MANAGED BY:
MINGGU
22 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 16 Juni 2017 12:56
Katanya Sih Hina Kepolisian, Warga Ini Ditangkap

Polres Tarakan Amankan 2 Pelaku Penyebar Kebencian

UJARAN KEBENCIAN : Postingan ujaran kebencian yang dilakukan akun Marzuki Irwan yang menghina institusi kepolisian.

PROKAL.CO, TARAKAN – Kejadian yang dialami oleh Marzuki dan Trio Langgeng bisa menjadi pelajaran bagi pengguna akun media sosial (medsos) agar lebih bijak menggunakannya.

Keduanya diamankan oleh Unit Jatanras Polres Tarakan pada Rabu (14/6) sekitar pukul 16.30 Wita akibat postingannya di medsos Facebook yang berisi ujaran kebencian terhadap institusi kepolisian.

Kapolres Tarakan, AKBP Dearystone Michael Hence Royke Supit, saat dikonfirmasi Radar Tarakan, Kamis (15/6) membenarkan bahwa pihaknya sudah mengamankan dua pelaku penebar kebencian melalui medsos tersebut.

“Keduanya kita amankan karena dianggap postingan pada 10 Juni, melalui medsos Facebook sudah masuk kategori menyebarkan kebencian dan penghinaan terhadap institusi kepolisian. Terlebih postingan tersebut juga dibagikan ke grup yang ada di Facebook yakni Forum Jual Beli Tarakan,” bebernya.

Diceritakan Kapolres, pada 9 Juni lalu Marzuki ditilang oleh petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan, karena memarkir kendaraannya di lokasi yang terdapat rambu-rambu larangan parkir. Tepatnya di depan gerai makanan cepat saji, KFC di samping halte yang berada di Jalan Jendral Sudirman.

“Dirinya beralasan hanya sebentar saja memarkirkan kendaraannya di situ untuk mengambil baterai laptop di toko Starcom. Namun anggota (polantas) tetap melakukan penilangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku karena dia (Marzuki) jelas-jelas melanggar rambu-rambu larangan parkir,” bebernya.

Merasa tidak terima dengan penilangan yang dilakukan kepolisian, Marzuki lantas memosting menggunakan akun Facebook pribadinya dengan nama akun Marzuki Irwan pada 10 Juni dengan bunyi cuitan “Sore2 kena tilang karna stop di tanda larangan P ditanya apa beda tanda larang P dan S dijawab sama aja.  Kok gitu lulus jadi polisi,  tidak bisa bedakan tanda larangan P dan S dasar polisi bodoh,  kita bikin coba ramaikan saja biar banyak yang baca, banyakan likenya aja biar lain tahu.”

“Kami juga mengamankan Trio Langgeng karena memberikan komentar di postingan Marzuki Irwan yang isinya menghina institusi kepolisian,” ungkapnya. Kedua pelaku ini memberikan komentar yang cukup menghina institusi kepolisian yakni “P=Polisi, S=Sinting, jadi itulah maksud P dan S di jalan, yang nilang itu Polisi Sinting”.

“Saat ini keduanya sudah dilakukan pemeriksaan terkait maksud dan tujuannya memposting ujaran kebencian dan penghinaan terhadap institusi kepolisian,” bebernya. Lanjutnya, kedua pelaku dikenakan Pasal 45 Ayat 3 junto (jo) Pasal 27 Ayat 3 Undang-Undang (UU) 19/2016 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

“Kejadian ini bisa menjadi pembelajaran agar masyarakat lebih bijak menggunakan medsos, jangan sampai melakukan tindakan mengujar kebencian dan menghina ke orang lain maupun institusi,” pungkasnya.

Sebelumnya, akun Facebook Marzuki Irwan menjawab beberapa pertanyaan di kolom komentar pada akunnya pada 10 Juni lalu. “Menurut (UU) 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Bab I Ketentuan Umum, pada Pasal 1 angka 15, 16, dan 23 tertulis sebagai berikut:

Pasal 1 Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan: Parkir adalah keadaan Kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat dan ditinggalkan pengemudinya.

15. Berhenti adalah keadaan Kendaraan tidak bergerak untuk sementara dan tidak ditinggalkan pengemudinya.

16. Pengemudi adalah orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang telah memiliki Surat Izin Mengemudi. Dari definisi di atas, maka jelas bahwa perbedaan antara Parkir dan Berhenti menurut UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah ditinggalkan atau tidak ditinggalkan kendaraan tersebut oleh pengemudinya.”                      

“Mengenai menurunkan dan menaikkan penumpang kebetulan juga dilakukan, nah yg jadi tanda tanya adalah kalimat ngetem, berapa lama sih itu ngetem, apakah sekitar 3 menitan sudah dianggap ngetem, adakah di uu menyatakannya, kemudian di tkp juga ada halte bus, kita bisa sama tahu sendiri kira2 berapa lama bus jika menaikkan penumpang.”                      

“Tp apapun itu ty lah, kita cuma belajar dan yg lain perlu tahu, mengenai rambu larangan P jelas jika menurut uu tidak masalah untuk berhenti, itu sih yg saya cermati, mohon ralat kl salah. Karna masih banyak yg beranggapan juga larangan P itu dilarang berhenti.”

Sementara itu, Radar Tarakan mencoba untuk konfirmasi kepada kedua pelaku baik itu melalui pesan Facebook pada pemilik akun Marzuki Irwan dan Trio Langgeng  begitu melalui via telepon tetapi belum ada jawaban hingga tadi malam.(jnr/nri)


BACA JUGA

Sabtu, 21 April 2018 10:55

Tim Cuma Berharap Laporan

TARAKAN – Elpiji 3 kg langka. Itu sudah wajar di sejumlah wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara).…

Sabtu, 21 April 2018 10:53

Misi Sosial dan Keberagaman Budaya Indonesia

Umumnya dunia otomotif begitu melekat dengan pria. Tapi saat ini anggapan itu perlahan hilang dengan…

Sabtu, 21 April 2018 10:52

Kerja Keras dan Tak Patah Semangat

KEMANDIRIAN seorang wanita tak dapat dilepaskan dari perannya sebagai ibu rumah tangga. Namun dengan…

Sabtu, 21 April 2018 10:50

Tak Ingin Anak Terseret Pengalaman yang Sama

MOMEN 21 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kartini. Pelopor perjuangan kaum perempuan,…

Sabtu, 21 April 2018 10:49

Mengantar Anak Sampai Sukses

RADEN Ajeng Kartini, hari lahirnya selalu menjadi pengingat bagi setiap wanita Indonesia. Kartini lekat…

Sabtu, 21 April 2018 10:48

Tidak Ada Alasan Pakai Suket

MESKI penggunaan surat keterangan (suket) pada pelaksanaan Pemilihan Calon Wali Kota dan Wakil Wali…

Sabtu, 21 April 2018 10:46

Belum Terbentuk, FPI Sudah Dapat Penolakan

SPANDUK penolakan pembentukan Front Pembela Islam (FPI) itu, terpampang jelas  di sekitaran perempatan…

Sabtu, 21 April 2018 10:39

Anggaran Minim, Bukan Penghambat

TARAKAN — Kepala Kementerian Agama Kaltara, H. Suriansyah mengakui, minimnya dana pembinaan yang…

Sabtu, 21 April 2018 10:38

Ramaikan Gowes Sore Ini

TARAKAN - Para goweser Bumi Paguntaka diharapakan kehadirannya dalam kegiatan gowes, Sabtu (21/4) yang…

Sabtu, 21 April 2018 10:37

Tidar dan Labobar Diusulkan Masuk Tarakan

TARAKAN - Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, PT Pelni kembali mengajukan tambahan armada untuk mengatasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .