MANAGED BY:
SELASA
30 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Sabtu, 20 Mei 2017 09:51
Saat Disperindag Masih Dilema, Polres Malinau Amankan Gula Ilegal
DILEMA PERBATASAN: Kapolres Malinau AKBP Wiwin Firta Y.A.P saat menunjukkan barang bukti penangkapan berupa gula ilegal di Polres Malinau beberapa waktu lalu. EKO WIJIYANTO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU – Polres Malinau dalam upaya pencegahan masuknya barang ilegal jelang bulan suci Ramadan membentuk satgas pangan untuk melakukan operasi paar seperti menanggulangi barang kedaluwarsa dan yang tidak mempunyai izin edar.

Kapolres Malinau AKBP Wiwin Firta Y.A.P mengungkapkan, meski pemerintah daerah belum resmi membentuk tim satgas pangan, pihaknya akan menunggu dari dinas terkait untuk menjalankan Cipta Kondisi. “Kami sudah bentuk satgas pangan dan juga masih meunggu dari pemerintah kabupaten untuk nantinya gabungan melalui cipta kondisi. Dari pemantauan lapangan yang sudah kami lakukan, kami sudah melakukan operasi seperti mengawasi makanan kedaluwarsa,” ungkap Kapolsek.

Dikatakanya, upaya pencegahan ini sudah sangat efektif karena beberapa pekan sebelumnya dari Reskrim Malinau sudah menangkap truk pengangkut barang dari Nunukan yang masuk ke Malinau, dengan barang bawaan dari Malaysia yang tidak mempunyai izin edar. “Barang dagangan yang diamankan seperti gula.  Kami mengamankan barang ilegal ini karena masuk tanpa cukai yang akhirnya merugikan negara,” jelasnya.

Dari hasil penangkapan tersebut, diamankan kurang lebih 600 kilogram (kg) gula, juga terdapat 53 bal dan 62 kardus makanan ringan yang masuk dari jalur Nunukan. Pemilik dengan inisial S sekaligus tersangka saat ini sudah menjalani proses hukum. “Dengan tidak memiliki izin edar akan dikenakan pasal 142 KUHP Undang-Undang Pangan nomor 18 tahun 2012 dengan ancaman hukuman dua tahun penjara,” kata Kapolres melalui Reskrim Malinau.

Menurut Kapolres, jika saat ini kondisi barang pangan yang masuk ke Malinau dari wilayah perbatasan antar negara, lebih bagus kualitas dan harganya lebih murah, seharusnya bisa difasilitasi oleh pemerintah agar tidak menyalahi aturan. “Semua barang masuk Malinau harus ada cukainya, kalau dianggap kami menghambat lantaran distribusi yang belum merata dan gampang lebih dari Malaysia, harusnya tetap penyalurannya sesuaikan prosedur. Karena dengan kebijakan Pemerintah Jokowi sudah dijelaskan membangun perbatasan ya harus dimulai dari hal seperti ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Malinau Emang Mering  menuturkan, kondisi Kabupaten Malinau yang terletak di perbatasan antara Indonesia-Malaysia, sangat rentan dimasuki barang-barang asal Malaysia. “Kalau saya lihat di pasar, gula sebagaian besar dari Malaysia dan juga minyak goring, karena kalau dari Indonesia menurut para pedagang harganya tinggi. Sehingga harga pasar tidak bisa dikendalikan,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini pemerintah juga dalam kondisi dilema terkait pelarangan barang asal Malaysia yang masuk ke Malinau, karena ketika tidak diperbolehkan namum masyarakat membutuhkannya dan harganya lebih rendah. “Secara kelembagaan kami tidak bisa membatasi akan adanya barang-barang yang masuk, khususnya sembako. Mungkin lembaga lain bisa melarang karena dengan Undang-undang terkait, namun karena Malinau termasuk perdagangan lintas batas susah untuk dilakukan pembatasan. Sampai hari ini kami tidak bisa melakukan tindakan karena aturan yang tegas terkait lintas batas belum ada,” ungkapnya.

Emang Mering pun berharap ada solusi bagi pedagang dalam menghadapi aturan ini. “Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan instansi luar bahwa  yang dirazia hanya barang yang dilarang oleh peraturan daerah,” jelasnya. (ewy/ash)


BACA JUGA

Selasa, 30 Mei 2017 10:16

Pemenuhan Air Bersih Lebih Mudah

MALINAU-Bupati Dr Yansen TP MSi mengungkapkan, dalam penyediaan air bersih kepada masyarakat sudah pasti…

Selasa, 30 Mei 2017 10:13

Kesbangpol Bentuk Tim Pemantau Orang Asing

MALINAU – Peran serta dan dukungan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Malinau…

Selasa, 30 Mei 2017 10:12

Satu Tahun Terakhir, 151 Petak Kolam Dibangun

MALINAU–Kepala Dinas Perikanan, H Saparudin,SSos MSi mengungkapkan, potensi perikanan air tawar…

Selasa, 30 Mei 2017 10:10

Rencanakan Lumbung Pangan Desa

Dalam rangka mempermudah ketersediaan pangan di tingkat Desa dalam rangka mensukseskan Beras Daeah (Rasda),…

Senin, 29 Mei 2017 10:18

“Selamat Menjalankan Ibadah Puasa”

MALINAU - Hari ini sudah memasuki hari ketiga bulan Ramadan 1438 Hijriah/2017 Masehi. Masyarakat muslim…

Senin, 29 Mei 2017 10:17

Jual dan Budayakan Produk Lokal Organik

MALINAU – Tim Penggerak Pembinan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Malinau, menghadiri…

Senin, 29 Mei 2017 10:15

Rp 4,9 M untuk 12 Program dan 15 Kegiatan

MALINAU - Kepala Dinas Petanian Kabupaten Malinau Ir Kristian Muned MT menyebutkan, program Dinas Pertanian…

Senin, 29 Mei 2017 10:14

Gelar Rukyatul Hilal, Sepakat Ikut Keputusan Pemerintah

MALINAU – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malinau bersama organisasi-organisasi masyarakat…

Senin, 29 Mei 2017 10:12

Gelar Donor Darah, Diapresiasi Bupati

MALINAU - Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke 109 Tahun 2017 di Kabupaten Malinau,…

Sabtu, 27 Mei 2017 09:50

Bupati Apresiasi DPRD, Tujuh Raperda Ditetapkan Menjadi Perda

Selain Peraturan Daerah (Perda) tentang Bank Pengkreditan Rakyat (BPR), izin usaha peternakan, resi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .