MANAGED BY:
SELASA
23 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 24 Maret 2017 10:07
Perilaku Menyimpang Banyak Terjadi di Luar Sekolah
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Video asusila yang melibatkan anak di bawah umur, yang beredar di Tarakan beberapa waktu lalu, membuat banyak pihak harus waspada terutama bidang-bidang pendidikan agar hal serupa tidak lagi terjadi di Tarakan. Mengingat anak di bawah umur yang menjadi penerus bangsa menjadi tanggung jawab semua pihak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan, Ilham Noor mengatakan pihaknya terus berupaya melakukan pengawasan siswa atau anak didik melalui sekolah-sekolah dengan melalukan pemantauan dan pengamatan pada pertumbuhan anak melalui pendidikan.

“Terutama pengawasan pada hal-hal yang mecurigakaan saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung,” tutur Ilham.

Lanjut Ilham, meski rata-rata kejadian-kejadian menyimpang tersebut yang tidak terawasi banyak terjadi di luar sekolah. Sehingga pihaknya bekerjasama dengan orang tua maupun guru untuk melakukan pengawasan ketat baik di rumah maupun di sekolah. Diakui Ilham saat  ini, tiap-tiap sekolah telah lama membuat tata tertib tentang pelarangan membawa handphone. Namun, penggunaanya tidak dapat dikendalikan jika para peserta didik sudah berada di luar sekolah.

“Karena tidak mustahil dia lebih cepat terpengaruh oleh apa yang disaksikan di luar sekolahnya,” ujarnya.  

Larangan penggunaan handphone memang tidak dapat diterapkan jika di luar sekolah. Namun, dilema tersebut cukup berat dialami dunia pendidikan saat ini, mengingat teknologi dan informasi juga mereka perlu dapatkan.

“Dengan adanya teknologi dan informasi yang begitu cepat, sehingga tanpa dasar kekuatan prinsip dan agama yang dimiliki anak, saya kira agak lebih sulit ke depannya,” ungkap Ilham.

Setiap sekolah memiliki tata tertib dalam mengawasi para peserta didiknya, termasuk dalam menggunakan sistem sanksi dengan menggunakan kriteria poin atau nilai. “Hal tersebut merupakan salah satu cara untuk mengontrol siswa, dan di beberapa sekolah di Tarakan sudah menerapkan hal tersebut. Ketika sudah sampai pada batas minimal dari sanksi tersebut, maka siswa dikembalikan ke orang tuanya,” tuturnya.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 20 April 2019 11:00

Memperingati Sekaligus Menaikkan Rasa Syukur

TARAKAN – Perayaan Jumat Agung dalam memperingati kematian Tuhan Yesus…

Sabtu, 20 April 2019 10:57

Rencana UNBK pada Tingkatan SD

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan, berencana menerapkan sistem Ujian…

Sabtu, 20 April 2019 10:35

Pergi Mandi, Dua HP Raib

TARAKAN – Kelalaian dari masyarakat akan menjadi kesempatan bagi pelaku…

Sabtu, 20 April 2019 10:33

Berharap Alokasi Anggaran Terealisasi

TARAKAN – Menikmati jalan mulus belum sepenuhnya dirasakan warga RT…

Sabtu, 20 April 2019 10:08

2020, Optimistis Layani e-ID

TARAKAN - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan, optimistis…

Sabtu, 20 April 2019 10:04

UNBK dan USBN Dilaksanakan Bersamaan

TARAKAN - Sebanyak 30 sekolah menengah pertama (SMP) negeri dan…

Sabtu, 20 April 2019 09:53

Warga Kerap Terganggu Aroma Sampah

TARAKAN - Keberadaan depo sampah yang terletak di area strategis…

Kamis, 18 April 2019 09:49

Di Kaltara, Jokowi-Amin Unggul 20-an Persen

Hasil sejumlah quick count nasional mengunggulkan pasangan calon presiden dan…

Kamis, 18 April 2019 09:47

Ratusan Surat Suara Tertukar

TERTUKARNYA ratusan surat suara terjadi di beberapa tempat pemungutan suara…

Kamis, 18 April 2019 09:46

Idolakan Joko Widodo, Ada yang Prediksi Prabowo Menang

Antusias embah-embah di panti jompo, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Panti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*