MANAGED BY:
JUMAT
28 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Jumat, 21 April 2017 11:02
Perempuan Bukan Sekadar Objek!
Aulia Febriani - SMA Negeri 1 Tarakan Photo by : Mega/Team Zetizen

PROKAL.CO, class="WW-Default">SELAMAT Hari Kartini! Raden Adjeng Kartini emang jadi salah seorang pahlawan emansipasi perempuan. Kini, berkat perjuangannya, perempuan bisa lebih bebas berkarya dan bersuara. Nah, pada zaman kesetaraan gender banyak disuarakan seperti sekarang, ternyata justru timbul pertanyaan baru. Yap, apakah perempuan udah mendapatkan perlindungan dan kehormatan seperti yang juga diperjuangkan Kartini dulu?

Kenyataannya, sejak zaman penjajahan hingga sekarang, kehormatan perempuan belum dihargai sepenuhnya. Lebih parahnya, masih ada orang yang menganggap perempuan hanya sebuah objek atau benda yang dapat dinilai, dipertaruhkan, bahkan dipermainkan. Contoh sederhananya adalah perilaku membanding-bandingkan perempuan secara fisik layaknya sebuah barang tanpa menghargai perasaannya.

Nah, buat cewek, pernah nggak sih ngerasa risih saat jalan di depan kerumunan laki-laki yang kemudian menggodamu? Pasti kalian pernah merasa was-was dan nggak nyaman saat hal tersebut terjadi. Yap, itulah salah satu bentuk objektifikasi yang dikenal dengan istilah catcalling. Siulan, panggilan, atau komentar yang mengarah ke fisik merupakan bentuk objektifikasi perempuan yang jarang disadari.

Bukan hanya itu, pada zaman yang makin canggih ini, objektifikasi bisa dilakukan melalui media online. Adanya grup chat di media sosial membuat kaum laki-laki lebih leluasa membahas detail soal perempuan. Buktinya, 43 persen Zetizen cowok punya grup chat khusus cowok. Sebanyak 25 persen Zetizen di antaranya sering membahas perempuan. Mulai fisik hingga membanding-bandingkan dengan perempuan lain.

Selain itu, ada beberapa faktor yang mendukung pria melakukan tindakan objektifikasi kepada perempuan. Laki-laki pada dasarnya memiliki ego lebih tinggi dan selalu ingin dihargai atas apa yang dimiliki. Meski wajar, perilaku tersebut berbahaya jika dibenarkan dalam kehidupan sehari-hari. Bakal muncul pemakluman terhadap perilaku objektifikasi perempuan. Buat perempuan, hal tersebut berbahaya karena pelecehan verbal dapat menjadi kebiasaan dan berkembang menjadi pelecehan fisik.

 

 

Psikolog Gartinia menuturkan, perilaku seperti itu bisa diatasi agar nggak tumbuh menjadi kebiasaan buruk. ’’Cara meng-handle-nya bisa dimulai dari pola pikir dan kesadaran individu untuk nggak membiasakan perbuatannya dalam mengobjektifikasi perempuan,’’ ujarnya.

Selain itu, seorang laki-laki wajib tegas terhadap diri sendiri untuk nggak bergabung dengan lingkungan yang kurang sehat. Yap, as we know, perilaku objektifikasi perempuan sering kali terjadi karena lingkungan dan inner circle para lelaki tersebut melakukan hal yang sama.

Walau bukan hal mudah, menghargai perempuan bisa dibiasakan kok. Salah satunya udah diterapkan salah seorang Zetizen, Bryan Ramadhan (17). Menurut dia, objektifikasi perempuan nggak bisa serta-merta dianggap wajar.

’’Menurutku, perbuatan seperti itu emang beneran negatif. Nggak seharusnya perempuan jadi bahan objektifikasi. Orang yang melakukan objektifikasi emang keterlaluan. Meski ada kondisi biologis yang mendukung pria mengobjek perempuan, seharusnya mereka lebih memilih untuk meng-handle-nya,’’ ucap Bryan.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 27 April 2017 15:05

Nekat, Penjual Obat Cabuli Anak di Bawah Umur

TARAKAN – Di saat kedua orangtua Mawar (bukan nama sebenarnya) sibuk bekerja, MA (33), tetangga…

Kamis, 27 April 2017 15:03

Tega, Pacar Sendiri Dibiarkan ‘Digilir’ Teman

TARAKAN – Niat DY (21) menikahi Melati (bukan nama sebenarnya) pada bulan Mei mendatang terpaksa…

Kamis, 27 April 2017 11:47

703 Pelamar Jalur SNMPTN Diterima di UBT

TARAKAN – Pengumuman hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dilaksanakan…

Kamis, 27 April 2017 11:40

Ada Biaya Administrasi di Gerindra, Rudi: Sudah Mutlak!

TARAKAN – Banyak partai politik (parpol) yang memberlakukan adanya biaya administrasi kepada bakal…

Kamis, 27 April 2017 11:39

Jos Ikut Daftar di Demokrat, Berniat Lengkapi Berkas di Golkar

TARAKAN — Memasuki hari kedua penjaringan bakal calon (balon) Wali Kota Tarakan oleh Partai Demokrat,…

Kamis, 27 April 2017 11:37

Sudah Dijebloskan ke Lapas, Maulana Masih Berstatus ASN

TARAKAN – Meski sudah dijebloskan ke Lapas Kelas II A Tarakan pada Selasa (25/4), terkait putusan…

Kamis, 27 April 2017 11:35

Pansel Sekkot Tinggal Menunggu SK Wali Kota

TARAKAN – Sejak jabatan Sekretaris Kota (Sekkot) di Pemerintah Kota  Tarakan lowong per 16…

Kamis, 27 April 2017 11:02

Dibanding yang Lain, Investasi Emas Masih Lebih Menggiurkan

KEINGINAN masyarakat untuk berinvestasi emas saat ini masih cukup tinggi. Dibandingkan dengan jenis…

Kamis, 27 April 2017 10:58

Pengaspalan Ditargetkan Selesai dalam Satu Bulan

TARAKAN – Perbaikan sepanjang Jalan Aki Balak ditargetkan hingga 2018. Sedangkan target pengaspalan…

Kamis, 27 April 2017 10:55

WALAH..!! Ada 100 Pohon Belum Dibayar Pemkot

TARAKAN – Sebanyak100 tanaman yang berada di dalam pot di ruas jalan protokol Kota Tarakan, kabarnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .