MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 21 April 2017 11:07
Perempuan Itu Memiliki Kemampuan Memimpin
KARTINI : Perempuan Inspiratif di Kaltara. IST

PROKAL.CO, TARAKAN – Multi tasking biasanya perempuan diidentikan dengan kata itu. Karena, terbiasa menghandel seluruh pekerjaan dalam satu waktu. Karena itu juga banyak yang beranggapan, jika perempuan bisa diandalkan dalam memimpin satu organisasi perusahaan maupun pemerintahan.

Lantas apakah anggapan itu berbanding sama dari segi psikologis perempuan? Dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Rudi Cahyono, mengatakan jika berbicara tentang kepiawaian maka memang perempuan lebih mampu dalam melakukan tugas berbeda dalam sekaligus di mana perbedaan itu memang menonjol antara laki-laki dan perempuan.

“Perempuan lebih jago dalam melakukan beerapa pekerjaan sekaligus. Jika hal itu dihubungkan dengan kepemimpinan, maka perempuan lebih bisa mengerjakan banyak tugas,” tuturnya.

Menurut Rudi, kelebihan daripada perempuan adalah dapat mengerjakan beberapa hal sekaligus. Namun di sisi lain, kelebihan tersebut juga dapat menjadi kelemahan jika perempuan terlalu perduli dengan banyak hal.

“Jika sudah begitu, maka dia tidak bisa fokus terhadap hal yang dikerjakannya,” ujar Rudi.

Sementara itu Psikolog Tarakan, Fanny Sumajouw menjelaskan, bahwa pada intinya perempuan telah ditakdirkan terlahir sebagai sosok yang selalu menggunakan perasaan dan nalurinya dalam bertindak.

“Mereka lebih peka dari sisi hati. Jadi setiap apapun yang dilakukan atau dikerjakan oleh seorang perempuan, baik itu pekerjaan ringan di rumah tangga sampai kepada pekerjaan berat yang memiliki tanggungjawab besar. Sebagai perempuan yang berkarir semua akan dikerjakan dengan penuh kehati-hatian dan pakai perasaan,” ungkap Fanny.

Ketika perempuan melakukan sesuatu akan banyak menimbulkan berbagai pertimbangan. “Apakah menguntungkan, merugikan, membahagiakan orang lain, hingga apakah dia bisa menyakiti hati banyak orang,” jelasnya.

Dijelaskannya pula, cara seorang perempuan bekerja itu lebih kepada nurani dan perasaannya, sehingga membuat ia lebih berhati-hati dalam mengambil setiap keputusan. “Itu bisa saja mempengaruhi kinerjanya untuk mengarah kepada hal-hal yang lebih rapi, teliti, bahkan ingin sempurna. Artinya perempuan yang bekerja selalu ingin hasil kerjanya dikatakan bagus dan diacungi jempol,” tegas Fanny.

Meski begitu, lanjut Fanny, tetap terdapat pengecualian yang semuanya kembali kepada proses interaksi dan pengaruh masa lalu seorang perempuan. Jika seandainya ada seorang perempuan yang melakukan kesalahan dalam pekerjaannya, maka perlu diteliti kembali apa faktor penyebab terjadinya kesalahan tersebut.

“Karena nobody’s perfect, pada intinya semua perempuan terlahir dengan nurani dan kepekaan hati. Jadi setiap aktivitas atau pekerjaan yang ia lakukan akan dipengaruhi oleh perasaannya,” tuturnya.

Adapun yang dikerjakan seorang perempuan yang selalu dibahasakan dengan semua pekerjaan karena sentuhan perempuan. “Biasanya lebih rapi serta baik situasi dan kondisinya,” ujar Fanny.

Diakui Fanny, adapun kekurangan dari seorang perempuan yang bekerja, yakni karena selalu menggunakan hati.  Sehingga terkadang kerap kali baper alias terbawa perasaan. Karena semuanya diukur dengan hati. “Maka ketika tidak mampu melakukan pekerjaannya, maka cenderung makan hati, sakit hati, dan jadi malas hati, takut jika menghadapi pekerjaan yang sama untuk dilakukan, maka akan menimbulkan kegagalan lagi,” tutur Fanny.

Terkadang, lanjut Fanny, tidak sedikit yang menggunakan hati dan merasa tidak tega untuk memberikan sanksi atau hukuman jika ada rekan kerja atau orang yang dipimpinnnya melakukan kesalahan.

“Maka perempuan lebih banyak mentolelir kesalahan tersebut daripada menegakkan kebenaran. Sehingga perempuan seringkali memberikan maaf daripada menghakimi,” jelasnya.

Tak jarang pula kesalahan orang lain diabaikan demi menjaga perasaan atau hati orang tersebut, hal itulah yang merupakan salah satu sisi lemahnya seorang perempuan.

“Tidak lupa pula saya mengucapkan selamat hari Kartini untuk semua perempuan hebat di Indonesia,” pungkasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 24 April 2018 12:31

Tolak FPI, FKUB Sarankan Diskusi Bersama

TARAKAN –  Organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI) di Bumi Paguntaka memang…

Selasa, 24 April 2018 12:21

Bawa Visi Kesolidan bagi Mahasiswa Tanah Air

Mahasiswa Indonesia Tiongkok Culture Centre (ITCC) asal Sebatik Barat, Nunukan kembali menunjukkan kualitas…

Selasa, 24 April 2018 12:20

Limpahan Kasus, Menunggu Kesiapan

TARAKAN – Meskipun saat ini Polda Kaltara sudah terbentuk, namun terkait pelimpahan kasus yang…

Selasa, 24 April 2018 12:15

Sempat Terlambat, Salah Jadwal Ujian

TARAKAN – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP masih akan berlangsung pekan ini.…

Selasa, 24 April 2018 12:09

Ingatkan Polling di Medsos

POLLING Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di media sosial, ternyata belum sepenuhnya dipahami Panitia…

Selasa, 24 April 2018 12:07

Lusa, BNPT Dilaunching

TARAKAN– Jika tak ada aral melintang, 26 April mendatang, penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai…

Selasa, 24 April 2018 12:01

Butuh Tambal Sulam, Lubang ‘Hantui’ Pengendara

TARAKAN – Sejumlah lubang masih tampak di beberapa titik jalan di Tarakan. Seperti yang terlihat…

Selasa, 24 April 2018 11:53

Peringati Hari Bumi, Tanam 2000 Bibit Mangrove

TARAKAN - Peringatan Hari Bumi Sedunia yang jatuh pada 22 April lalu, menjadi momentum masyarakat dunia…

Selasa, 24 April 2018 11:52

Air Meluap, Drainase Diprioritaskan

TARAKAN – Ketua RT 4, Kelurahan Selumit Pantai, Saidun mengatakan drainase menjadi permasalahan…

Selasa, 24 April 2018 11:45

KPU Kembali Tolak Tiga Berkas

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menolak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .