MANAGED BY:
SELASA
24 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Senin, 19 Juni 2017 11:32
Barang Penumpang Menumpuk, Bea Cukai Tambah Personel
PEMERIKSAAN: Barang bawaan TKI yang mudik wajib melalui pemeriksaan x-ray di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Meski para TKI ini tidak menggunakan jalur resmi. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Personel Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan harus bekerja ekstra untuk pemeriksaan barang penumpang pada arus mudik tahun ini. Sebab, barang dengan ukuran besar dengan jumlah banyak yang dimiliki Tenaga Kerja Indonesia (TKI) memenuhi Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Nunukan, Max Franky Karel Rori menjelaskan, barang penumpang yang melewati alat x-ray di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan itu berasal dari Sabah, Malaysia yang melalui jalur tidak resmi masuk ke Nunukan.

“Itu barang WNI yang menjadi TKI di negeri jiran Malaysia karena masuk ke Nunukan harus diperiksa melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan,”  tutur Max Franky Karel Rori kepada Radar Nunukan, Minggu (18/6).

Lanjutnya, kondisi saat ini membuat pihaknya harus menambah 50 persen personel dari jumlah sebelumnya yang bertuga di lapangan. Selain itu, jam istirahat personel Bea Cukai juga ikut dikurangi guna memaksimalkan pemeriksaan barang para penumpang.

“Karena jumlah banyak dengan ukuran yang besar, pemeriksaan harus maksimal untuk menghindari barang terlarang masuk. Bahkan, waktu libur petugas juga harus ikut memeriksa karena barang melintas di pelabuhan resmi,” tambahnya ketika dikonfirmasi pewarta harian ini.

Dijelaskan, banyaknya jalur tikus yang dilalui TKI masuk ke Nunukan dengan barang yang banyak membuat pihaknya bekerjasama dengan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Nunukan untuk mengawasi penumpang yang membawa barang dan tetap harus melalui Pelabuhan Tunon Taka.

“Umumnya, penumpang yang membawa barang banyak dari Tawau Sabah, Malaysia. Sehingga, jika ditemui di dermaga tradisional diarahkan untuk bongkar barang di Pelabuhan Tunon Taka,” tegasnya.

Dengan adanya x-ray yang berada di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan dapat membantu petugas untuk memantau barang bawaan penumpang. Karena, modus yang digunakan saat ini beragam, jika dilihat dengan kasat mata bakal lolos.

“Tak akan meloloskan satupun barang penumpang sebelum melewati alat x-ray yang disiapkan KPPBC Nunukan. Jika mesin tidak berfungsi atau rusak, pemeriksaan secara manual tetap dilakukan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Nasution membenarkan jalur ilegal lebih diminati TKI. Sebab, menjelang Idul Fitri 1438 H, penumpang menggunakan jalur resmi terlihat sepi. Hal ini tak jauh berbeda dengan tahun lalu.

Menurutnya, aktivitas penumpang mudik terlihat ramai di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, hanya yang ingin kembali ke Sulawesi. Sedangkan yang datang dari Tawau, Malaysia tidak ada peningkatan jika menggunakan jalur resmi. Justru pemandangan berbeda terlihat para pemudik yang menggunakan jalur ilegal, meski sama-sama berasal dari negeri jiran Malaysia.

“Para BMI ini memang melalui pelabuhan Tunon Taka, tapi tidak melakukan cap paspor masuk ke Indonesia, kalau yang menggunakan jalur resmi sangat minim,” tambahnya. (akz/eza)


BACA JUGA

Senin, 23 Oktober 2017 13:55

CATAT YA..!! Kesenjangan di Perbatasan Masih terjadi

NUNUKAN - Perekonomian kawasan perbatasan, umumnya mengalami ketertinggalan dibandingkan dengan…

Senin, 23 Oktober 2017 13:54

Sempat Ditentang Orang Tua, Wakili Kaltara di Parlemen Remaja

Berkecimpung dalam sebuah organisasi atau kelompok tertentu, terkadang ditanggapi positif sebagian orang…

Senin, 23 Oktober 2017 10:01

Wilayah Tiga Belum Disuplai LPG 3 Kg

NUNUKAN – Selain melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram…

Senin, 23 Oktober 2017 09:58

Si Anak Petani, Sukses Jadi Terbaik dari yang Terbaik

Kerja keras dan pantang menyerah, sepertinya menjadi pendorong keberhasilan salah satu putri terbaik…

Sabtu, 21 Oktober 2017 09:47

Nunukan Daerah Tanpa Identitas Jelas?

NUNUKAN – Usai berpisah dengan Kabupaten Bulungan 18 tahun lalu, Kabupaten Nunukan hingga kini…

Sabtu, 21 Oktober 2017 09:45

Pengalaman Pertama Memimpin Satuan di Perbatasan

Baginya, tugas di perbatasan bukanlah kali pertama ia emban sejak lulus dari Akademi Militer (Akmil)…

Jumat, 20 Oktober 2017 11:11

Krayan Minta Dibentuk Dapil Sendiri

NUNUKAN – Pemilihan umum (pemilu) yang akan berlangsung dua tahun lagi atau 2019 mendatang telah…

Jumat, 20 Oktober 2017 11:09

Jalur Penyeberangan Dijaga Ketat

NUNUKAN – Tewasnya dua pemimpin ISIS Marawi, Isnilon Hapilon dan Omar Maute dalam pertempuran…

Kamis, 19 Oktober 2017 12:22

Parah, Krisis Listrik Masih Terus Berlanjut

NUNUKAN – Krisis listrik yang terjadi di Nunukan seakan tak ada habisnya. Baru rampung dilakukan…

Kamis, 19 Oktober 2017 12:20

Tidak Ada Wadah, Manfaatkan Lahan yang Ada

Hadirnya para penggiat olahraga ekstrem di Nunukan ini tentu membawa perubahan tersendiri bagi prilaku…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .