MANAGED BY:
JUMAT
28 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Jumat, 21 April 2017 10:43
Kumuh, Dua Wilayah Pesisir Bakal Dibongkar
AKAN DITATA: Tampak salah satu sudut kawasan pesisir yang ada di Kecamatan Nunukan yang dianggap kumuh dan bakal dibongkar untuk penataan. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Dua kawasan kumuh di Kecamatan Nunukan bakal dibongkar. Kedua kawasan kumuh itu berada di Jalan Manunggal Bhakti (Pangkalan Pos AL) Kelurahan Nunukan Timur dan Jalan Hasanuddin (Sungai Bolong) Kelurahan Nunukan Utara, Kecamatan Nunukan.

Kedua kawasan padat penduduk dan berada di wilayah pesisir itu masuk dalam program Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKP-KP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sejak 2016 lalu.

Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman DPUPRPKP Nunukan Sri Wahyuni Bakri ST membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, program RKP-KP ini merupakan program yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sehingga, pekerjaannya dilakukan pihak ketiga yang telah ditunjuk kementerian. Sementara pihaknya, hanya memberikan pendampingan selama program penataan berlangsung.

“Tapi, sebelum dilakukan ada sosialisasi ke masyarakat dulu. Itulah yang telah dilakukan,” kata Sri kepada Radar Nunukan yang ditemui di kantornya belum lama ini.

Kendati program kementerian, untuk saat ini pihaknya belum dapat merealisasikannya lantaran sejumlah kendala. Salah satunya, penolakan warga pesisir. Sebab, mereka merasa rumah mereka digusur. “Padahal hanya ingin ditata agar lebih baik lagi. Sebab, selama ini memang terlihat kumuh,” jelas Sri.

Makanya, di 2017 ini program tersebut terpaksa tak dilanjutkan lantaran tingginya penolakan dari warga pesisir. Berbagai sosialisasi yang dilakukan tidak memberikan pemahaman kepada warga. Sebab, para warga menganggap penataan rumah tersebut adalah penggusuran. Padahal, hanya penataan kendati ada pembongkaran bangunan rumah. “Memang dibongkar. Karena, mau ditata dan dirapikan. Makanya dibongkar. Tapi, tidak menghilangkan hak milik mereka. Setelah dibangun, pemilik rumah dapat kembali menempatinya,” jelasnya.

Sekretaris DPUPRPKP Nunukan, Ir Muhammad Sufyang menambahkan, karena mendapatan penolakan warga, program tersebut akhirnya dialihkan. Tak ada pembongkaran rumah. Namun, penataan jalan agar kendaraan pemadam kebakaran mudah untuk melalui jika terjadi kebakaran. Lalu, ada penambahan beberapa fasilitas pendukung petugas pemadam kebakaran.

“Hal ini sementara berlangsung di wilayah Sungai Bolong. Jalannya sementara dibangun. Tempatnya di jembatan bongkok itu,” ungkap mantan camat Sebatik ini.

Dikatakan, penataan perumahan kumuh tidak dapat diterima warga pesisir. Berbeda dengan warga di Surabaya dan Bandung. Program tersebut sukses dan berjalan lancar sebab sosialisasi yang dilakukan dapat dipahami masyarakatnya. “Berbeda di Nunukan. Masyarakatnya majemuk dan punya ketegasan. Makanya sulit dilakukan program itu,” pungkasnya. (oya/eza)


BACA JUGA

Kamis, 27 April 2017 10:44

Bulan Depan, Pelat KU Mulai Diberlakukan

NUNUKAN – Masyarakat di perbatasan yang memiliki kendaraan bermotor dapat mengganti pelatnya dengan…

Kamis, 27 April 2017 10:43

Pertama di Indonesia dan Bernama Jempol Serum

Kecamatan Nunukan kembali melakukan terobosan dalam melayani warganya. Berbekal prinsip memberikan pelayanan…

Rabu, 26 April 2017 11:47

Bupati Digugat Pegawainya di PTUN

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura digugat sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah…

Rabu, 26 April 2017 11:45

Diprotes Pesertanya dan Langganan Juru Kunci MTQ Tingkat Provinsi

Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi segera digelar di Kabupaten Nunukan. Sebagai tuan rumah,…

Selasa, 25 April 2017 12:02

Pedagang Alun-Alun Tolak Lokasi Usulan Pemkab

NUNUKAN – Pedagang di Alun-alun Nunukan telah melakukan pertemuan untuk membicarakan saran Pemerintah…

Selasa, 25 April 2017 11:59

Kantor KPUD Mangkrak

NUNUKAN – Pembangunan gedung kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Nunukan tampaknya masih…

Senin, 24 April 2017 20:56

Pemindahan Pedagang Tunggu Surat Imbauan

NUNUKAN – Pedagang di Alun-alun Nunukan sisa menunggu surat imbauan dari Pemerintah Kabupaten…

Senin, 24 April 2017 20:48

Tangani ODGJ, Dinsos Ngutang Rp 600 Juta ke RSUD Tarakan

NUNUKAN - Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Nunukan sepertinya belum mampu ditangani sepenuhnya Dinas…

Senin, 24 April 2017 20:47

Gara-Gara Cuaca Ekstrem, Listrik Biarpet Lagi

NUNUKAN – Hujan deras dan angin kencang terjadi pada Sabtu (22/4) malam menyebabkan listrik padam…

Senin, 24 April 2017 20:43

Minim Anggaran, Dinsos Tak Pulangkan CTKI

NUNUKAN – Minimnya anggaran di Dinas Sosial (Dinsos) Nunukan menghambat permintaan sejumlah korban…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .