MANAGED BY:
RABU
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 18 April 2017 10:39
8 Kasus Kekerasan Anak Warnai Januari-April

Pelaku Kekerasan Harus Dihukum Berat

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN –  Kekerasan anak kerap kali terjadi seolah tak ada habisnya. Tercatat 8 kasus  kekerasan anak yang terjadi Januari hingga April 2017.

Menanggapi kasus ini,  Psikolog, Konselor dan Terapis, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Fanny Sumajouw berharap pelaku kekerasan terhadap anak harus dihukum lebih berat. Karena selain melukai korban secara fisik juga melukai secara psikis.

“Jadi selalu menjadi masalah terbesar, terutama adalah psikis anak sebagai korban,” ungkap Fanny kepada Radar Tarakan.

Ia melanjutkan, banyak faktor  yang mendasari kekerasan terhadap anak sekalipun orang tua kandung kerap menjadi pelaku kekerasan. Di antaranya kesalahan pola asuh dari orang tua, proses kebebasan pada anak, stressor (sumber stress) yang ditimbulkan oleh orang-orang sekitar, baik dari keluarga inti, keluarga kedua, bahkan tempat anak dititipkan. Dulu agama dan norma-norma bisa menjadi faktor utama  pencetus kekerasan pada anak, jika agama dan norma dalam keluarga kuat, maka anak akan terhindar dari kekerasan, dan sebaliknya.

“Lingkungan dan teknologi saat ini memiliki peranan yang cukup besar sehingga mudah sekali mempengaruhi perilaku kejahatan dan tindak kekerasan pada anak,” tutur Fanny Sumajouw.

 Waktu pemulihannya lanjut Fanny, tergantung dari masing-masing korban, karena tergantung dari defence mekanisme (mekanisme pertahanan diri) anak. Jika mental anak cukup tangguh maka proses pemulihannya akan cepat, dan biasanya dilakukan kontrol dan observasi oleh psikolog atau terapis dalam kurun waktu tiga, enam, sembilan bulan bahkan hingga setahun.

“Bentuk penanganannya adalah dengan melakukan psikoterapi atau terapi psikologis,” tambahnya.

Dikatakannya juga, jika tidak segera ditangani akan sangat berdampak dimasa yang akan datang pada anak yang sebagai korban, inilah yang dinamakan proyeksi. Kalau seandainya anak-anak sebagai korban kekerasan tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin suatu saat merekalah yang akan menjadi pelaku berikutnya.

“Dulu masa kanak-kanak mereka inferior (direndahkan, Red), setelah dewasa menjadi superior (berkehendak sesuai keinginannya, Red),” ucap Fanny Sumajouw.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 12:50

Rekor Awal Tahun, Empat Jam Padam

TARAKAN – Meski sudah berganti tahun, namun persoalan pemadaman listrik masih terjadi. Padahal…

Selasa, 23 Januari 2018 12:48

Lebih Banyak Menghabiskan Hari-Harinya di Rumah Sakit

Adam Al Fatah anak sulung pasangan Siti (28) dan Hery (38), harus merasakan sakit yang sudah dideritanya…

Selasa, 23 Januari 2018 12:47

Dana Suvenir Balon Capai Rp 100 Juta

TARAKAN – Memasuki masa kampanye Pilwali Tarakan para pengusaha jasa pembuatan spanduk, baliho…

Selasa, 23 Januari 2018 12:45

Enam Kelurahan Rawan Kecurangan

TARAKAN - Kecurangan pada proses pemilihan umum (Pemilu), menjadi atensi khusus yang harus disikapi…

Selasa, 23 Januari 2018 12:36

Tak Cukup Bukti, Laporan Dihentikan

TARAKAN - Gugatan pasangan Sabirin Sanyong dan Tajuddin Tuwo (Santun) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU),…

Selasa, 23 Januari 2018 12:29

Hanura Terancam Jadi Penonton pada Pemilu di Kaltara, Kok Bisa?

TARAKAN - Konflik yang terjadi di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) belum…

Selasa, 23 Januari 2018 12:27

Tegaskan Imunisasi Dihalalkan MUI

TARAKAN – Target 92 persen pemberian imunisasi kepada anak-anak hingga saat ini oleh Dinas Kesehatan…

Selasa, 23 Januari 2018 12:23

Drainase Tersumbat Pasir dan Sampah

TARAKAN – Pada umumnya permasalahan di setiap lingkungan rukun tetangga (RT) hampir sama. Jika…

Senin, 22 Januari 2018 14:22

Balon-Tim Sukses Harus Melek UU

PERSOALAN biaya kampanye memang rentan mengarah ke arah black campaign. Belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya,…

Senin, 22 Januari 2018 14:19

Arief Jadi Wali Kota Selama 130 Hari

TARAKAN – Sang petahana Sofian Raga yang memutuskan untuk ingin melanjutkan kerjanya, pada Pilwali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .