MANAGED BY:
SELASA
30 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Jumat, 19 Mei 2017 10:50
Ratusan Kilogram Makanan Ilegal Dimusnahkan

Media Pembawa Hama Penyakit Hewan

DIBAKAR: Barang ilegal yang didominasi makanan dimusnahkan BKP Kelas II Wilker Nunukan, Kamis (18/5). Barang yang dimusnahkan merupakan hasil sitaan empat bulan terakhir. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN - Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tarakan Wilayah Kerja (Wilker) Nunukan memusnahkan ratusan kilogram (kg) makanan ilegal yang berasal dari Tawau, Malaysia, Kamis (18/5).

Makanan yang dimusnahkan merupakan hasil tangkapan bersama BPK Kelas II Tarakan Wilker Nunukan, Kepolisian Resor (Polres) Nunukan dan Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan dalam kurun waktu Februari hingga Mei 2017.

Penanggung jawab BKP Kelas II Tarakan Wilker Nunukan, drh. Sapto Hudaya mengatakan, makanan yang berhasil digagalkan merupakan ilegal dan menjadi media pembawa hama penyakit yang berasal dari Tawau, Malaysia. “Total makanan yang telah dimusnahkan hampir 500 kg dari berbagai jenis,” kata Sapto Hudaya kepada Radar Nunukan kemarin.

Dia menjelaskan, media pembawa hama yang berhasil digagalkan BKP Kelas II Tarakan Wilker Nunukan dan KPPBC Tipe Madya Pabean C Nunukan di Pelabuhan Tunon Taka pada Maret dan Mei 2017. Selain itu, Polres Nunukan berhasil menggagalkan barang ilegal di jembatan Pasar Jamaker, Kelurahan Nunukan Barat pada 14 Februari 2017 lalu. Nakhoda yang mebawa media pembawa hama penyakit tersebut telah diamankan Polres Nunukan.

“Barang tangkapan dari Polres Nunukan baru diserahkan pada 4 Mei lalu ke BKP Kelas II Tarakan Wilker Nunukan,” ujarnya.

Berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang (UU) nomor 16/1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan serta Peraturan Pemerintah (PP) nomor 82/2000 tentang karantina hewan. Maka media pembawa hama penyakit tersebut harus dimusnahkan dengan cara dibakar.

Menurutnya, makanan yang dimusnahkan karena tidak memiliki sertifikat kesehatan untuk dibawa masuk ke Indonesia. Serta, memasukkan di tempat yang tidak ditetapkan. Ditambah tidak melaporkan kepada petugas BKP. Barang yang didatangkan dari Tawau, Malaysia merupakan negara yang belum bebas dari penyakit hewan menular. Berbeda dengan Indonesia telah terhindar dari penyakit tersebut.

“Seperti daging, tulang dan lainnya di Malaysia belum bebas penyakit menular dan dapat membahayakan kesehatan hewan dan manusia,” pungkasnya. (nal/eza)


BACA JUGA

Selasa, 30 Mei 2017 10:23

Polisi Klaim Praperadilan Salah Alamat

NUNUKAN – Meski sebelumnya sempat tertunda, sidang praperadilan yang diajukan dua tersangka perkara…

Selasa, 30 Mei 2017 10:22

Pemkab Siapkan Dana Rp 200 Juta

NUNUKAN – Dermaga rakyat Jamaker dan Pasar Ikan tradisional ternyata mendapat perhatian khusus…

Selasa, 30 Mei 2017 10:18

Berkah Ramadan Bersama Radar Nunukan

NUNUKAN – Tim Berkah Ramadan Radar Nunukan kembali menyalurkan bantuan kepada mustahik di RT 1…

Senin, 29 Mei 2017 10:23

LIHAT..!! Puluhan Sekolah Masih Dihantam Banjir

NUNUKAN – Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (UPT Disdikbud) Kecamatan Sembakung…

Senin, 29 Mei 2017 10:21

Pasca Banjir, Banyak Penyakit Serang Masyarakat

NUNUKAN – Ratusan korban banjir di tujuh desa Kecamatan Sembakung membutuhkan pelayanan kesehatan…

Senin, 29 Mei 2017 10:20

Hisung, Lansia yang Hidup Sebatang Kara dari Desa Binusan

NUNUKAN – Program Berkah Ramadan bersama Radar Nunukan dimulai Minggu (26/5). Program ini memberikan…

Sabtu, 27 Mei 2017 10:00

Korban Banjir Tarawih Pertama di Pengungsian

NUNUKAN – Sekira 80 Kepala Keluarga (KK) dari Desa Atap bakal melaksanakan tarawih pertama di…

Sabtu, 27 Mei 2017 09:59

Jelang Ramadan, Listrik Biarpet Lagi

NUNUKAN - Kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi listrik mulai terlihat. Sebab, sejak tengah malam,…

Sabtu, 27 Mei 2017 09:56

Bangga Pernah Bertugas di Perbatasan, Banyak Kenangan yang Sulit Dilupakan

Acara malam kenal pamit atau biasa dikenal pisah sambut menjadi hari terakhir Kepala Kepolisian Resor…

Jumat, 26 Mei 2017 10:45

RSUD Terjunkan Dokter dan Perawat Bantu Korban Banjir

NUNUKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan meminta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan menerjunkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .