MANAGED BY:
SELASA
27 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Jumat, 21 April 2017 11:02
Perempuan Bukan Sekadar Objek!
Aulia Febriani - SMA Negeri 1 Tarakan Photo by : Mega/Team Zetizen

PROKAL.CO, class="WW-Default">SELAMAT Hari Kartini! Raden Adjeng Kartini emang jadi salah seorang pahlawan emansipasi perempuan. Kini, berkat perjuangannya, perempuan bisa lebih bebas berkarya dan bersuara. Nah, pada zaman kesetaraan gender banyak disuarakan seperti sekarang, ternyata justru timbul pertanyaan baru. Yap, apakah perempuan udah mendapatkan perlindungan dan kehormatan seperti yang juga diperjuangkan Kartini dulu?

Kenyataannya, sejak zaman penjajahan hingga sekarang, kehormatan perempuan belum dihargai sepenuhnya. Lebih parahnya, masih ada orang yang menganggap perempuan hanya sebuah objek atau benda yang dapat dinilai, dipertaruhkan, bahkan dipermainkan. Contoh sederhananya adalah perilaku membanding-bandingkan perempuan secara fisik layaknya sebuah barang tanpa menghargai perasaannya.

Nah, buat cewek, pernah nggak sih ngerasa risih saat jalan di depan kerumunan laki-laki yang kemudian menggodamu? Pasti kalian pernah merasa was-was dan nggak nyaman saat hal tersebut terjadi. Yap, itulah salah satu bentuk objektifikasi yang dikenal dengan istilah catcalling. Siulan, panggilan, atau komentar yang mengarah ke fisik merupakan bentuk objektifikasi perempuan yang jarang disadari.

Bukan hanya itu, pada zaman yang makin canggih ini, objektifikasi bisa dilakukan melalui media online. Adanya grup chat di media sosial membuat kaum laki-laki lebih leluasa membahas detail soal perempuan. Buktinya, 43 persen Zetizen cowok punya grup chat khusus cowok. Sebanyak 25 persen Zetizen di antaranya sering membahas perempuan. Mulai fisik hingga membanding-bandingkan dengan perempuan lain.

Selain itu, ada beberapa faktor yang mendukung pria melakukan tindakan objektifikasi kepada perempuan. Laki-laki pada dasarnya memiliki ego lebih tinggi dan selalu ingin dihargai atas apa yang dimiliki. Meski wajar, perilaku tersebut berbahaya jika dibenarkan dalam kehidupan sehari-hari. Bakal muncul pemakluman terhadap perilaku objektifikasi perempuan. Buat perempuan, hal tersebut berbahaya karena pelecehan verbal dapat menjadi kebiasaan dan berkembang menjadi pelecehan fisik.

 

 

Psikolog Gartinia menuturkan, perilaku seperti itu bisa diatasi agar nggak tumbuh menjadi kebiasaan buruk. ’’Cara meng-handle-nya bisa dimulai dari pola pikir dan kesadaran individu untuk nggak membiasakan perbuatannya dalam mengobjektifikasi perempuan,’’ ujarnya.

Selain itu, seorang laki-laki wajib tegas terhadap diri sendiri untuk nggak bergabung dengan lingkungan yang kurang sehat. Yap, as we know, perilaku objektifikasi perempuan sering kali terjadi karena lingkungan dan inner circle para lelaki tersebut melakukan hal yang sama.

Walau bukan hal mudah, menghargai perempuan bisa dibiasakan kok. Salah satunya udah diterapkan salah seorang Zetizen, Bryan Ramadhan (17). Menurut dia, objektifikasi perempuan nggak bisa serta-merta dianggap wajar.

’’Menurutku, perbuatan seperti itu emang beneran negatif. Nggak seharusnya perempuan jadi bahan objektifikasi. Orang yang melakukan objektifikasi emang keterlaluan. Meski ada kondisi biologis yang mendukung pria mengobjek perempuan, seharusnya mereka lebih memilih untuk meng-handle-nya,’’ ucap Bryan.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 27 Juni 2017 10:35

PARAH NIH...!! Jalan Semenisasi Miring, Warga Sering Jatuh

TARAKAN – Warga yang melintas di jalan semenisasi di RT 26 RW 4 Kelurahan Selumit Pantai Tarakan,…

Selasa, 27 Juni 2017 10:34

Saat Lebaran, Beban Puncak Gas Malah Loyo

TARAKAN – Tak hanya listrik saja yang keteteran melayani kebutuhan warga Tarakan saat beban puncak.…

Selasa, 27 Juni 2017 10:32

LEBARAN BEBAS HELM..!! Kebiasan Buruk yang Harus Diubah

TARAKAN – Saat perayan hari raya keagamaan sering dianggap masyarakat adalah hari yang bebas saat…

Selasa, 27 Juni 2017 10:31

Wali Kota Open House Rutin, Sajikan Makanan Tradisional

Nuansa lebaran  selalu diidentikkan dengan tamu agar suasana Idul Fitri terasa lebih semarak.  Tak…

Selasa, 27 Juni 2017 10:29

Enam Bayi Ini Lahir di Hari yang Fitri

TARAKAN – Petugas Bidan Kebidanan Terpadu, Ruang Bougenvile di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)…

Selasa, 27 Juni 2017 10:28

Arus Balik, Tak Ada Tambahan Armada, Pelni Sediakan 3.326 Seat

TARAKAN – Arus balik H+1 kemarin belum terlihat peningkatannya. Meski begitu PT Pelni Tarakan,…

Selasa, 27 Juni 2017 10:25

Beli Pakaian Second Hand, Tekan Budget saat Lebaran

TARAKAN – Biasayanya hari raya Idul Fitri  identik dengan menggunakan baju baru untuk dipakai…

Selasa, 27 Juni 2017 10:24

Lebaran, Jaga Pola Makan!

TARAKAN –  Setelah bulan puasa berakhir, setiap orang tetap harus menjaga pola makan yang…

Selasa, 27 Juni 2017 10:23

BUAT PEMERINTAH..!! Ujung Kota Butuh Perhatian

TARAKAN – Berada di ujung kota, RT 14 Kelurahan Kampung Enam kali ini  ikut bersuara mengeluhkan…

Minggu, 25 Juni 2017 23:47

Karyawan Non Muslim Rela Menggantikan Jadwal Rekannya yang Muslim

Jika kebanyakan para pekerja diistirahatkan pada hari raya Idul Fitri, maka lain halnya dengan petugas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .