MANAGED BY:
KAMIS
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Jumat, 21 April 2017 10:43
Kumuh, Dua Wilayah Pesisir Bakal Dibongkar
AKAN DITATA: Tampak salah satu sudut kawasan pesisir yang ada di Kecamatan Nunukan yang dianggap kumuh dan bakal dibongkar untuk penataan. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Dua kawasan kumuh di Kecamatan Nunukan bakal dibongkar. Kedua kawasan kumuh itu berada di Jalan Manunggal Bhakti (Pangkalan Pos AL) Kelurahan Nunukan Timur dan Jalan Hasanuddin (Sungai Bolong) Kelurahan Nunukan Utara, Kecamatan Nunukan.

Kedua kawasan padat penduduk dan berada di wilayah pesisir itu masuk dalam program Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKP-KP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sejak 2016 lalu.

Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman DPUPRPKP Nunukan Sri Wahyuni Bakri ST membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, program RKP-KP ini merupakan program yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sehingga, pekerjaannya dilakukan pihak ketiga yang telah ditunjuk kementerian. Sementara pihaknya, hanya memberikan pendampingan selama program penataan berlangsung.

“Tapi, sebelum dilakukan ada sosialisasi ke masyarakat dulu. Itulah yang telah dilakukan,” kata Sri kepada Radar Nunukan yang ditemui di kantornya belum lama ini.

Kendati program kementerian, untuk saat ini pihaknya belum dapat merealisasikannya lantaran sejumlah kendala. Salah satunya, penolakan warga pesisir. Sebab, mereka merasa rumah mereka digusur. “Padahal hanya ingin ditata agar lebih baik lagi. Sebab, selama ini memang terlihat kumuh,” jelas Sri.

Makanya, di 2017 ini program tersebut terpaksa tak dilanjutkan lantaran tingginya penolakan dari warga pesisir. Berbagai sosialisasi yang dilakukan tidak memberikan pemahaman kepada warga. Sebab, para warga menganggap penataan rumah tersebut adalah penggusuran. Padahal, hanya penataan kendati ada pembongkaran bangunan rumah. “Memang dibongkar. Karena, mau ditata dan dirapikan. Makanya dibongkar. Tapi, tidak menghilangkan hak milik mereka. Setelah dibangun, pemilik rumah dapat kembali menempatinya,” jelasnya.

Sekretaris DPUPRPKP Nunukan, Ir Muhammad Sufyang menambahkan, karena mendapatan penolakan warga, program tersebut akhirnya dialihkan. Tak ada pembongkaran rumah. Namun, penataan jalan agar kendaraan pemadam kebakaran mudah untuk melalui jika terjadi kebakaran. Lalu, ada penambahan beberapa fasilitas pendukung petugas pemadam kebakaran.

“Hal ini sementara berlangsung di wilayah Sungai Bolong. Jalannya sementara dibangun. Tempatnya di jembatan bongkok itu,” ungkap mantan camat Sebatik ini.

Dikatakan, penataan perumahan kumuh tidak dapat diterima warga pesisir. Berbeda dengan warga di Surabaya dan Bandung. Program tersebut sukses dan berjalan lancar sebab sosialisasi yang dilakukan dapat dipahami masyarakatnya. “Berbeda di Nunukan. Masyarakatnya majemuk dan punya ketegasan. Makanya sulit dilakukan program itu,” pungkasnya. (oya/eza)


BACA JUGA

Selasa, 19 September 2017 13:31

Tim Tujuh Akhirnya Direspons Pemkab

NUNUKAN – Setelah terbentuk dan lama menunggu reaksi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, tim…

Selasa, 19 September 2017 13:29

Lulus SD, Sempat Kabur dari Rumah karena Akan Dinikahkan

Yayasan Indonesia Tionghoa Culture Centre (ITCC) Jawa Pos kali ini memberangkatkan 60 pelajar dari Kalimantan…

Senin, 18 September 2017 10:24

Masalah Klasik, Siap-Siap Listrik Padam Bergilir

NUNUKAN – Dalam beberapa pekan terkahir, masyarakat Nunukan dibuat tidak nyaman dengan pelayanan…

Senin, 18 September 2017 10:24

Masalah Klasik, Siap-Siap Listrik Padam Bergilir

NUNUKAN – Dalam beberapa pekan terkahir, masyarakat Nunukan dibuat tidak nyaman dengan pelayanan…

Senin, 18 September 2017 10:21

Pemerintah Diminta Atasi Persoalan Beras dan Garam Krayan

NUNUKAN – Ketua Umum Persekutuan Dayat Lundayeh (PDL) Yansen TP mengharapkan Pemerintah Kabupaten…

Senin, 18 September 2017 10:19

Dari Perbatasan, Kuliah ke Luar Negeri Dianggap Keajaiban

Melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri, tak semua pelajar dapat merasakannya. Namun, tak disangka…

Senin, 18 September 2017 09:55

Warga Minta Aparat Lebih Aktif

NUNUKAN – Peredaran obat berbahaya kini semakin memprihatinkan. Peristiwa yang terjadi di Kota…

Senin, 18 September 2017 09:54

Sopir Angkot Cabuli Anak Di Bawah Umur

NUNUKAN –  Anak di bawah umur kembali menjadi korban pemerkosaan. Kali ini menimpa Bunga…

Sabtu, 16 September 2017 10:18

Hasil Pertanian Dilirik Investor Timur Tengah

NUNUKAN – Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan melakukan pendataan terhadap lahan tidur…

Sabtu, 16 September 2017 10:15

Antisipasi Krisis Air Bersih, Tiga IPA Dioperasikan

NUNUKAN – Krisis air bersih mulai melanda sejumlah daerah di Indonesia. Untuk mengantisipasi persoalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .