MANAGED BY:
SELASA
12 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Jumat, 21 April 2017 11:02
Perempuan Bukan Sekadar Objek!
Aulia Febriani - SMA Negeri 1 Tarakan Photo by : Mega/Team Zetizen

PROKAL.CO, class="WW-Default">SELAMAT Hari Kartini! Raden Adjeng Kartini emang jadi salah seorang pahlawan emansipasi perempuan. Kini, berkat perjuangannya, perempuan bisa lebih bebas berkarya dan bersuara. Nah, pada zaman kesetaraan gender banyak disuarakan seperti sekarang, ternyata justru timbul pertanyaan baru. Yap, apakah perempuan udah mendapatkan perlindungan dan kehormatan seperti yang juga diperjuangkan Kartini dulu?

Kenyataannya, sejak zaman penjajahan hingga sekarang, kehormatan perempuan belum dihargai sepenuhnya. Lebih parahnya, masih ada orang yang menganggap perempuan hanya sebuah objek atau benda yang dapat dinilai, dipertaruhkan, bahkan dipermainkan. Contoh sederhananya adalah perilaku membanding-bandingkan perempuan secara fisik layaknya sebuah barang tanpa menghargai perasaannya.

Nah, buat cewek, pernah nggak sih ngerasa risih saat jalan di depan kerumunan laki-laki yang kemudian menggodamu? Pasti kalian pernah merasa was-was dan nggak nyaman saat hal tersebut terjadi. Yap, itulah salah satu bentuk objektifikasi yang dikenal dengan istilah catcalling. Siulan, panggilan, atau komentar yang mengarah ke fisik merupakan bentuk objektifikasi perempuan yang jarang disadari.

Bukan hanya itu, pada zaman yang makin canggih ini, objektifikasi bisa dilakukan melalui media online. Adanya grup chat di media sosial membuat kaum laki-laki lebih leluasa membahas detail soal perempuan. Buktinya, 43 persen Zetizen cowok punya grup chat khusus cowok. Sebanyak 25 persen Zetizen di antaranya sering membahas perempuan. Mulai fisik hingga membanding-bandingkan dengan perempuan lain.

Selain itu, ada beberapa faktor yang mendukung pria melakukan tindakan objektifikasi kepada perempuan. Laki-laki pada dasarnya memiliki ego lebih tinggi dan selalu ingin dihargai atas apa yang dimiliki. Meski wajar, perilaku tersebut berbahaya jika dibenarkan dalam kehidupan sehari-hari. Bakal muncul pemakluman terhadap perilaku objektifikasi perempuan. Buat perempuan, hal tersebut berbahaya karena pelecehan verbal dapat menjadi kebiasaan dan berkembang menjadi pelecehan fisik.

 

 

Psikolog Gartinia menuturkan, perilaku seperti itu bisa diatasi agar nggak tumbuh menjadi kebiasaan buruk. ’’Cara meng-handle-nya bisa dimulai dari pola pikir dan kesadaran individu untuk nggak membiasakan perbuatannya dalam mengobjektifikasi perempuan,’’ ujarnya.

Selain itu, seorang laki-laki wajib tegas terhadap diri sendiri untuk nggak bergabung dengan lingkungan yang kurang sehat. Yap, as we know, perilaku objektifikasi perempuan sering kali terjadi karena lingkungan dan inner circle para lelaki tersebut melakukan hal yang sama.

Walau bukan hal mudah, menghargai perempuan bisa dibiasakan kok. Salah satunya udah diterapkan salah seorang Zetizen, Bryan Ramadhan (17). Menurut dia, objektifikasi perempuan nggak bisa serta-merta dianggap wajar.

’’Menurutku, perbuatan seperti itu emang beneran negatif. Nggak seharusnya perempuan jadi bahan objektifikasi. Orang yang melakukan objektifikasi emang keterlaluan. Meski ada kondisi biologis yang mendukung pria mengobjek perempuan, seharusnya mereka lebih memilih untuk meng-handle-nya,’’ ucap Bryan.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 12 Desember 2017 10:44

Sayur Ilegal Mudah Ditemui

TARAKAN – Berbatasan langsung dengan Negara Malaysia, membuka peluang masuknya bahan makanan ke…

Selasa, 12 Desember 2017 10:41

Lima Bulan Berturut-turut Alami Deflasi

TARAKAN - Kota Tarakan pada November 2017 mengalami deflasi sebesar 0,18 persen. Di mana terjadi perubahan…

Selasa, 12 Desember 2017 10:38

Sopir Angkot Ditemukan Tak Bernyawa

TARAKAN - Tadi malam (11/12), seorang pria nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Sebastianus…

Selasa, 12 Desember 2017 10:36

Pernah Tersesat di Hutan hingga Larut Malam

Bukit, kebun, sungai bahkan hutan memiliki daya tarik tersendiri bagi para pencinta olahraga Hash House…

Selasa, 12 Desember 2017 10:34

BY Penjual Obat, Ditetapkan Tersangka

TARAKAN – Tak hanya IR dan AR saja yang akan dijerat persoalan hukum karena pembuangan janin di…

Selasa, 12 Desember 2017 10:32

PDIP Belum Seratus Persen ke Ince

Usai menyatakan kepastian akan menggandeng Muhammad Ince Rifai dalam pilwali 2018 mendatang, keputusan…

Selasa, 12 Desember 2017 10:31

Kejari Masih Meneliti Berkas Kasus Pungli E-KTP

TARAKAN - Kasus dugaan pungutan liar (pungli)  yang melibatkan AB, oknum ketua rukun tetangga (RT)…

Selasa, 12 Desember 2017 10:30

Suket dan KK Mencurigakan yang Diperiksa

TARAKAN- Menjelang masa pemilihan calon wali kota (pilwali) 2018 mendatang, masyarakat perlu tahu terkait…

Selasa, 12 Desember 2017 10:29

Jelang Natal dan Tahun Baru Harga Telur Naik

TARAKAN – Menjelang Natal dan Tahun Baru, sejumlah harga kebutuhan pokok di pasaran mulai mengalami…

Selasa, 12 Desember 2017 10:27

Kondensat Bukan Kewenangan PLN

TARAKAN – Meskipun PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Khusus (ULK) Tarakan sudah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .