MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Minggu, 11 Juni 2017 15:23
Kembali Memanas, Indonesia Siaga Satu

Siapkan 3.000 Personel Amankan NKRI

CEK PASUKAN: Komandan Lantamal XIII Tarakan, Laksamana Pertama TNI Ferial Fachroni saat melakukan pengecekan pasukan yang mengikuti Apel Kesiapsiagaan mengantisipaso masuknya kelompok pemberontak Maute ke Indonesia, Sabtu (10/6) di Pelabuhan Malundung Tarakan. FOTO: JANURIANSYAH/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, class="first-paragraph-bottom-zero">TARAKAN – Hujan peluru do Kota Marawi, Provinsi Lanao del Sur, Pulau Mindanao kembali terjadi. Baku tembak yang dilakukan militer Filipina (AFP) dan militan Maute masih berlanjut hingga Jumat (9/6) memanas meski tidak sesengit sebelumnya.

Hal inilah yang mendasarai seluruh aparat keamanan di perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) untuk terus mengawasi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar warga maupun teroris asal Filipina tidak menjadikan Indonesia sebagai suaka.

Kemarin, Apel Kesiapsiagaan yang diikuti TNI, Polri dan unsur pendukung lainnya dilakukan untuk mengantisipasi masuknya kelompok pemberontak tersebut, di Dermaga Lantamal XIII Tarakan, Mamburungan sekitar pukul 09.00 Wita.

 Komandan Lantamal XIII Tarakan, Laksamana Pertama TNI Ferial Fachroni mengatakan, seluruh pasukan yang ada di wilayah perbatasan dengan Filipina, diintruksikan langsung oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi masuknya kelompok pemberontak Maute ke Indonesia.

“Kita sudah dapat penekanan langsung dari Panglima TNI Gatot Nurmantyo terkait hal ini, umumnya saat ini kita sudah siaga satu untuk mengantisipasi masuknya kelompok pemberontak Maute,” bebernya kepada pewarta.

Pria yang memiliki bintang satu dipundaknya ini menuturkan, saat ini ada 3.000 personel yang terdiri dari TNI, Polri dan unsur pendukung lainnya yang disiapsiagak di Kaltara, untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat mengancam bumi pertiwi.

“Saat ini sudah ada 4 KRI (lihat grafis) yang sedang melakukan pengawasan secara bergantian di wilayah perbatasan NKRI dalam Operasi Ambalat yang ikut turun langsung,” ungkapnya.

Selain itu Lantamal XIII Tarakan juga mengerahkan unsurnya yakni 7 tim Patroli Keamanan Laut (Patkamla) dan 2 Kapal Angkatan Laut (KAL). Khusus udara pihaknya juga mengerahkan pesawat Cassa P 851 untuk lebih memperketat pengawasan perbatasan.

“Kemungkinan-kemungkinan masuknya kelompok ini masih ada, terutama memasuki pulau-pulau kecil yang ada di perbatasan, sehingga kita harus siap siaga lagi jangan sampai lengah. Hari ini juga saya akan ke Nunukan dan Sebatik untuk memantau pos-pos perbatasan yang ada di sana apakah sudah siapsiaga untuk mengantisipasi hal ini,” bebernya.

Terpisah, Komandan Lanud Tarakan, Kolonel Pnb Didik Kristyanto mengungkapkan bahwa saat ini sudah mengerahkan pesawat intai Boeing 737 dengan sandi Kilat Badik 17 untuk mengawasi wilayah perbatasan Kaltara.

“Untuk lebih mendukung pengawasan perbatasan, pada 16 Juni akan didatangkan satu flight yang terdiri 3 hingga 4 pesawat Sukhoi, satu unit helikopter tipe MI-16 juga disiagakan untuk mendukung dalam operasi bila ada pasukan untuk dikerahkan ke lokasi-lokasi yang sulit dijangkau, ” ungkapnya.

Pesawat Sukhoi ini nantinya akan berada di Lanud Tarakan selama seminggu untuk menjalankan operasi pengawasan perbatasan, namun bisa saja pesawat Sukhoi ini di standby-kan lebih lama di Tarakan bila ada intruksi dari pimpinan.

“Bila terdapat pelanggaran di udara perbatasan, sudah ada mekanismenya yakni mulai dari pengusiran dengan pesawat penindak hingga melakukan force down (turun paksa), bila ada perlawanan dari pesawat bisa dilakukan penembakan, namun orang berwenang memberikan intruksi tersebut hanya presiden,” ungkapnya.

Bila dalam melakukan pengawasan patroli udara, ditemukan unsur laut memasuki perairan Indonesia, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Lantamal XIII Tarakan yang berwenang dalam hal penindakan di laut.

Untuk memperkuat koordinasi, dalam waktu dekat tepatnya pada 19 Juni, akan di launching  Maritime Command Centre (MCC) yang di dalamnya ada 3 negara yang terlibat yakni Indonesia, Malaysia dan Filipina.

“Tujuannya tidak lain memperketat pengawasan di perbatasan mengingat permasalahan yang komplit terjadi disana,” tuturnya.

Sejauh ini dari pemantauan yang dilakukan di perbatasan, pihaknya belum menemukan indikasi adanya kelompok pemberontak Muate yang berusaha masuk ke perbatasan Indonesia.

Alhamdulillah sejauh ini masih aman, kita berharap hal tersebut tidak terjadi,” pungkasnya.

 Sementara itu, setelah lebih dari dua pekan penduduk sekitar masih  terperangkap di Marawi, beragam jenis penyakit mulai berdatangan.

”Kondisi kesehatan warga memang belum sampai tahap memprihatinkan. Tapi, jika semua ini berlanjut, kondisi itu bisa berubah menjadi jauh lebih buruk hanya dalam hitungan hari,” kata Jose Amigo, koordinator kesehatan Palang Merah Internasional (ICRC) di Filipina. Saat ini ada lebih dari 200 ribu warga yang belum bisa meninggalkan rumah mereka dan kesehatannya terancam.

AFP menargetkan kemenangan atas militan Maute di Marawi pada Senin lusa (12/6). ”Semuanya akan berakhir beberapa hari lagi,” ujar Kepala Staf AFP Jenderal Eduardo Ano. Dia optimistis bisa membebaskan Marawi dari tangan militan saat Filipina memperingati hari kemerdekaannya. Sebab, saat ini jumlah militan yang tersisa dan masih melawan AFP sudah jauh berkurang.

Tapi, menurut Restituto Padilla, jubir AFP, sebagian militan sengaja meninggalkan Marawi untuk membentuk kekuatan baru. ”Memang perlawanan mereka tidak lagi sengit. Ada sembilan militan yang menyerahkan diri dan menjadi informan kami. Hanya, sebagian yang lain kabur untuk menyusun strategi,” ungkapnya.

Bersamaan dengan itu, AFP mendesak Facebook menutup belasan akun milik militan Filipina yang masih aktif. Sebab, akun-akun yang sebagian besar diduga palsu itu selalu menjadi alat propaganda militan. Juga, menjadi media promosi untuk merekrut massa. ”Investigasi kami menyebutkan, ada 63 akun yang digunakan oleh militan untuk meradikalisasi masyarakat,” ungkap Letkol Jo-ar Herrera. (jnr/AFP/Reuters/hep/c6/any/JPG/nri)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:10
Terkait 2.900 Ton Beras Vietnam via Sebatik

NAH KAN..!! Kemendag Sebut Selundupan

JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri pada Kementerian Perdagangan Oke…

Rabu, 25 April 2018 11:59

AH PAYAH..!! Angka Kemiskinan Meningkat

TARAKAN - Populasi penduduk di Kaltara sedang mengalami pertumbuhan masif. Baru-baru ini Badan Pusat…

Rabu, 25 April 2018 11:57

Tak Sabar Ingin Bertemu dengan Pelajar Papua Barat

Indonesia Student & Youth Forum (ISYF) kembali menggelar Forum Pelajar Indonesia ke-10 (FOR X) dengan…

Rabu, 25 April 2018 11:55

GAWAT BAH..!! Penderita TBC Terus Bertambah

MESKI tidak menjadi kasus terbesar di Kalimantan Utara, namun penularan penyakit tuberkulosis (TBC)…

Rabu, 25 April 2018 11:53

Pusaka Tegaskan Tidak Ikut Aksi Penolakan FPI

ORGANISASI masyarakat (ormas) Pusaka Tarakan menegaskan tidak ikut ambil bagian dalam aksi damai penolakan…

Rabu, 25 April 2018 11:48

Antre Cetak E-KTP, Jaringan Malah Lelet

TARAKAN - Antrean panjang terjadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan dikarenakan…

Rabu, 25 April 2018 11:41

AC RSUD Bocor-Bocor Tak Kunjung Diperbaiki

TARAKAN - Penanganan plafon yang bocor di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan belum juga terealisasi.…

Rabu, 25 April 2018 11:32

Anggaran Menipis, Dishub Terpaksa Mengutang

TARAKAN - Traffic light yang berada di simpang Ladang, Pamusian, Tarakan Tengah, sudah dua hari tidak…

Rabu, 25 April 2018 11:30

Trayek Harus Dikurangi

TARAKAN - Bus rapid transit (BRT) yang telah beroperasi di Tarakan sejak 2017 lalu, memang masih harus…

Rabu, 25 April 2018 11:28

2022 Tak Terima Uang Tunai

Tarakan- Direncanakan bulan April ini, Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) mulai diimplementasikan secara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .