MANAGED BY:
SABTU
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 24 Maret 2017 10:07
Perilaku Menyimpang Banyak Terjadi di Luar Sekolah
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Video asusila yang melibatkan anak di bawah umur, yang beredar di Tarakan beberapa waktu lalu, membuat banyak pihak harus waspada terutama bidang-bidang pendidikan agar hal serupa tidak lagi terjadi di Tarakan. Mengingat anak di bawah umur yang menjadi penerus bangsa menjadi tanggung jawab semua pihak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan, Ilham Noor mengatakan pihaknya terus berupaya melakukan pengawasan siswa atau anak didik melalui sekolah-sekolah dengan melalukan pemantauan dan pengamatan pada pertumbuhan anak melalui pendidikan.

“Terutama pengawasan pada hal-hal yang mecurigakaan saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung,” tutur Ilham.

Lanjut Ilham, meski rata-rata kejadian-kejadian menyimpang tersebut yang tidak terawasi banyak terjadi di luar sekolah. Sehingga pihaknya bekerjasama dengan orang tua maupun guru untuk melakukan pengawasan ketat baik di rumah maupun di sekolah. Diakui Ilham saat  ini, tiap-tiap sekolah telah lama membuat tata tertib tentang pelarangan membawa handphone. Namun, penggunaanya tidak dapat dikendalikan jika para peserta didik sudah berada di luar sekolah.

“Karena tidak mustahil dia lebih cepat terpengaruh oleh apa yang disaksikan di luar sekolahnya,” ujarnya.  

Larangan penggunaan handphone memang tidak dapat diterapkan jika di luar sekolah. Namun, dilema tersebut cukup berat dialami dunia pendidikan saat ini, mengingat teknologi dan informasi juga mereka perlu dapatkan.

“Dengan adanya teknologi dan informasi yang begitu cepat, sehingga tanpa dasar kekuatan prinsip dan agama yang dimiliki anak, saya kira agak lebih sulit ke depannya,” ungkap Ilham.

Setiap sekolah memiliki tata tertib dalam mengawasi para peserta didiknya, termasuk dalam menggunakan sistem sanksi dengan menggunakan kriteria poin atau nilai. “Hal tersebut merupakan salah satu cara untuk mengontrol siswa, dan di beberapa sekolah di Tarakan sudah menerapkan hal tersebut. Ketika sudah sampai pada batas minimal dari sanksi tersebut, maka siswa dikembalikan ke orang tuanya,” tuturnya.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 19 Juli 2019 09:44

Ramaikan Pawai Pembangunan

TARAKAN – Pawai pembangunan akan dilaksanakan dalam 31 hari lagi,…

Jumat, 19 Juli 2019 09:42

Tingkatkan Pengawasan dan Ajak Kerja Sama Mitra di Perbatasan

TARAKAN – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus berupaya…

Jumat, 19 Juli 2019 09:41

Dulu Sering Disumpahi, Sekarang Tidur Lebih Nyenyak

Said Usman Assegaf telah terbiasa dengan perannya sebelum menjadi direktur…

Jumat, 19 Juli 2019 09:06

Disdikbud Nilai Tarakan Belum Butuh SMA Baru

TARAKAN - Pembentukan 2 SMP baru oleh Dinas Pendidikan dan…

Jumat, 19 Juli 2019 09:05

Nilai Ada Perusahaan Nakal yang ‘Bebas’

TARAKAN - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalan Himpunan Mahasiswa Islam…

Jumat, 19 Juli 2019 08:40

Harapkan Jalan Semenisasi Dilakukan Peningkatan

TARAKAN - Perlunya peningkatan terhadap jalan semenisasi yang ada di…

Kamis, 18 Juli 2019 10:32

Dikalungkan Bunga Oleh Polisi Cilik

TARAKAN - Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito…

Kamis, 18 Juli 2019 10:31

Minim Akses, Penanganan Lantung Tak Dilakukan

TARAKAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengharapkan adanya penanganan terhadap…

Kamis, 18 Juli 2019 10:30

Tampilkan Seragam Kebanggaan Ekstrakurikuler

TARAKAN – Sudah siapkah Anda dengan pawai pembangunan, yang dilaksanakan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:30

Enam Ekor Ikan Napoleon Gagal Diselundupkan

TARAKAN - Selama Mei hingga Juli tahun ini, Balai Karantina…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*