MANAGED BY:
RABU
23 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 13 Juni 2017 13:08
Cegah ISIS, Operasi Tiap Hari

Tim EFQR Sisir Jalur Tikus di Kaltara

PATROLI : Tim East Fleet Quick Response (EFQR) saat melakukan patroli di sekitar perairan Tarakan, Senin (12/6) sebagai upaya mencegah masuk kelompok Maute yang pro ISIS. JANURIANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Wilayah perbatasan di Kalimantan Utara (Kaltara) memang sasaran empuk untuk dijadikan tempat pelarian oleh warga Filipina maupun pemberontak Maute yang pro dengan Islamic State of Iraq and Syria atau lebih dikenal dengan ISIS.

Oleh karena itu, tim East Fleet Quick Response (EFQR) Lantamal XIII Tarakan mulai dari beberapa waktu lalu sudah mulai siaga dan kemarin telah melakukan patroli langsung di sekitar perairan Kota Tarakan.

Tim EFQR yang berjumlah 9 orang menggunakan senjata lengkap menaiki Sea Rider untuk memeriksa beberapa kapal yang melintasi perairan Tarakan.Dalam hasil pemeriksaan kali ini tim EFQR belum menemukan adanya indikasi masuknya ISIS diperairan Kota Tarakan.

Komandan Lantamal XIII Tarakan, Laksamana Pertama TNI Ferial Fachroni mengatakan, patroli yang dilakukan tim EFQR ini merupakan kegiatan rutin untuk memeriksa kapal-kapal yang melintasi perairan Tarakan.

“Dalam patroli ini, tim EFQR memeriksa data kapal berserta orang-orang yang ada didalamnya apakah sesuai.Jangan sampai ada orang yang masuk secara illegal,” bebernya.

Perlu diketahui saat ini ada 4 WNI yang ditetapkan kepolisian Filipina yakni Anggara Suprayogi, Yayat Hidayat Tarli, Yoki Pratama Windyarto dan Al Ikhwan Yushel, keempatnya ditetapkan sebagai buronan karena bergabung dengan ISIS hal ini juga yang menjadi salah satu fokus tim untuk mencegah masuk ke wilayah NKRI.

“Patroli ini akan rutin dilakukan setiap hari, mengingat kondisi negara Fillipina saat ini sedang memanas karena adanya perang antara militer Filipina dengan kelompok pro ISIS Maute,” tuturnya.

Dirinya tidak menginginkan wilayah Kaltara menjadi pintu masuk kelompok pemberontak Maute untuk melarikan diri dari militer Filipina sewaktu-waktu bila terdesak.

“Operasi seperti ini akan terus ditingkatkan di seluruh wilayah Kaltara, kami juga akan memantau jalur-jalur tikus, mengingat jalur ini sangat sering digunakan untuk menghindari pemeriksaan aparat,” ungkapnya.

Penggunaan jalur tikus sebagai pintu masuk ke Indonesia berhasil diungkap Lantamal dengan ditemukannya 102 orang terdiri dewasa maupun anak-anak kembali dari Malaysia yang dilakukan secara illegal pada Sabtu (9/6).

“Ada 4 perahu dengan total 102 orang didalamnya, mereka adalah TKI illegal yang baru tiba dari Malaysia, semuanya sudah kita serahkan ke Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) untuk ditindak lanjuti terkait pelanggaran yang dilakukan,” ujarnya.

Pria dengan bintang satu dipundaknya ini menuturkan bahwa wilayah Nunukan merupakan lokasi yang sangat rawan disusupi kelompok pemberontak Maute bila terdesak oleh militer Filipina, olah karenanya pihaknya sudah mengintruksikan jajarannya untuk lebih memperketat pengawasannya disana dengan dibantu oleh pihak Polri dan unsur pendukung lainnya.

“Disana sudah dilakukan pemasangan gambar DPO orang-orang yang tergabung dalam kelompok pemberontak Maute, sosialisasi juga terus dilakukan kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan agar mengetahui secara dini apa-apa saja yang perlu dilakukan ketika menemukan indikasi orang yang terkait ISIS,” bebernya.

Khusus pemasangan gambar DPO di Tarakan atau beberapa wilayah di Kaltara lainnnya, pihaknya akan berencana melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan kepolisian dan pemerintah daerah.

“Saya hanya mengimbau bila ada orang yang mencurigakan disekitar kita untuk segera dilaporkan kepada aparat, itu adalah upaya pertama untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.


BNPT DAN KEPOLISIAN PANTAU JARINGAN GERAKAN RADIKAL 

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan kepolisian telah memetakan potensi jaringan ISIS di Jawa Timur. Hasilnya, ada 16 daerah yang ditengarai telah dimasuki jaringan gerakan radikalisme.

Data tersebut disampaikan Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Ramli saat bedah buku Bid'ah Ideologi ISIS di JTV kemarin (11/6). Dia menjelaskan bahwa sudah ada kader ISIS yang menetap di 16 kota tersebut. ''Ada yang tidak aktif, ada juga yang melakukan gerakan radikalisasi,'' kata jenderal bintang satu itu.

Saat ini kepolisian terus memantau pergerakan mereka. Hanya, penangkapan tidak bisa dilakukan karena petugas belum mengantongi bukti yang cukup kuat. Yang jelas, mereka melakukan gerakan radikalisasi dengan paham kebencian.

BNPT meminta masyarakat waspada saat bertemu dengan orang-orang seperti itu. Salah satu ciri-ciri paham ISIS ialah menolak hormat bendera atau menyanyikan lagu kebangsaan. ''Kalau sudah nemu begitu, patut dicurigai,'' tegas mantan Kabag Operasi Densus 88 tersebut.

Ramli juga meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ikut mengawasi hal itu. Gerakan menolak hormat bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan bisa jadi sudah masuk ke sekolah-sekolah dan madrasah.

Dia menyebutkan, momentum bedah buku itu dijadikan edukasi bagi masyarakat bahwa sebenarnya ISIS bukan Islam yang sesungguhnya. Banyaknya dalil yang dipakai ISIS ternyata bisa dengan mudah dipatahkan.

Penulis buku Bid'ah Ideologi ISIS M. Najih Arromadloni menerangkan, ISIS mengembangkan ideologi wahabi hingga tingkat paling ekstrem. Namun, ulama-ulama wahabi ternyata mengecam aksi yang dilakukan ISIS. ISIS hanya mengatasnamakan Islam untuk kepentingan politik maupun ekonomi. ''Padahal, yang tergabung di ISIS itu banyak agama dan suku. Bukan hanya Islam,'' kata alumnus Universitas Kuftaro Damaskus itu.

Ketua PC NU Surabaya Muhibbin Zuhri yang hadir dalam diskusi tersebut mengatakan, pemahaman ISIS salah kaprah. Mereka hanya berpikir hitam-putih atau hanya ada muslim dan kafir.

Negara Indonesia yang berdiri atas dasar nasionalisme tidak diakui ISIS. Padahal, menurut Zuhri, pembentukan negara yang berdasar sistem konstitusional pernah dilakukan Nabi Muhammad saat memimpin Madinah. ''Padahal di Madinah ada agama lain. Juga, suku-suku yang berbeda. Apa Rasulullah ini tidak nasionalis?'' kata direktur Museum NU itu.

Zuhri menambahkan, sistem bernegara Indonesia ingin dirobohkan ISIS. Dia mengakui bahwa dalam kehidupan bernegara pasti tidak sempurna. ''Kalau ada yang tidak rapi, mari dirapikan. Tidak dirobohkan,'' tuturnya. (jnr/sal/c15/fal/nri)


BACA JUGA

Rabu, 23 Agustus 2017 10:38

Ceritakan Masa Sulit dari Berkebun Hingga Jualan Stik Es Lilin

Tak banyak yang mengenal sosok Onggy Hianata di Tarakan. Film layar lebar yang berjudul Terbang: Menembus…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:58

Terbang: Menembus Langit

TARAKAN –  Kemarin, sebagian Jalan Markoni ditutup dan dipadati masyarakat. Bukan karena…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:56

Lulus SD Sudah Jadi Calon Ibu

TARAKAN – Pernikahan dini di Bumi Paguntaka dalam delapan bulan terakhir ternyata kurang lebih…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:54

Hamil Usia Dini Risiko Komplikasi

TARAKAN – Hamil di usia yang sangat muda menjadi masalah utama dalam dunia medis. Sebab, sang…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:53

PAN Pilih Sofian dan Sabar

TARAKAN – Partai pemenang pemilu pada 2014 lalu di Tarakan, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN)…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:51

DAK untuk Perbatasan Dialokasikan Rp 62,44 T

ANGGOTA DPR RI, Hetifah Sjaifudian meminta pemerintah pusat dan daerah pacu pembangunan daerah perbatasan.…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:41

Calhaj asal Tarakan Batuk Pilek

TARAKAN - 149 jamaah calon haji (JCH) asal Kota Tarakan kemarin (21/8) telah usai melaksanakan ibadah…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:38

Korek Informasi Melalui HP SL

TARAKAN – Penyidik Reskrim Polres Tarakan terus kerja keras membongkar motif di balik kasus bayi…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:34

Golkar Belum Tetapkan Figur di Pilkada Tarakan

Tarakan – Meski pertama kali melaksanakan penjaringan bakal calon di Kota Tarakan, Partai Golongan…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:33

Yunus Tampik Isu Maju, Siap Jika Dijadikan Wakil

TARAKAN – Seringnya Dr. H. Muhammad Yunus Abbas S.IP, M.Si mengupdate kegiatannya di media sosial…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .