MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 18 April 2017 10:39
8 Kasus Kekerasan Anak Warnai Januari-April

Pelaku Kekerasan Harus Dihukum Berat

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN –  Kekerasan anak kerap kali terjadi seolah tak ada habisnya. Tercatat 8 kasus  kekerasan anak yang terjadi Januari hingga April 2017.

Menanggapi kasus ini,  Psikolog, Konselor dan Terapis, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Fanny Sumajouw berharap pelaku kekerasan terhadap anak harus dihukum lebih berat. Karena selain melukai korban secara fisik juga melukai secara psikis.

“Jadi selalu menjadi masalah terbesar, terutama adalah psikis anak sebagai korban,” ungkap Fanny kepada Radar Tarakan.

Ia melanjutkan, banyak faktor  yang mendasari kekerasan terhadap anak sekalipun orang tua kandung kerap menjadi pelaku kekerasan. Di antaranya kesalahan pola asuh dari orang tua, proses kebebasan pada anak, stressor (sumber stress) yang ditimbulkan oleh orang-orang sekitar, baik dari keluarga inti, keluarga kedua, bahkan tempat anak dititipkan. Dulu agama dan norma-norma bisa menjadi faktor utama  pencetus kekerasan pada anak, jika agama dan norma dalam keluarga kuat, maka anak akan terhindar dari kekerasan, dan sebaliknya.

“Lingkungan dan teknologi saat ini memiliki peranan yang cukup besar sehingga mudah sekali mempengaruhi perilaku kejahatan dan tindak kekerasan pada anak,” tutur Fanny Sumajouw.

 Waktu pemulihannya lanjut Fanny, tergantung dari masing-masing korban, karena tergantung dari defence mekanisme (mekanisme pertahanan diri) anak. Jika mental anak cukup tangguh maka proses pemulihannya akan cepat, dan biasanya dilakukan kontrol dan observasi oleh psikolog atau terapis dalam kurun waktu tiga, enam, sembilan bulan bahkan hingga setahun.

“Bentuk penanganannya adalah dengan melakukan psikoterapi atau terapi psikologis,” tambahnya.

Dikatakannya juga, jika tidak segera ditangani akan sangat berdampak dimasa yang akan datang pada anak yang sebagai korban, inilah yang dinamakan proyeksi. Kalau seandainya anak-anak sebagai korban kekerasan tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin suatu saat merekalah yang akan menjadi pelaku berikutnya.

“Dulu masa kanak-kanak mereka inferior (direndahkan, Red), setelah dewasa menjadi superior (berkehendak sesuai keinginannya, Red),” ucap Fanny Sumajouw.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 11:27

Baru Tiga Tahun Sudah Rusak

TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan mendapat sorotan tajam karena dianggap tak refresentatif…

Sabtu, 18 November 2017 11:25

Terlalu Memilih Pekerjaan, Kesempatan Terbuang

TARAKAN – Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Tarakan mengungkap serapan tenaga kerja selama…

Sabtu, 18 November 2017 11:22

WADUH..!! Investor Pemasok Gas Mundur

TARAKAN – Sebelumnya banyak investor yang siap menyuplai gas ke PT PLN (Persero) Unit Layanan…

Sabtu, 18 November 2017 11:11

Dua Hari, Tiga Korban Tewas di Jalan

TARAKAN - Nahas, sebuah mobil Daihatsu Xenia dengan nomor polisi KT 1680 RE yang dikemudikan Muhammad…

Sabtu, 18 November 2017 11:10

Sentra Industri Telan Biaya Rp 20 Miliar

TARAKAN - Sentra indusri kecil dan menengah saat ini tengah dibangun di Jalan Hake Babu dengan luas…

Sabtu, 18 November 2017 11:08

Reklame Mendominasi Perizinan

TARAKAN – Sejak Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Tarakan menjadi Dinas Penanaman Modal,…

Sabtu, 18 November 2017 11:04

Dua Jembatan di Dua Gang Rusak

TARAKAN - Ketua RT 2, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Ihsan mengatakan, terdapat dua titik jembatan yang…

Sabtu, 18 November 2017 11:03

Pedagang Berburu Uang Kecil

Tarakan-Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Tarakan,  pendistibusian uang baru terus dilakukan…

Sabtu, 18 November 2017 10:59

Genset Rp 2,9 Juta ‘Diembat’ Paman

TARAKAN – Entah apa yang ada di benak TC (nama diinsialkan), pelaku pencuri genset keponakan sendiri.…

Jumat, 17 November 2017 12:24

JANJI YA...!! Mulai Desember Tak Ada Pemadaman

TARAKAN – Persoalan listrik di Bumi Paguntaka memang belum berakhir. Kekurangan pasokan gas masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .