MANAGED BY:
SELASA
30 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 16 Mei 2017 12:15
Sempat Putus Asa hingga Mampu Kuliahkan Dina di Malang

Kisah Petani Jahe Wujudkan Impian Anaknya

WISUDA: Dina bersama orangtuanya Fransiskus dan Getrudis saat foto bersama usai diwisuda di Universitas Kanjuruhan, Malang. DINA UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, Sebagai seorang petani jahe, sepertinya tidak mudah mampu menguliahkan sang anak hingga meraih titel sarjana. Namun, berkat kerja keras, orangtua Dina, yakni Fransiskus dan Getrudis mampu menguliahkannya hingga sarjan. Seperti apa perjuangannya? Ikuti kisahnya.

RIKO ADITYA WARDANA

DARI penuturan Frans sapaan akrab Fransiskus, tidak mudah bagi seorang petani jahe menguliahkan anak hanya melalui kebun jahe. Sebab, setiap bulan dirinya harus mengirim uang untuk kebutuhan Dina, anak pertamanya untuk biaya kuliah di Malang.

Tiga setengah tahun bukan waktu yang mudah untuk mengatur keuangan anaknya. Tapi, dirinya bersyukur dengan hidup hemat dengan mengandalkan kebun jahe yang dibuka secara bertahap untuk masa panennya. Alhasil, dirinya memiliki uang untuk mencukupi segala kebutuhan di rumah serta anaknya yang sedang kuliah. “Belajar dari saudara serta tetangga, saya dan istri terus menabung,” kata Frans membuka ceritanya kepada media ini.

Ia bercerita, niat awalnya adalah membuka lahan kebun jahe seluas mungkin. Diakuinya, dalam sekali panen dirinya dapat menghasilkan 4 sampai 5 ton jahe. Pada tahun 2014 hingga 2015, menurutnya adalah tahun penuh keberuntungan untuk para petani jahe. Sebab, pada waktu itu harga jahe mencapai Rp 21 ribu perkg. Bayangkan, jika 4.000 ton terjual, mampu menghasilkan uang sebanyak Rp 84 juta.

Namun, menurutnya menjadi petani jahe tidak selalu untung. Ada masa dan tahun di mana juga akan mengalami situasi kosong. “Ada dua pengalaman seperti kebun jahe terserang hama, belum lagi sakit pinggang karena proses fertilasi harus melalui sistem penggemburan masing-masing pokok jahe. Pengalaman ini membuat saya sakit dan kadang juga ada rasa ingin berhenti bekerja sebagai petani jahe,” cerita Frans.

Tapi, semua itu terbalaskan dengan kebanggaan tersendiri bagi keluarganya. Berkat keringat dan jerih payahnya, Dina berhasil mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan (SPd) tahun ini. Menghadiri putrinya saat diwisuda di Malang adalah catatan bersejarah bagi keluarga. Kini Frans dan istrinya tetap menjadi petani jahe dan menjadi guru bagi petani lainnya, khususnya yang ingin berkebun jahe.

Dirinya pun memberikan pesan kepada masyarakat di mana kita hanya perlu bersabar dan tekun bekerja. Selain itu, belajar menabung dan tidak menggunakan hasil jerih payah hanya untuk kebutuhan sesaat. “Tabunglah uang jerih lelahmu dan berilah kesempatan anak-anakmu untuk belajar demi masa depan mereka. Untuk itu kita perlu hidup hemat dan terukur sambil terus berdoa agar hidup kita bisa menjadi berkat bagi keluarga dan orang lain,” pesan warga Kampung Lourdes di Sebatik tersebut.

Sementara itu, Dina mengalami situasi sulit dan pahit hidup di Pulau Sebatik waktu itu. Di mana hutan masih lebat dan minimnya gedung sekolah di seluruh daratan Sebatik membuat dirinya prihatin dengan keaadaan ekonomi, serta masyarakat di perbatasan dan pendidikan sejumlah anak eks Buruh Migran Indonesia (BMI) ini.

Atas situasi itulah, Dina lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) Katolik Frateran BHK tahun 2012, mempunyai keinginan meneruskan sekolahnya hingga ke jenjang kuliah. Melihat kehidupan ekonomi orangtuanya yang hanya seorang petani jahe, dirinya mengurungkan niatnya untuk kuliah.

“Selama setahun saya memendam keinginannya untuk kuliah. Cita-citanya saya hanya satu, menjadi seorang guru, tapi saya urungkan karena melihat keadaan orang tua saya,” kata Dina.

Beruntung kedua orangtuanya perihatin dengan keinginan anaknya untuk kuliah. Pada tahun 2014 Dina diperkenankan untuk melanjutkan sekolahnya hingga jenjang kuliah di kota Malang. Masuk di Universitas Kanjuruhan, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Pendidikan Fisika adalah pilihannya.

Beragam pengalaman dirinya lalui sebagai anak kos. Dirinya sadar bahwa ia hidup jauh dari Sebatik, jauh dari orangtua dan para sahabatnya. Ia pun membangun relasi sosial dengan semua orang yang berbeda asal dan agama. Begitu pula halnya di Kampus, dirinya lalui sebagai medan pemurnian intelektual, hati dan rasa. Pengalaman dan peristiwa itu sungguh menguntungkan dirinya.

Dan pada akhirnya tepat pada Sabtu (22/4) lalu, dirinya diwisuda dan dilantik menjadi seorang Sarjana Pendidikan. Disaksikan kedua orangtuanya saat menuju panggung untuk diwisuda, dirinya pun menangis terharu atas peristiwa itu. “Saya terharu karena cita-cita saya kini tercapai. Tentu ini juga berkat kerja keras orang tua saya,” tuturnya melalui pesan Whats App kepada awak media ini. Kini Dina siap untuk menjadi seorang guru di Sebatik. Kebanggaan dan kegembiraan Dina tidak terlepas dari dukungan kedua orangtuanya. (***/eza)


BACA JUGA

Selasa, 30 Mei 2017 10:23

Polisi Klaim Praperadilan Salah Alamat

NUNUKAN – Meski sebelumnya sempat tertunda, sidang praperadilan yang diajukan dua tersangka perkara…

Selasa, 30 Mei 2017 10:22

Pemkab Siapkan Dana Rp 200 Juta

NUNUKAN – Dermaga rakyat Jamaker dan Pasar Ikan tradisional ternyata mendapat perhatian khusus…

Selasa, 30 Mei 2017 10:18

Berkah Ramadan Bersama Radar Nunukan

NUNUKAN – Tim Berkah Ramadan Radar Nunukan kembali menyalurkan bantuan kepada mustahik di RT 1…

Senin, 29 Mei 2017 10:23

LIHAT..!! Puluhan Sekolah Masih Dihantam Banjir

NUNUKAN – Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (UPT Disdikbud) Kecamatan Sembakung…

Senin, 29 Mei 2017 10:21

Pasca Banjir, Banyak Penyakit Serang Masyarakat

NUNUKAN – Ratusan korban banjir di tujuh desa Kecamatan Sembakung membutuhkan pelayanan kesehatan…

Senin, 29 Mei 2017 10:20

Hisung, Lansia yang Hidup Sebatang Kara dari Desa Binusan

NUNUKAN – Program Berkah Ramadan bersama Radar Nunukan dimulai Minggu (26/5). Program ini memberikan…

Sabtu, 27 Mei 2017 10:00

Korban Banjir Tarawih Pertama di Pengungsian

NUNUKAN – Sekira 80 Kepala Keluarga (KK) dari Desa Atap bakal melaksanakan tarawih pertama di…

Sabtu, 27 Mei 2017 09:59

Jelang Ramadan, Listrik Biarpet Lagi

NUNUKAN - Kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi listrik mulai terlihat. Sebab, sejak tengah malam,…

Jumat, 26 Mei 2017 10:45

RSUD Terjunkan Dokter dan Perawat Bantu Korban Banjir

NUNUKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan meminta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan menerjunkan…

Jumat, 26 Mei 2017 10:39

WADUH..!! Staf Desa Lima Bulan Tak Gajian

NUNUKAN – Menyambut bulan suci Ramadan, kebutuhan rumah tangga pasti akan bertambah. Begitu pula…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .