MANAGED BY:
KAMIS
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Jumat, 16 Juni 2017 12:56
Katanya Sih Hina Kepolisian, Warga Ini Ditangkap

Polres Tarakan Amankan 2 Pelaku Penyebar Kebencian

UJARAN KEBENCIAN : Postingan ujaran kebencian yang dilakukan akun Marzuki Irwan yang menghina institusi kepolisian.

PROKAL.CO, TARAKAN – Kejadian yang dialami oleh Marzuki dan Trio Langgeng bisa menjadi pelajaran bagi pengguna akun media sosial (medsos) agar lebih bijak menggunakannya.

Keduanya diamankan oleh Unit Jatanras Polres Tarakan pada Rabu (14/6) sekitar pukul 16.30 Wita akibat postingannya di medsos Facebook yang berisi ujaran kebencian terhadap institusi kepolisian.

Kapolres Tarakan, AKBP Dearystone Michael Hence Royke Supit, saat dikonfirmasi Radar Tarakan, Kamis (15/6) membenarkan bahwa pihaknya sudah mengamankan dua pelaku penebar kebencian melalui medsos tersebut.

“Keduanya kita amankan karena dianggap postingan pada 10 Juni, melalui medsos Facebook sudah masuk kategori menyebarkan kebencian dan penghinaan terhadap institusi kepolisian. Terlebih postingan tersebut juga dibagikan ke grup yang ada di Facebook yakni Forum Jual Beli Tarakan,” bebernya.

Diceritakan Kapolres, pada 9 Juni lalu Marzuki ditilang oleh petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan, karena memarkir kendaraannya di lokasi yang terdapat rambu-rambu larangan parkir. Tepatnya di depan gerai makanan cepat saji, KFC di samping halte yang berada di Jalan Jendral Sudirman.

“Dirinya beralasan hanya sebentar saja memarkirkan kendaraannya di situ untuk mengambil baterai laptop di toko Starcom. Namun anggota (polantas) tetap melakukan penilangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku karena dia (Marzuki) jelas-jelas melanggar rambu-rambu larangan parkir,” bebernya.

Merasa tidak terima dengan penilangan yang dilakukan kepolisian, Marzuki lantas memosting menggunakan akun Facebook pribadinya dengan nama akun Marzuki Irwan pada 10 Juni dengan bunyi cuitan “Sore2 kena tilang karna stop di tanda larangan P ditanya apa beda tanda larang P dan S dijawab sama aja.  Kok gitu lulus jadi polisi,  tidak bisa bedakan tanda larangan P dan S dasar polisi bodoh,  kita bikin coba ramaikan saja biar banyak yang baca, banyakan likenya aja biar lain tahu.”

“Kami juga mengamankan Trio Langgeng karena memberikan komentar di postingan Marzuki Irwan yang isinya menghina institusi kepolisian,” ungkapnya. Kedua pelaku ini memberikan komentar yang cukup menghina institusi kepolisian yakni “P=Polisi, S=Sinting, jadi itulah maksud P dan S di jalan, yang nilang itu Polisi Sinting”.

“Saat ini keduanya sudah dilakukan pemeriksaan terkait maksud dan tujuannya memposting ujaran kebencian dan penghinaan terhadap institusi kepolisian,” bebernya. Lanjutnya, kedua pelaku dikenakan Pasal 45 Ayat 3 junto (jo) Pasal 27 Ayat 3 Undang-Undang (UU) 19/2016 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

“Kejadian ini bisa menjadi pembelajaran agar masyarakat lebih bijak menggunakan medsos, jangan sampai melakukan tindakan mengujar kebencian dan menghina ke orang lain maupun institusi,” pungkasnya.

Sebelumnya, akun Facebook Marzuki Irwan menjawab beberapa pertanyaan di kolom komentar pada akunnya pada 10 Juni lalu. “Menurut (UU) 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Bab I Ketentuan Umum, pada Pasal 1 angka 15, 16, dan 23 tertulis sebagai berikut:

Pasal 1 Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan: Parkir adalah keadaan Kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat dan ditinggalkan pengemudinya.

15. Berhenti adalah keadaan Kendaraan tidak bergerak untuk sementara dan tidak ditinggalkan pengemudinya.

16. Pengemudi adalah orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang telah memiliki Surat Izin Mengemudi. Dari definisi di atas, maka jelas bahwa perbedaan antara Parkir dan Berhenti menurut UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah ditinggalkan atau tidak ditinggalkan kendaraan tersebut oleh pengemudinya.”                      

“Mengenai menurunkan dan menaikkan penumpang kebetulan juga dilakukan, nah yg jadi tanda tanya adalah kalimat ngetem, berapa lama sih itu ngetem, apakah sekitar 3 menitan sudah dianggap ngetem, adakah di uu menyatakannya, kemudian di tkp juga ada halte bus, kita bisa sama tahu sendiri kira2 berapa lama bus jika menaikkan penumpang.”                      

“Tp apapun itu ty lah, kita cuma belajar dan yg lain perlu tahu, mengenai rambu larangan P jelas jika menurut uu tidak masalah untuk berhenti, itu sih yg saya cermati, mohon ralat kl salah. Karna masih banyak yg beranggapan juga larangan P itu dilarang berhenti.”

Sementara itu, Radar Tarakan mencoba untuk konfirmasi kepada kedua pelaku baik itu melalui pesan Facebook pada pemilik akun Marzuki Irwan dan Trio Langgeng  begitu melalui via telepon tetapi belum ada jawaban hingga tadi malam.(jnr/nri)


BACA JUGA

Rabu, 20 September 2017 10:58

Harus Ada Pengecualian untuk DOB Kaltara

JAKARTA – Kebijakan pemerintah yang menunda pembentukan daerah otonomi baru (DOB) di tahun 2017…

Rabu, 20 September 2017 10:53

Hampir Tiap Hari Listrik Padam

TARAKAN – Kestabilan listrik di Tarakan nampaknya akan terus bergantung pada gas. Sebab, saat…

Rabu, 20 September 2017 10:50

Tak Terapkan HET, Pedagang Akan Disanksi

TARAKAN – Pengaturan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras di Indonesia terlah diberlakukan, tak…

Rabu, 20 September 2017 10:47

Bibir Membiru Diredakan Hanya dengan Air Hangat

Jika dilihat sekilas, Atika Zahra Ratifa tampak seperti bayi sehat pada umumnya. Namun, siapa sangka…

Rabu, 20 September 2017 10:41

Warga KTT Terhipnotis Penampilan The Angelz

TANA TIDUNG – Tak hanya penyanyi-penyanyi dangdut dan melayu saja yang meramaikan pesta rakyat…

Rabu, 20 September 2017 10:38

APBD-P Belum Dibahas, Masih Menunggu Provinsi

TARAKAN - Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) oleh Tim Anggaran Pemerintah…

Rabu, 20 September 2017 10:35

PJU Kurang, Anggaran Pengadaan Menipis

TARAKAN – Penerangan jalan umum (PJU) di Bumi Paguntaka masih terbilang minim, termasuk di daerah…

Rabu, 20 September 2017 10:33

Tigor Menolak Jika Jadi Wakil

TARAKAN – Keputusan DPP Golkar yang merekomendasikan Badrun untuk diusung pada pilwali tahun depan,…

Rabu, 20 September 2017 10:31

Dua Mucikari Diringkus Tim Polda

TARAKAN – Maraknya karaoke dewasa yang tersebar di beberapa titik di Tarakan akhirnya menjadi…

Rabu, 20 September 2017 04:15

Api 'Mengamuk", Bakar Sejumlah Kios di Pasar Gusher

TARAKAN - Insiden nahas mewarnai pertengahan September. Sekitar pukul 01.00 dini hari, warga dihebohkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .