MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 05 Mei 2017 10:36
Iyas Ditemukan Tewas Gantung Diri
EVAKUASI: Jasad korban saat dievakuasi dan dibawa ke RSD Ahmad Berahim dari kediamannya di Jalan TMD, RT 1 Desa Tideng Pale, Sesayap, KTT, sore kemarin (4/5). RIKO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG – Seorang pria ditemukan tewas gantung diri atas nama Iyas (30), di Jalan TMD, RT 1 Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap sekira pukul 17.00 Wita kemarin (4/5).

Korban pertama kali ditemukan Ahim (19), warga Jalan Gang Musala RT 1. Korban ditemukan gantung diri dalam keadaan leher tergantung menggunakan tali nilon berwarna keabu-abuan yang terikat pada atap plafon rumah. Pada tiang rumah terdapat tangga yang diduga digunakan korban untuk gantung diri. “Awalnya saya sedang menjala ikan dan kebetulan tempat saya menjala tepat di bawah rumah korban yang berlokasi di pinggir sungai. Saya melihat korban sudah tergantung,” kata Ahim.

Menurut pengakuan paman korban, Umar (60), korban baru saja pulang beramu (mencari kayu), untuk keperluan pernikahan adiknya. “Dalam acara beramu itu korban sempat tertinggal karena mobil yang ditumpanginya penuh muatan kayu. Saya menduga korban ini sakit hati karena kejadian itu," kata Umar.

Pantauan Radar Tarakan saat berada di kokasi kejadian, ratusan warga datang berbondong-bondong melihat jasad korban, sehingga membuat sesak Jalan TMD. Sekitar pukul 17.30 Wita, korban langsung dievakuasi pihak Polsek Sesayap, menggunakan mobil ambulans RSD Ahmad Berahim untuk kepentingan lebih lanjut.

Salah satu dokter yang menangani korban, dr. Pantom mengatakan, faktor kematian korban belum dapat dipastikan. Pihaknya terlebih dahulu harus melakukan pemeriksaan lebih mendalam. “Menurut saksi mata, sekira jam 10.00 Wita korban masih terlihat biasa-biasa saja. Kayanya sih siang-siang korban ini melakukan aksi bunuh diri,” ungkap dr. Pantom.

Dalam pemeriksaan medis ini, pihak dokter belum dapat memeriksa bagian dalam tubuh korban lantaran belum mendapatkan arahan dari pihak kepolisian. Sehingga hanya melakukan pemeriksaan pada bagian luar tubuh korban. “Jika harus periksa dalam kita harus ke dokter forensik,” jelasnya.

Adapun dari hasil visum, dr. Pantom tidak dapat membeberkannya ke publik. “Kami hanya bertugas memberikan data medis ke pihak kepolisian. Sehingga adapun hasil visum ini hanya polisi yang bisa membeberkan," tuturnya. (*/rko/ash)


BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 15:28

Lebih Langsing dengan Berenang

<p>Berenang termasuk olahraga yang menyenangkan. Tetapi kebanyakan orang lebih menganggap olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .