MANAGED BY:
MINGGU
22 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 19 Mei 2017 11:35
Kalimat di Baliho Berunsur Provokasi
DIMINTA KEMBALI: Baliho bergambar Gubernur Kaltara, Irianto Lam brie ini terpampang di Jalan Ir H. Juanda Samarinda. Irianto yang dikonfi rmasi tidak tahu-menahu tentang hal ini.

PROKAL.CO, TARAKAN – Kalimat “Kaltim maju, Dr. H. Irianto Lambrie Kami Minta Kembali ke Kaltim” pada baliho yang terpasang di beberapa titik di Samarinda memiliki makna yang tersirat. Menurut pendapat ahli bahasa Rita Kumalasari M.Pd, dalam Bahasa Indonesia kalimat tersebut masuk dalam kajian pragmatik dan analisis wacana.

Pragmatik adalah ilmu bahasa yang mempelajari pemakaian bahasa yang dikaitkan dengan konteks pemakaiannya. Makna bahasa tersebut dapat dimengerti bila diketahui konteksnya. Batasan pragmatik adalah aturan-aturan pemakaian bahasa mengenai bentuk dan makna yang dikaitkan dengan maksud pembicara, konteks, dan keadaan.

Dalam artian, dalam kalimat tersebut ada keinginan yang tersirat agar seorang Irianto diminta untuk kembali ke Kaltim. Kondisi seperti ini bisa saja terjadi mengingat saat ini di Kaltim mulai ramai membicarakan pemilihan gubernur Kaltim. Maka ada kemungkinan, masyarakat di Kaltim merindukan sosok seorang pemimpin baru.

Kalimat dalam baliho itu juga masuk analisis wacana. Analisis wacana merupakan suatu kajian yang meneliti atau menganalisis bahasa yang digunakan secara alamiah, baik dalam bentuk tulis maupun lisan terhadap para pengguna sebagai suatu elemen masyarakat.

“Apalagi pak Irianto memang berasal dari dunia kepemerintahan di Kaltim,” ungkap dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Borneo Kota Tarakan ini.

Selain itu, lanjut Rita, kalimat yang tertera di baliho tersebut juga dapat diartikan sebagai bentuk provokasi yang ingin memecah jumlah suara di Kaltim.

“Bisa jadi ini hanya isu saja untuk mengalihkan pesaing-pesaing yang lain,” jelasnya.

Di sisi yang lain, dengan hadirnya baliho tersebut di Kaltim, tentu akan membuat masyarakat Kaltara menolak, mengingat Irianto masih menjabat sebagai gubernur di Kaltara dengan masa jabatan tersisa 4 tahun.

Rita juga menjelaskan, pada tulisan baliho tersebut menghadirkan sebuah makna bahwa masyarakat Kaltara ingin menyingkirkan Irianto dengan adanya oknum atau kelompok masyarakat yang memasang spanduk di Kaltim.

“Ini juga bisa terjadi, karena kalau namanya wacana ini banyak. Bisa diartikan beragam,” terangnya.

Meski begitu, Rita menyayangkan kepemerintahan Kaltim yang kurang tegas karena petugas yang menangani baliho tidak mengoreksi secara cermat konten baliho tersebut.

“Seharusnya mereka tahu, kalau ini bahasa-bahasa rancu yang akan memecah belah,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Rita mengimbau kepada masyarakat agar dapat menyaring setiap informasi dengan bijak, termasuk kalimat pada baliho Irianto tersebut.(*/yed/ddq)


BACA JUGA

Sabtu, 21 April 2018 10:55

Tim Cuma Berharap Laporan

TARAKAN – Elpiji 3 kg langka. Itu sudah wajar di sejumlah wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara).…

Sabtu, 21 April 2018 10:53

Misi Sosial dan Keberagaman Budaya Indonesia

Umumnya dunia otomotif begitu melekat dengan pria. Tapi saat ini anggapan itu perlahan hilang dengan…

Sabtu, 21 April 2018 10:52

Kerja Keras dan Tak Patah Semangat

KEMANDIRIAN seorang wanita tak dapat dilepaskan dari perannya sebagai ibu rumah tangga. Namun dengan…

Sabtu, 21 April 2018 10:50

Tak Ingin Anak Terseret Pengalaman yang Sama

MOMEN 21 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kartini. Pelopor perjuangan kaum perempuan,…

Sabtu, 21 April 2018 10:49

Mengantar Anak Sampai Sukses

RADEN Ajeng Kartini, hari lahirnya selalu menjadi pengingat bagi setiap wanita Indonesia. Kartini lekat…

Sabtu, 21 April 2018 10:48

Tidak Ada Alasan Pakai Suket

MESKI penggunaan surat keterangan (suket) pada pelaksanaan Pemilihan Calon Wali Kota dan Wakil Wali…

Sabtu, 21 April 2018 10:46

Belum Terbentuk, FPI Sudah Dapat Penolakan

SPANDUK penolakan pembentukan Front Pembela Islam (FPI) itu, terpampang jelas  di sekitaran perempatan…

Sabtu, 21 April 2018 10:39

Anggaran Minim, Bukan Penghambat

TARAKAN — Kepala Kementerian Agama Kaltara, H. Suriansyah mengakui, minimnya dana pembinaan yang…

Sabtu, 21 April 2018 10:38

Ramaikan Gowes Sore Ini

TARAKAN - Para goweser Bumi Paguntaka diharapakan kehadirannya dalam kegiatan gowes, Sabtu (21/4) yang…

Sabtu, 21 April 2018 10:37

Tidar dan Labobar Diusulkan Masuk Tarakan

TARAKAN - Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, PT Pelni kembali mengajukan tambahan armada untuk mengatasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .