MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Rabu, 19 April 2017 10:07
Api Diduga dari Mesin Listrik

Kapal Bermuatan Kernel Hangus

DIEVAKUASI: Tampak 6 ABK dan seorang kapten (menggunakan kopiah putih) saat dievakuasi dari lokasi kebakaran dan diberikan arahan dari personel Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSOP) yang sedang bertugas di pos Dermaga Sungai Bolong, Selasa (18/4). SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kebakaran yang menghanguskan Kapal Layar Motor (KLM) Bunga diduga berawal dari korsleting mesin pembangkit listrik. Kapal asal Jakarta yang sedang berjangkar di dekat Dermaga Pasar Sentral Inhutani sulit dipadamkan lantaran lokasinya sulit dijangkau petugas pemadam kebakaran, Selasa (18/4).     

Kapten Mustarim (65) menjelaskan, saat kejadian dirinya baru selasai menunaikan ibadah Salat Subuh. Tiba-tiba asap tebal disertai hawa panas dari bagian bawa kamar tidurnya terasa. Penasaran, kapten kelahiran Sulawesi Selatan (Sulsel) ini menuju ruangan mesin.  “Api awalnya dari kamar mesin. Mesin listrik yang terbakar. Karena dekat dengan bahan mudah terbakar makanya cepat membesar,” ungkap Mustarim yang ditemui Radar Nunukan saat berada di Dermaga Sungai Bolong usai dievakuasi.

Rencananya, kapal asal Jakarta ini akan kembali melanjutkan proses pengangkutan kernel (minyak inti kelapa sawit berwarna kuning berasal dari hasil olahan lanjut kernel atau inti kelapa sawit). Sebab, kemampuan angkutnya  mencapai 800 ton. Sementara yang saat ini baru sekira 350 ton kernel.

Sebenarnya, kata Mustarim, dirinya sudah meninggal ruangan yang terbakar. Namun karena tas berisi surat berharga dan ponselnya tertinggal, akhirnya memutuskan kembali ke ruangan istirahatnya. “Saya hampir terjebak. Karena tebalnya asap, saya tidak melihat lagi pintu keluar,” bebernya.

Sebelum dirinya ditinggal kapal lain yang kebetulan sedang bersandar di badan KLM Bunga Indah, ABK sempat berusaha memadamkan api dengan Alat Pemadam Api Ringan (Apar) dan air yang ada. Namun, karena banyaknya bahan mudah terbakar membuat api semakin besar. “Kami padamkan di luar saja. Karena di ruang mesin api sudah membesar. Karena tidak sanggup, akhirnya kami tinggalkan kapal,” ungkapnya.

Dikatakan, atas kejadian itu, semua barang tidak dapat diselamatkan. Hanya yang melekat di badan saja yang ada. Termasuk isi kapal sebanyak 350 ton kernel. Rencananya, setelah menambah muatan, kapal akan berlayar ke Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). “Tak ada satupun pakaian dapat kami selamatkan. Semuanya di kamar dan pas di atas mesin yang terbakar. Untungnya saja, semua ABK selamat,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Nunukan Agus Subagyo mengatakan, saat ini bangkai kapal dipindahkan ke Tanjung Batu, Kecamatan Nunukan Barat. Pemindahan itu dilakukan untuk menghindari terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

“Ditarik ke daratan agar memudahkan pemadaman. Sebab, kernel yang dimuat mengandung minyak yang mudah terbakar. Belum lagi lokasi kebakaran dekat dengan permukiman warga,” ungkap Agus saat dihubungi via ponselnya kemarin.

Dikatakan, KLM Bunga Indah ini merupakan kapal resmi yang telah melaporkan kedatangannya. Semua surat dan syarat-syarat berlayarnya lengkap. Pemiliknya,  PT Putra Setia Tengkawang, Jakarta. Sementara agen yang ada di Nunuka PT Rusianto Bersaudara. “Saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak kepolisian. Nanti, akan kami dalami lagi. Untuk sementara ABK termasuk kapten kapal dimintai keterangan,” ungkapnya. (oya/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 09:47

Nunukan Daerah Tanpa Identitas Jelas?

NUNUKAN – Usai berpisah dengan Kabupaten Bulungan 18 tahun lalu, Kabupaten Nunukan hingga kini…

Sabtu, 21 Oktober 2017 09:45

Pengalaman Pertama Memimpin Satuan di Perbatasan

Baginya, tugas di perbatasan bukanlah kali pertama ia emban sejak lulus dari Akademi Militer (Akmil)…

Jumat, 20 Oktober 2017 11:11

Krayan Minta Dibentuk Dapil Sendiri

NUNUKAN – Pemilihan umum (pemilu) yang akan berlangsung dua tahun lagi atau 2019 mendatang telah…

Jumat, 20 Oktober 2017 11:09

Jalur Penyeberangan Dijaga Ketat

NUNUKAN – Tewasnya dua pemimpin ISIS Marawi, Isnilon Hapilon dan Omar Maute dalam pertempuran…

Kamis, 19 Oktober 2017 12:22

Parah, Krisis Listrik Masih Terus Berlanjut

NUNUKAN – Krisis listrik yang terjadi di Nunukan seakan tak ada habisnya. Baru rampung dilakukan…

Kamis, 19 Oktober 2017 12:20

Tidak Ada Wadah, Manfaatkan Lahan yang Ada

Hadirnya para penggiat olahraga ekstrem di Nunukan ini tentu membawa perubahan tersendiri bagi prilaku…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:30

2018, Pasar Tradisional Terpadu Siap Difungsikan

NUNUKAN – Pembangunan Pasar Tradisional Terpadu yang berlokasi di eks kebakaran Beringin itu kini…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:28

Pemkab Dilaporkan ke Lembaga Negara

NUNUKAN – Insiden Walk Out (WO) yang dilakukan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah…

Senin, 16 Oktober 2017 12:06

Malaysia Mulai Hentikan Pengiriman Pisang dari Nunukan?

NUNUKAN – Pemerintah Malaysia sepertinya mulai kurang berminat dengan komoditi pisang asal Nunukan…

Senin, 16 Oktober 2017 12:03

Sulap Terminal Milik Dishub, Jadikan RTH dan Taman Bermain

Memanfaatkan lahan yang tak digarap dengan baik dan bahkan nyaris tak diperhatikan, membuat sejumlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .