MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Kamis, 18 Mei 2017 10:00
MERANA..!! Pemkab Tak Ada Anggaran, Korban Banjir Nihil Bantuan

Pantau Banjir, BPBD Hanya Turunkan Dua Personel

TERENDAM: Tampak kondisi Krayan terlihat dari udara yang merendam sejumlah desa sejak dua hari terakhir. HELMI UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan langsung melakukan evaluasi akibat banjir yang merendam sejumlah desa di Krayan. BPBD pun menerjunkan dua personel untuk memantau langsung di lokasi banjir.

Kepala BPBD Nunukan, Rahmadji Sukirno mengatakan, banjir yang terjadi di Krayan saat ini telah dilaporkannya ke pimpinan. Sehingga, diputuskan dua orang personelnya ke Krayan. “Sudah dikoordinasikan ke pimpinan, ke BPBD Kaltara juga terkait banjir. Sehingga, dua orang dulu dikirim untuk melakukan pantauan. Dikarenakan, seat ke Krayan sangat sulit ditambah lagi kurangnya anggaran,” ungkap Rahmadji Sukirno kepada Radar Nunukan, Rabu (17/5).

Lanjutnya, dua perahu fiber milik BPBD Nunukan juga digunakan untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Serta, saat ini dari BPBD Nunukan telah mengupayakan ke pengadaan perahu karet. Selain untuk melakukan pantauan juga dapat digunakan sebagai alat trasportasi bagi warga di Krayan.

“Selain pengadaan perahu karet, pembentukan pos BPBD di Krayan juga diupayakan tahun ini. Sehingga, jika terjadi seperti banjir, memudahkan personel untuk melakukan evakuasi warga,” tambahnya.

Terpisah, mengenai bantuan untuk korban banjir, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) dr. Andi Akhmad mengungkapkan, saat ini untuk menyalurkan bantuan ke lokasi banjir pihaknya tidak memiliki anggaran. Untuk itu, pihaknya masih melakukan koordinasi ke BPBD Nunukan. “Terus terang untuk anggaran ke sana (Krayan, Red.) tidak ada. Kami baru komunikasi dengan BPBD Nunukan untuk diikutkan,” ungkapnya.

Senada dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Dinsos Nunukan, Bambang Sumantri. Ia menjelaskan, untuk menyalurkan bantuan ke Krayan tidak ada anggaran. Belum lagi, saat ini bantuan sembilan bahan pokok (sembako) tidak dimiliki Dinsos Nunukan. Sebab, pengadaan bantuan untuk korban musibah seperti banjir, terakhir dilakukan pada 2015 lalu. Untuk tahun lalu dan tahun ini tidak ada pengadaan dari Dinsos.

“Terakhir pengadaan bantuan 2015. Sedangkan, 2016 dan 2017 tidak ada. Mudah mudahan bisa dianggarkan 2018 mendatang. Dan stok bantuan milik Dinsos yang ada hanya selimut dan alat rumah tangga lainnya. Untuk sembako telah habis,” ungkapnya.

Sebelumnya, banjir terjadi dikarenakan curah hujan tinggi sehingga membuat hulu Sungai Pa Lutut dan Sungai Pa Bawan meluap dan merendam beberapa desa. Diketahui, banjir kali ini merupakan banjir terbesar dibanding banjir yang terjadi pada tahun sebelumnya.

Camat Krayan, Helmi Pudaaslikar mengatakan, banjir yang terjadi di Krayan merendam empat kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Krayan, Krayan Barat, Krayan Timur dan Krayan Selatan. Alhasil, masyarakat kembali kesulitan karena akses jalan penghubung antar kecamatan, seperti jembatan direndam hingga ketinggian dua meter.

“Aktivitas warga Krayan terhambat. Mulai dari pelayanan pemerintah, pendidikan. Serta, ruas jalan Krayan yang didominasi jalan tanah pastinya sulit dilalui kendaraan. Belum lagi, sawah, kebun, jembatan dan jalan ikut terendam banjir,” pungkasnya. (akz/eza)


BACA JUGA

Senin, 20 November 2017 12:13

Warga Ikut Antusias Meriahkan Pawai Tematik

NUNUKAN – Ribuan masyarakat Nunukan antusias memadati jalan protokol, Minggu (19/11). Hal itu…

Senin, 20 November 2017 12:12

Pemilik Warung Siap Duduk Bersama dengan Bupati

NUNUKAN – Permasalahan bakso tikus yang telah menjadi pembicaraan hangat dimasyarakat. Bahkan…

Senin, 20 November 2017 12:11

Tarian Khas Daerah Malaysia Meriahkan Panggung

NUNUKAN – Konsep yang dijanjikan Panitia Pelaksana (Panpel) di malam manggungnya artis ibu kota…

Senin, 20 November 2017 09:37

Bupati Tegaskan Tim Terpadu Kerja Profesional

NUNUKAN - Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura angkat bicara soal kinerja Tim Terpadu Pemerintah Kabupaten…

Senin, 20 November 2017 09:35

Dinkes Temukan Rumah Makan Tak Higienis

NUNUKAN – Hasil pemeriksaan kebersihan dapur sejumlah rumah makan di wilayah Kecamatan Nunukan…

Sabtu, 18 November 2017 10:43

Diisukan Pakai Tikus, Pemilik RM Arema Laporkan Tim Terpadu ke Polisi

NUNUKAN – Merasa nama baik dan reputasi usaha yang dilakukan tercemar, pemilik Rumah Makan (RM)…

Sabtu, 18 November 2017 10:39

Bukan Bakso Terbuat dari Daging Tikus, Hanya...

NUNUKAN – Simpang siurnya informasi yang tersebar di media sosial (medsos) mengenai daging tikus…

Jumat, 17 November 2017 11:39

Pembangunan Pasar Tradisional Terpadu Digenjot

NUNUKAN – Pembangunan Pasar Tradisional Terpadu terus di genjot, Dinas Perdagangan memastikan…

Jumat, 17 November 2017 11:37

PLN Masih Menunggu Penentuan Golongan Tarif Listrik

NUNUKAN – Wacana golongan tarif listrik yang bakal dikurangi, PT Perusahan Listrik Negara (PLN)…

Kamis, 16 November 2017 09:40

Hasil Sampel Positif Mengandung Daging Tikus

NUNUKAN – Isu tidak sedap kembali diterima warga Kabupaten Nunukan. Khususnya penggemar kuliner…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .