bijak dalam memanage keuangan, terutama ketika mendapatkan THR.

“Sehingga kita memang perlu me-manage pengeluaran kira, membeli untuk apa yang memang kita perlukan pada saat benar-benar kita butuhkan. Bukan apa yang kita inginkan,” tegasnya. (*/asf/nri)


BACA JUGA

Minggu, 20 Agustus 2017 22:28

Keren...Tarakan Jadi Lokasi Pembuatan Film Layar Lebar

TARAKAN - Warga Tarakan patut berbangga. Sederet artis ternama yang sering menghiasi film layar lebar…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:13

Terombang-ambing 5 Jam di Laut

TARAKAN – Keadaan laut tidak ada yang tahu, tenang tak berarti aman. Kamis (17/8) kemarin, tepat…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:11

Panwaslu Terancam Kerja Tanpa Anggaran

TARAKAN - Pembahasan anggaran untuk Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tarakan, hingga kemarin…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:09

Soal Anggaran Pilwali Tarakan, KPU Akan Lakukan Penghitungan Ulang

TARAKAN - Anggaran Pilwali Kota Tarakan yang sebelumnya diusulkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:08

Bercita-Cita Jadi Dokter Agar Bisa Sembuhkan Ibunda

Masa-masa remaja memang menjadi masa yang memorable, sehingga kebanyakan para remaja menghabiskan waktunya…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:04

Penyidik Temukan BB Baru

TARAKAN – Kepolisian terus mendalami kasus penemuan bayi di dalam freezer dengan tersangka SL…

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:59

Butuh Pemerintah, Selesaikan Sengketa WKP

TARAKAN – Saat ini 80 persern wilayah kerja pertambangan (WKP) miliki Pertamina EP telah ditinggali…

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:55

Bulan Depan, Pembersihan Laut Selumit Pantai

TARAKAN – Daerah pesisir yang berada di RT 1 Kelurahan Selumit Pantai, yang tergambarkan pada…

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:53

Besok Dilombakan Panjat 50 Pohon Pinang Massal

TARAKAN – Kemeriahan HUT RI di Tarakan belum berakhir. Besok, akan digelar lomba panjat pinang…

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:45

Akan Mintai Keterangan Saksi Ahli

TARAKAN - Gelar perkara kedua atas insiden terbaliknya speedboat Rejeki Baru Kharisma yang dijadwalkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .