MANAGED BY:
SENIN
22 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 31 Mei 2017 10:46
Jadikan Pendidikan Nomor Satu Sebagai Kunci Kesuksesan

Cerita Mantan Tenaga Honorer yang Pilih Kuliah ke Tiongkok

IKUT PROGRAM ITCC: Abdul Firman bersama dengan pelajar dari Indonesia lainnya melanjutkan pendidikan di Guilin University of Elecronic Tehcnology, Tiongkok. GOZALI UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, Melanjutkan pendidikan ke luar negeri tidak semua dirasakan pelajar di Indonesia. Salah satunya kuliah ke Tiongkok yang memiliki kultur dan bahasa yang cukup berbeda dengan Indonesia. Berbeda dengan Abdul Firman, pria asal Kabupaten Nunukan yang merupakan mantan tenaga honorer di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Nunukan. Seperti apa ceritanya, berikut liputannya.

SABRI

ADA pepatah mengatakan “Tuntutlah ilmu hingga ke negeri Cina”, ucapan itu menjadi pegangan Abdul Firman untuk menggapai impian dan cita-citanya. Impianya untuk mengenyam pendidikan di negeri tirai bambu akhirnya tercapai. Selama ini ia hanya berdoa agar mampu kuliah hingga ke luar negeri.

Sebelumnya Firman sapaan akrabnya, hanya bekerja di BP2RD Nunukan sebagai tenaga honorer dua tahun terakhir. Karena ia menganggap dirinya masih muda dan sangat perlu untuk mendapatkan pendidikan yang layak, maka dengan berbekal tekad untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri menjadi motivasi sendiri baginya.

“Selama bekerja saya mendapatkan banyak pengalaman, tetapi umur saya masih muda dan masih bisa melanjutkan kuliah,” kata Abdul Firman.

Ia menilai pendidikan sangat penting untuk menunjang kesuksesan. Tanpa pendidikan, kunci kesuksesan pasti akan sulit diraih. Pada akhir 2016 lalu ia memulai langkahnya untuk melanjutkan pendidikan. Dimulai di Surabaya International Institute of Business and Technology (SIIBT), bekerjasama dengan Indonesia Tionghoa Culture Centre (ITCC) Jawa Pos Group.

Mencoba mendaftar, akhirnya Firman lolos bersama 21 temannya yang lain. Seperti biasanya, bagi yang ingin melanjutkan pendidikan ke Tiongkok harus dibekali dengan Bahasa Mandarin. Seperti program ITCC Jawa Pos yang merekrut pelajar SMA yang ingin melanjutkan pendidikan di Tiongkok.

“Saya belajar bahasa mandarin di SIIBT, berbeda dengan pelajar SMA, belajar Bahasa Mandarin di LPMP Banjarmasin,” bebernya.

Selama di SIIBT, ia merasakan belajar Bahasa Mandarin sangat efektif. Belajar mulai Senin hingga Jumat pukul 13.30 hingga 16.30 WIB. Langsung dibimbing guru yang baik dan pintar. Hal ini dilakukan agar tiba di Tiongkok nantinya dapat berkomunikasi dengan baik.

Tepat 24 Mei lalu, Firman bersama 21 temannya diberangkatkan menuju Tiongkok. Dalam perjalanannya, ia menceritakan sejak mulai perjalanan hingga tiba di Tiongkok. Perjalanan ke luar negeri yang pertama kali dilakukan akan menjadi kenangan tersendiri baginya.

Perjalanan yang ditempuh selama sehari, mulai dari Bandara Udara (Bandara) Internasional Juanda Surabaya pukul 05.10 WIB dan tiba di Bandara Internasional Wuxu Nanning Tiongkok, pukul 16.40 waktu setempat. Sebelumnya, harus transit selama 6 jam di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

“Dari Surabaya ke Kuala Lumpur perjalanan di tempuh 3 jam, sedangkan Kuala Lumpur ke Tiongkok juga 3 jam,” ujarnya.

Tiba di Bandara Internasional Wuxu Nanning, ia merasa seperti mimpi, karena selama ini tak pernah membayangkan dapat sampai ke Tiongkok. Untuk menuju lokasi tujuan, ia kembali harus menggunakan bus dan ditempuh selama 3 jam perjalanan.

Tiba di tempat tujuan, semua telah disiapkan termasuk fasilitas tempat tidur. Bahkan kamar yang ditempati Firman bersama tiga temannya diibaratkan seperti kamar hotel, karena telah dilengkapi dengan pendingin ruangan.

Tempat kuliah dan magang dipisahkan, 25 Mei a kali pertama menuju ke universitas. Sesuai aturan yang berlaku, lima hari digunakan untuk kuliah dan 2 hari untuk magang. Sebelumnya harus belajar Bahasa Mandarin selama setahun. Bertepatan dengan bulan suci Ramadan, banyak cobaan yang harus dihadapi di tempat magang.

“Peserta magang saat istirahat semua pergi makan, sedangkan yang muslim tidak bisa makan. Padahal banyak yang menawari untuk makan bersama,” ungkapnya.

Selama magang, ia bersama 21 temannya diberikan tugas memeriksa, mencatat dan merakit cash laptop dan telepon seluler. Magang atau bekerja di Tiongkok sangat disiplin dengan waktu. Saat tiba waktu istirahat, maka semua akan istirahat. Jika tiba waktu kerja, semua harus bekerja.

Dengan penuh semangat, ia sangat bersyukur dapat kuliah sambil magang di salah satu universitas di Tiongkok. Karena pengalaman kerja pasti akan didapatkan, begitu pula dengan ilmu. Sebagai anak dari perbatasan ia ingin membuktikan bahwa dapat sukses di kemudian hari.

“Saya ingin banyak belajar, setelah pulang ke Indonesia. Demi masa depan yang lebih baik, saya harus kuat mental dan pantang mundur, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian,” pesannya. (***/eza)


BACA JUGA

Minggu, 21 Januari 2018 20:36

Akhirnya...Bupati Bersedia Melantik Tiga ASN

NUNUKAN - Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid memastikan tiga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:48

Dilengkapi Ruang Menyusui dan Kios, Dirancang Modern

Tak lama lagi, masyarakat Nunukan bakal menikmati fasilitas bangunan pasar yang baru. Tak hanya itu,…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:42

Enam Daerah ‘Disuntik’ SOA Barang

NUNUKAN – Subsidi Ongkos Angkut (SOA) barang Sembilan Bahan Pokok (Sembako) tahun ini dianggarkan…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:18

Perlakuan Khusus bagi Sebatik

NUNUKAN – Sembilan bahan pokok (sembako) dari Tawau, Malaysia tak dapat lagi masuk ke Nunukan.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:16

Jalan ke RSUD Dianggarkan Rp 8 Miliar

NUNUKAN - Hampir empat tahun, akses menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan masih memprihatinkan.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:15

Ditawari Kerja hingga Mau Pulkam Gratis

Pemerintah Malaysia tiap pekan memulangkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bermasalah. Setelah dideportasi,…

Kamis, 18 Januari 2018 10:57

Tak Gersang Semangat dan Prestasi

Sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Nunukan, umumnya dibangun dengan mewah dan bertingkat.  Namun…

Kamis, 18 Januari 2018 10:54

Saksi Kasus Budiman Sakit

NUNUKAN – Sidang perkara dugaan korupsi pengadaan tanah yang rencananya kembali digelar Rabu (17/1),…

Kamis, 18 Januari 2018 10:50

Lima Kasus Pencurian Belum Terungkap

NUNUKAN – Setidaknya ada lima kasus pencurian yang hingga kini belum terungkap di tangan Kepolisian…

Kamis, 18 Januari 2018 10:33

Lahan Bermasalah, Rehab PPI Lanjut Terus

NUNUKAN – Rehab Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara terus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .