MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 16 Mei 2017 12:24
Tiga Channel MNC Group Menghilang

Diduga Persoalan Hak Siar Jadi Sebab

TAK TAYANG: Salah satu program sinetron yang ditayangkan RCTI (MNC Group) dipertanyakan warga pelanggan setia jaringan TV kabel di Tarakan yang tak lagi tayang sejak 1 Mei 2017 lalu. AHMAD SYARIF/ RADAR TARAKAN1

PROKAL.CO, TARAKAN- Diperkirakan sejak awal Mei, tiga channel televisi (TV) nasional milik MNC Group yang tersiar melalui pemcar jaringan siaran TV Kabel di Tarakan menghilang. Tak sedikit warga yang mempertanyakan penyebab tiga chanel yakni MNC TV, RCTI, Global TV tersebut tidak tayang.

Abi, salah seorang pelanggan TV kabel misalnya. Ia menjelaskan,  dirinya memang baru menyadari hal tersebut beberapa hari belakangan ini tidak ada siaran televisi milik MNC Grup.

“Saya juga heran kenapa RCTI dan MNC TV bisa hilang tiba-tiba,” tutur Abi.

Hal yang sama dialami oleh warga Beringin, Ani yang juga merasakan hal yang sama. Dirinya tidak tahu apa penyebab dari hilangnya beberapa program TV yang merupakan program favoritnya tersebut.

“Saya biasa nonton beberapa program pagi, tapi kok sekarang udah nggak bisa lagi menonton programnya karena channel-nya nggak ada,” ujar Ani.

Terpisah, Local Operator (LO) TV Kabel, PT Surya Paguntaka, Sofyan membenarkan jika MNC Group menarik diri dari siaran TV kabel.

“Sampai saat ini saya belum tahu apa alasan dari MNC Group untuk menarik siaran televisi mereka dari TV Kabel,” ujar Sofyan.  

Dijelaskan Sofyan, dirinya masih belum tahu benar apa alasan MNC Group untuk menarik siaran mereka dari TV kabel. Namun ia sempat mendengar bahwa ditariknya MNC Group dari TV Kabel disebabkan karena kontrak hak siaran yang dianggap tak sesuai.

“Ada juga yang bilang karena faktor politik. Tetapi itu masih simpang siur,” tuturnya.

Dikatakan Sofyan, tidak adanya siaran dari MNC Group tersebut sudah terjadi semenjak awal bulan Mei lalu.

“Sejak tanggal 1 Mei kemarin sudah tidak ada,” kata Sofyan.

Menurut Sofyan, sampai saat ini dirinya masih belum ada kabar apakah MNC Group akan menyiarkan kembali siaran TV mereka di TV kabel.

“Kami belum tahu sampai kapan, tergantung MNC Group,” ujarnya.

Mengenai jumlah channel, lanjut Sofyan, di LO yang mereka kelola, tetap ada 40 channel yang diisi dengan channel yang sudah diseleksi dan pilih lagi dari semua channel yang ada. 

“Seperti ada juga wacana yang ingin memasukkan lagi salah satu televisi Malaysia, tetapi itu masih dalam tahap penjajakan. Karena kami masih belum mengantongi kontrak hak siar dari TV 3 dari malaysia tersebut,” lanjutnya.

Mengenai kontrak hak siar, Sofyan mengatakan, untuk Wilayah Tarakan Barat telah diurus oleh PT Surya Paguntaka. Dan untuk di kecamatan lainnya sudah ada pemilik TV kabel masing-masing.

“Status saya adalah LO. Dan kami semua yang ada di bawah PT Surya Paguntaka ada total 15 LO dan kami hanya menangani TV kabel yang ada di Tarakan Barat saja,” ungkap Sofyan.

 Sofyan menambahkan, sebenarnya telah diurus oleh perusahaan, dan LO hanya mengikuti kesepakatan yang dibuat bersama.

“Sebelumnya memang LO harus menyepakati beberapa channel saja yang akan kami masukkan di jaringan TV kabel,” pungkasnya.

Kontributor TV MNC perwakilan Kaltara, Usman Coddang yang juga saat ini menjabat sebagai Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kaltara mengungkap, pihaknya belum bisa memberikan statment terkait hal tersebut. “Karena kewenangan menjawab bukan di kami. Kami adalah pekerja media, yang memiliki tupoksi adalah manajemen MNC Group,” urainya.

Menyinggung persoalan hak siar, Usman Coddang tak bisa membenarkan hal tersebut karena pihaknya juga belum mendapatkan informasi secara resmi dari manajemen MNC Group. (*/asf/zia)

loading...
BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Kamis, 26 April 2018 13:51

Kapolres Baru, Fokus Suksesi Pilwali

TARAKAN – Rabu (25/4), nakhoda kepemimpinan Polres Tarakan secara resmi berganti dari AKBP Dearystone…

Kamis, 26 April 2018 13:49

Batu Lokal Diminati, Sempat Diundang Datu Bandar Tawau

Empat tahun lalu tren batu akik melejit, diburu para kolektor. Harganya pun tak main-main, sebuah batu…

Kamis, 26 April 2018 13:23

Stunting Serang 30 Persen Balita di Kaltara

TARAKAN - Kasus stunting yang menimpa 30 persen balita di Kalimantan Utara memang perlu segera ditangani.…

Kamis, 26 April 2018 13:17

Tiga Tahun Bangun 60 BTS, Medan Menyulitkan

TARAKAN -  Direktur Infrastruktur Balai Penyedia Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika…

Kamis, 26 April 2018 13:16

Penertiban Allana, Prospek Cerah Daging Lokal

TARAKAN - Daging beku saat ini tidak semua ilegal. Tetapi karena banyaknya daging beku ilegal yang beredar,…

Kamis, 26 April 2018 13:11

WKP Pertamina EP Dikuasai Warga

TARAKAN – Mendirikan bangunan di atas wilayah kerja pertambangan (WKP) cukup berbahaya. Berisiko…

Kamis, 26 April 2018 12:51

Stok Barang Aman, Harga Masih Normal

TARAKAN - Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Kementerian Perdagangan melakukan sidak ke beberapa pasar.…

Kamis, 26 April 2018 12:40

Salurkan 5.800 Tabung Per Hari

TARAKAN - Naiknya harga LPG 3 kg  di beberapa pangkalan dan terlihat langka memang masih menjadi…

Kamis, 26 April 2018 12:33

Rutin Melakukan Swadaya Setiap Bulan

TARAKAN – Inisiatif warga RT 2, Kelurahan Juata Kerikil untuk membangun lingkungan sangat tinggi.…

Kamis, 26 April 2018 12:24

Tidak Kapok, Residivis Berhasil Diringkus

TARAKAN – Meski sempat mendekam di penjara karena kasus pencurian, SN (29), kembali melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .