MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 21 April 2017 10:31
Konsumsi Daging Sapi Masih Minim
TAK TERBIASA: Masyarakat di KTT masih minim mengkonsumsi daging sapi. ANGGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG - Tingkat mengonsumsi daging sapi di Kabupaten Tana Tidung (KTT) bisa dikatakan masih sangat minim, karena masyarakat rata rata lebih memilih menkomsumsi daging ayam atau ikan.

Udin, salah satu warga peternak sapi di KTT mengatakan hal tersebut. Dijelaskannya, tingkat konsumsi masyarakat terhadap daging sapi masih kecil, sebab di Kabupaten Tana Tidung pedagang daging sapi yang memang betul-betul rutin sangat jarang, karena di sini masyarakat lebih memilih mengonsumsi daging ayam potong atau ikan. "Kalaupun daging biasanya daging payau (sejenis rusa). Makanya ternak sapi tidak terlalu ada permintaan," katanya.

Peternak sapi di KTT selama ini murni dikelola secara swadaya dengan bantuan atau subsidi pemerintah melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, berupa bibit ternak anak sapi. Sedangkan untuk kandang dan ketersedian pakan disediakan peternak. Dalam kurun waktu dua tahun setiap peternak sudah bisa menghasilkan anak sapi atau berat sapi awal subsidi bertambah tiga kali lipat.

"Rata-rata sapi yang dikembangkan sudah semakin banyak saja setiap tahunnya. Kalaupun ada permintaan terkait ternak sapi biasanya akan dilakukan masyarakat dalam keadaan hidup yang biasanya digunakan untuk acara pernikahan dan berbagai acara lainya. Sedangkan untuk permintaan daging sapinya sehari-hari masih minim," jelasnya.

"Jadi kalau untuk peternak lokal bisanya akan menyediakan sapinya saja daripada menjual dagingnya. Sebab permintaan masyarakat bisa dikatakan tidak ada dan lebih memilih memesan sapi untuk acara-acara pernikahan dan acara lainnya. Untuk itu kami fokus hanya menjual sapinya saja," ujarnya.

Untuk sapi sendiri dengan berat antara 120-150 kilogram (kg) dijual dengan harga beragam mulai Rp 12 juta sampai dengan Rp 15 juta perekornya. Sedangkan sapi yang biasanya didatangkan dari luar daerah seperti Tarakan dan daerah sekitar dijual dengan harga Rp 150 per kilogramnya. (*/agg/ash)


BACA JUGA

Sabtu, 09 Juni 2018 11:03

H-6 Mulai Meningkat, H-3 Bakal Melonjak

TANA TIDUNG — Enam hari (H-6) jelang Idul Fitri 1439 Hijriah, Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Tana…

Sabtu, 09 Juni 2018 11:01

Berkah Lebaran, Tukang Cukur ‘Panen’ Pelanggan

TANA TIDUNG – Jika di momen Ramadan, penjual takjil kebanjiran omzet, sama halnya pula yang dialami…

Rabu, 06 Juni 2018 11:16

Siapkan 1,5 M untuk Penukaran Uang

TANA TIDUNG – Penukaran uang pecahan menjelang Idul Fitri juga terjadi di Tana Tidung. Sejumlah…

Selasa, 08 Mei 2018 13:11

Pemkab Terapkan Transaksi Non Tunai

TANA TIDUNG – Tata kelola keuangan sangat perlu dilakukan, guna menciptakan laporan yang bersih,…

Selasa, 24 April 2018 10:58

Operasi Cipta Kondisi, Sita Puluhan Liter Ciu

TANA TIDUNG – Polisi menggiatkan razia penyakit masyarakat di wilayah Kecamatan Sesayap, KTT,…

Selasa, 03 April 2018 09:37

Sidak Sarden, Justru Ketemu Makanan Kedaluwarsa

TANA TIDUNG - Tim gabungan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Dinas Kesehatan,…

Rabu, 07 Maret 2018 10:50

Telur yang Diduga Palsu Akan Diuji di Tarakan

TANA TIDUNG – Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Tana Tidung langsung melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .