MANAGED BY:
MINGGU
23 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Kamis, 18 Mei 2017 09:59
Usulkan Dana Perawatan untuk Perbaikan Aset
DIPERBAIKI: Kerusakan yang dialami jembatan di Jalan TVRI beberapa waktu lalu cukup mengganggu pengendara jalan. Jika terus dibiarkan, akses jalan dapat saja terputus. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Perbaikan sejumlah fasilitas umum (fasum), khususnya jalan dan jembatan menjadi hal yang sulit dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Nunukan saat ini. Sebab, untuk memperbaiki kerusakan yang dialami aset daerah dibutuhkan anggaran. Sementara, anggaran perawatan yang meng-cover perbaikan itu ditiadakan.

Dampaknya, jalan atau jembatan seharusnya dapat digunakan masyarakat terpaksa ditutup. Padahal, untuk mengerjakannya tidak membutuhkan dana yang besar. Begitu juga waktu. “Karena saya baru menjabat, makanya saya baru ingin mengusulkan dana perawatan itu,” kata Kepala (DPUPRPKP) Nunukan Ir. H. Muhammad Sufyang kepada media ini.

Ia mengatakan, dana perawatan ini sebelumnya memang ada. Namun karena defisit anggaran dana tersebut tak dimunculkan. Di 2013 hingga 2015 itu ada. Nilanya cukup tinggi. Sebab, dana tersebut digunakan untuk memperbaiki jalanan atau jembatan yang mengalami kerusakan akibat faktor alam. “Tahun ini memang tidak ada sama sekali. Makanya, sulit dilakukan perbaikan jika ada jalanan yang rusak. Meskipun hanya kecil, pasti berat. Karena tidak ada anggarannya,” ungkapnya.

Dijelaskan, dana perawatan atau perbaikan ini merupakan upaya pihaknya menghemat penggunaan anggaran daerah. Sebab, dengan dana yang digunakan untuk melakukan perbaikan itu tidak terlalu besar. Dibanding dengan biaya pembangunan ulang jika mengalami kerusakan parah.

“Misalnya, ada jalananya atau jembatan rusak. Diperkirakan biaya perbaikan hanya Rp 5 juga, namun dibiarkan rusak tanpa dikerjakan, maka semakin hari semakin parah. Biayanya bisa bertambah semakin tinggi lagi. Bisa jadi mencapai Rp 10 atau Rp 20 juta karena kerusakaannya makin parah. Harus ada pembangunan ulang lagi,” beber Sufyang mencontohkan.

Menurutnya, dana perawatan tersebut sangat dibutuhkan untuk merawat aset daerah. Jika sampai dana tersebut tidak disiapkan, maka kerusakan aset daerah dapat semakin parah lagi. Olehnya itu, dana perawatan merupakan hal yang prioritas juga. “Dana perawatan ini ibarat dana antisipasi saja. Maksudnya, baru dapat digunakan jika ada kerusakan dadakan. Khususnya, aset daerah yang sifatnya untuk pelayanan umum. Seperti jalan dan jembatan. Karena, jika tak diperbaiki, maka masyarakat tidak bisa lewat. Pelayanan umum terganggu,” jelasnya.

Selain itu, kata Sufyang, perbaikan fasum merupakan tanggung jawab pihaknya. Khsususnya jalan dan jembatan. Jika terjadi kecelakaan terhadap pengguna jalan dan jemabatan, maka DPUPRPKP Nunukan dapat dituntut. Sebab, tidak menyiapkan fasilitas yang seharusnya diberikan ke masyarakat. “Kalau memang kecelakaannya akibat kerusakan jalan. Terbukti, bisa dituntut kami. Makanya, memang harus disiapkan memang,” pungkasnya. (oya/eza)


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 09:35

Kinerja dan Pribadi Bupati Dihina di Sosmed

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid mendapat hinaan di sosial media (sosmed). Hinaan…

Jumat, 21 Juli 2017 09:26

Mudah Peroleh Informasi, Bermain Game dan Nonton Film

Mempunyai akses internet Wireless Fidelity (wifi) kencang dan gratis  sepertinya bukan hal biasa…

Kamis, 20 Juli 2017 10:21

Kesadaran Masyarakat Bayar Retribusi Masuk PLBL Rendah

NUNUKAN – Pelabuhan Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung menjadi salah satu sumber penghasil…

Kamis, 20 Juli 2017 10:18

Masyarakat Mulai ‘Dihantui’ ISPA

NUNUKAN – Perubahan cuaca yang tiba-tiba, dari panas lalu hujan deras belakangan ini begitu terasa…

Rabu, 19 Juli 2017 10:49

Pedagang di Alun-Alun Berhenti Berjualan

NUNUKAN – Pekerjaan fasilitas percontohan ruang terbuka publik revolusi mental di Alun-alun Nunukan…

Rabu, 19 Juli 2017 10:27

BAHAYA..!! Konflik Buaya vs Manusia di Sini Makin Keras

NUNUKAN – Semakin ramainya aktivitas masyarakat di sungai yang ada di Kecamatan Sebuku dinilai…

Rabu, 19 Juli 2017 10:08

Warga Diimbau Hati-Hati Beraktivitas di Sungai

NUNUKAN – Kasus Tahir (38) pertengahan Juni lalu yang diserang buaya saat berada di sungai Desa…

Selasa, 18 Juli 2017 10:24

Pembangunan Kawasan Industri Mansapa Tak Jelas

NUNUKAN – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dengan membuat sebuah kawasan industri…

Selasa, 18 Juli 2017 10:22

Proyek Belum Selesai, Presiden Batal Berkunjung ke Sebatik

NUNUKAN – Kedatangan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo yang direncanakan berkunjung…

Senin, 17 Juli 2017 11:57

Status ASN Tiga Koruptor Akan Dicabut

NUNUKAN – Bukan lagi sanksi yang akan menanti tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .