MANAGED BY:
SELASA
30 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Rabu, 17 Mei 2017 15:09
Waspada Hipertensi, Pembunuh Mematikan yang Tidak Terdeteksi
WASPADA: Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, dr Lily S Sulsulistyowati  usai memberikan pemaparan akan bahaya hipertensi bila tidak dicegah dengan hidup sehat. Foto: Rury Jamianto/ Radar Tarakan

PROKAL.CO, JAKARTA - Saat ini, tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi sebuah penyakit yang umum diderita oleh masyarakat. Satu dari setiap lima orang di Indonesia, diduga sudah mengalami tekanan darah tinggi setelah usia 35-40 tahun. 

Namun, karena tidak ada gejala yang dirasakan, maka banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki potensi penyakit tersebut. Untuk itulah tekanan darah tinggi sering disebut sebagai silent killer.  

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, dr Lily S Sulsulistyowati mengungkapkan, dari Data World Health Organization (WHO) tahun 2011, menunjukkan satu miliar orang di dunia menderita hipertensi, dua per tiga di antaranya berada di negara berkembang yang berpenghasilan rendah sampai sedang.

"Prevalensi hipertensi akan terus meningkat tajam dan diprediksi pada tahun 2025 sebanyak 29 persen orang dewasa di seluruh dunia terkena hipertensi,"ungkap Dr Lily, saat memaparkan materi "Cegah Hipertensi Dengan Pendekatan Keluarga" dalam memperingati Hari Hipertensi Sedunia, Rabu (16/5).

Lanjutnya, hipertensi telah mengakibatkan kematian sekitar 8 juta orang setiap tahun, di mana 1,5 juta kematian terjadi di Asia Tenggara yang  sepertiga populasinya menderita hipertensi sehingga dapat menyebabkan peningkatan beban biaya kesehatan. 

"Hipertensi yang tidak mendapat penanganan yang baik, menyebabkan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung koroner, diabetes, gagal ginjal dan kebutaan. Stroke (51 persen) dan penyakit jantung koroner (45 persen) merupakan penyebab kematian tertinggi,"ucapnya.

Sementara itu, menurut data Sample Registration System (SRS) Indonesia tahun 2014, hipertensi dengan komplikasi (53 persen) merupakan penyebab kematian nomor lima pada semua umur. Berdasarkan data tersebut, dari 25.8 persen orang yang mengalami tekanan darah tinggi hanya sepertiga yang terdiagnosis, sisanya 2/3 tidak terdiagnosis. 

"Data menunjukkan hanya 0,7 persen orang yang terdiagnosis tekanan darah tinggi minum obat hipertensi. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar penderita hipertensi tidak menyadari menderita hipertensi ataupun mendapatkan pengobatan," lanjutnya.

Selain itu, Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD dari Divisi Gastroenterologi, juga menjelaskan, hipertensi banyak terjadi pada umur 35-44 tahun (63 perseb), umur 45-54 tahun (11,9 persen), umur 55-64 tahun (17,2 persen). Sedangkan menurut status ekonominya, proporsi H

Hipertensi terbanyak pada tingkat menengah bawah (27,2 persen) dan menengah (25,9 persen). 

"Kerusakan organ target akibat komplikasi hipertensi akan tergantung kepada besarnya peningkatan tekanan darah dan lamanya kondisi tekanan darah yang tidak terdiagnosis dan tidak diobati. Organ-organ tubuh yang menjadi target antara lain otak, mata, jantung, ginjal, dan dapat juga berakibat kepada pembuluh darah arteri perifer itu sendiri," jelas Ari. (eru/zia)


BACA JUGA

Selasa, 30 Mei 2017 10:50

JAGA-JAGA..!! Ada Celah ISIS Masuk Lewat Tarakan

TARAKAN - Sebelas WNI yang terjebak bentrok antara kelompok bersenjata dengan militer Filipina di Kota…

Selasa, 30 Mei 2017 10:48

Masih Menunggu Tahap II Selesai

TARAKAN – Akhirnya, penambahan kuota haji yang ditunggu-tunggu masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara)…

Selasa, 30 Mei 2017 10:44

Berbagi Bersama Mustahik di 18 RT Kelurahan Lingkas Ujung

Kemarin (29/5) pagi, Assalamualaikum Sahur Road to RT kembali di gelar pada tahun ini. Tim panitia kegiatan…

Selasa, 30 Mei 2017 10:42

Mobil Cargo Hangus Terbakar dalam 30 menit

TARAKAN – Kemarin, pengunjung Taman Oval Markoni dan sekitar pasar Ramadan Kelurahan Pamusian…

Selasa, 30 Mei 2017 10:39

Bagaimana Menghadirkan Rasa Senang di Bulan Ramadan

DALAM sebuah hadis, Rasulullah pernah bersabda, “Barang siapa yang senang hatinya bertemu Ramadan,…

Selasa, 30 Mei 2017 10:38

Menuntut Ilmu di Yaman, Praktikkan di Tarakan

Menjalankan tugas menjadi seorang imam masjid bukanlah hal mudah. Sebab, seorang imam sama halnya dengan…

Selasa, 30 Mei 2017 10:36

Hari Ketiga Puasa, Dinkes Awasi Penjualan Takjil

TARAKAN – Memasuki hari ketiga puasa, Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan pengawasan terhadap penjualan…

Selasa, 30 Mei 2017 10:34

Donor Darah Diperbolehkan Meski Berpuasa

TARAKAN – Ketika bulan puasa, masyarakat lebih cenderung mengurangi aktivitas fisik saat bekerja…

Selasa, 30 Mei 2017 10:33

Perangi Narkoba, Tes Urine Dadakan

TARAKAN – Upaya memerangi narkoba, Pangkalan Udara (Lanud) Tarakan melaksanakan pemeriksaan urine…

Selasa, 30 Mei 2017 10:31

Ancaman Sungai Terkikis, Hujan Hantui RT 7

TARAKAN-Hujan yang belakangan ini kerap mengguyur Kota Tarakan sepertinya menjadi momok tersendiri bagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .