MANAGED BY:
MINGGU
23 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Jumat, 21 April 2017 10:43
Kumuh, Dua Wilayah Pesisir Bakal Dibongkar
AKAN DITATA: Tampak salah satu sudut kawasan pesisir yang ada di Kecamatan Nunukan yang dianggap kumuh dan bakal dibongkar untuk penataan. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Dua kawasan kumuh di Kecamatan Nunukan bakal dibongkar. Kedua kawasan kumuh itu berada di Jalan Manunggal Bhakti (Pangkalan Pos AL) Kelurahan Nunukan Timur dan Jalan Hasanuddin (Sungai Bolong) Kelurahan Nunukan Utara, Kecamatan Nunukan.

Kedua kawasan padat penduduk dan berada di wilayah pesisir itu masuk dalam program Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKP-KP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sejak 2016 lalu.

Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman DPUPRPKP Nunukan Sri Wahyuni Bakri ST membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, program RKP-KP ini merupakan program yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sehingga, pekerjaannya dilakukan pihak ketiga yang telah ditunjuk kementerian. Sementara pihaknya, hanya memberikan pendampingan selama program penataan berlangsung.

“Tapi, sebelum dilakukan ada sosialisasi ke masyarakat dulu. Itulah yang telah dilakukan,” kata Sri kepada Radar Nunukan yang ditemui di kantornya belum lama ini.

Kendati program kementerian, untuk saat ini pihaknya belum dapat merealisasikannya lantaran sejumlah kendala. Salah satunya, penolakan warga pesisir. Sebab, mereka merasa rumah mereka digusur. “Padahal hanya ingin ditata agar lebih baik lagi. Sebab, selama ini memang terlihat kumuh,” jelas Sri.

Makanya, di 2017 ini program tersebut terpaksa tak dilanjutkan lantaran tingginya penolakan dari warga pesisir. Berbagai sosialisasi yang dilakukan tidak memberikan pemahaman kepada warga. Sebab, para warga menganggap penataan rumah tersebut adalah penggusuran. Padahal, hanya penataan kendati ada pembongkaran bangunan rumah. “Memang dibongkar. Karena, mau ditata dan dirapikan. Makanya dibongkar. Tapi, tidak menghilangkan hak milik mereka. Setelah dibangun, pemilik rumah dapat kembali menempatinya,” jelasnya.

Sekretaris DPUPRPKP Nunukan, Ir Muhammad Sufyang menambahkan, karena mendapatan penolakan warga, program tersebut akhirnya dialihkan. Tak ada pembongkaran rumah. Namun, penataan jalan agar kendaraan pemadam kebakaran mudah untuk melalui jika terjadi kebakaran. Lalu, ada penambahan beberapa fasilitas pendukung petugas pemadam kebakaran.

“Hal ini sementara berlangsung di wilayah Sungai Bolong. Jalannya sementara dibangun. Tempatnya di jembatan bongkok itu,” ungkap mantan camat Sebatik ini.

Dikatakan, penataan perumahan kumuh tidak dapat diterima warga pesisir. Berbeda dengan warga di Surabaya dan Bandung. Program tersebut sukses dan berjalan lancar sebab sosialisasi yang dilakukan dapat dipahami masyarakatnya. “Berbeda di Nunukan. Masyarakatnya majemuk dan punya ketegasan. Makanya sulit dilakukan program itu,” pungkasnya. (oya/eza)


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 09:35

Kinerja dan Pribadi Bupati Dihina di Sosmed

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid mendapat hinaan di sosial media (sosmed). Hinaan…

Jumat, 21 Juli 2017 09:26

Mudah Peroleh Informasi, Bermain Game dan Nonton Film

Mempunyai akses internet Wireless Fidelity (wifi) kencang dan gratis  sepertinya bukan hal biasa…

Kamis, 20 Juli 2017 10:21

Kesadaran Masyarakat Bayar Retribusi Masuk PLBL Rendah

NUNUKAN – Pelabuhan Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung menjadi salah satu sumber penghasil…

Kamis, 20 Juli 2017 10:18

Masyarakat Mulai ‘Dihantui’ ISPA

NUNUKAN – Perubahan cuaca yang tiba-tiba, dari panas lalu hujan deras belakangan ini begitu terasa…

Rabu, 19 Juli 2017 10:49

Pedagang di Alun-Alun Berhenti Berjualan

NUNUKAN – Pekerjaan fasilitas percontohan ruang terbuka publik revolusi mental di Alun-alun Nunukan…

Rabu, 19 Juli 2017 10:27

BAHAYA..!! Konflik Buaya vs Manusia di Sini Makin Keras

NUNUKAN – Semakin ramainya aktivitas masyarakat di sungai yang ada di Kecamatan Sebuku dinilai…

Rabu, 19 Juli 2017 10:08

Warga Diimbau Hati-Hati Beraktivitas di Sungai

NUNUKAN – Kasus Tahir (38) pertengahan Juni lalu yang diserang buaya saat berada di sungai Desa…

Selasa, 18 Juli 2017 10:24

Pembangunan Kawasan Industri Mansapa Tak Jelas

NUNUKAN – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dengan membuat sebuah kawasan industri…

Selasa, 18 Juli 2017 10:22

Proyek Belum Selesai, Presiden Batal Berkunjung ke Sebatik

NUNUKAN – Kedatangan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo yang direncanakan berkunjung…

Senin, 17 Juli 2017 11:57

Status ASN Tiga Koruptor Akan Dicabut

NUNUKAN – Bukan lagi sanksi yang akan menanti tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .