MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Rabu, 17 Mei 2017 09:25
Dilanda Banjir Besar, Warga Krayan Waspada

Satu Pelajar Sempat Terbawa Arus

TERENDAM: Selama 2017, banjir telah terjadi di Krayan dua kali. Banjir yang terjadi Senin (15/5) dikatakan banjir terparah. HELMI UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Curah hujan tinggi di Krayan membuat hulu Sungai Pa Lutut dan Sungai Pa Bawan meluap. Akibatnya, Krayan kembali direndam banjir hingga beberapa desa dan membuat sejumlah akses terputus. Setelah banjir pada Kamis (6/4) lalu, banjir kali ini merupakan banjir terbesar dibanding banjir yang terjadi tahun sebelumnya.

Camat Krayan, Helmi Pudaaslikar mengatakan, banjir yang terjadi kembali merendam empat kecamatan. Di antaranya Kecamatan Krayan, Krayan Barat, Krayan Timur dan Krayan Selatan. Alhasil, masyarakat kembali kesulitan, karena jalan penghubung antar kecamatan, yakni jembatan direndam hingga ketinggian dua meter.

“Banjir kali ini yang terbesar. Ketinggian air mencapai dua meter dan ketinggian air semakin meningkat. Sehingga, masyarakat harus waspada,” ujar Helmi kepada Radar Nunukan Selasa, (16/5).

Dijelaskan, dampak dari banjir yang terjadi tentunya membuat aktivitas warga Krayan terhambat. Mulai dari pelayanan pemerintah dan aktivitas pendidikan. Serta, ruas jalan Krayan yang didominasi jalan tanah pastinya sulit dilalui kendaraan roda empat dan roda dua.

“Sawah, kebun, jembatan dan jalan terendam banjir. Beberapa ruas jalan utama turut hancur karena musim hujan sejak akhir tahun 2016 yang lalu,” ungkapnya ketika dikonfirmasi.

Apabila banjir terus berlanjut dipastikan siswa dan guru di Krayan tidak dapat melaksanakan aktivitas belajar mengajar. Selain itu, beberapa desa tidak dapat mengakses beberapa tempat yang menyediakan dan menjual kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako). “Masyarakat sekitar Long Bawan yang berada di seberang Long Bawan tidak dapat menjangkau Puskesmas Long Bawan apabila ada kondisi darurat untuk berobat,” tambahnya.

Di tengah musibah itu, tim terpadu dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Kementerian Pertahanan (Kemenhan), (Kementerian Luar Nnegeri (Kemenlu), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Markas Besar (Mabes) Tentara Nasional Indonesia (TNI), Direktur Tipografi Angkatan Darat (Dittopad), BIG, Kodam VI/Mulawarman, Kodim 0911/Nunukan juga sudah sampai di Krayan untuk melakukan verifikasi patok batas negara yang hilang di Krayan. Akibatnya, tim tersebut harus mengalami kendala menuju lokasi karena banjir.

“Diperkirakan besok tim terpadu menyeberang Sungai Pa Bawan menuju ruas jalan Long Midang dengan menggunakan perahu darurat yang ada,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Komisi I Dewan Pewakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan segera melakukan tindakan atas banjir yang merendam Krayan.

“Jangan seperti banjir sebelumnya, pemerintah tidak turun melihat musibah di Krayan. Transportasi saat inikan sudah lancar apalagi yang menjadi kendala untuk ke Krayan?,” tanya politisi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini.

Dikarenakan, dari informasi yang ia terima satu pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Krayan sempat terseret arus akibat banjir. Beruntung, nyawa pelajar tersebut berhasil diselamatkan. Saat ini korban masih dirawat di Puskesmas setempat.

“Karena jalan menuju sekolah melewati sungai. Pelajar tersebut sempat lemas karena derasnya banjir. Sebelumnya, kami sudah berharap dari Pemkab adanya bantuan perahu sebagai transportasi pelajar jika terjadi banjir. Namun, itu tidak direalisasikan Pemkab Nunukan,” jelasnya.   (akz/eza)


BACA JUGA

Senin, 20 November 2017 12:13

Warga Ikut Antusias Meriahkan Pawai Tematik

NUNUKAN – Ribuan masyarakat Nunukan antusias memadati jalan protokol, Minggu (19/11). Hal itu…

Senin, 20 November 2017 12:12

Pemilik Warung Siap Duduk Bersama dengan Bupati

NUNUKAN – Permasalahan bakso tikus yang telah menjadi pembicaraan hangat dimasyarakat. Bahkan…

Senin, 20 November 2017 12:11

Tarian Khas Daerah Malaysia Meriahkan Panggung

NUNUKAN – Konsep yang dijanjikan Panitia Pelaksana (Panpel) di malam manggungnya artis ibu kota…

Senin, 20 November 2017 09:37

Bupati Tegaskan Tim Terpadu Kerja Profesional

NUNUKAN - Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura angkat bicara soal kinerja Tim Terpadu Pemerintah Kabupaten…

Senin, 20 November 2017 09:35

Dinkes Temukan Rumah Makan Tak Higienis

NUNUKAN – Hasil pemeriksaan kebersihan dapur sejumlah rumah makan di wilayah Kecamatan Nunukan…

Sabtu, 18 November 2017 10:43

Diisukan Pakai Tikus, Pemilik RM Arema Laporkan Tim Terpadu ke Polisi

NUNUKAN – Merasa nama baik dan reputasi usaha yang dilakukan tercemar, pemilik Rumah Makan (RM)…

Sabtu, 18 November 2017 10:39

Bukan Bakso Terbuat dari Daging Tikus, Hanya...

NUNUKAN – Simpang siurnya informasi yang tersebar di media sosial (medsos) mengenai daging tikus…

Jumat, 17 November 2017 11:39

Pembangunan Pasar Tradisional Terpadu Digenjot

NUNUKAN – Pembangunan Pasar Tradisional Terpadu terus di genjot, Dinas Perdagangan memastikan…

Jumat, 17 November 2017 11:37

PLN Masih Menunggu Penentuan Golongan Tarif Listrik

NUNUKAN – Wacana golongan tarif listrik yang bakal dikurangi, PT Perusahan Listrik Negara (PLN)…

Kamis, 16 November 2017 09:40

Hasil Sampel Positif Mengandung Daging Tikus

NUNUKAN – Isu tidak sedap kembali diterima warga Kabupaten Nunukan. Khususnya penggemar kuliner…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .