MANAGED BY:
SELASA
12 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Rabu, 19 April 2017 10:07
Api Diduga dari Mesin Listrik

Kapal Bermuatan Kernel Hangus

DIEVAKUASI: Tampak 6 ABK dan seorang kapten (menggunakan kopiah putih) saat dievakuasi dari lokasi kebakaran dan diberikan arahan dari personel Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSOP) yang sedang bertugas di pos Dermaga Sungai Bolong, Selasa (18/4). SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kebakaran yang menghanguskan Kapal Layar Motor (KLM) Bunga diduga berawal dari korsleting mesin pembangkit listrik. Kapal asal Jakarta yang sedang berjangkar di dekat Dermaga Pasar Sentral Inhutani sulit dipadamkan lantaran lokasinya sulit dijangkau petugas pemadam kebakaran, Selasa (18/4).     

Kapten Mustarim (65) menjelaskan, saat kejadian dirinya baru selasai menunaikan ibadah Salat Subuh. Tiba-tiba asap tebal disertai hawa panas dari bagian bawa kamar tidurnya terasa. Penasaran, kapten kelahiran Sulawesi Selatan (Sulsel) ini menuju ruangan mesin.  “Api awalnya dari kamar mesin. Mesin listrik yang terbakar. Karena dekat dengan bahan mudah terbakar makanya cepat membesar,” ungkap Mustarim yang ditemui Radar Nunukan saat berada di Dermaga Sungai Bolong usai dievakuasi.

Rencananya, kapal asal Jakarta ini akan kembali melanjutkan proses pengangkutan kernel (minyak inti kelapa sawit berwarna kuning berasal dari hasil olahan lanjut kernel atau inti kelapa sawit). Sebab, kemampuan angkutnya  mencapai 800 ton. Sementara yang saat ini baru sekira 350 ton kernel.

Sebenarnya, kata Mustarim, dirinya sudah meninggal ruangan yang terbakar. Namun karena tas berisi surat berharga dan ponselnya tertinggal, akhirnya memutuskan kembali ke ruangan istirahatnya. “Saya hampir terjebak. Karena tebalnya asap, saya tidak melihat lagi pintu keluar,” bebernya.

Sebelum dirinya ditinggal kapal lain yang kebetulan sedang bersandar di badan KLM Bunga Indah, ABK sempat berusaha memadamkan api dengan Alat Pemadam Api Ringan (Apar) dan air yang ada. Namun, karena banyaknya bahan mudah terbakar membuat api semakin besar. “Kami padamkan di luar saja. Karena di ruang mesin api sudah membesar. Karena tidak sanggup, akhirnya kami tinggalkan kapal,” ungkapnya.

Dikatakan, atas kejadian itu, semua barang tidak dapat diselamatkan. Hanya yang melekat di badan saja yang ada. Termasuk isi kapal sebanyak 350 ton kernel. Rencananya, setelah menambah muatan, kapal akan berlayar ke Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). “Tak ada satupun pakaian dapat kami selamatkan. Semuanya di kamar dan pas di atas mesin yang terbakar. Untungnya saja, semua ABK selamat,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Nunukan Agus Subagyo mengatakan, saat ini bangkai kapal dipindahkan ke Tanjung Batu, Kecamatan Nunukan Barat. Pemindahan itu dilakukan untuk menghindari terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

“Ditarik ke daratan agar memudahkan pemadaman. Sebab, kernel yang dimuat mengandung minyak yang mudah terbakar. Belum lagi lokasi kebakaran dekat dengan permukiman warga,” ungkap Agus saat dihubungi via ponselnya kemarin.

Dikatakan, KLM Bunga Indah ini merupakan kapal resmi yang telah melaporkan kedatangannya. Semua surat dan syarat-syarat berlayarnya lengkap. Pemiliknya,  PT Putra Setia Tengkawang, Jakarta. Sementara agen yang ada di Nunuka PT Rusianto Bersaudara. “Saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak kepolisian. Nanti, akan kami dalami lagi. Untuk sementara ABK termasuk kapten kapal dimintai keterangan,” ungkapnya. (oya/eza)


BACA JUGA

Selasa, 12 Desember 2017 10:02

Rekanan Minta Kepastian Pembayaran

NUNUKAN – Puncak kesabaran kontraktor atau rekanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan akhirnya…

Selasa, 12 Desember 2017 09:59

Daya Listrik Surplus, Daftar Tunggu Mulai Dilayani

NUNUKAN – Enam unit mesin baru Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sei Bilal dengan daya 6…

Senin, 11 Desember 2017 10:56

Rawan Perampokan, Nelayan Takut Melaut

NUNUKAN – Nelayan di Pulau Sebatik semakin was-was saat turun melaut. Aksi perampok bersenjata…

Senin, 11 Desember 2017 10:54

Lapas Punya Tujuh Narapidana di Bawah Umur

NUNUKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Nunukan memiliki tujuh penghuni warga binaan…

Senin, 11 Desember 2017 09:26

Banyak Rampok, Nelayan Was-was Melaut

NUNUKAN – Nelayan di Pulau Sebatik semakin was-was saat turun melaut. Aksi perampok bersenjata…

Senin, 11 Desember 2017 09:25

Harga Rumput Laut Membaik

NUNUKAN – Harga komoditas unggulan Nunukan, yakni rumput laut terus mengalami tren positif. Sempat…

Sabtu, 09 Desember 2017 10:50

X-Ray Masih Sulit Deteksi Barang Tersembunyi

NUNUKAN – Pengungkapan narkoba yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan,…

Sabtu, 09 Desember 2017 10:45

Disdukcapil Tunggu Juknis dari Kemendagri

NUNUKAN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Nunukan memastikan akan melaksanakan…

Jumat, 08 Desember 2017 11:27

Belum Ada Bantuan Pengganti Pukat Hela

NUNUKAN – Penggantian alat tangkap pukat hela sesuai edaran Kementerian Kelautan dan Perikanan…

Jumat, 08 Desember 2017 11:25

Tak Mampu Ikuti UMK, Perusahaan Wajib Bersurat

NUNUKAN – Pasca pengesahan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2018, pihak perusahaan kini wajib menjalankan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .