MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Rabu, 17 Mei 2017 15:09
Waspada Hipertensi, Pembunuh Mematikan yang Tidak Terdeteksi
WASPADA: Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, dr Lily S Sulsulistyowati  usai memberikan pemaparan akan bahaya hipertensi bila tidak dicegah dengan hidup sehat. Foto: Rury Jamianto/ Radar Tarakan

PROKAL.CO, JAKARTA - Saat ini, tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi sebuah penyakit yang umum diderita oleh masyarakat. Satu dari setiap lima orang di Indonesia, diduga sudah mengalami tekanan darah tinggi setelah usia 35-40 tahun. 

Namun, karena tidak ada gejala yang dirasakan, maka banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki potensi penyakit tersebut. Untuk itulah tekanan darah tinggi sering disebut sebagai silent killer.  

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, dr Lily S Sulsulistyowati mengungkapkan, dari Data World Health Organization (WHO) tahun 2011, menunjukkan satu miliar orang di dunia menderita hipertensi, dua per tiga di antaranya berada di negara berkembang yang berpenghasilan rendah sampai sedang.

"Prevalensi hipertensi akan terus meningkat tajam dan diprediksi pada tahun 2025 sebanyak 29 persen orang dewasa di seluruh dunia terkena hipertensi,"ungkap Dr Lily, saat memaparkan materi "Cegah Hipertensi Dengan Pendekatan Keluarga" dalam memperingati Hari Hipertensi Sedunia, Rabu (16/5).

Lanjutnya, hipertensi telah mengakibatkan kematian sekitar 8 juta orang setiap tahun, di mana 1,5 juta kematian terjadi di Asia Tenggara yang  sepertiga populasinya menderita hipertensi sehingga dapat menyebabkan peningkatan beban biaya kesehatan. 

"Hipertensi yang tidak mendapat penanganan yang baik, menyebabkan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung koroner, diabetes, gagal ginjal dan kebutaan. Stroke (51 persen) dan penyakit jantung koroner (45 persen) merupakan penyebab kematian tertinggi,"ucapnya.

Sementara itu, menurut data Sample Registration System (SRS) Indonesia tahun 2014, hipertensi dengan komplikasi (53 persen) merupakan penyebab kematian nomor lima pada semua umur. Berdasarkan data tersebut, dari 25.8 persen orang yang mengalami tekanan darah tinggi hanya sepertiga yang terdiagnosis, sisanya 2/3 tidak terdiagnosis. 

"Data menunjukkan hanya 0,7 persen orang yang terdiagnosis tekanan darah tinggi minum obat hipertensi. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar penderita hipertensi tidak menyadari menderita hipertensi ataupun mendapatkan pengobatan," lanjutnya.

Selain itu, Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD dari Divisi Gastroenterologi, juga menjelaskan, hipertensi banyak terjadi pada umur 35-44 tahun (63 perseb), umur 45-54 tahun (11,9 persen), umur 55-64 tahun (17,2 persen). Sedangkan menurut status ekonominya, proporsi H

Hipertensi terbanyak pada tingkat menengah bawah (27,2 persen) dan menengah (25,9 persen). 

"Kerusakan organ target akibat komplikasi hipertensi akan tergantung kepada besarnya peningkatan tekanan darah dan lamanya kondisi tekanan darah yang tidak terdiagnosis dan tidak diobati. Organ-organ tubuh yang menjadi target antara lain otak, mata, jantung, ginjal, dan dapat juga berakibat kepada pembuluh darah arteri perifer itu sendiri," jelas Ari. (eru/zia)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 11:27

Baru Tiga Tahun Sudah Rusak

TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan mendapat sorotan tajam karena dianggap tak refresentatif…

Sabtu, 18 November 2017 11:25

Terlalu Memilih Pekerjaan, Kesempatan Terbuang

TARAKAN – Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Tarakan mengungkap serapan tenaga kerja selama…

Sabtu, 18 November 2017 11:22

WADUH..!! Investor Pemasok Gas Mundur

TARAKAN – Sebelumnya banyak investor yang siap menyuplai gas ke PT PLN (Persero) Unit Layanan…

Sabtu, 18 November 2017 11:11

Dua Hari, Tiga Korban Tewas di Jalan

TARAKAN - Nahas, sebuah mobil Daihatsu Xenia dengan nomor polisi KT 1680 RE yang dikemudikan Muhammad…

Sabtu, 18 November 2017 11:10

Sentra Industri Telan Biaya Rp 20 Miliar

TARAKAN - Sentra indusri kecil dan menengah saat ini tengah dibangun di Jalan Hake Babu dengan luas…

Sabtu, 18 November 2017 11:08

Reklame Mendominasi Perizinan

TARAKAN – Sejak Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Tarakan menjadi Dinas Penanaman Modal,…

Sabtu, 18 November 2017 11:04

Dua Jembatan di Dua Gang Rusak

TARAKAN - Ketua RT 2, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Ihsan mengatakan, terdapat dua titik jembatan yang…

Sabtu, 18 November 2017 11:03

Pedagang Berburu Uang Kecil

Tarakan-Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Tarakan,  pendistibusian uang baru terus dilakukan…

Sabtu, 18 November 2017 10:59

Genset Rp 2,9 Juta ‘Diembat’ Paman

TARAKAN – Entah apa yang ada di benak TC (nama diinsialkan), pelaku pencuri genset keponakan sendiri.…

Jumat, 17 November 2017 12:24

JANJI YA...!! Mulai Desember Tak Ada Pemadaman

TARAKAN – Persoalan listrik di Bumi Paguntaka memang belum berakhir. Kekurangan pasokan gas masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .