MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 23 Mei 2017 09:59
Arung Jeram Long Beluah Akan Dikembangkan

Tahun Depan Diharapkan Perlengkapannya Ada

UJI ADRENALIN : Tampak beberapa orang mencoba menaklukkan ganasnya Giram Gaharu belum lama ini. YOSEPH AMBUK UNTUK RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Bagi pecinta wisata arung jeram di Bulungan, nampaknya saat ini tidak perlu lagi berpergian keluar daerah untuk mencari spot. Di Bulungan saat ini telah memiliki potensi wisata tersebut, tepatnya di Desa Long Beluah Kecamatan Tanjung Palas Barat.

Camat Tanjung Palas Barat Rahmad mengakui arung jeram yang ada di wilayahnya belum banyak diketahui orang, sehingga tak banyak yang mengetahui lokasinya. Namun belum lama ini ada seorang guru SMA yang ada di Tanjung Palas Barat mencoba untuk meninjau langsung lokasi tersebut dan mendapatkan pengalaman yang luar biasa.

“Guru tersebut ketika kuliah di Jawa banyak terlibat dalam kegiatan arung jeram, sehingga ia berkonsultasi ke saya agar arung jeram di Desa Long Beluah khususnya Sungai Keburau untuk ditelusuri,” jelasnya kepada Radar Kaltara, Senin (22/5).

Setelah mendapat persetujuan, guru itu mencoba untuk meminjam perahu karet kenalannya di Jogjakarta.

“Kami hanya membayar ongkos pengirimannya saja, sehingga kamis lalu (18/5) mereka telah menelusuri sungainya,” kata dia.

Alhasil, jika melihat dokumentasi arung jeramnya sangat berpotensi untuk dikembangkan.

Lanjut dikatakan camat yang baru beberapa bulan menjabat ini, juga berencana meninjau lokasi secara langsung, sebelum perahu dikembalikan ke pemiliknya.

“Bersama dengan pihak desa, sekolah atau bahkan pihak Dinas Pariwisata,” ujarnya.

Disinggung mengenai lokasi, arung jeram di Tanjung Palas Barat terdapat di dua lokasi, yakni Giram (Jeram) Kerabang, dengan lokasinya 22 kilometer (km) dan ada Giram Gaharu 11 km dari pusat pemerintah Kecamatan Tanjung Palas Barat, Desa Long Beluah.

“Jarak tempuh untuk sampai ke Giram Kerabang itu diperkirakan memakan waktu satu jam, sedangkan giram Gaharu hanya 30 menit saja, dari Desa Long Beluah,” sebutnya.

Dikatakannya untuk bisa sampai ke bibir sungai Giram Kerabang yang menjadi titik awal dapat ditempuh melalui bekas jalan perusahaan. Menurut informasi yang ia terima kendaraan roda empat dapat masuk hingga ke bibir sungai.

“Jadi tidak susah, hanya saja medannya yang lumayan, kalau dari Tanjung Selor mungkin waktu yang dibutuhkan sekira 3 jam, itu kita sudah berada dibibir sungai,” ujarnya.

Dikatakannya, jika melalui pengarungan untuk bisa sampai ke titik untuk bermalam atau beristirahat tepatnya di KM 11 yang juga merupakan awal dari Giram Gaharu diperkirakan membutuhkan waktu 5 jam.

“Untuk melalui jalur lain, perahu misalnya mungkin tidak selama itu,” sebutnya.

“Sungai Keburau ini juga banyak ikannya, jadi bisa sambil mancing juga di sana,” sambungnya.

Disinggung mengenai pengembangan lebih lanjut, dikatakannya sudah dikoordinasikan dengan pihak terkait. Dikatakannya ada anggaran untuk arung jeram tersebut pada tahun 2018 mendatang.

“Semoga nantinya itu bisa kita pakai untuk membeli perlengkapan seperti perahu, pelampung, helm dan lainnya,”sebutnya.

Termasuk, sambung dia, untuk membuat basecamp untuk istrahat. Namun  akan disurvei dulu dalam waktu dekat ini.

 Sementara itu, Yoseph Ambuk salah seorang yang ikut menelusuri giram-giram di Desa Long Beluah mengatakan, Giram Gaharu diperkirakan panjangnya mencapai 500 Meter sementara Giram Kerabang diperkirakan memiliki panjang sekira 1 km.

“Peralatannya kami pinjam, termasuk pelampung,” sebutnya.

Namun untuk helm tidak dipinjamkan, sehingga tak menggunakan helm. Hal itu juga untuk membuktikan yang selama ini didengar dan dibicarakan orang bahwa giram itu benar-benar ada.

Pria yang juga Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kantor Kecamatan Tanjung Palas Barat yang juga menangani masalah wisata di salah satu kecamatan yang ada di hulu Sungai Kayan ini bersyukur. Meski keterbatasan perlengkapan orang yang terlibat dalam menaklukkan giram-giram tidak mendapatkan halangan yang berarti, semua kembali dalam keadaan sehat tanpa kurang satu apapun.

“Dan kami telah mendapatkan pengalaman yang luar biasa, untuk Giram Kerabang itu lebih menarik jika air besar seperti saat ini, tapi ketika air kecil ada Giram Gaharu juga yang bisa gunakan,” sebutnya.

“Keduanya dapat digunakan, hanya saja tingkat kesulitanya ada ketika air besar ataupun kecil, pecinta arung jeram pasti tahu itu,” sambungnya.

Karenanya,  ia sangat berharap ada dukungan dari pihak Pemkab Bulungan maupun Pemprov Kaltara. Sebab kata dia, di lokasi itu tidak hanya arung jeram yang dapat dikembangkan, namun juga ada Hutan Anggrek serta Air Terjun yang dilengkapi permandian.

“Jadi perlu dukungan yang serius jika potensi wisata ini ingin dikembangkan, untuk arung jeramnya” pungkasnya.(sny/ana)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 10:16

Kaltara Terus Digempur Narkotika

TANJUNG SELOR – Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) setiap tahunnya…

Rabu, 26 Juni 2019 10:13

Gubernur: SPCP IPDN Akuntabel dan Kompetitif

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), H. Irianto Lambrie…

Rabu, 26 Juni 2019 10:11

Gubernur Kaltara Ajak Gubernur Kaltim Berjuang

TANJUNG SELOR - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Irianto Lambrie merespons…

Rabu, 26 Juni 2019 10:08

Tak Semua Perusahaan Masuk Proper

TANJUNG SELOR - Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Lingkungan Hidup…

Rabu, 26 Juni 2019 10:06

Lebih Dekat Bersama Benny Sudarsono Pj PN Tanjung Selor

Benny Sudarsono merupakan pria kelahiran Jakarta, 14 Desember 1978. Dan…

Selasa, 25 Juni 2019 09:48

Disdukcapil ‘Diserbu’ Orang Tua dan Peserta Didik Baru

TANJUNG SELOR – Berbagai persyaratan ditetapkan pada penerimaan peserta didik…

Selasa, 25 Juni 2019 09:43

LP2B dan Resapan Air Harus Tetap Terlindungi

TANJUNG SELOR - Pemerintah harus tetap berkomitmen untuk melindungi dan…

Selasa, 25 Juni 2019 09:42

Keterbatasan Fisik Jadi Motivasi Pelajar SLB

Kreativitas pelajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Tanjung Selor ibarat…

Senin, 24 Juni 2019 12:06

Masalah Lingkungan di Ibu Kota Serius

TANJUNG SELOR – Acap kali terjadi musibah banjir sejak beberapa…

Senin, 24 Juni 2019 12:05

Tegaskan Dana Iuran Digunakan Semestinya

TANJUNG SELOR - Hasil penarikan dana iuran yang diperoleh dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*