MANAGED BY:
RABU
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 16 Juni 2017 12:46
Kisruh Pemilihan Ketua DPC PDIP
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Penjaringan 10 kader yang rencananya dicalonkan sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), menyisahkan pil kekecewaan bagi figur-figur yang tereliminasi.

Sebab, tanpa sepengetahuan calon-calon ketua tersebut ternyata pihak DPD PDIP Kaltara mengeliminasi kesepuluh nama menjadi calon lima nama yang akan memperebutkan posisi ketua tersebut.

Ketua DPCPeriode 2005-2010 Partai PDIP Kota Tarakan, Ir. Suhardi mengatakan, sebagai calon ketua DPC PDIP, dia merasa masih terjadi permasalahan internal partai. Karena dari kesepuluh calon yang telah diplenokan tersebut, menurut sepengetahuan pihaknya tidak dapat dikurangi oleh pihak DPD. Akan tetapi, dia mendapatkan informasi dari DPP  mereka hanya meminta lima nama sebagai calon ketua DPC PDIP Tarajan.

“Sementara yang pleno DPD itu ada 10 orang,”ungkapnya kepada Radar Tarakan, kemarin (15/6).

Atas kejadian tersebut, pihak Pengurus Anak Cabang (PAC) ingin menurunkan atributnya dikarenakan figur yang diinginkan untuk menjadi ketua DPC, justru tidak masuk dalam bursa pemilihan.

Seperti nama Iwan Setiawan yang mendapat dukungan dari empat PAC dan Suhardi telah mendapatkan dukungan tiga PAC. Pihaknya, mempertanyakan mengapa figur yang hanya memiliki satu suara yang dapat terjaring sampai di DPP.

Hal ini dinilai sebagai suatu kejanggalan. Untuk itu, Suhardi menginginkan agar pihak DPD provinsi segera bertanggung jawab atas hal ini.

“Berarti terjadi semacam rekayasa di sini,” kesalnya.

Untuk itu pihaknya menginginkan klarifikasi dari ketua, sekretaris DPD dan DPP PDIP. Karena dalam rapat yang lalu yang dipimpin oleh Sudirman Tarigan, menyatakan kesepuluh nama tersebut tidak dapat di kurangi.

“Tidak boleh mengurangi nama di DPC tapi di DPD boleh nambah (nama,red),” ucapnya.

Sebelumnya pihaknya sudah melakukan komunikasi secara internal kepada pihak DPD. Hanya saja tidak diindahkan oleh DPD. Untuk itu pihaknya merasa kecewa dan hal ini harus segera ditindaklanjuti.

Untuk diketahui 10 nama awalnya yang sudah diplenokan oleh pihak DPD yakni H. Abu ramsyah, Gusmin, H. Rahmat Sewa, H. Sutiono, Asep Sugianto, Iwan Setiawan S.Pd, Ir. Suhardi, M. Thamrin SE.,M.Hp, Mashudi san David Dodok S.H. Sementara yang dinyatakan tidak lulus adalah Iwan Setiawan S.Pd,Ir. Suhardi, M. Thamrin SE,M.Hp, Mashudi, dan David Dodok S.H.

Secara pribadi, Suhardi mengatakan dirinya tidak menuduh ketua DPD PDIP secara langsung. Hanya saja dirinya meminta penjelasan terkait hal tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kose Etik dan Kehormatan PDIP DPD Kaltara, H. Sukardi mengatakan sebagai partai moncong putih yang menjunjung nilai demokrasi, maka anggota PDIP harus memegang tinggi nilai konstitusi yaitu kejujuran.

Namun, sepanjang dirinya melihat kondisi PDIP saat ini, dikatakannya sungguh tidak beres. Untuk itu, jika ada rapat pleno kembali, maka pihaknya harus kembali dipanggil untuk mengikuti rapat.

“Konstitusi, ideologi sudah diinjak-injak oleh person-person (Ketua dan Sekretaris DPD PDIP) yang berjiwa kerdil,” katanya dengan nada marah.

Jika memang ada perubahan dari 10 nama, maka harus ada surat perubahan mengenai hal tersebut. “Dan saya juga harus diberi tahu,” bebernya.

Secara aturan yang berlaku, Sukardi mengatakan pihak DPD tidak berhak untuk mengeleminasi kesepuluh nama tersebut. Tapi dapat menambahkan calon ketua DPC. Jika harus mengurangi calon, maka pihak DPD harus melakukan pleno kembali bersam dengan pihak yang bersangkutan.

“Jadi ini menyakitkan, Saya tidak terima partai saya dikasih begitu,” keluhnya.

Diceritakan Sukardi, awalnya dirinya mendapat informasi dari iwan setiawan yakni salah satu calon ketua DPC yang dieleminasi oleh DPD. Iwan menyampaikan bahwa dirinya mendapat pemberitahuan dari DPP terkait lima nama yang harus mengikuti fit and proper test dari DPP PDIP. Hingga hal tersebut membuat pihaknya kecewa.

“Untuk itu kami minta klarifikasi,” tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh Radar Tarakan, Ketua DPD PDIP Kaltara Drs. Jhony Laing Impang M.Si mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan proses penjaringan ketua DPC sesuai prosedur. Pasalnya hal tersebut sudah sesuai dengan hasil koordinasi antara ketua DPD PDIP bersama dengan PLH DPC dan DPP PDIP. Setelah itu, pihak DPP akan memilih satu sari nama-nama tersebut

“Nanti akan dilihat perkembangannya,” tuturnya.

Diakui Jhony, ada 11 nama yaitu Thamrin sebagai salah satu nama calon ketua DPC PDIP. Dan nama tersebut sudah diajukan oleh pihaknya.

“11 nama, karena DPD tambah satu nama lagi,” ucapnya.

Saat ditanyakan tentang kelima nama yang hanya sampai kepada pihak DPP, Jhony mengatakan suratnya mana?Dan merasa apa yang sudah dilakukan oleh pihaknya telah berjalan.

“Rapat pleno sudah diserahkan ke DPP. Dikonfirmasi balik. Ada suratnya berdasarkan hasil DPP,” terangnya.

Jhony menyampaikan, jika kemudian kader DPC PDIP merasa keberatan akan hal tersebut, maka dapat berkoordinasi langsug kepada pihak DPP. Karena pihak DPD merasa sudah melakukan penjaringan melalui prosedur.

Saat ditanyakan apakah benar pihak DPD melakukan seleksi dari 11 orangmenjadi lima, Jhony malah mengatakan cukup.

“Cukup. Saya pikir begitu saja ya, terimakasih,” pungkasnya. (*/yed/nri)


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 12:50

Rekor Awal Tahun, Empat Jam Padam

TARAKAN – Meski sudah berganti tahun, namun persoalan pemadaman listrik masih terjadi. Padahal…

Selasa, 23 Januari 2018 12:48

Lebih Banyak Menghabiskan Hari-Harinya di Rumah Sakit

Adam Al Fatah anak sulung pasangan Siti (28) dan Hery (38), harus merasakan sakit yang sudah dideritanya…

Selasa, 23 Januari 2018 12:47

Dana Suvenir Balon Capai Rp 100 Juta

TARAKAN – Memasuki masa kampanye Pilwali Tarakan para pengusaha jasa pembuatan spanduk, baliho…

Selasa, 23 Januari 2018 12:45

Enam Kelurahan Rawan Kecurangan

TARAKAN - Kecurangan pada proses pemilihan umum (Pemilu), menjadi atensi khusus yang harus disikapi…

Selasa, 23 Januari 2018 12:36

Tak Cukup Bukti, Laporan Dihentikan

TARAKAN - Gugatan pasangan Sabirin Sanyong dan Tajuddin Tuwo (Santun) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU),…

Selasa, 23 Januari 2018 12:29

Hanura Terancam Jadi Penonton pada Pemilu di Kaltara, Kok Bisa?

TARAKAN - Konflik yang terjadi di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) belum…

Selasa, 23 Januari 2018 12:27

Tegaskan Imunisasi Dihalalkan MUI

TARAKAN – Target 92 persen pemberian imunisasi kepada anak-anak hingga saat ini oleh Dinas Kesehatan…

Selasa, 23 Januari 2018 12:23

Drainase Tersumbat Pasir dan Sampah

TARAKAN – Pada umumnya permasalahan di setiap lingkungan rukun tetangga (RT) hampir sama. Jika…

Senin, 22 Januari 2018 14:22

Balon-Tim Sukses Harus Melek UU

PERSOALAN biaya kampanye memang rentan mengarah ke arah black campaign. Belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya,…

Senin, 22 Januari 2018 14:19

Arief Jadi Wali Kota Selama 130 Hari

TARAKAN – Sang petahana Sofian Raga yang memutuskan untuk ingin melanjutkan kerjanya, pada Pilwali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .