MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Senin, 19 Juni 2017 12:11
Jangan Tergoda Diskon Besar
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Tak dipungkiri sering kali seseorang mengaku kesulitan me-manage Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterimanya. Sebab, keinginan membeli barang-barang yang dibutuhkan akan kalah dengan barang-barang yang diinginkan. Lantas bagaimana cara me-manage pengeluaran THR dengan benar agar setelah lebaran tidak gigit jari karena kehabisan dana?

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan (UBT), Usman Assegaf membenarkan jika seseorang saat mendapatkan THR, memang sangat menggembirakan bagi mereka yang posisinya sebagai pekerja. Namun,  persoalannya adalah banyak sekali di lingkungan masyarakat yang kebanyakan mengartikan hari raya sebagai sesuatu yang patut dirayakan secara berlebih-lebihan.

“Sehingga akhirnya menyusahkan diri mereka sendiri,” tutur Usman.

Menurut Usman, THR yang ditunggu tersebut sebaiknya digunakan untuk hal-hal yang lebih penting terlebih dahulu. Seperti misalnya zakat fitrah, atau kemudian digunakan untuk sedekah.

“Kemudian sisanya barulah digunakan untuk membeli kebutuhan lebaran seperti kue lebaran atau pakaian untuk lebaran. Jadi bukan dengan cara bermewah-mewahan, membeli pakaian yang tidak cukup satu, bahkan lebih dari dua,” tegasnya.

Usman mengungkapkan, memanage pengeluaran THR merupakan persoalan yang terjadi pada kebanyakan masyarakat saat ini. Di pegadaian, banyak sekali yang menggadaikan barang miliknya seperti motor atau apa saja yang dapat digadaikan hanya untuk terlihat lebih megah dan mewah saat hari raya.

“Padahal hal tersebut malah dapat menyulitkan mereka dikemudian hari nantinya,” kata Usman.

Biasanya, masyarakat akan menghabiskan tunjangan tambahannya itu dengan iming-iming discount yang hanya ada di hari raya saja. Kata Usman, fenomena diskon ini sering mengkelabui masyarakat dengan adanya potongan harga. “Padahal logika sederhananya adalah mana ada pengusaha yang mau rugi,” jelas Usman.

Dijelaskan Usman, yang benar-benar harga murah biasanya adalah obral, yakni barang stok lama yang sudah bertahun-tahun tidak laku, kemudian dijual kembali dalam bentuk harga modal. Misalnya dahulu harganya Rp 600 ribu, tetapi saat diobral, harganya menjadi Rp 300 ribu, dan itu terjadi karena memang harga modalnya adalah Rp 300 ribu.

“Setelah tidak laku di harga Rp 600 ribu, setelah 5 hingga 6 tahun, mereka mencuci gudangnya, sehingga dia menjual dengan harga pokok. Itu yang benar-benar murah,” tuturnya.

Usman melanjutkan, namun berbeda dengan discount yang biasanya dilakukan mark up terhadap harga barangnya. “Sehingga ketika kita membelinya mereka masih mendapatkan untung,” jelas Usman.

Selain itu, lanjut Usman, terdapat pula kebiasaan masyarakat indonesia yang notabene merupakan masyarakat yang konsumtif. Sehingga terkadang rakus dengan industri, rakus dengan makanan, maupun fashion.

“Jadi ketika mereka melihat harga murah, kemudian tergoda dan membelinya, dan pada saat sampai di rumah barang tersebut tidak terpakai. Banyak sekali kasus seperti itu,” ujar Usman.

Usman menambahkan, persoalan dalam me-manage pengeluaran memang harus dihindari, sehingga perlu adanya perlaku bijak dalam memanage keuangan, terutama ketika mendapatkan THR.

“Sehingga kita memang perlu me-manage pengeluaran kira, membeli untuk apa yang memang kita perlukan pada saat benar-benar kita butuhkan. Bukan apa yang kita inginkan,” tegasnya. (*/asf/nri)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 10:18

Pasokan Gas Kurang, Diatasi Diesel

TARAKAN – Tak dipungkiri krisis listrik masih menghantui beberapa wilayah di Kaltara. Penambahan…

Sabtu, 21 Oktober 2017 10:17

Rumah Imam Masjid Terbakar

TANA TIDUNG – Sebuah rumah di Jalan Padat Karya, Tana Tidung, Ibu Kota KTT habis terbakar pada…

Sabtu, 21 Oktober 2017 10:16

Desember Akan Ada Taman Baru

TARAKAN – Di tengah kondisi perekonomian yang sulit, Pemkot Tarakan tetap dapat membangun ruang…

Sabtu, 21 Oktober 2017 10:15

Sempat Tak Didukung, Kini Miliki Pengalaman Berakting

Tak pernah terpikirkan oleh gadis asal Bumi Paguntaka ini untuk bisa bermain film layar lebar, yang…

Sabtu, 21 Oktober 2017 10:13

Gerindra dan PKS Siapkan SK Pengusungan

TARAKAN – Dalam waktu dekat rencananya, Gerindra dan PKS akan menyusul PAN yang sudah mengusung…

Sabtu, 21 Oktober 2017 10:12

Tak Sesuai Prosedur, Diberikan ‘Surat Cinta’

TARAKAN - Pengawasan obat-obatan di Bumi Paguntaka semakin gencar dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes)…

Sabtu, 21 Oktober 2017 10:09

Jalankan Tugas dengan Anggaran Terbatas

TARAKAN - Setelah melalui banyak pertimbangan dan pembahasan, akhirnya pelaksanaan penandatanganan NPHD…

Sabtu, 21 Oktober 2017 10:08

Nakhoda dan ABK Kabur Tinggalkan BB

TARAKAN – Satpolair Polda Kaltim kembali mengamankan Barang Bukti (BB) berupa dua unit mesin berkapasitas…

Sabtu, 21 Oktober 2017 10:07

Rehabilitasi Narkoba Harus ke Luar Kota

TARAKAN – Saat ini Kota Tarakan membutuhkan tempat untuk merehabilitasi pengguna narkotika dalam…

Sabtu, 21 Oktober 2017 10:04

Vaksin MR Sangat Dibutuhkan untuk Cegah Kecacatan

TARAKAN – Belum dikeluarkannya sertifikasi halal dari MUI, tak berarti vaksin measles rubella…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .