MANAGED BY:
KAMIS
15 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 03 Juni 2017 12:25
Terdampar di Bunyu, Warga Filipina Itu Ngakunya Cari Kerja

Koordinasi dengan Pemerintah Filipina

DIINTEROGASI: Komandan Pos AL Bunyu Letda M. Hirin kala menginterogasi dua WNA Filipina di Pos Securiti PT Lamindo Intermulticon. KHAERUDDIN ELANG GEO/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TARAKAN – Wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) memang sangat dekat dengan perbatasan Malaysia dan Filipina. Sering kali kedatangan tamu yang tak diduga. Bahkan dalam setahun sudah beberapa kali warga Malaysia atau Filipina yang terdampar di Kaltara.

Seperti yang terjadi Kamis (1/6), belasan warga Filipina yang mengaku terdampar di perairan Bunyu, Bulungan, yang kini masih dilakukan pendalaman kasus di Kantor Imigrasi Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).

Berdasarkan hasil pendalaman sementara, mereka tidak terindikasi sebagai pengungsi atau memintan suaka karena krisis di Marawi, Filipina.

Komandan Lantamal XIII Tarakan, Laksamana Pertama TNI Ferial Fachroni mengatakan, berdasarkan laporkan oleh Mayor Agung yang merupakan salah seorang LO Angkatan Laut (AL) di Davao Filipina, yang menemui Meila, istri dari nakhoda kapal, Asmad Jamad (53), yang bersama belasan warga Filipina lainnya yang terdampar, karena kehabisan bahan bakar.

“Kami dapat keterangan dari istrinya, yang membenarkan kalau suaminya yang berangkat dari Buango menuju Sitangkai, Filipina, untuk mencari pekerjaan,” tutur Fachroni.

Saat ini, Meila diarahkan melapor ke kantor perbatasan di Filipina untuk menanyakan keberadaaan suaminya yang terdampar di perairan Bunyu.

Dari hasil pendalaman pertama, berdasarkan keterangan motoris bernama Ahiyal RB (39), memang ditemukan terdapat barang-barang terlarang di dalam perahu yang dipenuhi jeriken untuk menampung BBM, juga tabung gas LPG berukuran 14,5 kilogram dari Malaysia. Keberadaan barang-barang ini juga sesuai yang diungkapkan Ahiyal. “Tetapi kami tidak bisa melepas begitu saja,” ucap Fachroni.

Pihaknya tetap akan melakukan pengecekan ke keluarga 14 warga Filipina terlebih dahulu, lalu kemudian akan berkoordinasi dengan pemerintah Filipina agar dapat dipastikan kebenarannya.

“Harus dipastikan juga nantinya mereka bergerak dan keluar dari perbatasan kita. Karena itu ada petugas yang akan mengawal nantinya,” ujarnya.

Ke-14 warga Filipina ini juga membantah jika mereka berasal dari Marawi. Sebab, Bungao sangat jauh dari Marawi yang saat ini mengalami konflik. Dari belasan warga Filipina itu tak hanya ada yang mencari pekerjaan, tetapi juga ada yang ingin mengunjungi keluarga dan ada yang hanya sekadar jalan-jalan saja. “Mereka itu satu perahu, di daratan juga belum sempat membeli BBM, karena mereka tadinya mau beli ataupun meminta. Jadi selama empat hari terombang-ambing dan makanan yang tadinya dibawa untuk oleh-oleh saudara, terpaksa dimakan,” jelas Fachroni.

Selama berada di Bunyu, 14 warga Filipina itu dievakuasi di Kantor Camat Bunyu dan diawasi oleh pihak camat agar mereka tidak pergi. Adapun rencana pelepasan, masih menunggu hasil dari kantor Imigrasi Berau, dan Pemerintahan Filipina, agar dapat diketahui prosedur pemulangannya.

Untuk diketahui, kronologis kejadian terdamparnya belasan warga Filipina di Pulau Bunyu ini terjadi pada Kamis (1/6) pukul 7.30 Wita. 14 WNA ini mengaku berangkat dari Bungau Tawi-Tawi menuju Pulau Sitangkai di kawasan Filipina, dengan alasan mencari pekerjaan sebagai petani rumput laut.

Namun di perjalanan mereka diadang cuaca buruk dan bahan bakar habis. Akhirnya perahu mereka terombang-ambing terbawa arus dan terdampar di area tambang batu bara milik PT Lamindo Intermulticon di Bunyu Timur, Kecamatan Bunyu.

“Karena warga asing makanya karyawan Lamindo melaporkan ke pos TNI AL Bunyu, setelah itu bersama anggota melihat ke lokasi dan menyelidiki,” ungkapnya.

“Tetapi tentu kami tidak bisa begitu saja percaya pengakuannya. Jadi saya memerintahkan agar mengkoordinasi dengan aparat terkait, baik itu Imigrasi dan kepolisian, maupun dari Koramil untuk mendalami lebih lanjut,” jelas Fachroni.

Di sisi lain, saat aparat keamanan Indonesia sedang meningkatkan penjagaan di perbatasan dengan Filipina. Hal ini dilakukan menyusul konflik bersenjata di Marawi yang terletak di Mindanao. Kepulauan di Selatan Filipina tersebut berbatasan dengan sebagian wilayah Indonesia, termasuk Kaltara. (*/yus/nri)


BACA JUGA

Rabu, 14 November 2018 15:55
Dugaan Korupsi Lahan di Karang Balik

BPKP Bilang Tersangka di Tangan Penyidik

TARAKAN – Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Utara…

Rabu, 14 November 2018 15:54

Air Menyembur di Bagian Mesin Lampu

TARAKAN - Keenam anak buah kapal (ABK) tugboat atau kapan…

Rabu, 14 November 2018 15:52

Wisuda UBT, Lagu ‘Ayah’ untuk Orangtua Enggarsyah

TARAKAN - Universitas Borneo Tarakan mewisuda 262 mahasiswanya di Gedung…

Rabu, 14 November 2018 15:51

Canggung Hanya karena Anak dari Desa

Emha Bintang menerima predikat cum laude pada wisuda ke-XX Universitas…

Rabu, 14 November 2018 15:49

Perbatasan Rentan Kekerasan terhadap Perempuan

JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN BERI ORASI ILMIAH: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan…

Rabu, 14 November 2018 15:48

UNTUNG NGGA DITUNTUT MATI..!! Dituntut 20 Tahun, Cewek Cantik Ini Syok

TARAKAN- Terdakwa kasus sabu 1,08 kg yaitu Andi Riski Amelia…

Rabu, 14 November 2018 11:53

Di Pesantren Lapas, BNNP Temukan Sabu

TARAKAN – Berkunjung ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Tarakan,…

Rabu, 14 November 2018 11:51

Persoalan Sampah Masih Berlarut-larut

TARAKAN - RT 13 Kelurahan Selumit Pantai masih memiliki masalah…

Rabu, 14 November 2018 11:47

Wakil Menteri ESDM Harapkan Konversi BBM ke LPG Bisa Lebih Hemat

TARAKAN - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),…

Selasa, 13 November 2018 21:45

FINAL! DPT Tarakan 154.706 Pemilih

TARAKAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memilih menunggu petunjuk teknis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .