MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 02 Juni 2017 10:33
14 WNA Filipina Terdampar di Bunyu, KOK BISA...?

Tiga Hari Mengapung di Laut Tanpa Persediaan Makanan

DIINTEROGASI: Komandan Pos AL Bunyu Letda M. Hirin kala menginterogasi dua WNA Filipina di Pos Securiti PT Lamindo Intermulticon. KHAERUDDIN ELANG GEO/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, BUNYU - Masuknya Warga Negara Asing (WNA) ke perairan Indonesia seperti tak ada habisnya. Terbaru, Pos Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL), Bunyu kembali mengamankan 14 warga Filipina, Kamis (1/6).

Diamankannya WNA asal Filipina ini, karena sedang memasuki area tambang batu bara milik PT Lamindo Intermulticon yang beroperasi di Desa Bunyu Timur, Kecamatan Bunyu tak jauh dari pantai letak perahu mereka bertambat.

Berdasarkan informasi dari Chief Security PT Lamindo Intermulticon, Ferry B Usman, pihaknya menemukan dua orang yang sedang membawa jerigen minyak sekira pukul 07.30 Wita. "Mereka sedang membawa jerigen minyak. Mungkin mereka enggak sadar kalau sudah masuk teritorial Indonesia," ungkapnya.

"Yang pertama menemukan pak Widi, terus melapor ke saya," timpalnya seraya menambahkan ia langsung menghubungi pihak Pos TNI AL Bunyu.

Komandan Lantamal XIII Tarakan, Laksamana Pertama Ferial Fahroni melalui Komandan Pos AL Bunyu Letda M. Hirin mengungkapkan, pasca menerima laporan, pihaknya langsung menuju ke lokasi penemuan dan langsung mendata 14 WNA Filipina tersebut. "Kami langsung mendata mereka. Selanjutnya kami serahkan ke pihak kepolisian," ujarnya.

Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry melalui Kapolsek Bunyu, AKP Nyoman saat dikonfirmasi menjelaskan, untuk sementara waktu 14 warga Filipina ini langsung di evakuasi ke kantor Camat Bunyu dan selanjutnya dikoordinasikan ke pihak-pihak terkait. "Jadi sambil menunggu pihak imigrasi Berau yang akan menangani," kata Nyoman.

Saat ditanyakan apakah ada indikasi keempat belas warga Filipina ini menyelundupkan barang ilegal atau mencari suaka akibat konflik yang terjadi di Marawi, Filipina, Nyoman menepis dugaan tersebut.

"Tidak ada indikasi akibat konflik di Filipina. Mereka ini murni terdampar berdasarkan hasil pemeriksaan BBM (Bahan Bakar Minyak) -nya habis," sebut pria berpangkat tiga balok ini.

Camat Bunyu, Nurdin menanbahkan, unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) masih menunggu petunjuk dari pihak imigrasi Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) sesuai instruksi Kapolres Bulungan agar dikoordinasikan kepada inigrasi."Nanti akan ditempatkan di mana, akan dibahas bersama Muspika." kata Nurdin. "Kita inginnya segera dipulangkan ke Filipina, tapi datanya kita ambil dulu," timpal pria yang sebelumnya menjabat sebagai Camat di Tanjung Palas Tengah ini.

Sementara itu, motoris (nahkoda) perahu yang membawa 14 WNA Filipina ini, Asmad Jamad (53) mengaku, ia tak bermaksud untuk memasuki perairan Indonesia.

Sebab, saat itu perahu berukuran 15 x 4 meter berwarna hijau-hitam bergaris biru yang akan membawa mereka dari Bungao menuju Sitangkai, Filipina pada Minggu (28/5) lalu kehabisan stok BBM. Akibatnya perahu tiga mesin dengan kapasitas 15 PK itu terapung selama tiga hari tiga malam di laut tanpa ketersediaan bahan makanan.

"Terpaksa makan oleh-oleh yang kami beli untuk diberikan ke keluarga," ujarnya dengan logat melayu yang sedikit terbata-bata.

Selain itu, faktor cuaca akibat angin barat juga ditengarai jadi pemicu mereka terdampar hingga ke perairan Bunyu. "Sempat kedinginan karena kena hujan," kenangnya.

Dari pantauan awak media yang berada di lokasi, saat dilakukan pemeriksaan oleh aparat TNI AL dan Koramil, ditemukan tumpukan jerigen bekas BBM jumlahnya mencapai puluhan. Bahkan ditemukan dua tabung gas elpiji berukuran 14,5 kilogram asal Malaysia. (keg/dsh)


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 12:22

Dugaan Gratifikasi, Kadis ESDM: Itu Hoaks

TANJUNG SELOR - Demonstrasi yang dilakukan di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Rabu…

Selasa, 23 Januari 2018 12:19

Batal Pindah, SMAN 2 Akan Dibangunkan RKB

TANJUNG SELOR – Persoalan lahan SMAN 2 Tanjung Selor di Selimau, Bulungan yang masih bersengketa…

Selasa, 23 Januari 2018 12:18

Rusak Parah, Jalan Seperti Kolam Lumpur

TANJUNG SELOR – Meski tak jauh dari pusat Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Tanjung…

Selasa, 23 Januari 2018 12:16

Cuaca Buruk, Bulungan Masih Berpotensi Banjir

TANJUNG SELOR – Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bulungan memprakirakan beberapa…

Selasa, 23 Januari 2018 12:15

Kelanjutan Taman Tergantung Kesiapan Lahan

TANJUNG SELOR - Realisasi proyek pembangunan Taman Sabanar Lama, Tanjung Selor, Bulungan sudah mencapai…

Selasa, 23 Januari 2018 12:13

TMT Pengangkatan CPNS Pemprov Terbit 1 Februari

TANJUNG SELOR – Jika sesuai rencana, terhitung mulai tanggal (TMT) pengangkatan 422 peserta Calon…

Senin, 22 Januari 2018 14:24

Faktor Penting Itu Rp 20 Miliar

TARAKAN – Tahun ini hanya Bumi Paguntaka saja yang melaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada)…

Senin, 22 Januari 2018 13:35

Jembatan Terpanjang di Indonesia Butuh Triliunan Rupiah

TANJUNG SELOR – Proses pembangunan Jembatan Bulungan-Tarakan (Bulan) yang merupakan salah satu…

Senin, 22 Januari 2018 13:29

Mampu Berikan Multiplier Effect

TANJUNG SELOR – Pemprov Kaltara berkomitmen mewujudkan percepatan realisasi pembangunan Jembatan…

Senin, 22 Januari 2018 13:23

Pemprov Bangun Jalan Koridor

TANJUNG SELOR – Percepatan terwujudnya pembangunan Jembatan Bulan terus diupayakan Pemprov Kaltara.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .