MANAGED BY:
MINGGU
22 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 16 Mei 2017 12:35
Listrik Padam Tanpa Jadwal

Empat Mesin PLTD Dikebut

DIKEBUT: Empat mesin PLTD yang akan digunakan segera untuk mengakomodir krisis listrik karena kekurangan gas yang disuplai PT Pertamina EP Bunyu dan pasokan listrik dari PT Idec. AHMAD SYARIF/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Pemadaman listrik kembali terjadi di Bumi Paguntaka. Berkurangnya pasokan gas dari PT Pertamina EP Bunyu Field dan berkurangnya tambahan daya listrik dari PT Idec ditengarai menjadi penyebab warga Tarakan harus kembali merasakan krisis listrik.

Salah seorang warga Pasir Putih, Umar mengatakan sejak beberapa hari yang lalu mereka kembali menikmati pemadaman listrik yang tidak berjadwal. “Sejak dua hari yang lalu matinya tidak menentu,” tutur Umar.

Tak hanya itu, warga Juata Laut Ade juga mengeluhkan hal yang sama, sebab dia harus menunda pekerjaannya akibat pemadaman listrik. “Saya saja kaget. Hampir tiap hari dalam seminggu terakhir ini listrik seringkali mati,” ujarnya.

Jadwal pemadaman listrik yang entah dari mana asalnya, telah beredar di sejumlah media sosial. Jadwal tersebut menyebar cepat dan menjadi patokan masyarakat untuk mengetahui jadwal listrik padam di daerahnya.

“Padahal di situ tidak tertulis jadwalnya daerah Karang Anyar Pantai, tapi kok disini mati juga,” ujar Heni, salah satu warga yang tinggal di Kelurahan Karang Anyar Pantai.

Kemarin, pemadaman juga terjadi di beberapa wilayah Kelurahan Pamusian dan Karang Anyar. Durasi pemadaman terjadi cukup lama, mulai sekitar pukul 10 pagi dan baru kembali menyala sekitar pukul 4 sore.

Humas PT Pertamina EP Bunyu, Wahyu Pribadi Utomo membenarkan terjadinya penurunan pasokan gas dari PT Pertamina Bunyu. Yang memang diakuinya tidak bisa diprediksikan kondisinya, sebab semua bertumpu pada kondisi bawah perut bumi.

“Yang pasti kami ada penurunan pasokan gas. Dan itu dilihat dari kondisi bawah tanah yang memang sulit untuk diprediksikan,” jelas Wahyu, kepada Radar Tarakan, kemarin.

Dikatakan Wahyu, terjadinya penurunan pasokan gas itu terjadi sejak Selasa (9/5) lalu, karena pada hari Senin (8/5), pasokan gas yang disuplai masih mencapai 5 MMSCFD.  “Dan itu masih diatas kesepakatan kami dengan PLN yang berjumlah 4 MMSCFD,” tuturnya.

Yang pasti, lanjut Wahyu, pihak Pertamina Bunyu masih terus berupaya dalam waktu 24 jam untuk mencari cadangan gas yang baru lagi. “Angka pasokan gas masih fluktuatif atau naik turun sampai saat ini,” kata Wahyu.

Asisten Manager Perencanaan, PT PLN (Persero), ULK Tarakan, Aris Hermawan menambahkan, suplai  gas yang masuk ke PLN dari PT Pertamina EP Bunyu mengalami penurunan dari yang biasanya. “Selain itu mesin milik PT Idec juga sedang lepas sinkron dengan kami (PLN),” jelas Aris.

Dikatakan Aris, baik dari Idec maupun Pertamina Bunyu juga berusaha untuk menormalkan kembali baik tambahan pasokan listrik  dan gas.

“Idec juga berusaha untuk menormalkan kembali. Karena dari rapat koordinasi sebelumnya mereka tidak ada rencana melakukan pemeliharaan maupun shut down, kecuali kondisinya memang mengharuskan seperti itu,” tuturnya.

Selain itu, solusi lain yang akan ditempuh oleh PLN yakni, mereka berusaha untuk menyegerakan agar mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang sebelumnya akan digunakan sebelum Ramadan, akan  digunakan dalam waktu dekat.

“Total mesin ada 6 unit. Yang dikontrak ada 4 unit. Dan dua lagi digunakan untuk mem-backup jika terdapat masalah pada mesin yang 4 unit,” katanya.

Ketika nantinya 4 mesin tersebut difungsikan, lanjut Aris, belum tentu dapat menutup kebutuhan listrik karena kekurangan yang dibutuhkan.

“Tergantung kekurangannya. Kalau kekurangan sekitar 5 MW maka tetap akan kurang. Semoga ke depannya kondisi pasokan gas tetap dalam kondisi normal,” harapnya.

Dari total keseluruhan pembangkit listrik, sekitar 62 persennya PLN masih menggunakan gas. “Maka dari itu dengan berfungsinya mesin PLTD ini, nantinya kebutuhan akan gas menjadi semakin kecil,” jelas Aris.

Terkait jadwal pemadaman, Aris menegaskan PLN belum resmi mengeluarkan jadwal pemadaman.  “Malah belum tahu kalau ada jadwal tersebut. Kami sudah menyiapkan, tetapi seharusnya kami sampaikan kepada media lewat rilis resmi,” ujarnya. 

Kalaupun hingga saat ini ada yang menyampaikan lewat media lain sebelum dirilis resmi oleh PLN, maka pihaknya tidak dapat bertanggungjawab dari sisi keabsahannya.  “Tetapi kami akan sampaikan setelah waktunya memang betul-betul sudah tepat,” ungkap Aris. 

Aris menambahkan, PLN menyampaikan permohonan maaf khususnya kepada masyarakat Tarakan karena terjadinya pemadaman. Sebab dengan kondisi seperti ini, PLN terpaksa melakukan pengurangan listrik pelanggan.

“Tetapi kami tetap mengupayakan kemampuan kami dari segi penambahan mesin PLTD yang sekarang sedang dalam posisi instalasi. Sehingga harapannya yang kemarin kami katakan akan dapat berfungsi sebelum puasa kami usahakan dipercepat agar dalam beberapa hari ini sudah dapat dioperasikan,” harapnya. (*/asf/nri)


BACA JUGA

Sabtu, 21 April 2018 10:55

Tim Cuma Berharap Laporan

TARAKAN – Elpiji 3 kg langka. Itu sudah wajar di sejumlah wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara).…

Sabtu, 21 April 2018 10:53

Misi Sosial dan Keberagaman Budaya Indonesia

Umumnya dunia otomotif begitu melekat dengan pria. Tapi saat ini anggapan itu perlahan hilang dengan…

Sabtu, 21 April 2018 10:52

Kerja Keras dan Tak Patah Semangat

KEMANDIRIAN seorang wanita tak dapat dilepaskan dari perannya sebagai ibu rumah tangga. Namun dengan…

Sabtu, 21 April 2018 10:50

Tak Ingin Anak Terseret Pengalaman yang Sama

MOMEN 21 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kartini. Pelopor perjuangan kaum perempuan,…

Sabtu, 21 April 2018 10:49

Mengantar Anak Sampai Sukses

RADEN Ajeng Kartini, hari lahirnya selalu menjadi pengingat bagi setiap wanita Indonesia. Kartini lekat…

Sabtu, 21 April 2018 10:48

Tidak Ada Alasan Pakai Suket

MESKI penggunaan surat keterangan (suket) pada pelaksanaan Pemilihan Calon Wali Kota dan Wakil Wali…

Sabtu, 21 April 2018 10:46

Belum Terbentuk, FPI Sudah Dapat Penolakan

SPANDUK penolakan pembentukan Front Pembela Islam (FPI) itu, terpampang jelas  di sekitaran perempatan…

Sabtu, 21 April 2018 10:39

Anggaran Minim, Bukan Penghambat

TARAKAN — Kepala Kementerian Agama Kaltara, H. Suriansyah mengakui, minimnya dana pembinaan yang…

Sabtu, 21 April 2018 10:38

Ramaikan Gowes Sore Ini

TARAKAN - Para goweser Bumi Paguntaka diharapakan kehadirannya dalam kegiatan gowes, Sabtu (21/4) yang…

Sabtu, 21 April 2018 10:37

Tidar dan Labobar Diusulkan Masuk Tarakan

TARAKAN - Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, PT Pelni kembali mengajukan tambahan armada untuk mengatasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .