MANAGED BY:
MINGGU
23 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Jumat, 19 Mei 2017 14:28
TARAKAN RUGI..!! Gara-Gara Ini, Pembangunan PLTU Dibatalkan

Pengusaha Merugi, Durasi Pemadaman Lebih Lama dari Jadwal

PLN/BANK DATA RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Persoalan krisis listrik di Tarakan ternyata belum usai. Meski PLN sudah dikembalikan ke pusat (persero) ternyata belum memberikan jaminan bahwa tidak akan ada lagi pemadaman listrik.

Sejak hampir seminggu ini, pemadaman listrik terjadi di Tarakan. Salah satu solusi yang menjadi harapan pemerintah dan warga Tarakan agar listrik di kota ini terang benderang adalah dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkekuatan 2 x 25 MW yang lokasinya telah ditentukan di Sungai Maya Kecamatan Tarakan Utara.

Tapi sangat disayangkan, rencana pembangunan PLTU yang menggunakan dana APBN tersebut akhirnya dibatalkan pemerintah pusat dengan alasan tidak adanya solusi terkait persoalan sengketa lahan di lokasi Sungai Maya.

“Saat ini juga tidak ada kejelasan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan untuk menyelesaikan permasalahan tanah tersebut,” ungkap dr Ari Yusnita, Anggota Komisi VII DPR RI, kemarin.

Ari menegaskan, hingga hari ini pembangunan PLTU di Sungai Maya yang sempat direncanakan tersebut sudah tidak menemukan penyelesaian.

Menurut Ari, jika permasalahan lahan tersebut dapat diselesaikan pemerintah kota, bisa saja pembangunan PLTU tersebut akan diteruskan. “Tapi kan sampai sekarang masih bermasalah. Sehingga kami memutuskan pembangunan PLTU Sungai Maya dibatalkan,” tegas Ari kepada Radar Tarakan.

Sebenarnya di Kaltara ada empat pembangkit yang akan dibangun. Tiga yang sudah dilaksanakan pembangunannya yakni di Malinau, Nunukan, dan Bulungan. “Hanya di Tarakan saja yang dibatalkan karena bermasalah dengan lahannya,” ujar Ari.

Dijelaskan legislator asal Tarakan ini, untuk jangka panjang di Kaltara akan ada pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang rencananya akan dibangun bendungan.

“Kan itu rencananya ada 6.000 MW. Dan pastinya itu yang akan terus kami kawal kedepannya,” tuturnya.

Ari mengaku prihatin dengan permasalahan krisis listrik yang terjadi di Kota Tarakan saat ini. Dirinya juga sempat mendengar kabar dari media sosial dan dari beberapa masyarakat yang mengeluhkan kondisi listrik yang terjadi di Tarakan sekarang.

“Sudah sekitar seminggu ya permasalahan listrik ini,” tanya Ari kepada wartawan koran ini.

Dari informasi yang ia terima, pemadaman listrik yang terjadi di Tarakan terjadi karena pasokan gas yang berkurang dari PT Pertamina EP Field Bunyu dan terhentinya pasokan listrik dari PT Idec karena kerusakan pada mesin boiler.

Menyikapi persoalan ini, rencananya dr Ari Yusnita akan berkunjung langsung ke PT PLN (Persero) ULK di Tarakan untuk menanyakan langsung permasalahan yang terjadi.

“Kemarin kami baru habis masa reses, dan hari ini (kemarin) juga baru masa sidang kelima. Rencananya hari Sabtu (20/5) nanti saya akan datang ke Tarakan, dan saya akan menyempatkan ke PLN,” ujar Ari.

Ari mengatakan, saat ini dirinya masih belum bisa berkomentar banyak terkait permasalahan listrik Tarakan, karena ia hanya mendapatkan berita dari media maupun masyarakat saja.

“Makanya saya ingin tahu terkait permasalahan yang sebenarnya di Tarakan. Setelah itu, saya akan langsung berkomunikasi dengan Direktur Regional Kalimantan, PT PLN (Persero) Djoko Rahardjo Abumanan,” pungkas Ari.

PENGUSAHA MERUGI AKIBAT KRISIS LISTRIK

Listrik padam dengan durasi yang cukup lama tentu sangat disesalkan banyak pihak, terutama dari para pengusaha. Apalagi PLN telah mengirimkan surat kepada beberapa perusahaan untuk memberitahukan pemadaman dari pukul 08.00 wita hingga 24.00 wita, setiap harinya.

Manager NU Smart, Iwa Dewantara mengungkapkan, pihaknya mengalami banyak kerugian jika harus beralih menggunakan genset selama seharian.

“Jika menggunakan genset, dalam sehari menghabiskan sampai Rp 5 juta. Sedangkan omzet kami Rp 10 juta. Kalau begitu mendingan kami close saja daripada kami harus merugi,” tuturnya.

Iwa menegaskan, jika masih belum ada kejelasan terkait sampai kapan kondisi kelistrikan di Tarakan, rencananya Iwa bersama pengusaha lainnya akan menghadap ke Wali Kota dan manajemen PLN.

“Paling tidak kami harus mendapatkan kejelasan sampai kapan kondisi listrik begini. Jika nantinya masih belum ada kejelasan atau jawaban yang konkret dari pemerintah maupun PLN, bisa jadi kami akan melakukan tindakan selanjutnya,” jelas Iwa.

Sementara itu, Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Kaltara, Reza Ruspiansyah mengatakan, pemadaman tersebut merupakan hal yang mau tidak mau harus diterima, walaupun sebenarnya mereka berharap suplai gas tidak berkurang.

“Dengan keadaan seperti ini kami harus mengeluarkan cost yang tidak sedikit. Dan pastinya akan mengalami kerugian,” jelas Reza.

Dijelaskan Reza, dirinya telah mengetahui adanya surat edaran dari PLN yang memberitahukan adanya pembatasan listrik terhadap beberapa perusahaan dari pukul 08.00 wita hingga 24.00 wita.

“Walaupun saya belum menerimanya langsung, tetapi surat itu sudah diterima oleh teman-teman yang lain. Dan waktu pemadaman tersebut cukup lama, dan bagi kami itu sudah cukup merugikan kami sebagai pengusaha,” jelas Reza.

Termasuk di hotel yang ia kelola. “Kami juga sempat mengalami pemadaman dari jam 5 sore sampai jam 3 subuh,” tuturnya.

Reza mengungkapkan, kerugian pasti mereka alami, karena cost yang digunakan untuk menggunakan genset juga bertambah.

“Genset ini jika penggunaan listrik sedikit atau banyak, tetap akan membutuhkan cost yang tetap,” jelasnya.

Reza mengungkapkan, dalam sehari genset untuk hotel dapat menghabiskan 100 liter solar. Jika dikalikan harga solar per liternya sekitar Rp 10 ribu, akan mengeluarkan minimal Rp 1 juta per hari.

“Itu belum dijumlah dengan kerugian yang lainnya lagi,” kata Reza.

Reza melanjutkan, selain biaya penggunaan solar yang meningkat untuk genset, pihaknya dicemaskan dengan penambahan cost untuk membayar PDAM juga akan semakin tinggi.

“Karena PDAM juga membutuhkan listrik dari PLN untuk menghidupkan mesin pompanya. Selain biaya yang naik nantinya, air PDAM yang mengalir juga tidak kencang,” tuturnya.

Dulu, lanjut Reza, setiap bulannya bisa membayar hingga Rp 40 juta tagihan listrik perbulan, dan sempat turun sampai Rp 20 juta pada saat peralihan dari PLN Tarakan ke PLN (Persero).

“Tetapi saat ini sudah mulai naik lagi. Karena pemakaian listrik kami tergantung okupansi. Kalau kamar sepi, namun biaya pemakaian listriknya besar itu kan menjadi pertanyaan bagi kami. Tetapi kalau kamar ramai, dan biaya listriknya naik, itu wajar,” jelasnya.

Terkait krisis listrik tersebut, Reza hanya berharap kondisi kelistrikan di Tarakan dapat kembali normal. “Kami berharap semoga permasalahan krisis listrik ini cepat terselesaikan,” pungkas Reza.

PLN BERHARAP KONDISI SEGERA MEMBAIK

Pemadaman listrik yang terjadi di Kota Tarakan hingga saat ini masih berlanjut. Meski sudah dikeluarkan jadwal pemadaman, pada kenyataannya banyak yang tidak sesuai dengan realita di masyarakat.

Seperti yang dialami Leha, warga Karang Harapan ini mengaku di rumahnya sempat padam listrik sejak pagi hari hingga siang, namun kembali mengalami pemadaman kembali semenjak sore hingga malam harinya.

“Padahalkan di jadwal tidak tertulis begitu,” ujarnya.

Selain itu, Warga Lingkas Ujung, Ageng mengatakan, di rumahnya mengalami listrik padam dari pukul 6 sore, dan baru menyala pada pukul 4 subuh. “Dan itu tidak sesuai jadwal,” tuturnya.

Terkait hal tersebut, Asisten Manager Perencanaan, PT PLN (Persero) ULK Tarakan, Aris Hermawan menjelaskan, sebenarnya jadwal tersebut merupakan perkiraan pada saat kondisi yang terburuk dari pasokan gas dan listrik yang ada.

“Tetapi kalau memang ternyata gas tiba-tiba drop, ya mau tidak mau listrik masih belum bisa dinyalakan,” jelas Aris.

Aris mengungkapkan, memang pasokan gas yang langsung berasal dari alam ini tidak dapat diperkirakan. Berbeda halnya dengan solar yang ketika dibakar akan dapat diperkirakan waktunya sampai kapan akan sampai sekian jam.

“Tetapi kalau gas tidak ada penampungannya. Jadi langsung dari alam. Ketika gas-nya drop, otomatis mesin akan mati,” ujar Aris.

Pemadaman yang tidak terjadwal, lanjut Aris, lebih sering dikarenakan pasokan gas yang tidak menentu. Sehingga menyebabkan pemadaman terjadi lebih dari satu kali.

“Seperti yang berada pada feeder 5 yang sempat mati pada malam harinya karena pasokan gas yang menurun. Namun karena keesokan harinya ada jadwal pemadaman, sehingga mereka harus mengalami pemadaman lagi,” jelas Aris.

Kemudian, mengenai adanya pemadaman yang tidak sesuai jadwal dikarenakan adanya pemeliharaan mesin yang memang terdapat dua jenis, yakni bersifat kolektif dan preventif. “Seperti misalnya ada kabel yang terkelupas dan lainnya, itu memang harus segera dilakukan pemeliharaan. Tetapi ada juga yang memang beberapa disebabkan karena cuaca panas yang membuat beberapa kabel putus. Sehingga jika dibiarkan akan merusak semuanya,” ungkap Aris.

Namun pemeliharaan tersebut durasinya tidak lama. Kemungkinan ada mis dari waktu pemadaman yang ditentukan. “Tetapi itu juga sudah kami pertimbangkan. Hanya mis sekitar satu atau dua jam saja,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Aris, pihaknya juga sedang mengupayakan semaksimal mungkin untuk mempercepat penggunaan 4 mesin PLTD Kaltimex yang disewa untuk dapat segera beroperasi.

“Saat ini sudah ada tiga mesin yang kami nyalakan, tetapi masih belum dapat bekerja secara maksimal. Dan total daya yang dihasilkan saat ini baru sampai 2 MW,” kata Aris.

Terkait beredarnya surat pemberitahuan kepada beberapa industri di Tarakan, Aris menjelaskan, pemberitahuan itu diberikan kepada usaha yang mempunyai genset untuk membackup listrik.

“Sebetulnya merupakan kewajiban kami untuk memenuhi pasokan listrik dari usaha industri tersebut. Tetapi karena saat ini kondisinya sedang tidak stabil, sehingga kami juga harus mengurangi beban. Karena kondisi gas ini jika terlalu dipaksakan, maka akan semakin drop,” tegas Aris.

Dikatakan Aris, beban yang dapat dikurangi jika seluruh industri tidak menggunakan listrik adalah mencapai 3 MW. “Tidak ada maksud lain dari kami. Tetapi semata-mata hanya karena kondisi yang memaksakan kami melakukan pembatasan listrik tersebut,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Aris, kondisi yang ada di lapangan juga tidak dapat menyesuaikan antara beban dengan kondisi gardu yang dimiliki.

“Dan kami juga tidak mungkin mengurangi penggunaan hanya per satu rumah misalnya. Tetapi manakala gas membaik, maka akan segera kami masukkan, dan memang ada beberapa yang kami jadwalkan juga tidak mati karena memang kondisi saat itu pasokan gas sedang membaik,” jelasnya.

Pihak PLN juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi di Kota Tarakan saat ini. “Kami juga terus berusaha semampu kami untuk mengusahakan yang terbaik bagi masyarakat Tarakan. Semoga kondisi seperti ini akan segera dapat normal kembali,” harapnya.(*/asf/ddq)


BACA JUGA

Sabtu, 22 Juli 2017 10:21

Pajak Bioskop ‘Mencekik’, XXI Pikir-pikir Masuk ke Tarakan

TARAKAN – Kabar akan dioperasikannya Grand Tarakan Mall (GTM) memang begitu ditunggu-tunggu. Pengelola…

Sabtu, 22 Juli 2017 10:18

STQ Kaltara Panen Kritik dan Pujian

TARAKAN  – Tadi malam Seleksi Tilawah Quran (STQ) XXIV Nasional resmi ditutup oleh Wakil…

Sabtu, 22 Juli 2017 10:15

Minim Persiapan, Vendor Mundur di ‘Menit’ Terakhir

PELAKSANAAN Seleksi Tilawah Quran (STQ) memang menuai banyak kritik, sebab pergelaran event dua tahunan…

Sabtu, 22 Juli 2017 10:12

Siap-Siap, Kaltara Punya Kuota 3 Kursi DPR RI

TARAKAN – Akhirnya, pengesahan Undang-Undang (UU) Pemilihan Umum (Pemilu) sudah dilakukan. Meskipun…

Sabtu, 22 Juli 2017 10:10

Berawal dari Rekomendasi Peneliti Unmul Samarinda

Potensi hutan Kalimantan memang banyak ditumbuh-tumbuhi berbagai macam tumbuhan yang memiliki sejuta…

Sabtu, 22 Juli 2017 10:06

2107, 4 Kali Sita dan 8 Kali Blokir Rekening

TARAKAN – Direktorat Jenderal Pajak pada Kementerian Keuangan Republik Indonesia terus berusaha…

Sabtu, 22 Juli 2017 10:04

DPRD Masih Menunggu Surat dari Gubernur

TARAKAN – Usai memproses pergantian terhadap Alm. Freddy Layuk Allo, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah…

Sabtu, 22 Juli 2017 10:01

Masih Butuh 110 Ribu Blangko E-KTP

TARAKAN- Blangko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-ktp) yang dibutuhkan untuk mencetak ktp baru sampai…

Sabtu, 22 Juli 2017 09:59

Anak Tidak Boleh Terabaikan, Keinginan Sekolah Harus Dituruti

TARAKAN- Tahun ajaran baru yang telah memasuki pekan kedua ini masih saja menyinggung masalah Penerimaan…

Sabtu, 22 Juli 2017 09:56

Inginkan Wadah untuk Anak Muda

TARAKAN – Dengan jumlah warga sekitar 150 kepala keluarga (KK) membuat warga RT 2, Kelurahan Mamburungan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .