MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Jumat, 19 Mei 2017 10:50
Ratusan Kilogram Makanan Ilegal Dimusnahkan

Media Pembawa Hama Penyakit Hewan

DIBAKAR: Barang ilegal yang didominasi makanan dimusnahkan BKP Kelas II Wilker Nunukan, Kamis (18/5). Barang yang dimusnahkan merupakan hasil sitaan empat bulan terakhir. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN - Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tarakan Wilayah Kerja (Wilker) Nunukan memusnahkan ratusan kilogram (kg) makanan ilegal yang berasal dari Tawau, Malaysia, Kamis (18/5).

Makanan yang dimusnahkan merupakan hasil tangkapan bersama BPK Kelas II Tarakan Wilker Nunukan, Kepolisian Resor (Polres) Nunukan dan Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan dalam kurun waktu Februari hingga Mei 2017.

Penanggung jawab BKP Kelas II Tarakan Wilker Nunukan, drh. Sapto Hudaya mengatakan, makanan yang berhasil digagalkan merupakan ilegal dan menjadi media pembawa hama penyakit yang berasal dari Tawau, Malaysia. “Total makanan yang telah dimusnahkan hampir 500 kg dari berbagai jenis,” kata Sapto Hudaya kepada Radar Nunukan kemarin.

Dia menjelaskan, media pembawa hama yang berhasil digagalkan BKP Kelas II Tarakan Wilker Nunukan dan KPPBC Tipe Madya Pabean C Nunukan di Pelabuhan Tunon Taka pada Maret dan Mei 2017. Selain itu, Polres Nunukan berhasil menggagalkan barang ilegal di jembatan Pasar Jamaker, Kelurahan Nunukan Barat pada 14 Februari 2017 lalu. Nakhoda yang mebawa media pembawa hama penyakit tersebut telah diamankan Polres Nunukan.

“Barang tangkapan dari Polres Nunukan baru diserahkan pada 4 Mei lalu ke BKP Kelas II Tarakan Wilker Nunukan,” ujarnya.

Berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang (UU) nomor 16/1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan serta Peraturan Pemerintah (PP) nomor 82/2000 tentang karantina hewan. Maka media pembawa hama penyakit tersebut harus dimusnahkan dengan cara dibakar.

Menurutnya, makanan yang dimusnahkan karena tidak memiliki sertifikat kesehatan untuk dibawa masuk ke Indonesia. Serta, memasukkan di tempat yang tidak ditetapkan. Ditambah tidak melaporkan kepada petugas BKP. Barang yang didatangkan dari Tawau, Malaysia merupakan negara yang belum bebas dari penyakit hewan menular. Berbeda dengan Indonesia telah terhindar dari penyakit tersebut.

“Seperti daging, tulang dan lainnya di Malaysia belum bebas penyakit menular dan dapat membahayakan kesehatan hewan dan manusia,” pungkasnya. (nal/eza)


BACA JUGA

Senin, 20 November 2017 12:13

Warga Ikut Antusias Meriahkan Pawai Tematik

NUNUKAN – Ribuan masyarakat Nunukan antusias memadati jalan protokol, Minggu (19/11). Hal itu…

Senin, 20 November 2017 12:12

Pemilik Warung Siap Duduk Bersama dengan Bupati

NUNUKAN – Permasalahan bakso tikus yang telah menjadi pembicaraan hangat dimasyarakat. Bahkan…

Senin, 20 November 2017 12:11

Tarian Khas Daerah Malaysia Meriahkan Panggung

NUNUKAN – Konsep yang dijanjikan Panitia Pelaksana (Panpel) di malam manggungnya artis ibu kota…

Senin, 20 November 2017 09:37

Bupati Tegaskan Tim Terpadu Kerja Profesional

NUNUKAN - Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura angkat bicara soal kinerja Tim Terpadu Pemerintah Kabupaten…

Senin, 20 November 2017 09:35

Dinkes Temukan Rumah Makan Tak Higienis

NUNUKAN – Hasil pemeriksaan kebersihan dapur sejumlah rumah makan di wilayah Kecamatan Nunukan…

Sabtu, 18 November 2017 10:43

Diisukan Pakai Tikus, Pemilik RM Arema Laporkan Tim Terpadu ke Polisi

NUNUKAN – Merasa nama baik dan reputasi usaha yang dilakukan tercemar, pemilik Rumah Makan (RM)…

Sabtu, 18 November 2017 10:39

Bukan Bakso Terbuat dari Daging Tikus, Hanya...

NUNUKAN – Simpang siurnya informasi yang tersebar di media sosial (medsos) mengenai daging tikus…

Jumat, 17 November 2017 11:39

Pembangunan Pasar Tradisional Terpadu Digenjot

NUNUKAN – Pembangunan Pasar Tradisional Terpadu terus di genjot, Dinas Perdagangan memastikan…

Jumat, 17 November 2017 11:37

PLN Masih Menunggu Penentuan Golongan Tarif Listrik

NUNUKAN – Wacana golongan tarif listrik yang bakal dikurangi, PT Perusahan Listrik Negara (PLN)…

Kamis, 16 November 2017 09:40

Hasil Sampel Positif Mengandung Daging Tikus

NUNUKAN – Isu tidak sedap kembali diterima warga Kabupaten Nunukan. Khususnya penggemar kuliner…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .