MANAGED BY:
KAMIS
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Jumat, 19 Mei 2017 11:35
Kalimat di Baliho Berunsur Provokasi
DIMINTA KEMBALI: Baliho bergambar Gubernur Kaltara, Irianto Lam brie ini terpampang di Jalan Ir H. Juanda Samarinda. Irianto yang dikonfi rmasi tidak tahu-menahu tentang hal ini.

PROKAL.CO, TARAKAN – Kalimat “Kaltim maju, Dr. H. Irianto Lambrie Kami Minta Kembali ke Kaltim” pada baliho yang terpasang di beberapa titik di Samarinda memiliki makna yang tersirat. Menurut pendapat ahli bahasa Rita Kumalasari M.Pd, dalam Bahasa Indonesia kalimat tersebut masuk dalam kajian pragmatik dan analisis wacana.

Pragmatik adalah ilmu bahasa yang mempelajari pemakaian bahasa yang dikaitkan dengan konteks pemakaiannya. Makna bahasa tersebut dapat dimengerti bila diketahui konteksnya. Batasan pragmatik adalah aturan-aturan pemakaian bahasa mengenai bentuk dan makna yang dikaitkan dengan maksud pembicara, konteks, dan keadaan.

Dalam artian, dalam kalimat tersebut ada keinginan yang tersirat agar seorang Irianto diminta untuk kembali ke Kaltim. Kondisi seperti ini bisa saja terjadi mengingat saat ini di Kaltim mulai ramai membicarakan pemilihan gubernur Kaltim. Maka ada kemungkinan, masyarakat di Kaltim merindukan sosok seorang pemimpin baru.

Kalimat dalam baliho itu juga masuk analisis wacana. Analisis wacana merupakan suatu kajian yang meneliti atau menganalisis bahasa yang digunakan secara alamiah, baik dalam bentuk tulis maupun lisan terhadap para pengguna sebagai suatu elemen masyarakat.

“Apalagi pak Irianto memang berasal dari dunia kepemerintahan di Kaltim,” ungkap dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Borneo Kota Tarakan ini.

Selain itu, lanjut Rita, kalimat yang tertera di baliho tersebut juga dapat diartikan sebagai bentuk provokasi yang ingin memecah jumlah suara di Kaltim.

“Bisa jadi ini hanya isu saja untuk mengalihkan pesaing-pesaing yang lain,” jelasnya.

Di sisi yang lain, dengan hadirnya baliho tersebut di Kaltim, tentu akan membuat masyarakat Kaltara menolak, mengingat Irianto masih menjabat sebagai gubernur di Kaltara dengan masa jabatan tersisa 4 tahun.

Rita juga menjelaskan, pada tulisan baliho tersebut menghadirkan sebuah makna bahwa masyarakat Kaltara ingin menyingkirkan Irianto dengan adanya oknum atau kelompok masyarakat yang memasang spanduk di Kaltim.

“Ini juga bisa terjadi, karena kalau namanya wacana ini banyak. Bisa diartikan beragam,” terangnya.

Meski begitu, Rita menyayangkan kepemerintahan Kaltim yang kurang tegas karena petugas yang menangani baliho tidak mengoreksi secara cermat konten baliho tersebut.

“Seharusnya mereka tahu, kalau ini bahasa-bahasa rancu yang akan memecah belah,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Rita mengimbau kepada masyarakat agar dapat menyaring setiap informasi dengan bijak, termasuk kalimat pada baliho Irianto tersebut.(*/yed/ddq)


BACA JUGA

Rabu, 20 September 2017 10:58

Harus Ada Pengecualian untuk DOB Kaltara

JAKARTA – Kebijakan pemerintah yang menunda pembentukan daerah otonomi baru (DOB) di tahun 2017…

Rabu, 20 September 2017 10:53

Hampir Tiap Hari Listrik Padam

TARAKAN – Kestabilan listrik di Tarakan nampaknya akan terus bergantung pada gas. Sebab, saat…

Rabu, 20 September 2017 10:50

Tak Terapkan HET, Pedagang Akan Disanksi

TARAKAN – Pengaturan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras di Indonesia terlah diberlakukan, tak…

Rabu, 20 September 2017 10:47

Bibir Membiru Diredakan Hanya dengan Air Hangat

Jika dilihat sekilas, Atika Zahra Ratifa tampak seperti bayi sehat pada umumnya. Namun, siapa sangka…

Rabu, 20 September 2017 10:41

Warga KTT Terhipnotis Penampilan The Angelz

TANA TIDUNG – Tak hanya penyanyi-penyanyi dangdut dan melayu saja yang meramaikan pesta rakyat…

Rabu, 20 September 2017 10:38

APBD-P Belum Dibahas, Masih Menunggu Provinsi

TARAKAN - Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) oleh Tim Anggaran Pemerintah…

Rabu, 20 September 2017 10:35

PJU Kurang, Anggaran Pengadaan Menipis

TARAKAN – Penerangan jalan umum (PJU) di Bumi Paguntaka masih terbilang minim, termasuk di daerah…

Rabu, 20 September 2017 10:33

Tigor Menolak Jika Jadi Wakil

TARAKAN – Keputusan DPP Golkar yang merekomendasikan Badrun untuk diusung pada pilwali tahun depan,…

Rabu, 20 September 2017 10:31

Dua Mucikari Diringkus Tim Polda

TARAKAN – Maraknya karaoke dewasa yang tersebar di beberapa titik di Tarakan akhirnya menjadi…

Rabu, 20 September 2017 04:15

Api 'Mengamuk", Bakar Sejumlah Kios di Pasar Gusher

TARAKAN - Insiden nahas mewarnai pertengahan September. Sekitar pukul 01.00 dini hari, warga dihebohkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .