MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 19 Juni 2017 11:32
Barang Penumpang Menumpuk, Bea Cukai Tambah Personel
PEMERIKSAAN: Barang bawaan TKI yang mudik wajib melalui pemeriksaan x-ray di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Meski para TKI ini tidak menggunakan jalur resmi. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Personel Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan harus bekerja ekstra untuk pemeriksaan barang penumpang pada arus mudik tahun ini. Sebab, barang dengan ukuran besar dengan jumlah banyak yang dimiliki Tenaga Kerja Indonesia (TKI) memenuhi Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Nunukan, Max Franky Karel Rori menjelaskan, barang penumpang yang melewati alat x-ray di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan itu berasal dari Sabah, Malaysia yang melalui jalur tidak resmi masuk ke Nunukan.

“Itu barang WNI yang menjadi TKI di negeri jiran Malaysia karena masuk ke Nunukan harus diperiksa melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan,”  tutur Max Franky Karel Rori kepada Radar Nunukan, Minggu (18/6).

Lanjutnya, kondisi saat ini membuat pihaknya harus menambah 50 persen personel dari jumlah sebelumnya yang bertuga di lapangan. Selain itu, jam istirahat personel Bea Cukai juga ikut dikurangi guna memaksimalkan pemeriksaan barang para penumpang.

“Karena jumlah banyak dengan ukuran yang besar, pemeriksaan harus maksimal untuk menghindari barang terlarang masuk. Bahkan, waktu libur petugas juga harus ikut memeriksa karena barang melintas di pelabuhan resmi,” tambahnya ketika dikonfirmasi pewarta harian ini.

Dijelaskan, banyaknya jalur tikus yang dilalui TKI masuk ke Nunukan dengan barang yang banyak membuat pihaknya bekerjasama dengan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Nunukan untuk mengawasi penumpang yang membawa barang dan tetap harus melalui Pelabuhan Tunon Taka.

“Umumnya, penumpang yang membawa barang banyak dari Tawau Sabah, Malaysia. Sehingga, jika ditemui di dermaga tradisional diarahkan untuk bongkar barang di Pelabuhan Tunon Taka,” tegasnya.

Dengan adanya x-ray yang berada di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan dapat membantu petugas untuk memantau barang bawaan penumpang. Karena, modus yang digunakan saat ini beragam, jika dilihat dengan kasat mata bakal lolos.

“Tak akan meloloskan satupun barang penumpang sebelum melewati alat x-ray yang disiapkan KPPBC Nunukan. Jika mesin tidak berfungsi atau rusak, pemeriksaan secara manual tetap dilakukan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Nasution membenarkan jalur ilegal lebih diminati TKI. Sebab, menjelang Idul Fitri 1438 H, penumpang menggunakan jalur resmi terlihat sepi. Hal ini tak jauh berbeda dengan tahun lalu.

Menurutnya, aktivitas penumpang mudik terlihat ramai di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, hanya yang ingin kembali ke Sulawesi. Sedangkan yang datang dari Tawau, Malaysia tidak ada peningkatan jika menggunakan jalur resmi. Justru pemandangan berbeda terlihat para pemudik yang menggunakan jalur ilegal, meski sama-sama berasal dari negeri jiran Malaysia.

“Para BMI ini memang melalui pelabuhan Tunon Taka, tapi tidak melakukan cap paspor masuk ke Indonesia, kalau yang menggunakan jalur resmi sangat minim,” tambahnya. (akz/eza)


BACA JUGA

Selasa, 24 April 2018 11:12

Tunjangan Khusus Guru Tak Diberikan

NUNUKAN - Sejumlah guru di Kecamatan Krayan kembali mengadukan nasib mereka di Dewan Perwakilan Rakyat…

Senin, 23 April 2018 12:23

Pos Imigrasi ‘Diserbu’ Warga

NUNUKAN – Pelayanan Imigrasi Kelas II Nunukan yang dilakukan di Pos Imigrasi Sungai Pancang Sebatik…

Senin, 23 April 2018 12:22

PR Kedua Negara Perbatasan

NUNUKAN – Permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI), penyelundupan barang haram hingga teroris…

Minggu, 22 April 2018 12:12

Kapal Berbendera Vietnam Dipaksa Sandar di Pelabuhan Tunon Taka

NUNUKAN - Kapal asal Vietnam dipaksa bersandar di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Kapal yang memiliki…

Sabtu, 21 April 2018 10:26

Warga Harus Segera Pindah

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dalam waktu dekat, akan segera membersihkan area…

Sabtu, 21 April 2018 10:14

Persoalan Lawas, Dideportasi Bukan TKI Resmi

NUNUKAN – Bekerja di luar negeri masih menjadi magnet tersendiri bagi para Warga Negara Indonesia…

Jumat, 20 April 2018 12:35

Satu Maskapai Melirik, Armada TNI Jadi Alternatif

NUNUKAN – Proses Lelang Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Nunukan-Krayan kini dilirik salah satu maskapai.…

Jumat, 20 April 2018 12:16

Zona Merah, Aset Pemprov Kaltim

NUNUKAN – Warga yang bermukim di  Rukun Tetangga (RT) 14 Jalan Antasari, Kelurahan Nunukan…

Jumat, 20 April 2018 10:11

Data Belum Valid, Gaji Guru Honorer Tertahan

NUNUKAN – Pasca dilakukan uji kompetensi guru pada Februari lalu, hingga saat ini Dinas Pendidikan…

Kamis, 19 April 2018 15:23

Gara-Gara Ini, UNBK SMP Terancam Batal

NUNUKAN – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .