MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Senin, 27 Maret 2017 11:32
Kaji Ulang Tarif Masuk Taman Berlabuh
RUANG TERBUKA HIJAU: Suasana Taman Berlabuh yang menjadi pilihan masyarakat Tarakan untuk menghabiskan waktu senggang, mulai awal April akan dikenakan biaya tarif masuk dan tarif parkir oleh pemkot. HENDI SURYADI/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Rencana penarikan tarif masuk dan parkir di Taman Berlabuh menuai banyak protes di masyarakat, pasalnya taman yang baru beberapa bulan dioperasikan itu dijadikan sasaran empuk unutk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Salah seorang pengunjung Taman Berlabuh, Retno (36) mengatakan seharusnya taman, tempat rekreasi masyarakat tidak perlu dikenakan tarif, apalagi jika nilainya lumayan menguras kantong masyarakat.  “Tarifnya mahal banget, masa dewasa lima ribu rupiah dan anak-anak tiga ribu rupiah. Jika setiap hari datang ke sini (taman) bakalan tekor dong,” keluh Retno.

Lanjutnya, belum lagi jika pengujung datang bersamaan dengan keluarga, tentu uang yang dikeluarkan tidak sedikit. “Mau refreshing saja mesti bayar sih, Pantai Amal saja hanya seribu rupiah itupun cuman hari Minggu,” ungkap Retno.

Berbeda dengan Lilis (25) yang mengatakan tidak keberatan dengan penarikan retribusi asalkan sesuai dengan kantong masyarakat. “Nggak masalah yang penting biayanya tidak membebankan masyarakat, tarif yang ditentukan itu terlalu mahal apalagi kalau sekeluarga tentu tekor dong,” ungkap Lilis.

Sementara itu, Dharma (25) yang saat itu berkunjung ke Taman Berlabuh mengatakan taman fasilitas pemerintah itu dimana-mana harusnya gratis, tidak memungut biaya masuk. "Masa mau ke taman harus bayar biaya masuk sih," ujarnya.

Dia menambahkan, jika hanya untuk menambah PAD, masih banyak tempat wisata yang bisa ditarik biaya masuknya. "Pantai Amal juga banyak orang masuk, tapi tarifnya cuma seribu rupiah yang bisa ditinggikan tarifnya jadi bisa nambah PAD," tuturnya.

Terpisah, Khaeruddin Arief Hidayat salah seorang yang menyatakan siap waju menjadi bakal calon (balon) dari Partai Amanat Nasional (PAN) mengaku tidak setuju jika penarikan tarif masuk taman diberlakukan. Mengingat alasan mendasar dibangunnya taman tersebut sebagai ruang publik yang diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin bersantai dan menghilangkan rasa bosan .

Meski saat ini dia menjabat sebagai Wakil Wali Kota Tarakan, Arief tidak pernah merasa ikut membahas permasalahan itu sehingga dia cukup kesulitan untuk menyampaikan pendapat tentang ketidak setujuannya dalam penarikan tarif masuk.

“Bagaimana saya mau ungkapkan, karena belum pernah ada pertemuan resmi untuk membahas itu,” ungkap Arief kepada Radar Tarakan.

Jika alasan untuk meningkatkan PAD Tarakan, bagi Arief tidaklah tepat jika harus mengenakan retribusi masuk pada masyarakat, mengingat pemerintah juga telah menarik retribusi bagi pedagang yang berjualan di sekitar Taman Berlabuh. Bahkan tak jarang event-event yang sering diadakan di Taman Berlabuh juga dikenakan bayaran.

“Jadi para pengunjung tidak perlu lagi bayar jika masuk ke taman,” jelasnya.

Menurut Arief, pemerintah harus lebih berani membuat tempat wisata di Tarakan seperti membangun wahana permainan water boom karena Tarakan, tidaklah seperti kota-kota besar yang banyak menawarkan alternatif aktivitas liburan yang bisa dinikmati masyarakat. “Yang penting masyarakat bisa senang, jangan dulu berbicara soal untung,” ungkap Arief.

Tak hanya itu, menurut Arief banyak yang dapat dikembangkan di Tarakan sebab dulunya Tarakan pernah dijajah oleh para penjajah sehingga banyak alat-alat peninggalan perang yang masih tersisa.

Nantinya ia berencana, akan mendidirikan situs perang yang di depannya terdapat gapura bertuliskan Selamat Datang di Kota Sejarah dan didampingi patung-patung tentara Jepang dan Belanda. Ia menjamin tak hanya wisatawan lokal saja yang akan ke Tarakan melainkan juga bisa mendatangkan, wisatawan luar.

“Tak menutup kemungkinan jika itu terjadi maka hotel-hotel akan penuh, kuliner-kuliner akan laku, transportasi akan banyak digunakan. Jadi PAD kita bertambah, masyarakatnya akan bahagia,” ungkap Arief.

Menurutnya memang pemerintah harus memikirkan untuk mencari keuntungan karena itu merupakan sebuah investasi jangka panjang, namun tetap harus dipertimbangkan lagi oleh pemerintah.

“Karena memang saya tidak setuju jika setiap taman harus ditarik retribusinya. Sudah ekonomi kita susah, tempat rekreasi juga tidak ada dan taman itu sudah cukup untuk bisa menjadi tempat menghilangkan kejenuhan. Jika ingin cari untung di sisi lain saja,” tutur Arief.

Sama halnya dengan Wakil Ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah) II Partai Golkar Tarakan, Bidang Sosial dan Pengabdian Masyarakat, Ilham Dani yang merupakan salah seorang figur yang akan maju pilwali 2018, mengatakan jika penarikan retribusi pada taman diperuntukkan hanya agar meningkatkan PAD itu dinilai tidak tepat. Karena taman itu merupakan salah satu tempat yang saat ini banyak digemari masyarakat untuk menghabiskan waktu senggang, di sela-sela aktivitas.

Dia menyarankan agar pemerintah mencoba untuk mencari investor-investor luar agar dapat berinvestasi di Kota Tarakan. “Saya pikir, kalau diberlakukan penarikan retribusi kepada masyarakat di taman itu merupakan perilaku yang kurang etis,” ungkap Ilham.

Karena taman dibangun oleh pemerintah, dengan anggaran yang mencapai miliaran rupiah, dan masih banyak juga taman-taman di lokasi lain yang juga tidak dipunguti biaya. “Pemerintah harus mengkaji ulang penarikan retribusi masuk itu,” jelas Ilham.

Berbeda dengan Arief dan Ilham, Tigor Nainggolan selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar, yang juga siap maju pilwali tahun depan mengatakan dirinya setuju bila dilakukannya penarikan retribusi masuk, pada Taman Berlabuh.

“Tapi dengan catatan, jangan mahal-mahal. Dilihat dulu dari kemampuan masyarakat yang memang dinilai mampu untuk memberikan retribusi,” jelas Tigor.

Jika nantinya petahana tetap memberlakukan penarikan retribusi, maka mereka harus menjamin taman tersebut tetap indah dan terawat, mengingat merawat taman juga membutuhkan biaya mahal.

“Hal ini bukan hanya untuk membantu pemerintah, tetapi juga akan membantu semua. Jangan biarkan taman berlabuh dapat berdiri dengan sekejap saja,” ujar Tigor.

Menurutnya Taman Berlabuh akan berumur sebentar jika taman itu tidak dirawat, sehingga tidak menjadi daya tarik pengunjung untuk datang ke taman yang berada di kawasan Yos Sudarso itu.

“Bagaimana supaya tamannya lebih bagus dan indah? Tentu harus ada perawatan untuk selanjutnya. Jadi jangan hanya bisa membangun, tetapi tidak bisa merawat, karena itu adalah milik masyarakat, maka masyarakat harus ikut terlibat untuk merawatnya,” katanya.

Dirinya berpendapat jika permasalahan penarikan retribusi di Taman Berlabuh bertujuan untuk menaikkan PAD di Kota Tarakan tentu tidak tepat, karena baginya yang paling tepat adalah untuk merawat fasilitas sebagai penunjang keindahan taman.

“Ini bukan untuk peningkatan PAD,” tegasnya.

Untuk meningkatkan PAD di Kota Tarakan, tentu memiliki banyak cara. Namun dirinya tidak ingin menggurui pemerintah saat ini, biarlah pemerintah dapat mencari peluang untuk mendapatkan peningkatan PAD.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 10:18

Pasokan Gas Kurang, Diatasi Diesel

TARAKAN – Tak dipungkiri krisis listrik masih menghantui beberapa wilayah di Kaltara. Penambahan…

Sabtu, 21 Oktober 2017 10:17

Rumah Imam Masjid Terbakar

TANA TIDUNG – Sebuah rumah di Jalan Padat Karya, Tana Tidung, Ibu Kota KTT habis terbakar pada…

Sabtu, 21 Oktober 2017 10:16

Desember Akan Ada Taman Baru

TARAKAN – Di tengah kondisi perekonomian yang sulit, Pemkot Tarakan tetap dapat membangun ruang…

Sabtu, 21 Oktober 2017 10:15

Sempat Tak Didukung, Kini Miliki Pengalaman Berakting

Tak pernah terpikirkan oleh gadis asal Bumi Paguntaka ini untuk bisa bermain film layar lebar, yang…

Sabtu, 21 Oktober 2017 10:13

Gerindra dan PKS Siapkan SK Pengusungan

TARAKAN – Dalam waktu dekat rencananya, Gerindra dan PKS akan menyusul PAN yang sudah mengusung…

Sabtu, 21 Oktober 2017 10:12

Tak Sesuai Prosedur, Diberikan ‘Surat Cinta’

TARAKAN - Pengawasan obat-obatan di Bumi Paguntaka semakin gencar dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes)…

Sabtu, 21 Oktober 2017 10:09

Jalankan Tugas dengan Anggaran Terbatas

TARAKAN - Setelah melalui banyak pertimbangan dan pembahasan, akhirnya pelaksanaan penandatanganan NPHD…

Sabtu, 21 Oktober 2017 10:08

Nakhoda dan ABK Kabur Tinggalkan BB

TARAKAN – Satpolair Polda Kaltim kembali mengamankan Barang Bukti (BB) berupa dua unit mesin berkapasitas…

Sabtu, 21 Oktober 2017 10:07

Rehabilitasi Narkoba Harus ke Luar Kota

TARAKAN – Saat ini Kota Tarakan membutuhkan tempat untuk merehabilitasi pengguna narkotika dalam…

Sabtu, 21 Oktober 2017 10:04

Vaksin MR Sangat Dibutuhkan untuk Cegah Kecacatan

TARAKAN – Belum dikeluarkannya sertifikasi halal dari MUI, tak berarti vaksin measles rubella…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .