MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Minggu, 11 Juni 2017 15:23
Kembali Memanas, Indonesia Siaga Satu

Siapkan 3.000 Personel Amankan NKRI

CEK PASUKAN: Komandan Lantamal XIII Tarakan, Laksamana Pertama TNI Ferial Fachroni saat melakukan pengecekan pasukan yang mengikuti Apel Kesiapsiagaan mengantisipaso masuknya kelompok pemberontak Maute ke Indonesia, Sabtu (10/6) di Pelabuhan Malundung Tarakan. FOTO: JANURIANSYAH/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, class="first-paragraph-bottom-zero">TARAKAN – Hujan peluru do Kota Marawi, Provinsi Lanao del Sur, Pulau Mindanao kembali terjadi. Baku tembak yang dilakukan militer Filipina (AFP) dan militan Maute masih berlanjut hingga Jumat (9/6) memanas meski tidak sesengit sebelumnya.

Hal inilah yang mendasarai seluruh aparat keamanan di perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) untuk terus mengawasi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar warga maupun teroris asal Filipina tidak menjadikan Indonesia sebagai suaka.

Kemarin, Apel Kesiapsiagaan yang diikuti TNI, Polri dan unsur pendukung lainnya dilakukan untuk mengantisipasi masuknya kelompok pemberontak tersebut, di Dermaga Lantamal XIII Tarakan, Mamburungan sekitar pukul 09.00 Wita.

 Komandan Lantamal XIII Tarakan, Laksamana Pertama TNI Ferial Fachroni mengatakan, seluruh pasukan yang ada di wilayah perbatasan dengan Filipina, diintruksikan langsung oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi masuknya kelompok pemberontak Maute ke Indonesia.

“Kita sudah dapat penekanan langsung dari Panglima TNI Gatot Nurmantyo terkait hal ini, umumnya saat ini kita sudah siaga satu untuk mengantisipasi masuknya kelompok pemberontak Maute,” bebernya kepada pewarta.

Pria yang memiliki bintang satu dipundaknya ini menuturkan, saat ini ada 3.000 personel yang terdiri dari TNI, Polri dan unsur pendukung lainnya yang disiapsiagak di Kaltara, untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat mengancam bumi pertiwi.

“Saat ini sudah ada 4 KRI (lihat grafis) yang sedang melakukan pengawasan secara bergantian di wilayah perbatasan NKRI dalam Operasi Ambalat yang ikut turun langsung,” ungkapnya.

Selain itu Lantamal XIII Tarakan juga mengerahkan unsurnya yakni 7 tim Patroli Keamanan Laut (Patkamla) dan 2 Kapal Angkatan Laut (KAL). Khusus udara pihaknya juga mengerahkan pesawat Cassa P 851 untuk lebih memperketat pengawasan perbatasan.

“Kemungkinan-kemungkinan masuknya kelompok ini masih ada, terutama memasuki pulau-pulau kecil yang ada di perbatasan, sehingga kita harus siap siaga lagi jangan sampai lengah. Hari ini juga saya akan ke Nunukan dan Sebatik untuk memantau pos-pos perbatasan yang ada di sana apakah sudah siapsiaga untuk mengantisipasi hal ini,” bebernya.

Terpisah, Komandan Lanud Tarakan, Kolonel Pnb Didik Kristyanto mengungkapkan bahwa saat ini sudah mengerahkan pesawat intai Boeing 737 dengan sandi Kilat Badik 17 untuk mengawasi wilayah perbatasan Kaltara.

“Untuk lebih mendukung pengawasan perbatasan, pada 16 Juni akan didatangkan satu flight yang terdiri 3 hingga 4 pesawat Sukhoi, satu unit helikopter tipe MI-16 juga disiagakan untuk mendukung dalam operasi bila ada pasukan untuk dikerahkan ke lokasi-lokasi yang sulit dijangkau, ” ungkapnya.

Pesawat Sukhoi ini nantinya akan berada di Lanud Tarakan selama seminggu untuk menjalankan operasi pengawasan perbatasan, namun bisa saja pesawat Sukhoi ini di standby-kan lebih lama di Tarakan bila ada intruksi dari pimpinan.

“Bila terdapat pelanggaran di udara perbatasan, sudah ada mekanismenya yakni mulai dari pengusiran dengan pesawat penindak hingga melakukan force down (turun paksa), bila ada perlawanan dari pesawat bisa dilakukan penembakan, namun orang berwenang memberikan intruksi tersebut hanya presiden,” ungkapnya.

Bila dalam melakukan pengawasan patroli udara, ditemukan unsur laut memasuki perairan Indonesia, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Lantamal XIII Tarakan yang berwenang dalam hal penindakan di laut.

Untuk memperkuat koordinasi, dalam waktu dekat tepatnya pada 19 Juni, akan di launching  Maritime Command Centre (MCC) yang di dalamnya ada 3 negara yang terlibat yakni Indonesia, Malaysia dan Filipina.

“Tujuannya tidak lain memperketat pengawasan di perbatasan mengingat permasalahan yang komplit terjadi disana,” tuturnya.

Sejauh ini dari pemantauan yang dilakukan di perbatasan, pihaknya belum menemukan indikasi adanya kelompok pemberontak Muate yang berusaha masuk ke perbatasan Indonesia.

Alhamdulillah sejauh ini masih aman, kita berharap hal tersebut tidak terjadi,” pungkasnya.

 Sementara itu, setelah lebih dari dua pekan penduduk sekitar masih  terperangkap di Marawi, beragam jenis penyakit mulai berdatangan.

”Kondisi kesehatan warga memang belum sampai tahap memprihatinkan. Tapi, jika semua ini berlanjut, kondisi itu bisa berubah menjadi jauh lebih buruk hanya dalam hitungan hari,” kata Jose Amigo, koordinator kesehatan Palang Merah Internasional (ICRC) di Filipina. Saat ini ada lebih dari 200 ribu warga yang belum bisa meninggalkan rumah mereka dan kesehatannya terancam.

AFP menargetkan kemenangan atas militan Maute di Marawi pada Senin lusa (12/6). ”Semuanya akan berakhir beberapa hari lagi,” ujar Kepala Staf AFP Jenderal Eduardo Ano. Dia optimistis bisa membebaskan Marawi dari tangan militan saat Filipina memperingati hari kemerdekaannya. Sebab, saat ini jumlah militan yang tersisa dan masih melawan AFP sudah jauh berkurang.

Tapi, menurut Restituto Padilla, jubir AFP, sebagian militan sengaja meninggalkan Marawi untuk membentuk kekuatan baru. ”Memang perlawanan mereka tidak lagi sengit. Ada sembilan militan yang menyerahkan diri dan menjadi informan kami. Hanya, sebagian yang lain kabur untuk menyusun strategi,” ungkapnya.

Bersamaan dengan itu, AFP mendesak Facebook menutup belasan akun milik militan Filipina yang masih aktif. Sebab, akun-akun yang sebagian besar diduga palsu itu selalu menjadi alat propaganda militan. Juga, menjadi media promosi untuk merekrut massa. ”Investigasi kami menyebutkan, ada 63 akun yang digunakan oleh militan untuk meradikalisasi masyarakat,” ungkap Letkol Jo-ar Herrera. (jnr/AFP/Reuters/hep/c6/any/JPG/nri)


BACA JUGA

Jumat, 24 November 2017 14:04

Golkar Belum Tentukan Wakil Badrun

TARAKAN – Dua bulan lagi pendaftaran bakal calon (balon) Pilwali dibuka Komisi Pemilihan Umum…

Jumat, 24 November 2017 14:03

Warga Di-deadline hingga Desember

TARAKAN – Surat perintah pembebasan lahan di Kelurahan Pantai Amal RT 6 oleh Lantamal XIII telah…

Jumat, 24 November 2017 14:01

UMK 2018 Terlambat Diumumkan

TARAKAN – Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) sebelumnya  sudah menjadwalkan pengumuman…

Jumat, 24 November 2017 13:59

Psikoterapi Ampuh Hilangkan Trauma

Tarakan—Kasus pencabulan yang menjerat seorang pemuda berprestasi baik tingkat nasional maupun…

Jumat, 24 November 2017 13:34

Dua Museum sebagai Laboratorium Sejarah

TARAKAN – Bertambah lagi museum di Bumi Paguntaka. Dua museum yang berisi benda peninggalan Perang…

Jumat, 24 November 2017 13:33

Slamet Riyadi Kembali Macet

TARAKAN - Jalan Slamet Riyadi kembali memusingkan pengguna jalan, pasalnya jalan itu kembali menjadi…

Jumat, 24 November 2017 13:32

Pelayanan antar Moda Harus Ditingkatkan

TARAKAN- Pembangunan moda transportasi khususnya laut saat ini akan mulai dilakukan. Perbaikan sistem…

Jumat, 24 November 2017 13:27

Program Sampah Semesta Dianggap Gagal

Tarakan—Program Sampah Semesta yang menjadi salah satu program unggulan Wali Kota Tarakan, dianggap…

Jumat, 24 November 2017 13:25

Tiga Pencuri Besi Penutup Selokan Berhasil Dibekuk

TARAKAN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tarakan berhasil mengungkap kasus pencurian…

Jumat, 24 November 2017 13:22

Asyik Nonton TV, Budak Sabu Digulung

TARAKAN – Air muka LF (38) lantas berubah, sesaat ia digertak beberapa pria dewasa Rabu (22/11)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .