MANAGED BY:
SENIN
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Rabu, 19 April 2017 10:07
Api Diduga dari Mesin Listrik

Kapal Bermuatan Kernel Hangus

DIEVAKUASI: Tampak 6 ABK dan seorang kapten (menggunakan kopiah putih) saat dievakuasi dari lokasi kebakaran dan diberikan arahan dari personel Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSOP) yang sedang bertugas di pos Dermaga Sungai Bolong, Selasa (18/4). SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kebakaran yang menghanguskan Kapal Layar Motor (KLM) Bunga diduga berawal dari korsleting mesin pembangkit listrik. Kapal asal Jakarta yang sedang berjangkar di dekat Dermaga Pasar Sentral Inhutani sulit dipadamkan lantaran lokasinya sulit dijangkau petugas pemadam kebakaran, Selasa (18/4).     

Kapten Mustarim (65) menjelaskan, saat kejadian dirinya baru selasai menunaikan ibadah Salat Subuh. Tiba-tiba asap tebal disertai hawa panas dari bagian bawa kamar tidurnya terasa. Penasaran, kapten kelahiran Sulawesi Selatan (Sulsel) ini menuju ruangan mesin.  “Api awalnya dari kamar mesin. Mesin listrik yang terbakar. Karena dekat dengan bahan mudah terbakar makanya cepat membesar,” ungkap Mustarim yang ditemui Radar Nunukan saat berada di Dermaga Sungai Bolong usai dievakuasi.

Rencananya, kapal asal Jakarta ini akan kembali melanjutkan proses pengangkutan kernel (minyak inti kelapa sawit berwarna kuning berasal dari hasil olahan lanjut kernel atau inti kelapa sawit). Sebab, kemampuan angkutnya  mencapai 800 ton. Sementara yang saat ini baru sekira 350 ton kernel.

Sebenarnya, kata Mustarim, dirinya sudah meninggal ruangan yang terbakar. Namun karena tas berisi surat berharga dan ponselnya tertinggal, akhirnya memutuskan kembali ke ruangan istirahatnya. “Saya hampir terjebak. Karena tebalnya asap, saya tidak melihat lagi pintu keluar,” bebernya.

Sebelum dirinya ditinggal kapal lain yang kebetulan sedang bersandar di badan KLM Bunga Indah, ABK sempat berusaha memadamkan api dengan Alat Pemadam Api Ringan (Apar) dan air yang ada. Namun, karena banyaknya bahan mudah terbakar membuat api semakin besar. “Kami padamkan di luar saja. Karena di ruang mesin api sudah membesar. Karena tidak sanggup, akhirnya kami tinggalkan kapal,” ungkapnya.

Dikatakan, atas kejadian itu, semua barang tidak dapat diselamatkan. Hanya yang melekat di badan saja yang ada. Termasuk isi kapal sebanyak 350 ton kernel. Rencananya, setelah menambah muatan, kapal akan berlayar ke Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). “Tak ada satupun pakaian dapat kami selamatkan. Semuanya di kamar dan pas di atas mesin yang terbakar. Untungnya saja, semua ABK selamat,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Nunukan Agus Subagyo mengatakan, saat ini bangkai kapal dipindahkan ke Tanjung Batu, Kecamatan Nunukan Barat. Pemindahan itu dilakukan untuk menghindari terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

“Ditarik ke daratan agar memudahkan pemadaman. Sebab, kernel yang dimuat mengandung minyak yang mudah terbakar. Belum lagi lokasi kebakaran dekat dengan permukiman warga,” ungkap Agus saat dihubungi via ponselnya kemarin.

Dikatakan, KLM Bunga Indah ini merupakan kapal resmi yang telah melaporkan kedatangannya. Semua surat dan syarat-syarat berlayarnya lengkap. Pemiliknya,  PT Putra Setia Tengkawang, Jakarta. Sementara agen yang ada di Nunuka PT Rusianto Bersaudara. “Saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak kepolisian. Nanti, akan kami dalami lagi. Untuk sementara ABK termasuk kapten kapal dimintai keterangan,” ungkapnya. (oya/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:08

Pengembangan Runway Bandara Dihentikan

NUNUKAN – Pengembangan landasan pacu atau runway Bandar Udara (Bandara) Nunukan harus dihentikan…

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:06

Diduga Depresi, Deportan Terjun dari Lantai 3

NUNUKAN – Diduga depresi, Bukhori Alfan (22), seorang korban deportasi yang ditampung di Rumah…

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:05

Diduga Depresi, Deportan Terjun dari Lantai 3

NUNUKAN – Diduga depresi, Bukhori Alfan (22), seorang korban deportasi yang ditampung di Rumah…

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:00

Maknai Kemerdekaan dengan Cara Berbeda

Nunukan – Berbagai cara dilakukan untuk memperingati hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia…

Jumat, 18 Agustus 2017 18:24

Sang Merah Putih di Perbatasan

NUNUKAN – Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia digelar serentak di seluruh Indonesia.…

Jumat, 18 Agustus 2017 18:18

Terdakwa Sabu 7 Kg Jadi Saksi di Persidangannya

NUNUKAN – Sidang lanjutan perkara narkotika golongan satu jenis sabu seberat 7 kilogram (kg) berlanjut,…

Selasa, 15 Agustus 2017 15:32

Alkes Minim, Pasien Pilih Berobat ke Malaysia

NUNUKAN – Minimnya fasilitas kesehatan di wilayah perbatasan membuat masyarakatnya harus berobat…

Selasa, 15 Agustus 2017 15:31

Belum Ada Tanda-Tanda MEA di Perbatasan

NUNUKAN – Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) hingga saat ini belum berlaku untuk wilayah perbatasan,…

Senin, 14 Agustus 2017 11:25

PKL Eks Alun-Alun Keluhkan Sepi Pembeli

NUNUKAN – Pasca dipindahkan dari Alun-alun Nunukan ke halaman samping gedung UKM Centre Nunukan,…

Senin, 14 Agustus 2017 11:23

Jelang Hari Kemerdekaan, WNI Akan Banjiri KJRI

NUNUKAN - Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia (RI), Kamis (17/8) mendatang,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .