MANAGED BY:
SENIN
26 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Senin, 19 Juni 2017 11:32
Barang Penumpang Menumpuk, Bea Cukai Tambah Personel
PEMERIKSAAN: Barang bawaan TKI yang mudik wajib melalui pemeriksaan x-ray di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Meski para TKI ini tidak menggunakan jalur resmi. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Personel Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan harus bekerja ekstra untuk pemeriksaan barang penumpang pada arus mudik tahun ini. Sebab, barang dengan ukuran besar dengan jumlah banyak yang dimiliki Tenaga Kerja Indonesia (TKI) memenuhi Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Nunukan, Max Franky Karel Rori menjelaskan, barang penumpang yang melewati alat x-ray di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan itu berasal dari Sabah, Malaysia yang melalui jalur tidak resmi masuk ke Nunukan.

“Itu barang WNI yang menjadi TKI di negeri jiran Malaysia karena masuk ke Nunukan harus diperiksa melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan,”  tutur Max Franky Karel Rori kepada Radar Nunukan, Minggu (18/6).

Lanjutnya, kondisi saat ini membuat pihaknya harus menambah 50 persen personel dari jumlah sebelumnya yang bertuga di lapangan. Selain itu, jam istirahat personel Bea Cukai juga ikut dikurangi guna memaksimalkan pemeriksaan barang para penumpang.

“Karena jumlah banyak dengan ukuran yang besar, pemeriksaan harus maksimal untuk menghindari barang terlarang masuk. Bahkan, waktu libur petugas juga harus ikut memeriksa karena barang melintas di pelabuhan resmi,” tambahnya ketika dikonfirmasi pewarta harian ini.

Dijelaskan, banyaknya jalur tikus yang dilalui TKI masuk ke Nunukan dengan barang yang banyak membuat pihaknya bekerjasama dengan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Nunukan untuk mengawasi penumpang yang membawa barang dan tetap harus melalui Pelabuhan Tunon Taka.

“Umumnya, penumpang yang membawa barang banyak dari Tawau Sabah, Malaysia. Sehingga, jika ditemui di dermaga tradisional diarahkan untuk bongkar barang di Pelabuhan Tunon Taka,” tegasnya.

Dengan adanya x-ray yang berada di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan dapat membantu petugas untuk memantau barang bawaan penumpang. Karena, modus yang digunakan saat ini beragam, jika dilihat dengan kasat mata bakal lolos.

“Tak akan meloloskan satupun barang penumpang sebelum melewati alat x-ray yang disiapkan KPPBC Nunukan. Jika mesin tidak berfungsi atau rusak, pemeriksaan secara manual tetap dilakukan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Nasution membenarkan jalur ilegal lebih diminati TKI. Sebab, menjelang Idul Fitri 1438 H, penumpang menggunakan jalur resmi terlihat sepi. Hal ini tak jauh berbeda dengan tahun lalu.

Menurutnya, aktivitas penumpang mudik terlihat ramai di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, hanya yang ingin kembali ke Sulawesi. Sedangkan yang datang dari Tawau, Malaysia tidak ada peningkatan jika menggunakan jalur resmi. Justru pemandangan berbeda terlihat para pemudik yang menggunakan jalur ilegal, meski sama-sama berasal dari negeri jiran Malaysia.

“Para BMI ini memang melalui pelabuhan Tunon Taka, tapi tidak melakukan cap paspor masuk ke Indonesia, kalau yang menggunakan jalur resmi sangat minim,” tambahnya. (akz/eza)


BACA JUGA

Minggu, 25 Juni 2017 23:44

Islamic Center, Masjid yang Paling Didominasi Pengunjung

NUNUKAN — Masyarakat Nunukan untuk melaksanakan salat Idul Fitri  di Islamic Center Hidayaturrahman,…

Minggu, 25 Juni 2017 23:31

Lebaran Pertama Diwarnai Listrik Biarpet

NUNUKAN – Momen berbagi kebahagiaan dan silaturahmi masyarakat Nunukan dan Sebatik dalam suasana…

Sabtu, 24 Juni 2017 20:21

Ratusan Personel Gabungan Amankan Takbiran Keliling

NUNUKAN - Sebanyak 450 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan jalan perayaan takbiran keliling…

Sabtu, 24 Juni 2017 14:32

Gara-Gara Main Korek Api, Bocah 2 Tahun Nyaris Bakar Rumah Mewah Ini

NUNUKAN – Kelalaian orang tua dalam pengawasan anak bisa berujung fatal. Seperti yang terjadi…

Jumat, 23 Juni 2017 10:34

H-3 Lonjakan Penumpang di PLBL Belum Terlihat

NUNUKAN – Penumpang yang melalui Pelabuhan Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung Nunukan…

Jumat, 23 Juni 2017 10:33

Penumpang Kapal Diperiksa Aparat Gabungan

NUNUKAN – Untuk mengantisipasi adanya eksodus teroris dari Marawi, Filipina, tim aparat gabungan…

Kamis, 22 Juni 2017 12:48

Moratorium DOB Berlanjut hingga 2018

NUNUKAN – Moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB) yang masih dilakukan pemerintah membuat sejumlah…

Kamis, 22 Juni 2017 12:47

Penambahan Rombel SMA Ditolak

NUNUKAN - Keputusan adanya penambahan rombongan belajar (rombel) pada Penerimaan Peserta Didik Baru…

Rabu, 21 Juni 2017 11:13

Carut Marut PPDB SMA

NUNUKAN – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) telah…

Rabu, 21 Juni 2017 11:11

Menyambung Hidup, Jadi Pedagang Asongan dan Guru Mengaji

NUNUKAN – Sepekan menjelang Idul Fitri, tim Berkah Ramadan tetap menyalurkan bantuan dengan menyambangi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .