MANAGED BY:
RABU
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 19 Mei 2017 11:35
Kalimat di Baliho Berunsur Provokasi
DIMINTA KEMBALI: Baliho bergambar Gubernur Kaltara, Irianto Lam brie ini terpampang di Jalan Ir H. Juanda Samarinda. Irianto yang dikonfi rmasi tidak tahu-menahu tentang hal ini.

PROKAL.CO, TARAKAN – Kalimat “Kaltim maju, Dr. H. Irianto Lambrie Kami Minta Kembali ke Kaltim” pada baliho yang terpasang di beberapa titik di Samarinda memiliki makna yang tersirat. Menurut pendapat ahli bahasa Rita Kumalasari M.Pd, dalam Bahasa Indonesia kalimat tersebut masuk dalam kajian pragmatik dan analisis wacana.

Pragmatik adalah ilmu bahasa yang mempelajari pemakaian bahasa yang dikaitkan dengan konteks pemakaiannya. Makna bahasa tersebut dapat dimengerti bila diketahui konteksnya. Batasan pragmatik adalah aturan-aturan pemakaian bahasa mengenai bentuk dan makna yang dikaitkan dengan maksud pembicara, konteks, dan keadaan.

Dalam artian, dalam kalimat tersebut ada keinginan yang tersirat agar seorang Irianto diminta untuk kembali ke Kaltim. Kondisi seperti ini bisa saja terjadi mengingat saat ini di Kaltim mulai ramai membicarakan pemilihan gubernur Kaltim. Maka ada kemungkinan, masyarakat di Kaltim merindukan sosok seorang pemimpin baru.

Kalimat dalam baliho itu juga masuk analisis wacana. Analisis wacana merupakan suatu kajian yang meneliti atau menganalisis bahasa yang digunakan secara alamiah, baik dalam bentuk tulis maupun lisan terhadap para pengguna sebagai suatu elemen masyarakat.

“Apalagi pak Irianto memang berasal dari dunia kepemerintahan di Kaltim,” ungkap dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Borneo Kota Tarakan ini.

Selain itu, lanjut Rita, kalimat yang tertera di baliho tersebut juga dapat diartikan sebagai bentuk provokasi yang ingin memecah jumlah suara di Kaltim.

“Bisa jadi ini hanya isu saja untuk mengalihkan pesaing-pesaing yang lain,” jelasnya.

Di sisi yang lain, dengan hadirnya baliho tersebut di Kaltim, tentu akan membuat masyarakat Kaltara menolak, mengingat Irianto masih menjabat sebagai gubernur di Kaltara dengan masa jabatan tersisa 4 tahun.

Rita juga menjelaskan, pada tulisan baliho tersebut menghadirkan sebuah makna bahwa masyarakat Kaltara ingin menyingkirkan Irianto dengan adanya oknum atau kelompok masyarakat yang memasang spanduk di Kaltim.

“Ini juga bisa terjadi, karena kalau namanya wacana ini banyak. Bisa diartikan beragam,” terangnya.

Meski begitu, Rita menyayangkan kepemerintahan Kaltim yang kurang tegas karena petugas yang menangani baliho tidak mengoreksi secara cermat konten baliho tersebut.

“Seharusnya mereka tahu, kalau ini bahasa-bahasa rancu yang akan memecah belah,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Rita mengimbau kepada masyarakat agar dapat menyaring setiap informasi dengan bijak, termasuk kalimat pada baliho Irianto tersebut.(*/yed/ddq)


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 12:50

Rekor Awal Tahun, Empat Jam Padam

TARAKAN – Meski sudah berganti tahun, namun persoalan pemadaman listrik masih terjadi. Padahal…

Selasa, 23 Januari 2018 12:48

Lebih Banyak Menghabiskan Hari-Harinya di Rumah Sakit

Adam Al Fatah anak sulung pasangan Siti (28) dan Hery (38), harus merasakan sakit yang sudah dideritanya…

Selasa, 23 Januari 2018 12:47

Dana Suvenir Balon Capai Rp 100 Juta

TARAKAN – Memasuki masa kampanye Pilwali Tarakan para pengusaha jasa pembuatan spanduk, baliho…

Selasa, 23 Januari 2018 12:45

Enam Kelurahan Rawan Kecurangan

TARAKAN - Kecurangan pada proses pemilihan umum (Pemilu), menjadi atensi khusus yang harus disikapi…

Selasa, 23 Januari 2018 12:36

Tak Cukup Bukti, Laporan Dihentikan

TARAKAN - Gugatan pasangan Sabirin Sanyong dan Tajuddin Tuwo (Santun) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU),…

Selasa, 23 Januari 2018 12:29

Hanura Terancam Jadi Penonton pada Pemilu di Kaltara, Kok Bisa?

TARAKAN - Konflik yang terjadi di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) belum…

Selasa, 23 Januari 2018 12:27

Tegaskan Imunisasi Dihalalkan MUI

TARAKAN – Target 92 persen pemberian imunisasi kepada anak-anak hingga saat ini oleh Dinas Kesehatan…

Selasa, 23 Januari 2018 12:23

Drainase Tersumbat Pasir dan Sampah

TARAKAN – Pada umumnya permasalahan di setiap lingkungan rukun tetangga (RT) hampir sama. Jika…

Senin, 22 Januari 2018 14:22

Balon-Tim Sukses Harus Melek UU

PERSOALAN biaya kampanye memang rentan mengarah ke arah black campaign. Belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya,…

Senin, 22 Januari 2018 14:19

Arief Jadi Wali Kota Selama 130 Hari

TARAKAN – Sang petahana Sofian Raga yang memutuskan untuk ingin melanjutkan kerjanya, pada Pilwali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .