MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 17 Mei 2017 15:09
Waspada Hipertensi, Pembunuh Mematikan yang Tidak Terdeteksi
WASPADA: Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, dr Lily S Sulsulistyowati  usai memberikan pemaparan akan bahaya hipertensi bila tidak dicegah dengan hidup sehat. Foto: Rury Jamianto/ Radar Tarakan

PROKAL.CO, JAKARTA - Saat ini, tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi sebuah penyakit yang umum diderita oleh masyarakat. Satu dari setiap lima orang di Indonesia, diduga sudah mengalami tekanan darah tinggi setelah usia 35-40 tahun. 

Namun, karena tidak ada gejala yang dirasakan, maka banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki potensi penyakit tersebut. Untuk itulah tekanan darah tinggi sering disebut sebagai silent killer.  

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, dr Lily S Sulsulistyowati mengungkapkan, dari Data World Health Organization (WHO) tahun 2011, menunjukkan satu miliar orang di dunia menderita hipertensi, dua per tiga di antaranya berada di negara berkembang yang berpenghasilan rendah sampai sedang.

"Prevalensi hipertensi akan terus meningkat tajam dan diprediksi pada tahun 2025 sebanyak 29 persen orang dewasa di seluruh dunia terkena hipertensi,"ungkap Dr Lily, saat memaparkan materi "Cegah Hipertensi Dengan Pendekatan Keluarga" dalam memperingati Hari Hipertensi Sedunia, Rabu (16/5).

Lanjutnya, hipertensi telah mengakibatkan kematian sekitar 8 juta orang setiap tahun, di mana 1,5 juta kematian terjadi di Asia Tenggara yang  sepertiga populasinya menderita hipertensi sehingga dapat menyebabkan peningkatan beban biaya kesehatan. 

"Hipertensi yang tidak mendapat penanganan yang baik, menyebabkan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung koroner, diabetes, gagal ginjal dan kebutaan. Stroke (51 persen) dan penyakit jantung koroner (45 persen) merupakan penyebab kematian tertinggi,"ucapnya.

Sementara itu, menurut data Sample Registration System (SRS) Indonesia tahun 2014, hipertensi dengan komplikasi (53 persen) merupakan penyebab kematian nomor lima pada semua umur. Berdasarkan data tersebut, dari 25.8 persen orang yang mengalami tekanan darah tinggi hanya sepertiga yang terdiagnosis, sisanya 2/3 tidak terdiagnosis. 

"Data menunjukkan hanya 0,7 persen orang yang terdiagnosis tekanan darah tinggi minum obat hipertensi. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar penderita hipertensi tidak menyadari menderita hipertensi ataupun mendapatkan pengobatan," lanjutnya.

Selain itu, Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD dari Divisi Gastroenterologi, juga menjelaskan, hipertensi banyak terjadi pada umur 35-44 tahun (63 perseb), umur 45-54 tahun (11,9 persen), umur 55-64 tahun (17,2 persen). Sedangkan menurut status ekonominya, proporsi H

Hipertensi terbanyak pada tingkat menengah bawah (27,2 persen) dan menengah (25,9 persen). 

"Kerusakan organ target akibat komplikasi hipertensi akan tergantung kepada besarnya peningkatan tekanan darah dan lamanya kondisi tekanan darah yang tidak terdiagnosis dan tidak diobati. Organ-organ tubuh yang menjadi target antara lain otak, mata, jantung, ginjal, dan dapat juga berakibat kepada pembuluh darah arteri perifer itu sendiri," jelas Ari. (eru/zia)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 24 April 2018 12:31

Tolak FPI, FKUB Sarankan Diskusi Bersama

TARAKAN –  Organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI) di Bumi Paguntaka memang…

Selasa, 24 April 2018 12:21

Bawa Visi Kesolidan bagi Mahasiswa Tanah Air

Mahasiswa Indonesia Tiongkok Culture Centre (ITCC) asal Sebatik Barat, Nunukan kembali menunjukkan kualitas…

Selasa, 24 April 2018 12:20

Limpahan Kasus, Menunggu Kesiapan

TARAKAN – Meskipun saat ini Polda Kaltara sudah terbentuk, namun terkait pelimpahan kasus yang…

Selasa, 24 April 2018 12:15

Sempat Terlambat, Salah Jadwal Ujian

TARAKAN – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP masih akan berlangsung pekan ini.…

Selasa, 24 April 2018 12:09

Ingatkan Polling di Medsos

POLLING Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di media sosial, ternyata belum sepenuhnya dipahami Panitia…

Selasa, 24 April 2018 12:07

Lusa, BNPT Dilaunching

TARAKAN– Jika tak ada aral melintang, 26 April mendatang, penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai…

Selasa, 24 April 2018 12:01

Butuh Tambal Sulam, Lubang ‘Hantui’ Pengendara

TARAKAN – Sejumlah lubang masih tampak di beberapa titik jalan di Tarakan. Seperti yang terlihat…

Selasa, 24 April 2018 11:53

Peringati Hari Bumi, Tanam 2000 Bibit Mangrove

TARAKAN - Peringatan Hari Bumi Sedunia yang jatuh pada 22 April lalu, menjadi momentum masyarakat dunia…

Selasa, 24 April 2018 11:52

Air Meluap, Drainase Diprioritaskan

TARAKAN – Ketua RT 4, Kelurahan Selumit Pantai, Saidun mengatakan drainase menjadi permasalahan…

Selasa, 24 April 2018 11:45

KPU Kembali Tolak Tiga Berkas

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menolak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .