MANAGED BY:
RABU
23 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Jumat, 16 Juni 2017 12:19
PPDB Ditutup, Pastikan Tak Ada Rombel Tambahan
TUNGGU HASIL: Sejumlah SMA dan SMK telah mengumumkan hasil seleksi PPDB 2017. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pengembalian formulir Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) tahun ajaran 2017/2018 jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) berakhir. Masing-masing sekolah berstatus negeri telah mengumumkan hasil seleksinya.

Demikian pula Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Nunukan. Sebagai sekolah favorit di Kabupaten Nunukan, jumlah pendaftar memang terlihat membludak. Namun, karena keterbatasan Ruang Kelas Belajar (RKB) yang dimiliki, pihak sekolah akhirnya membatasi jumlah pelajar barunya.

Kepala SMA Negeri 1 Nunukan, Khairul Naim SPd membenarkan hal tersebut. Ia menyebutkan, jika dibandingkan dengan 2016 lalu, jumlah rombel di sekolah yang dipimpinnya memang mengalami pengurangan. Untuk tahun ajaran 2017/2018 ini pihaknya hanya membuka 4 rombel untuk 144 pelajar. Dan tidak ada lagi rombel tambahan. “Bupati yang dulu, pernah rencanakan menambah 3 bangunan RKB. Lahannya sudah ada. Tapi, tidak tahu kenapa batal. Makanya rombelnya dibatasi. Hanya 4 saja,” kata Khairul Naim kepada media ini.

Ia menyebutkan, di 2016 lalu pihaknya membuka 9 rombel. Dari 9 rombel itu, ada 2 rombel tambahan karena adanya desakan dari sejumlah kalangan. Setiap rombel melebihi jumlah yang sewajarnya, yakni 36 pelajar. “Di satu kelas itu ada sampai 40 pelajar bahkan lebih,” ungkap Naim, sapaan akrabnya.

Ia mengatakan, keberadaan PPDB 2017 melalui Peraturan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltara nomor 02 tahun 2017 tentang PPDB pada SMA Negeri, SMK Negeri, Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri atau bentuk lain yang sederajat untuk tahun ajaran 2017-2018 ini sangat berguna.

Keterbukaan proses PPDB, mulai proses pendaftaran hingga kemampuan setiap sekolah menjadi titik awal menghapus pelajar titipan. “Petunjuk teknis (juknis) ini tentunya sangat membantu setiap panitia PPDB bekerja. Apalagi berlaku untuk se-Kaltara. Sehingga, tidak ada lagi tambahan atau istilahnya pelajar titipan. Semoga saja tahun ini bisa berjalan maksimal,” ujarnya.

Dijelaskan, proses penerimaan PPDB ini menggunakan 3 jalur. Masing-masing jalur telah memiliki jatah pelajar yang diterima. Untuk jalur keluarga miskin (gakin) sebanyak 20 persen atau 29 pelajar. Lalu, jalur prestasi, mutasi atau bencana masing-masing 10 persen atau 14 pelajar (Prestasi 5 persen, mutasi atau bencan 5 persen). Sementara untuk jalur zona wilayah atau umum sebesar 70 persen atau sebanyak 101 pelajar. “Jatah ini dilakukan secara provinsi bahkan secara nasional. Jadi, tidak boleh ditambah atau dikurangi,” bebernya.

Selain RKB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara menolak jika dalam 1 RKB itu diisi lebih dari 36 pelajar. Sehingga, pihaknya hanya membuka 4 rombel sesuai dengan kemampuan pihak sekolah saja. “Saya sangat berharap, adanya aturan seperti ini semakin mempertegas bahwa sudah tidak ada lagi istilah pelajar titipan seperti sebelumnya,” harapnya.

Budi, orang tua pelajar yang sedang mengantarkan anaknya mengatakan, berkurangnya rombel di SMA Negeri 1 Nunukan ini bukan tanpa sebab. Adanya tambahan RKB di luar jalur resmi 2016 lalu menjadi salah satu penyebabnya. Keterbatasan RKB yang dimiliki akhirnya memaksa pengurangan dilakukan. “Tahun lalu itu ada 9 kelas memang. Pas naik kelas XI (kelas 2) RKB yang seharusnya untuk pelajar baru masih tetap digunakan pelajar yang kelas XI tadi. Makanya, hanya 4 RKB saja yang ada,” ungkapnya kepada media ini.

Menurutnya, aturan yang dilakukan di ajaran 2017 ini sangat diharapkan dapat menghapus adanya pelajar-pelajar titipan yang selama ini terus terjadi. Sehingga, proses penerimaan pelajar baru ini benar-benar murni hasil seleksi dan sesuai mekanisme juknis yang ada.

“Tapi, kalau misalnya masih ada sekolah menerima pelajar titipan seperti itu, maka ketegasannya diragukan dan perlu perbaikan lagi. Sebab, para orangtua pasti menerima jika memang adil dan tidak ada istilah titipan lagi,” ujarnya.

Dikatakan, keberadaan juknis ini seharusnya menjadi acuan dan pedoman bagi pihak sekolah menyelenggarakan proses PPDB secara objektif, akuntabel, transparan dan tanpa diskriminasi. Sehingga dapat berguna meningkatkan akses layanan pendidikan.

“Sebenarnya, jika satu saja diberikan kesempatan, maka yang lainnya akan ikut. Seperti tahun lalu, kami berikan kesempatan 1 akhirnya tambah banyak dan menjadi 2 kelas. Makanya, “kran” titipan ini harus ditutup serapat-rapatnya memang,” ujarnya. (oya/eza)


BACA JUGA

Selasa, 22 Agustus 2017 10:11

Harga Rumput Laut Naik, Petani Ketiban Untung

NUNUKAN – Dalam beberapa bulan terakhir harga komoditas unggulan Nunukan, yakni rumput laut sempat…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:09

Ratusan Pasutri Ilegal Akhirnya Diakui Negara

TAWAU – Setelah melalui proses pendaftaran dan memenuhi persyaratan, ratusan pasangan suami istri…

Senin, 21 Agustus 2017 11:21

Tolak Dakwaan JPU, Jayadi Ajukan Pembelaan

NUNUKAN – Terdakwa perkara Pasar Induk jilid dua akhirnya jalani sidang perdana, Selasa (15/8)…

Senin, 21 Agustus 2017 11:19

Cuaca Tak Menentu, KSOP Perketat Pelayaran

NUNUKAN – Curah hujan tinggi yang terjadi satu pekan terakhir membuat Kantor Kesyahbandaran dan…

Senin, 21 Agustus 2017 11:16

Speedboat Rombongan Kemendes PDTT Tak Resmi

NUNUKAN – Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Sebatik memastikan speedboat yang digunakan…

Senin, 21 Agustus 2017 10:21

Dermaga Binalawan Rusak Berat

NUNUKAN – Bagi warga masyarakat yang bakal ke pulau sebatik dan berencana melalui Dermaga Binalawan…

Senin, 21 Agustus 2017 10:20

Nunukan Dapat Jatah Guru Garis Depan

NUNUKAN – Setidaknya ada 16 Guru Garis Depan (GGD) yang akan mengajar di sejumlah kecamatan di…

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:08

Pengembangan Runway Bandara Dihentikan

NUNUKAN – Pengembangan landasan pacu atau runway Bandar Udara (Bandara) Nunukan harus dihentikan…

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:06

Diduga Depresi, Deportan Terjun dari Lantai 3

NUNUKAN – Diduga depresi, Bukhori Alfan (22), seorang korban deportasi yang ditampung di Rumah…

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:05

Diduga Depresi, Deportan Terjun dari Lantai 3

NUNUKAN – Diduga depresi, Bukhori Alfan (22), seorang korban deportasi yang ditampung di Rumah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .