MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 21 April 2017 11:02
Perempuan Bukan Sekadar Objek!
Aulia Febriani - SMA Negeri 1 Tarakan Photo by : Mega/Team Zetizen

PROKAL.CO, class="WW-Default">SELAMAT Hari Kartini! Raden Adjeng Kartini emang jadi salah seorang pahlawan emansipasi perempuan. Kini, berkat perjuangannya, perempuan bisa lebih bebas berkarya dan bersuara. Nah, pada zaman kesetaraan gender banyak disuarakan seperti sekarang, ternyata justru timbul pertanyaan baru. Yap, apakah perempuan udah mendapatkan perlindungan dan kehormatan seperti yang juga diperjuangkan Kartini dulu?

Kenyataannya, sejak zaman penjajahan hingga sekarang, kehormatan perempuan belum dihargai sepenuhnya. Lebih parahnya, masih ada orang yang menganggap perempuan hanya sebuah objek atau benda yang dapat dinilai, dipertaruhkan, bahkan dipermainkan. Contoh sederhananya adalah perilaku membanding-bandingkan perempuan secara fisik layaknya sebuah barang tanpa menghargai perasaannya.

Nah, buat cewek, pernah nggak sih ngerasa risih saat jalan di depan kerumunan laki-laki yang kemudian menggodamu? Pasti kalian pernah merasa was-was dan nggak nyaman saat hal tersebut terjadi. Yap, itulah salah satu bentuk objektifikasi yang dikenal dengan istilah catcalling. Siulan, panggilan, atau komentar yang mengarah ke fisik merupakan bentuk objektifikasi perempuan yang jarang disadari.

Bukan hanya itu, pada zaman yang makin canggih ini, objektifikasi bisa dilakukan melalui media online. Adanya grup chat di media sosial membuat kaum laki-laki lebih leluasa membahas detail soal perempuan. Buktinya, 43 persen Zetizen cowok punya grup chat khusus cowok. Sebanyak 25 persen Zetizen di antaranya sering membahas perempuan. Mulai fisik hingga membanding-bandingkan dengan perempuan lain.

Selain itu, ada beberapa faktor yang mendukung pria melakukan tindakan objektifikasi kepada perempuan. Laki-laki pada dasarnya memiliki ego lebih tinggi dan selalu ingin dihargai atas apa yang dimiliki. Meski wajar, perilaku tersebut berbahaya jika dibenarkan dalam kehidupan sehari-hari. Bakal muncul pemakluman terhadap perilaku objektifikasi perempuan. Buat perempuan, hal tersebut berbahaya karena pelecehan verbal dapat menjadi kebiasaan dan berkembang menjadi pelecehan fisik.

 

 

Psikolog Gartinia menuturkan, perilaku seperti itu bisa diatasi agar nggak tumbuh menjadi kebiasaan buruk. ’’Cara meng-handle-nya bisa dimulai dari pola pikir dan kesadaran individu untuk nggak membiasakan perbuatannya dalam mengobjektifikasi perempuan,’’ ujarnya.

Selain itu, seorang laki-laki wajib tegas terhadap diri sendiri untuk nggak bergabung dengan lingkungan yang kurang sehat. Yap, as we know, perilaku objektifikasi perempuan sering kali terjadi karena lingkungan dan inner circle para lelaki tersebut melakukan hal yang sama.

Walau bukan hal mudah, menghargai perempuan bisa dibiasakan kok. Salah satunya udah diterapkan salah seorang Zetizen, Bryan Ramadhan (17). Menurut dia, objektifikasi perempuan nggak bisa serta-merta dianggap wajar.

’’Menurutku, perbuatan seperti itu emang beneran negatif. Nggak seharusnya perempuan jadi bahan objektifikasi. Orang yang melakukan objektifikasi emang keterlaluan. Meski ada kondisi biologis yang mendukung pria mengobjek perempuan, seharusnya mereka lebih memilih untuk meng-handle-nya,’’ ucap Bryan.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 11:45

Pengunjung Air Terjun Tembus 10 Ribu

TARAKAN – Di hari libur, setiap masyarakat pasti hendak mencari lokasi rekreasi bersama dengan…

Senin, 18 Juni 2018 11:38

Daging Ayam, Kejutan Tahun Ini

ADANYA peningkatan indeks harga pada kelompok transportasi dan komunikasi, kelompok perumahan, air listrik,…

Senin, 18 Juni 2018 11:24

THR HABIS, UTANG KEMUDIAN

Momentum Lebaran pada perayaan Idulfitri memang selalu dinanti-nanti. Berbagai persiapan menyambut hari…

Senin, 18 Juni 2018 11:17

Penutupan Bisa Memancing HIV/AIDS Berkembang

TARAKAN – Penutupan lokalisasi harus waspadai akan bahaya penyakit human immunodeficiency virus/acquired…

Senin, 18 Juni 2018 11:10

Jalan Perumahan PNS Juata Permai Rusak Parah

TARAKAN - Belum adanya perbaikan akses jalan di daerah Perumahan PNS yang ada di Kelurahan Juata Permai,…

Senin, 18 Juni 2018 11:09

Jalan Perumahan PNS Juata Permai Rusak Parah

TARAKAN - Belum adanya perbaikan akses jalan di daerah Perumahan PNS yang ada di Kelurahan Juata Permai,…

Senin, 18 Juni 2018 10:55

Hasil Panen Berjatuhan Lewati Jalan Rusak

TARAKAN – Kondisi semenisasi yang hancur dan berlubang, cukup menghambat aktivitas warga RT 15,…

Minggu, 17 Juni 2018 17:08

Satu Unit Rumah Nyaris Dilahap Si Jago Merah

TANJUNG SELOR - Satu  rumah milik pasangan suami istri, Takim dan Nurhayati yang berada di Jalan…

Sabtu, 16 Juni 2018 22:43

Pelabuhan Masih Sepi, Belum Ada Lonjakan Penumpang

  TARAKAN - Lonjakan penumpang arus balik belum terlihat di Pelabuhan Tengkayu I (SDF), Sabtu (16/6).…

Sabtu, 16 Juni 2018 18:33

Bagi yang Berlebaran, Imbauan Ini Jangan Anda Sepelekan

TARAKAN – Ribuan umat muslim memadati Islamic Center Baitul Izzah di Kampung Empat, Tarakan Timur,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .