MANAGED BY:
MINGGU
23 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Sabtu, 20 Mei 2017 09:51
Saat Disperindag Masih Dilema, Polres Malinau Amankan Gula Ilegal
DILEMA PERBATASAN: Kapolres Malinau AKBP Wiwin Firta Y.A.P saat menunjukkan barang bukti penangkapan berupa gula ilegal di Polres Malinau beberapa waktu lalu. EKO WIJIYANTO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU – Polres Malinau dalam upaya pencegahan masuknya barang ilegal jelang bulan suci Ramadan membentuk satgas pangan untuk melakukan operasi paar seperti menanggulangi barang kedaluwarsa dan yang tidak mempunyai izin edar.

Kapolres Malinau AKBP Wiwin Firta Y.A.P mengungkapkan, meski pemerintah daerah belum resmi membentuk tim satgas pangan, pihaknya akan menunggu dari dinas terkait untuk menjalankan Cipta Kondisi. “Kami sudah bentuk satgas pangan dan juga masih meunggu dari pemerintah kabupaten untuk nantinya gabungan melalui cipta kondisi. Dari pemantauan lapangan yang sudah kami lakukan, kami sudah melakukan operasi seperti mengawasi makanan kedaluwarsa,” ungkap Kapolsek.

Dikatakanya, upaya pencegahan ini sudah sangat efektif karena beberapa pekan sebelumnya dari Reskrim Malinau sudah menangkap truk pengangkut barang dari Nunukan yang masuk ke Malinau, dengan barang bawaan dari Malaysia yang tidak mempunyai izin edar. “Barang dagangan yang diamankan seperti gula.  Kami mengamankan barang ilegal ini karena masuk tanpa cukai yang akhirnya merugikan negara,” jelasnya.

Dari hasil penangkapan tersebut, diamankan kurang lebih 600 kilogram (kg) gula, juga terdapat 53 bal dan 62 kardus makanan ringan yang masuk dari jalur Nunukan. Pemilik dengan inisial S sekaligus tersangka saat ini sudah menjalani proses hukum. “Dengan tidak memiliki izin edar akan dikenakan pasal 142 KUHP Undang-Undang Pangan nomor 18 tahun 2012 dengan ancaman hukuman dua tahun penjara,” kata Kapolres melalui Reskrim Malinau.

Menurut Kapolres, jika saat ini kondisi barang pangan yang masuk ke Malinau dari wilayah perbatasan antar negara, lebih bagus kualitas dan harganya lebih murah, seharusnya bisa difasilitasi oleh pemerintah agar tidak menyalahi aturan. “Semua barang masuk Malinau harus ada cukainya, kalau dianggap kami menghambat lantaran distribusi yang belum merata dan gampang lebih dari Malaysia, harusnya tetap penyalurannya sesuaikan prosedur. Karena dengan kebijakan Pemerintah Jokowi sudah dijelaskan membangun perbatasan ya harus dimulai dari hal seperti ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Malinau Emang Mering  menuturkan, kondisi Kabupaten Malinau yang terletak di perbatasan antara Indonesia-Malaysia, sangat rentan dimasuki barang-barang asal Malaysia. “Kalau saya lihat di pasar, gula sebagaian besar dari Malaysia dan juga minyak goring, karena kalau dari Indonesia menurut para pedagang harganya tinggi. Sehingga harga pasar tidak bisa dikendalikan,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini pemerintah juga dalam kondisi dilema terkait pelarangan barang asal Malaysia yang masuk ke Malinau, karena ketika tidak diperbolehkan namum masyarakat membutuhkannya dan harganya lebih rendah. “Secara kelembagaan kami tidak bisa membatasi akan adanya barang-barang yang masuk, khususnya sembako. Mungkin lembaga lain bisa melarang karena dengan Undang-undang terkait, namun karena Malinau termasuk perdagangan lintas batas susah untuk dilakukan pembatasan. Sampai hari ini kami tidak bisa melakukan tindakan karena aturan yang tegas terkait lintas batas belum ada,” ungkapnya.

Emang Mering pun berharap ada solusi bagi pedagang dalam menghadapi aturan ini. “Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan instansi luar bahwa  yang dirazia hanya barang yang dilarang oleh peraturan daerah,” jelasnya. (ewy/ash)


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 09:24

Bupati Tunaikan Janjinya

MALINAU – Kabupaten Malinau memang dikenal memiliki luas wilayah yang sangat luas dan itu menjadi…

Jumat, 21 Juli 2017 09:21

Jembatan Ini Buka Keterisolasian Pedalaman Malinau

MALINAU – Jembatan Rangka Baja Sungai Bahau akhirnya diresmikan oleh Bupati Malinau Dr. Yansen…

Kamis, 20 Juli 2017 10:14

Mengenal Budaya, 20 Siswa Sumsel ke Malinau

MALINAU - Sebanyak 20 siswa dari dari 17 kabupaten dan kota se Provinsi Sumatera Selatan  (Sumsel)…

Kamis, 20 Juli 2017 10:12

Tidak Salah Berkunjung ke Malinau

MALINAU-Bupati Malinau Dr Yansen TP MSi mengaku bangga dan bahagia bisa bertatap muka oleh rombongan…

Kamis, 20 Juli 2017 10:07

Dukung Rencana Penataan Kuliner Pelangi

MALINAU – Dalam rangka Bulan Bakti RT Bersih, Pemerintah Desa Malinau Kota dukung rencana Penataan…

Kamis, 20 Juli 2017 10:05

Satpol-PP Atur Waktu Belajar di Kawasan Binaannya

MALINAU – Dinas Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Malinau dalam mengisi proram…

Rabu, 19 Juli 2017 10:06

Bupati Ramah Tamah dengan SMN

MALINAU - Bupati Malinau Dr Yansen TP Msi menggelar acara malam ramah tamah dengan siswa SMA kontingen…

Rabu, 19 Juli 2017 10:04

Rp 10 Miliar untuk Beli Gabah Belum Bergerak

MALINAU - Bupati Dr Yansen TP MSi menegaskan, Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Malinau tidak langsung menyiapkan…

Rabu, 19 Juli 2017 10:02

5 Kecamatan dan 23 Desa Terkena Dampak Limbah

MALINAU-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malinau melakukan pertemuan dengan sejumlah manajemen…

Rabu, 19 Juli 2017 10:01

Sampah Menjadi Perhatian Khusus

Salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau terkait Bulan Bakti RT Bersih melalui…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .