MANAGED BY:
SELASA
24 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Jumat, 16 Juni 2017 12:19
PPDB Ditutup, Pastikan Tak Ada Rombel Tambahan
TUNGGU HASIL: Sejumlah SMA dan SMK telah mengumumkan hasil seleksi PPDB 2017. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pengembalian formulir Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) tahun ajaran 2017/2018 jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) berakhir. Masing-masing sekolah berstatus negeri telah mengumumkan hasil seleksinya.

Demikian pula Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Nunukan. Sebagai sekolah favorit di Kabupaten Nunukan, jumlah pendaftar memang terlihat membludak. Namun, karena keterbatasan Ruang Kelas Belajar (RKB) yang dimiliki, pihak sekolah akhirnya membatasi jumlah pelajar barunya.

Kepala SMA Negeri 1 Nunukan, Khairul Naim SPd membenarkan hal tersebut. Ia menyebutkan, jika dibandingkan dengan 2016 lalu, jumlah rombel di sekolah yang dipimpinnya memang mengalami pengurangan. Untuk tahun ajaran 2017/2018 ini pihaknya hanya membuka 4 rombel untuk 144 pelajar. Dan tidak ada lagi rombel tambahan. “Bupati yang dulu, pernah rencanakan menambah 3 bangunan RKB. Lahannya sudah ada. Tapi, tidak tahu kenapa batal. Makanya rombelnya dibatasi. Hanya 4 saja,” kata Khairul Naim kepada media ini.

Ia menyebutkan, di 2016 lalu pihaknya membuka 9 rombel. Dari 9 rombel itu, ada 2 rombel tambahan karena adanya desakan dari sejumlah kalangan. Setiap rombel melebihi jumlah yang sewajarnya, yakni 36 pelajar. “Di satu kelas itu ada sampai 40 pelajar bahkan lebih,” ungkap Naim, sapaan akrabnya.

Ia mengatakan, keberadaan PPDB 2017 melalui Peraturan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltara nomor 02 tahun 2017 tentang PPDB pada SMA Negeri, SMK Negeri, Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri atau bentuk lain yang sederajat untuk tahun ajaran 2017-2018 ini sangat berguna.

Keterbukaan proses PPDB, mulai proses pendaftaran hingga kemampuan setiap sekolah menjadi titik awal menghapus pelajar titipan. “Petunjuk teknis (juknis) ini tentunya sangat membantu setiap panitia PPDB bekerja. Apalagi berlaku untuk se-Kaltara. Sehingga, tidak ada lagi tambahan atau istilahnya pelajar titipan. Semoga saja tahun ini bisa berjalan maksimal,” ujarnya.

Dijelaskan, proses penerimaan PPDB ini menggunakan 3 jalur. Masing-masing jalur telah memiliki jatah pelajar yang diterima. Untuk jalur keluarga miskin (gakin) sebanyak 20 persen atau 29 pelajar. Lalu, jalur prestasi, mutasi atau bencana masing-masing 10 persen atau 14 pelajar (Prestasi 5 persen, mutasi atau bencan 5 persen). Sementara untuk jalur zona wilayah atau umum sebesar 70 persen atau sebanyak 101 pelajar. “Jatah ini dilakukan secara provinsi bahkan secara nasional. Jadi, tidak boleh ditambah atau dikurangi,” bebernya.

Selain RKB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara menolak jika dalam 1 RKB itu diisi lebih dari 36 pelajar. Sehingga, pihaknya hanya membuka 4 rombel sesuai dengan kemampuan pihak sekolah saja. “Saya sangat berharap, adanya aturan seperti ini semakin mempertegas bahwa sudah tidak ada lagi istilah pelajar titipan seperti sebelumnya,” harapnya.

Budi, orang tua pelajar yang sedang mengantarkan anaknya mengatakan, berkurangnya rombel di SMA Negeri 1 Nunukan ini bukan tanpa sebab. Adanya tambahan RKB di luar jalur resmi 2016 lalu menjadi salah satu penyebabnya. Keterbatasan RKB yang dimiliki akhirnya memaksa pengurangan dilakukan. “Tahun lalu itu ada 9 kelas memang. Pas naik kelas XI (kelas 2) RKB yang seharusnya untuk pelajar baru masih tetap digunakan pelajar yang kelas XI tadi. Makanya, hanya 4 RKB saja yang ada,” ungkapnya kepada media ini.

Menurutnya, aturan yang dilakukan di ajaran 2017 ini sangat diharapkan dapat menghapus adanya pelajar-pelajar titipan yang selama ini terus terjadi. Sehingga, proses penerimaan pelajar baru ini benar-benar murni hasil seleksi dan sesuai mekanisme juknis yang ada.

“Tapi, kalau misalnya masih ada sekolah menerima pelajar titipan seperti itu, maka ketegasannya diragukan dan perlu perbaikan lagi. Sebab, para orangtua pasti menerima jika memang adil dan tidak ada istilah titipan lagi,” ujarnya.

Dikatakan, keberadaan juknis ini seharusnya menjadi acuan dan pedoman bagi pihak sekolah menyelenggarakan proses PPDB secara objektif, akuntabel, transparan dan tanpa diskriminasi. Sehingga dapat berguna meningkatkan akses layanan pendidikan.

“Sebenarnya, jika satu saja diberikan kesempatan, maka yang lainnya akan ikut. Seperti tahun lalu, kami berikan kesempatan 1 akhirnya tambah banyak dan menjadi 2 kelas. Makanya, “kran” titipan ini harus ditutup serapat-rapatnya memang,” ujarnya. (oya/eza)


BACA JUGA

Senin, 23 Oktober 2017 13:55

CATAT YA..!! Kesenjangan di Perbatasan Masih terjadi

NUNUKAN - Perekonomian kawasan perbatasan, umumnya mengalami ketertinggalan dibandingkan dengan…

Senin, 23 Oktober 2017 13:54

Sempat Ditentang Orang Tua, Wakili Kaltara di Parlemen Remaja

Berkecimpung dalam sebuah organisasi atau kelompok tertentu, terkadang ditanggapi positif sebagian orang…

Senin, 23 Oktober 2017 10:01

Wilayah Tiga Belum Disuplai LPG 3 Kg

NUNUKAN – Selain melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram…

Senin, 23 Oktober 2017 09:58

Si Anak Petani, Sukses Jadi Terbaik dari yang Terbaik

Kerja keras dan pantang menyerah, sepertinya menjadi pendorong keberhasilan salah satu putri terbaik…

Sabtu, 21 Oktober 2017 09:47

Nunukan Daerah Tanpa Identitas Jelas?

NUNUKAN – Usai berpisah dengan Kabupaten Bulungan 18 tahun lalu, Kabupaten Nunukan hingga kini…

Sabtu, 21 Oktober 2017 09:45

Pengalaman Pertama Memimpin Satuan di Perbatasan

Baginya, tugas di perbatasan bukanlah kali pertama ia emban sejak lulus dari Akademi Militer (Akmil)…

Jumat, 20 Oktober 2017 11:11

Krayan Minta Dibentuk Dapil Sendiri

NUNUKAN – Pemilihan umum (pemilu) yang akan berlangsung dua tahun lagi atau 2019 mendatang telah…

Jumat, 20 Oktober 2017 11:09

Jalur Penyeberangan Dijaga Ketat

NUNUKAN – Tewasnya dua pemimpin ISIS Marawi, Isnilon Hapilon dan Omar Maute dalam pertempuran…

Kamis, 19 Oktober 2017 12:22

Parah, Krisis Listrik Masih Terus Berlanjut

NUNUKAN – Krisis listrik yang terjadi di Nunukan seakan tak ada habisnya. Baru rampung dilakukan…

Kamis, 19 Oktober 2017 12:20

Tidak Ada Wadah, Manfaatkan Lahan yang Ada

Hadirnya para penggiat olahraga ekstrem di Nunukan ini tentu membawa perubahan tersendiri bagi prilaku…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .