MANAGED BY:
MINGGU
23 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Rabu, 17 Mei 2017 09:25
Dilanda Banjir Besar, Warga Krayan Waspada

Satu Pelajar Sempat Terbawa Arus

TERENDAM: Selama 2017, banjir telah terjadi di Krayan dua kali. Banjir yang terjadi Senin (15/5) dikatakan banjir terparah. HELMI UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Curah hujan tinggi di Krayan membuat hulu Sungai Pa Lutut dan Sungai Pa Bawan meluap. Akibatnya, Krayan kembali direndam banjir hingga beberapa desa dan membuat sejumlah akses terputus. Setelah banjir pada Kamis (6/4) lalu, banjir kali ini merupakan banjir terbesar dibanding banjir yang terjadi tahun sebelumnya.

Camat Krayan, Helmi Pudaaslikar mengatakan, banjir yang terjadi kembali merendam empat kecamatan. Di antaranya Kecamatan Krayan, Krayan Barat, Krayan Timur dan Krayan Selatan. Alhasil, masyarakat kembali kesulitan, karena jalan penghubung antar kecamatan, yakni jembatan direndam hingga ketinggian dua meter.

“Banjir kali ini yang terbesar. Ketinggian air mencapai dua meter dan ketinggian air semakin meningkat. Sehingga, masyarakat harus waspada,” ujar Helmi kepada Radar Nunukan Selasa, (16/5).

Dijelaskan, dampak dari banjir yang terjadi tentunya membuat aktivitas warga Krayan terhambat. Mulai dari pelayanan pemerintah dan aktivitas pendidikan. Serta, ruas jalan Krayan yang didominasi jalan tanah pastinya sulit dilalui kendaraan roda empat dan roda dua.

“Sawah, kebun, jembatan dan jalan terendam banjir. Beberapa ruas jalan utama turut hancur karena musim hujan sejak akhir tahun 2016 yang lalu,” ungkapnya ketika dikonfirmasi.

Apabila banjir terus berlanjut dipastikan siswa dan guru di Krayan tidak dapat melaksanakan aktivitas belajar mengajar. Selain itu, beberapa desa tidak dapat mengakses beberapa tempat yang menyediakan dan menjual kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako). “Masyarakat sekitar Long Bawan yang berada di seberang Long Bawan tidak dapat menjangkau Puskesmas Long Bawan apabila ada kondisi darurat untuk berobat,” tambahnya.

Di tengah musibah itu, tim terpadu dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Kementerian Pertahanan (Kemenhan), (Kementerian Luar Nnegeri (Kemenlu), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Markas Besar (Mabes) Tentara Nasional Indonesia (TNI), Direktur Tipografi Angkatan Darat (Dittopad), BIG, Kodam VI/Mulawarman, Kodim 0911/Nunukan juga sudah sampai di Krayan untuk melakukan verifikasi patok batas negara yang hilang di Krayan. Akibatnya, tim tersebut harus mengalami kendala menuju lokasi karena banjir.

“Diperkirakan besok tim terpadu menyeberang Sungai Pa Bawan menuju ruas jalan Long Midang dengan menggunakan perahu darurat yang ada,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Komisi I Dewan Pewakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan segera melakukan tindakan atas banjir yang merendam Krayan.

“Jangan seperti banjir sebelumnya, pemerintah tidak turun melihat musibah di Krayan. Transportasi saat inikan sudah lancar apalagi yang menjadi kendala untuk ke Krayan?,” tanya politisi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini.

Dikarenakan, dari informasi yang ia terima satu pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Krayan sempat terseret arus akibat banjir. Beruntung, nyawa pelajar tersebut berhasil diselamatkan. Saat ini korban masih dirawat di Puskesmas setempat.

“Karena jalan menuju sekolah melewati sungai. Pelajar tersebut sempat lemas karena derasnya banjir. Sebelumnya, kami sudah berharap dari Pemkab adanya bantuan perahu sebagai transportasi pelajar jika terjadi banjir. Namun, itu tidak direalisasikan Pemkab Nunukan,” jelasnya.   (akz/eza)


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 09:35

Kinerja dan Pribadi Bupati Dihina di Sosmed

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid mendapat hinaan di sosial media (sosmed). Hinaan…

Jumat, 21 Juli 2017 09:26

Mudah Peroleh Informasi, Bermain Game dan Nonton Film

Mempunyai akses internet Wireless Fidelity (wifi) kencang dan gratis  sepertinya bukan hal biasa…

Kamis, 20 Juli 2017 10:21

Kesadaran Masyarakat Bayar Retribusi Masuk PLBL Rendah

NUNUKAN – Pelabuhan Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung menjadi salah satu sumber penghasil…

Kamis, 20 Juli 2017 10:18

Masyarakat Mulai ‘Dihantui’ ISPA

NUNUKAN – Perubahan cuaca yang tiba-tiba, dari panas lalu hujan deras belakangan ini begitu terasa…

Rabu, 19 Juli 2017 10:49

Pedagang di Alun-Alun Berhenti Berjualan

NUNUKAN – Pekerjaan fasilitas percontohan ruang terbuka publik revolusi mental di Alun-alun Nunukan…

Rabu, 19 Juli 2017 10:27

BAHAYA..!! Konflik Buaya vs Manusia di Sini Makin Keras

NUNUKAN – Semakin ramainya aktivitas masyarakat di sungai yang ada di Kecamatan Sebuku dinilai…

Rabu, 19 Juli 2017 10:08

Warga Diimbau Hati-Hati Beraktivitas di Sungai

NUNUKAN – Kasus Tahir (38) pertengahan Juni lalu yang diserang buaya saat berada di sungai Desa…

Selasa, 18 Juli 2017 10:24

Pembangunan Kawasan Industri Mansapa Tak Jelas

NUNUKAN – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dengan membuat sebuah kawasan industri…

Selasa, 18 Juli 2017 10:22

Proyek Belum Selesai, Presiden Batal Berkunjung ke Sebatik

NUNUKAN – Kedatangan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo yang direncanakan berkunjung…

Senin, 17 Juli 2017 11:57

Status ASN Tiga Koruptor Akan Dicabut

NUNUKAN – Bukan lagi sanksi yang akan menanti tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .